Tugas 2 Menulis Buku Bersama Om Jay

omjay-pembicara-bhkTugas 2 Menulis Buku Bersama Om Jay

Oleh: Agus Riyanto

Beberapa tahun terakhir kita sering mendengar berita bahkan melihat sendiri di sekitar kita, betapa banyak guru yang tersandung berbagai masalah. Mulai dari kasus yang terjadi ditempatnya mengajar (dengan peserta didik) sampai kasus dimasyarakat yang berhubungan dengan pelanggaran terhadap norma-norma. Melakukan kesalahan dan dosa bagi manusia memang umum dan sudah menjadi fitrah semua manusia, tetapi manusia yang disebut guru sebisa mungkin harus menghindari berbuat kesalahan dan dosa. Karena sebagai seorang guru, secara otomatis kita dituntut untuk menjadi manusia setengah dewa.

Sebagai seorang guru, tentu saya merasa prihatin mendengar berita dan bahkan melihat masalah yang melibatkan guru. Keprihatinan ini muncul karena biasanya kasus yang melibatkan oknum akan berimbas kepada semua orang yang berprofesi sama dengan oknum tersebut. Keprihatinan ini mendorong saya untuk berperan serta dalam mengembalikan fitrah guru sebagai sosok yang sangat sentral dalam kehidupan bermasyarakat. Bentuk peran serta tersebut akan saya tuangkan dalam sebuah buku yang berisi tentang guru.

Banyak buku ditulis dan sudah beredar yang mengulas tentang seorang guru. Sososk guru memang menjadi bahasan yang selalu menarik. Guru sebagai figur yang paling dominan dalam pendidikan memanglah dituntut untuk menjadi pribadi yang mantap, agar hasil dari pendidikan yang dilakukan kepada peserta didiknya dapat mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. Guru sejatinya merupakan pekerjaan paling tua di muka bumi. Bagaimana Tuhan mengajarkan nama-nama benda yang ada di dunia kepada nabi Adam Alaihis Sallam saat diturunkan pertama kali ke bumi, juga merupakan pekerjaan seorang guru. Sehingga dari hal tersebut, kita saat ini bisa menyebut batu, pohon, buah, dan aneka makhluk yang ada di bumi.

Guru sampai saat ini merupakan figur yang tidak tergantikan oleh teknologi secanggih apapun. Kehadiran dan perannya di sekolah bahkan di masyarakat, masih menjadi tolok ukur dalam berbagai macam kegiatan. Sehingga, menjadi guru haruslah total. Bukan hanya guru sebagai pengajar saja, tetapi harus mampu menjadi agen perubahan, terutama mendidik dan memberikan teladan kepada peserta didik di tempatnya bertugas dan kepada masyarakat dimana seorang guru menetap. Buku yang akan saya tulis ini sengaja saya beri judul: “Guru, Benarkah Kita Seorang Guru?”. Judul ini saya pilih karena buku ini saya maksudkan untuk bisa dijadikan cerminan oleh semua guru yang membacanya. Cerminan yang bisa memberikan kontrol kepada guru untuk selalu berucap, bertindak, berfikir, dan bekerja sesuai dengan aturan-aturan dan norma-norma yang ada di masyarakat.

Buku “Guru, Benarkah Kita Seorang Guru?” akan mengulas beberapa hal tentang keguruan. Bagian awal buku ini akan mengulas pengertian guru. Pengertian guru penting untuk ditampilkan dan diulas untuk menyegarkan kembali ingatan kita dan untuk menyadarkan akan jati diri kita sebagai seorang guru. Dengan memahami jati diri kita, maka akan ada tekad kuat bahwa guru merupakan dan memang profesi yang mulia. Dengan menyadari kemuliaan profesinya, seorang guru akan berhati-hati dalam berperilaku dan berucap. Guru yang memiliki jati diri dan memahami kemuliaannya akan menjadi sosok guru ideal yang digambarkan dalam undang-undang.

Bagian kedua dalam buku ini akan mengulas semua orang bisa menjadi guru. Sesuai pengertian pada bab awal maka sejatinya guru bukan hanya orang yang mengajar dikelas dan tersekat pada tembok-tembok kelas saja, tetapi lebih dari itu bahwa setiap orang bisa menjadi guru sesuai dengan keahliannya masing-masing dan hal yang dilakukannya mampu membuat perubahan kearah yang lebih baik dalam kehidupan.

Bagian terakhir dari buku ini akan mengulas tentang bagaimana seharusnya seorang guru dan dimana posisi kita dalam keharusan tersebut. Ulasan ini menjadi penting untuk dibahas karena banyak guru tidak menyadari akan keberadaan dirinya, ada guru yang seadanya saja dalam melaksanakan amanah Undang-undang, dan bahkan ada guru yang bertindak melanggar aturan serta norma yang berlaku di masyarakat. Guru seharusnya bisa menjadi inspirasi bagi semua orang untuk berbuat, bertindak, berpikir, dan berucap sesuai aturan dan norma-norma yang berlaku dalam kehidupan. Sehingga, peran guru sebagai agen perubahan dan pewaris nilai-nilai kepada generasi berikutnya akan berjalan dengan optimal.

Sesuai dengan tujuan penulisannya, semoga buku ini bisa menjadi cermin bagi pembacanya. Dengan membaca buku ini, diharapkan akan timbul kesadaran dalam diri seorang guru untuk menjadi guru yang bisa digugu lan ditiru, dan menjadi guru yang hing ngarsa sung tuladha, hing madya mangun karsa, lan tut wuri handayani. Dimanapun posisinya dan atau apapun perannya, seorang guru harus mampu menjadi motor penggerak perubahan kehidupan menjadi lebih baik dan lebih baik lagi. Sehingga, tidak akan terdengar lagi berita dan tidak terlihat lagi disekitar kita ada kasus yang dilakukan oleh guru, karena kasus yang dilakukan guru merupakan pertanda bahaya dalam dunia pendidikan.

Komentar ditutup.