Guru Belajar Menulis

TUGAS II GRUP WA GURU BELAJAR MENULIS

ATAS NAMA KHOIRIAH, GURU ASAL LAMPUNG

ASUHAN WIJAYA KUSUMAH, M.Pd.

 omjay-ps

 

Selain sebagai sumber informasi, buku juga mampu berfungsi sebagai wahana edukasi bagi pembaca. Profesi guru identik dengan change agent. Dalam proses pembelajaran secara tidak sadar guru telah melakukan berbagai perubahan untuk memperbaiki kualitas proses dan hasil pembelajaran. Pada umumnya perubahan yang dilakukan guru terkait dengan inovasi pembelajaran, mulai dari mengembangkan inovasi hal yang paling rumit seperti model pembelajaran sampai inovasi sederhana layaknya strategi pembelajaran. Namun, sebagian besar guru belum mampu mendeskripsikan kegiatan inovasi pembelajaran dalam bentuk artikel sebuah penelitian. Bahkan, seringnya untuk kepentingan administrasi kenaikan pangkat guru biasanya menikmati layanan jasa pembuatan artikel penelitian tindakan kelas. Kondisi seperti ini bak virus yang telah menjamur di kalangan guru. Sungguh sebuah gambaran kronis dunia pendidikan. Padahal, gaung gerakan literasi guru menulis tengah gencar disuarakan. Sebagai penulis, saya tidak ingin menjustifikasi jika sang guru malas melakukan kegiatan menulis. Saya beranggapan positif jika pendidik generasi penerus bangsa ini adalah belum mengerti bagaimana cara menuliskan berbagai inovasi yang dilakukan dalam bentuk tulisan.

Terkadang padatnya rutinitas kegiatan mengajar dan belum lagi tumpukan tugas administrasi sangat menyita waktu guru. Guru tidak memiliki kesempatan walaupun hanya sekedar untuk membaca buku yang berkaitan dengan teknik atau cara penulisan karya tulis ilmiah. Terlebih lagi, belum adanya buku yang bisa menjadi sumber belajar bagi guru untuk mengkreasikan hasil penelitian dalam bentuk tulisan. Pada umumnya, buku yang dijual di pasaran hanya memuat sejumlah unsur-unsur teoritik belaka. Sehingga, dengan keterbatasan pemahaman yang dimiliki guru justru semakin membuat  keengganan menulis. Sepertinya guru membutuhkan sumber informasi yang tidak hanya berisi kajian teoritis penulisan karya ilmiah, akan tetapi juga menampilkan beberapa contoh artikel penelitian. Apalagi, jika artikel tersebut telah lolos dalam agenda seminar nasional dan jurnal terakreditasi baik nasional maupun internasional. Artinya artikel yang dimuat dalam buku tersebut telah melalui rangkaian reviewer dari beberapa editor mumpuni dalam bidangnya.

Tampilan buku ini direncanakan berisi tulisan utama dan pendamping. Tulisan utama berkaitan dengan karya tulis ilmiah (KTI) yang terdiri dari pengertian KTI, karakteristik KTI dan jenis-jenis KTI. Selain itu juga memuat teknik penulisan karya tulis ilmiah yang baik dan benar, antara lain mengkaji bahan dan ukuran kertas, cara pengetikan, penomoran halaman, penulisan tabel dan gambar, penulisan kutipan, serta kerangka umum penulisan karya ilmiah yang meliputi pendahuluan, metode penelitian, hasil dan pembahasan, serta kesimpulan dan saran. Tulisan pendamping mengkaji tentang 5 contoh karya artikel penulis yang telah diseminarkan dalam agenda seminar nasional sepanjang tahun 2016 dan 2017. Kelima artikel tersebut adalah (1) Metode pembelajaran debat untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa SMP pada kompetensi dasar pengelolaan lingkungan, (2) Pengaruh bahan ajar berbasis multimedia pada pembelajaran sains terhadap peningkatan kognitif siswa, (3) Profil guru ilmu pengetahuan alam (IPA) SMP Provinsi Lampung dalam mempersiapkan penilaian, (4) Meningkatkan aktivitas belajar siswa melalui penerapan instrumen asesmen higher order thinking skills, dan (5) Pengembangan instrumen asesmen higher order thinking skills.  Hal ini mengingat perkembangan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat sehingga penulis tidak menampilkan karya artikel yang telah expired date atau best before pada waktunya.

Strategi penyampaian informasi penulisan dalam buku ini bersifat santai sehingga pembaca yang dari kalangan guru tidak merasai digurui namun tulisan dapat memberikan informasi mendidik, meyakinkan dan menggugah keinginan untuk segera menulis. Sehingga tulisan dalam buku ini secara kreatif dapat menciptakan ide atau gagasan menulis serta sebagai sarana dan wahana informatif bagi guru ketika melakukan penulisan isi artikel. Penulisan contoh-contoh artikel dengan gaya bertutur dan deskriptif memudahkan guru untuk mencerna tulisan secara lebih baik. Gaya penulisan seperti ini lebih bermakna menghibur dan mengandung unsur subjektivitas bagi pembaca. Secara langsung pembaca dapat melakukan self assessment terhadap kelemahan diri dalam menulis. Sajian kemasan contoh artikel dalam tulisan yang unik juga mengajak pembaca untuk berpikir kreatif tanpa merasa dijejali tumpukan bahasan teoritik. Alur penulisan dalam buku disusun secara variatif sehingga pembaca tidak mudah menebak ide dalam tulisan. Tampilan tabel dalam bentuk dekriptif meminta pembaca berpikir kritis untuk bisa memaknai bentuk tabel sebenarnya sehingga menambah wawasan ilmu bagi pembaca. Sebagai dasar pertimbangan dalam hal ini adalah dikarenakan masih ada pembaca yang tidak mampu membuat rancangan tabel hasil penelitian dengan baik dan benar. Tabel yang baik menuntun pembaca untuk dapat menarik kesimpulan. Halaman belakang buku ini direncanakan menampilkan beberapa bentuk tabel yang digunakan dalam artikel penelitian. Selanjutnya penulis memberikan souvenir bagi pembeli buku dengan cara memberikan layanan konsultasi gratis penulisan artikel KTI.

Semoga Allah SWT memberikan kesehatan kepada penulis dan keluarga kecilnya sehingga dapat merealisasikan tugas 2  Grup WA Guru Belajar Menulis menjadi buku yang benar-benar realistik. Penulis juga berdoa agar Allah SWT menghapuskan rasa malas dan letih penulis menjadi semangat sehingga buku ini dapat dirampungkan. Akhir kata, penulis sangat mengharapkan dukungan dan sharing dari teman-teman guru hebat dalam grup ini, terutama kepada Bapak Wijaya Kusumah, M.Pd. yang berkenan meluruskan kesesatan dan kebodohan saya dalam menulis.

 

 

Iklan

One response to “Guru Belajar Menulis

  1. Tulisan ini sangat menginspirasi saya untuk terus semangat dalam hidup. Tulisan ini juga mengajarkan saya untuk bersyukur dan untuk lebih membaca buku. Kisah pertama mengajarkan kita untuk selalu semangat dalam keadaan apapun dan membantu orang tua kita, kita harus mencontoh perilaku Alin dan kita juga harus bersyukur karena kita masih ditemani oleh kedua orang tua. Kita juga patut mencontoh sikap teman teman Alin yang membantu dan peduli dengan Alin. Pada kisah kedua mengajarkan kita untuk menghormati guru kita. Ada juga kisah mengajarkan kita harus menulis. Ada juga kisah yang mengajarkan kita untuk peduli terhadap orang lain. Cotohnya seorang guru yang membantu memperbaiki perpustakaan agar murid muridnya bisa rajin membaca. Kita juga harus mendoakan orang tua kita yang telah tiada. Intinya kita harus selalu menulis dan bersemangat dalam keadaan apapun. Terimakasih Omjay yang telah menampilkan blog yang sangat menginspirasi saya ini.

    Althaf Raiez Avistha

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s