Reisen in Europa

Reisen in Europa

Oleh : Novianti, S,Pd

SMPN 2 Haurgeulis Kab. Indramayu. Jawa Barat.

ptk-unj

            Buku ini merupakan memoar atau kisah suatu perjalanan selama kurang lebih 15 hari di benua Eropa ketika liburan akhir tahun pelajaran berlangsung. Perjalanan ini dialami sendiri oleh penulis yang juga seorang guru di sebuah sekolah menengah pertama Indramayu tepatnya di Haurgeulis yang berbatasan dengan daerah Cipunagara Subang. Perjalanan pertama kali ke luar negeri ini sebetulnya pernah diimpikan ketika masih kanak-kanak tepatnya pada masa duduk di bangku sekolah dasar. Jika melihat peta dunia dilihat pulau-pulau dan negara-negara yang ada di dunia. Selain itu kadangkala melihat kalender atau buku dan majalah yang menampilkan pemandangan indah di luar negeri, ingin rasanya kesana, namun kapankah itu terjadi dan rasanya tidak mungkin dialami.

            Akan tetapi sebersit keinginan dan mungkin khayalan ke negeri nun jauh disana terlaksana juga dengan banyak peluh serta pengorbanan di balik perjalanan indah yang banyak diimpikan orang. Namun dari hal itu semua konon tidak ada yang namanya kebetulan. Semua ada proses dan jalan panjang yang harus dilalui, terkadang jalanan mulus, tak sedikit pula jalanan terjal menghalangi perjalanan kami ini. Dengan tekad dan perencanaan yang matang kami tiga bersaudara beserta kakak ipar dan ibunda tercinta dapat mengadakan perjalanan ke Eropa.

            Mungkin banyak pertanyaan, mengapa seorang guru bisa berkeliling Eropa 15 hari? Berapa banyak biaya yang harus dikeluarkan? Apakah itu hadiah dari kesharlindungdikdas? Bagaimana mengurus paspor untuk perjalanan ke Eropa? Apakah harus menguasai semua bahasa negara yang dikunjungi?apakah menggunakan jasa travel atau biro perjalanan wisata? Dan lain-lain. Itu semua sebagian ada dalam memoar ini jawabannya.

            Awalnya perjalanan ini dilakukan adalah untuk mengunjungi adik bungsu yang berada di Jerman. Kami ingin berkumpul bersama di sana, melihat lebih dekat, merasakan kehidupan di Eropa tepatnya di kota Weinheim Jerman tempat sang adik tinggal dan bekerja. Sang adik telah lama tinggal di Jerman, sekitar kurang lebih 14 tahun. Namun di kota Weinheim baru satu tahun lebih. Sebelumnya pernah di Duisburg, Bochum dan Dusseldorf.

            Akan tetapi karena ini perjalanan pertama dan entah kapan dapat berkunjung lagi ke Eropa, kami memutuskan untuk mengunjungi UK (United Kingdom) atau yang kita kenal dengan Inggris. Selain itu kami mengunjungi beberapa negara lainnya di Eropa yaitu Belanda, Belgia, Perancis, Republik Cheko, Swiss

, Austria dan mampir ke Turki.

            Semua tempat yang kami datangi menarik untuk dikisahkan dalam buku ini, namun tentu saja dalam kerangka berpikir seorang guru seni budaya yang tentu saja akan berbeda cara penyampaiannya jika dibandingkan dengan guru bahasa atau yang telah terbiasa menulis kisah atau cerita tentang perjalanan. Semua yang terlihat pada saat melakukan perjalanan ke Eropa ini ingin rasanya diceritakan semua dengan tujuan orang yang membaca juga seolah dapat merasakan seperti yang kami rasakan.

            Yang dilihat menarik untuk diceritakan pula kepada anak didik kami sebagai bagian dalam kegiatan pembelajaran dan apresiasi bagi siswa di sekolah. Sebagai guru seni budaya khususnya, apa yang terlihat rasanya tidak akan ada habisnya untuk diungkapkan melalui bahasa tulisan saja, atau bahasa gambar/photo terkadang ingin pula direkam atau dibuat dalam bentuk video, sehingga apa yang telah kami alami ini dapat dikenang dan dilihat oleh siapapun yang ingin mengapresiasi.

            Dalam buku ‘Reise in Europa’ ini sengaja menggunakan judul dalam bahasa Jerman, alasannya tujuan utama adalah ke Jerman. ‘Reise in Europa’ yang berarti Perjalanan di Eropa dikemas dengan penggalan-penggalan kisah kami selama 15 hari di Eropa dengan cara dikisahkan per negara per sub judul. Ada kurang lebih 16 judul yang mengisahkan perjalanan kami di Eropa yang dimulai dari pengajuan paspor ke kedutaan besar Jerman di Jakarta dan di Mall Mega Kuningan mengurus paspor UK. Banyak sekali administrasi yang harus kami isi dan dilengkapi lampiran-lampiran baik asli maupun photocopy. Ini tentu saja akan menunjang kelancaran kita di luar negeri.

            Dan bukan karena kebetulan, semuanya lancar dan beres ketika apply paspor yang ditangani oleh orang yang berpengalaman. Siapakah orang yang berpengalaman itu? Tak lain adalah kakak tertua kami yang juga merupakan anggota Backpacker Dunia. Sudah terbiasa bepergian ke luar negeri seperti ke Eropa. Selain itu kunjungan kami ke Jerman karena kami diundang adik tercinta, sehingga jelas alasan kepergian kami kesana sehingga saat wawancara apply visa Jerman dapat berjalan lancar. Dan disamping itu tentu juga berkat do’a ibunda tercinta kami yang senantiasa mendo’akan keselamatan, kelancaran dan kesuksesan kami hingga kami dapat menjadi seperti sekarang ini.

            Dukungan suami dan anak-anak yang rela melepaskan kepergian penulis sungguh menjadi motivasi agar tetap sehat dan kuat selama perjalanan di Eropa. Dan alhamdulilah semua dapat terlaksana, lancar dan selamat.

Komentar ditutup.