The Amazing Of Brain Based Learning

omjay-pimpinan-bhkTugas 2 bersama Om Jay, Aseeek !

Tugas 2 bersama Om Jay

Pendidikan merupakan salah satu aspek yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Maju mundurnya suatu negara bergantung pada pendidikan yang diberikan kepada masyarakatnya. Kualitas pendidikan di Indonesia sampai saat ini masih belum menggembirakan dan tertinggal jika dibandingkan dengan negara-negara lain. Pendidikan Indonesia belum banyak menghasilkan insan yang kreatif, mandiri dan tangguh. Salah satu faktor penyebab gagalnya pendidikan di Indonesia adalah model pembelajaran yang kurang efektif.

Model pembelajaran yang menjadi favorit guru-guru, cenderung menekankan pada pola kerja otak kiri  siswa saja. Padahal belajar dikatakan berhasil bila seluruh bagian otak difungsikan secara optimal. Salah satu alternatif untuk mengatasi permasalahan di atas adalah dengan menggunakan inovasi pembelajaran yang berpijak pada proses kinerja otak yang dioptimalkan atau dikenal dengan nama Brain Based Learning.

Luar Biasa Otak Siswa Kita !

Luar biasa, mungkin kata itu tidak akan pernah cukup untuk menggambarkan kehebatan otak siswa kita. Tidak ada otak yang lebih hebat daripada otak seorang manusia. Begitu juga dengan siswa kita, otaknya harus selalu dirangsang guru dengan memberikan ilmu dan hal-hal kreatif lainnya agar pembentukkan jaringannya maksimal. Siswa yang berusia sebelum 12 tahun atau saat pubertas adalah tahap kecepatan maksimal pembentukan jaringan otak, dan tetap berkembang setiap saat namun dengan kecepatan yang semakin melambat. Semakin banyak jaringan yang terbentuk, semakin cerdas dan kreatif siswa tersebut. Disamping memberikan ilmu dan hal kreatif baru, salah satu cara mempercepat perkembangannya adalah mengelola penggunaan kedua belah otaknya. Salah satu kemampuan luar biasa otak manusia yang sangat mengagumkan adalah kapasitas daya ingatnya. Kapasitasnya luar biasa, atau tepatnya adalah Tidak Terbatas! Apakah siswa kita sudah menunjukkan mengingat yang tidak terbatas?

Belajar Bisa Menyenangkan!

Use Both Sides of Your Brain, belajar selalu melibatkan kedua belah otak siswa. Memadukan antara Brain Based Learning dengan Mind Map dapat membantu siswa  meraih nilai akademik yang lebih baik dengan proses yang jauh lebih efektif, efisien dan yang paling penting Menyenangkan.

Kalau belajar sudah menjadi kegiatan yang menyenangkan, seperti halnya saat mereka membaca komik, nonton film kartun, atau main games, anak-anak akan termotivasi untuk belajar. Belajar tidak perlu diminta-minta atau dimarahi terlebih dahulu. Tidak ada anak yang disuruh-suruh untuk nonton film kartun atau main games, bukan? Akhirnya, anak akan akan mampu belajar secara mandiri. Dengan pengawasan yang minimal pun, anak akan tetap belajar dan memberikan  prestasi yang membanggakan bagi guru dan orang tua.

Penerapan Brain Based Learning

  • Persiapan

Memberikan pangantar atau ulasan akan disampaikan, dengan menghadirkan siswa dalam lingkungan yang menyenangkan. Guru tidak hanya memanfaatkan ruangan kelas untuk belajar siswa, tetapi juga tempat-tempat lainnya, seperti di taman, di lapangan bahkan di luar kelas. Guru harus mampu menciptakan suasana yang menggairahkan siswa dalam belajar.

  • Akuisisi

Sajikan pembelajaran yang menarik dan berkesan bagi siswa dengan menggunakan visualisasi warna, sehingga dapat tertanam pada otak kanan siswa. Inilah yang disebut memori jangka panjang. Otak akan mengingat informasi enam kali lebih efektif jika memadukan visual dan indra pendengaran.

  • Elaborasi

Ajarkan siswa mencatat secara kretaif dengan peta pikiran (mind mapping). Peta pikiran adalah suatu cara mencatat kreatif dapat melatih otak kanan. Catatan yang biasa dibuat secara urut rapi, teratur dari atas ke bawah sesuai aturan yang sudah menjadi kebiasaan berpuluh-puluh tahun, ternyata hanya melatih otak kiri saja. Siswa sering tidak mampu memahami catatannya untuk jangka panjang. Tetapi jika catatan dibuat sendiri secara kreatif oleh siswa dengan cara membuat konsep utama pada tengah halaman buku, kemudian dari konsep utama tersebut di buat cabang dan ranting yang makin ke ujung memuat konsep yang lebih detail hingga siswa dapat memahami secara lebih mendalam informasi yang didapatnya, tambahkan gambar dan warna-warna menarik pada tiap cabang atau ranting konsep.

  • Formasi Memori

Membangkitkan gelombang alpha otak siswa. Gelombang alpha ini adalah cara untuk mengaktivasi otak tengah. Gelombang otak siswa yang cocok untuk menangkap informasi adalah bila otak siswa berada pada gelombang alpha. Pada panjang gelombang ini siswa terfokus mendengarkan. Konsentrasi ini ditandai oleh membesarnya pupil mata siswa. Untuk itu, ciptakan suasana menyenangkan bagi siswa. Jika siswa sulit berkonsentrasi maka selingi pembelajaran dengan permainan-permainan singkat yang memotivasi siswa.

  • Integrasi Fungsional

Ajaklah siswa mengaplikan informasi yang didapatnya dalam kehidupan sehari-hari dan bisa menyampaikan informasi tersebut kepada orang lain.

Om Jay itu Sesuatu Pinter Baik hati Soleh

Meski…..

Perutku mules

Brooolll Cruuut Aaaah

Plooooooong….lenyap virus malas

Lahirlah ide baru…..

Sederhana dan tidak menarik

Tapi inilah The Amazing Of Brain Based Learning

Dalam ketidakpedean sensasional

Ety Tasikmalaya, 23/09/2017

 

Komentar ditutup.