Menulis Buku MGMP IPA

Menulis Buku oleh: Delismar, M.Pd

DWITAGAMA BAKTI MULYA 400 E

Ajakan membuat buku, ini yang saya tunggu selama ini. Pucuk dicinta ulampun tiba. Pak Wijaya Kusumah yang akrab dipanggil Omjay melalui WA group Seminar Kesharlindung 2017 mengundang para guru untuk ikut Pelatihan guru menulis buku gratis pada hari ini, Senin 18 September 2017, pukul 06.41 WIB. Pelatihan yang sangat menarik dan tanpa biaya ini dapat sertifikat 32 jam dari sponsor wijayalabs.com. Sungguh sangat sayang dan merugi bila tidak diikuti. Tujuan akhir dari pelatihan ini adalah penulis bisa diterbitkan bukunya tanpa membayar sedikitpun, kalau bukunya terjual laris malah akan dibayar.

            Pukul 07.16 pendaftaran ditutup, artinya dalam waktu singkat, pendaftar sudah memenuhi kuota yang diharapkan, yaitu 20 orang. Sehinggga ada koment dari anggota program yang dicetuskan Omjay laku keras. Ternyata alasan Omjay membuat pelatihan ini adalah Beliau merasa kasihan terhadap guru yang dijadikan objek bisnis oleh orang-orang tertentu dengan membayar dengan nominal yang cukup besar.

Dari pengalaman Beliau tidak pernah bayar untuk menulis buku malah mendapatkan berkah dari menulis buku. Pukul 07.20, Omjay menambah kuota menjadi 25 orang. Saya bisa bercerita ini karena membaca urutan dari perbincangan teman-teman di group. Saya bisa bergabung dan nimbrung serta sangat antusias untuk mendaftar sehingga tanpa saya sadari saya sudah melebihi jumlah peserta yang ditentukan. Saya selipkan nama dinomor 26. Setelah ada teman yang mengingatkan untuk ikut digelombang ke-2 dan bersabar serta santai. Setelah upacara, saya memang langsung ke kelas untuk mengajar sampai buka WA lagi 09.40. Malu bercampur kesal berkumpul dibenak.

            Saya tidak mau ketinggalan informasi lagi tentang pembukaan pendaftaran pelatihan membuat buku gelombang ke-2, Alhamdulillah saya bisa mendaftarkan nama saya di nomor 7 pada pukul 10.31 WIB. Begitu semangat lagi, nama suami saya juga daftarkan setelah nama saya karena memang kami mau ikut kegiatan yang namanya membuat buku. Tapi sayang, saya lupa kalau Hp suami  sedang rusak sehingga tidak bisa mendaftar di group baru “Pelatihan menulis 2017”.

            Informasi yang bergulir tak henti di group Pelatihan buku 2017 senantiasa saya ikuti sambil tetap menjalankan kegiatan di rumah seperti memasak dan pekerjaan lainnya.

Saya mengenal lebih jauh siapa Bapak Wijaya Kusumah (Omjay) yang sarat dengan kepiawaian diberbagai bidang. Menulis bukan hal asing lagi bagi Beliau tapi sudah menjadi “makanan pokok” layaknya sebuah kebutuhan penting. Saya terakhir mendengar dan melihat karya Beliau di event bergengsi yaitu Inobel 2017 di Bali. Beliu meraih juara 3, di group Inobel bidang SORAK jenjang SMP. Saya banyak mendengar bagaimana gigihnya Omjay meraih yang terbaik. Semangat tak pernah kendur, selain memotivasi diri sendiri juga para orang lain, terutama bagi guru.

            Banyak hal yang ingin ditulis, terutama berkenaan dengan pengalaman saya dalam mengemban tugas sebagai guru. Jika menulis, saya merasa puas dan senang jika kegiatan yang saya dan teman-teman lakukan menambah motivasi diri kami untuk senantiasa belajar dan belajar, kemudian diperhatikan orang lain, misalnya oleh pihak dinas pendidikan.

Cerita yang akan saya angkat bisa dari segi guru, siswa, media, dan lingkungan belajar. Pada buku pertama ini saya akan mengangkat cerita tentang Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP). MGMP IPA Rayon 1 Kota Jambi adalah salah satu wadah bertemunya guru SMP/MTs mata pelajaran  IPA Kota Jambi. MGMP IPA Rayon 1 Kota Jambi berdiri sejak tahun 2010, artinya sudah berumur 7 tahun. Ibaratnya seseorang yang sudah cukup matang untuk bisa menunjukkan jati diri. Kami bersama-sama belajar saling berbagi apalagi dengan latar belakang sekolah, pendidikan yang berbeda.

Organisasi yang terdiri dari guru-guru IPA mempunyai tujuan dan program tertentu. Program yang sudah terlaksana diantaranya persiapan mengajar dengan membuat perangkat pembelajaran berupa silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), bahan ajar, media pembelajaran, membuat dan menggunakan alat peraga, kunjungan lapangan, dan kerjasama dengna pihak-pihak yang kompeten dibidang pendidikan. Tujuan diadakannya bermacam-macam program tersebut adalah dalam rangka mencapai dan mengembangkan standar kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang guru. Beberapa program tersebut akan dikemas menjadi bagian-bagian tertentu dan akan dibagi menjadi beberapa seri.

Diantara program yang terlaksana adalah menjalin kerjasama dengan perguruan tinggi di Jambi. Kerjasama adalah suatu usaha atau kegiatan yang dilakukan oleh kedua belah pihak dalam rangka untuk mencapai tujuan bersama. Dari definisi ini terkandung makna bahwa kedua belah pihak perlu membuat kesepakatan tentang tujuan maupun kegiatan kerjasama. Karena kerjasama harus saling menguntungkan kedua belah pihak, maka dengan kerjasama akan menyebabkan saling ketergantungan antara pihak pertama dan pihak kedua dan hubungannya bersifat interakfif.

Manfaat menjalin kerjasama dengan lembaga pendidikan tinggi bagi guru IPA SMP/MTs di Kota Jambi, khususnya Universitas Jambi adalah dapat meningkatkan kualitas program guru IPA SMP/MTs di Kota Jambi, dapat meringankan biaya penyelenggaraan dan pengembangan SMP/MTs di Kota Jambi, mampu mengikuti perkembangan mutakhir pendidikan tinggi, khususnya iptek, sehingga apa yang diajarkan di SMP/MTs untuk menyesuaikan dengan perkembangan iptek saat ini; membantu ketercapaian tujuan SMP/MTs di Kota Jambi; membantu meningkatkan wawasan dan kemampuan guru tentang apa yang harus diajarkan, bagaimana cara mengajar yang lebih efektif dan efisien, bagaimana cara mengadakan penelitian yang berguna untuk meningkatkan kualitas siswanya, dan sebagainya.

            Sedangkan bagi lembaga pendidikan tinggi, kerjasama dengan guru IPA SMP/MTs di Kota Jambi merupakan salah satu kegiatan nyata, yaitu melaksanakan pengabdian pada masyarakat. Disamping itu lembaga pendidikan tinggi dapat mengirimkan dosen dan mahasiswanya untuk melaksanakan praktik kerja lapangan atau mengadakan penelitian, dan sebagai tempat untuk  melakukan penelitian  dan mengembangkan metode mengajar bagi guru, dan  sebagainya.

Kerjasama yang terjalin, hendaknya mendorong  sekolah yang bermitra kerjasama dengan FKIP Universitas Jambi. Dalam kerjasama, bukan hanya kepala sekolah, guru pun ikut dilibatkan agar kerjasama terlaksana efisien dan efektif. Kerjasama ini harus dapat memperkuat pendidikan profesi guru yang tepat. Kerjasama ini merupakan salah satu implementasi tri darma perguruan tinggi, seperti untuk penelitian dosen atau mahasiswa, serta program pengabdian masyarakat. Di sisi lain Unja dapat menjadi pembina bagi guru untuk membantu penulisan karya ilmiah. Memperluas kesempatan civitas aacdemica mengembangkan prestasi akademik dan profesionalisme melalui kerjasama dengan instansi mitra. Memperluas jalinan kemitraan dengan lembaga donor untuk pengembangan kerjasama dengan dasar kebersamaan dan profesionalisme. Mengembangkan bidang-bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat dan bisnis.

Terdapat dua manfaat langsung yang diperoleh perguruan tinggi lewat kerjasama. Pertama, melalui kerjasama program akademik yang diselenggarakan akan dapat dimantapkan secara substansial dengan mengembangkan bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada amsyarakat, penerbitan dan lain sebagainya. Kedua, melalui kerjasama akan diperoleh manfaat ekonomis akibat pemanfaatan bersama berbagai sumber daya dan fasilitas yang ada. Setidak-tidaknya penggunaan sumber daya akan lebih efektif daripada bila hanya dimanfaatkan oleh lembaga masing-masing secara individual. Semua manfaat itu pada akhirnya akan menunjang upaya yang dilakukan untuk memperbaiki pengembangan perguruan tinggi. Dengan demikian, melalui kerjasama Universitas Jambi dengan guru IPA SMP/MTs di Kota Jambi diharapkan juga dapat meningkatkan kemampuan dan keterampilan mengajar bagi guru melalui pengembangan pendidikan di  SMP/MTs Kota Jambi.

 

Komentar ditutup.