Guru Bertanya, Omjay Menjawab

Tugas Mandiri Part-1

GURU BERTANYA, OM JAY MENJAWAB

Oleh: Deny Rochman

Guru SMP Negeri 4 Kota Cirebon

Pelatihan Menulis Group 3 WA / 08122064604

Guru-guru Indonesia lagi sakaw literasi. Mereka yang sadar akan profesinya sebagai guru harus terus belajar, belajar dan belajar. Belajar mengembangkan kompetensi pedagogiknya, sosial, profesional dan kepribadiannya. Penumbuhan budaya literasi guru merupakan harga mati. Meningkatnya budaya literasi guru akan mampu menyulap dan mengejar ketertinggalan kualitas pendidikan bangsa Indonesia dalam mensejajarkan diri dengan negara-negara lain yang sudah bertengger dipapan atas dunia pendidikan. Dengan geliat literasi, guru yang lahir dan berkembang di abad 20 mampu membekali anak didiknya dengan kemampuan abad 21.

Kebangkitan literasi guru-guru melalui berbagai cara dan media. Salah satunya menggerakan guru-guru untuk menulis buku. Program tersebut digerakan oleh sejumlah pihak, satu diantaranya oleh Wijayakusuma, atau yang akrab disapa Om Jay, guru blogger Indonesia. Melalui Wijayalabs.com, Om Jay membuka kelas pelatihan menulis bagi guru-guru Indonesia. Pelatihan ini terbilang simpel. Dengan memanfaatkan fasilitas group Whatsapp Om Jay melakukan bimbingan teknis kepada para guru-guru yang mulai gila menulis. Satu group WA terdiri dari 30 orang. Sejak dibuka pada 18 September 2017 sudah ada group WA guru menulis buku. Mereka yang rampung menyelesaikan pelatihan akan diberikan sertifikat setara 32 jam dari wijayalabs.com.

Sesi pertama pelatihan di mulai tanggal 21 September 2017 pukul 16.00 WIB. Selama sekitar dua jam lebih Om Jay banyak dibanjiri berbagai pertanyaan bagaimana teknik menulis buku. Guru-guru peserta pelatihan banyak bertanya kesulitan awal dalam menulis buku. Kadang tidak tahu harus mulai darimana? Suka bingung mau nulis apa? Ide kita sering sama dengan yang sudah ada jadi urus menulis. Bagaimana dengan mendapatkan ide untuk menulis yang menarik? Bagaimana tips memaksakan biar ada kebiasaan untuk menulis? Bagaimana supaya bisa mengurai kata-kata dan kalimat dengan baik? Untuk pemula kira-kira tulisan apa yang gampang? Dan banyak  jenis pertanyaan serupa dialamatkan kepada Om Jay.

Om Jay, yang juga seorang guru sekolah swasta favorit di Jakarta ini satu persatu dijawab keluhan dan pertanyaan peserta pelatihan. Menurut guru berprestasi ini, sejumlah pertanyaan bernada mengeluh  yang disampaikan  tersebut merupakan sesuatu yang maklum banyak disampaikan penulis pemula.  Trainner bertubuh subur ini memberikan tips bagaimana mengawali kegiatan menulis agar menjadi kebiasaan. Mulailah menulis dari yang disukai, kuasai dan yang ringan-ringan saja oleh penulis. Tulisan pengalaman pribadi atau kisah nyata biasanya lebih lancar menuliskan dan membagikannya kepada orang lain. Nanti lama lama tulisan akan berkembang dengan sendirinya. Ibarat bayi awalnya merangkak lalu mulai berdiri, setelah berdiri akan berjalan, lalu berlari. Begitu juga seorang penulis. Kuncinya perbanyak baca tulisan orang lain dan rajin berlatih.

Awali dengan tiga alinea pembukaan, isi dan penutup. Lakukan pelan tanpa bebas, sebab menulis adalah menyampaikan pesan. Mulailah ide menulis apa yang ada di dalam pikiran kita. Biasanya ide tulisan itu akan terus mengalir deras. Biarkan sebanyak-banyaknya, jika sudah selesai baru dilakukan tahap editing perbaikan tulisan. Jangan takut tulisan anda berbeda gaya dengan tulisan orang lain, setiap orang punya gaya menulis yang berbeda beda. Gaya tulisan anda yakin tidak akan sama dengan tulisan orang lain. Kecuali anda copas 100 persen, maka teruslah berlatih menulis dengan bahasa sendiri.

Jika ide seringkali sama Om Jay menyarankan penulis pemula agar perbanyak melakukan silaturahim dan membaca. Terkadang dari jalan-jalan bersilaturahim inspirasi menulis itu muncul. Apalagi dengan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi saat ini ide menulis banyak dan bisa digali dari internet. Ide menarik biasanya dari apa yang kita lihat dan rasakan lalu dibagikan (share) kepada yang lain. Ketika tulisannya bagus maka akan mendapat sambutan dari khalayak pembaca. Misalnya tema tulisan tentang PKI (Partai Komunis Indonesia) yang tengah  viral di media sosial.

Ide menarik tidak akan pernah habis jika kita banyak baca, tidak pelit beli buku, rajin ke perpustakaan, browsing internet, bergaul dengan berkumpul para penulis. Menulis itu harus dipaksakan dan butuh proses sama halnya saat kita belajar bicara. Saat kita terbiasa bicara maka berbicara akan lancar dan mudah. Begitu juga dengan menulis, jika kita sering menulis maka kegiatan menulis bukan sesuatu yang sulit. Maka sebaiknya setiap penulis harus memiliki media sosial sendiri untuk bahan latihan menulis. Seperti tulisan Om Jay yang banyak dimuat dan dibaca dalam blognya (wijayalabs.wordpress.com). Percaya diri ketika tulisannya di apresiasi pembaca. Bila anda tidak pernah mempublikasikan tulisan anda di media sosial atau internet maka tidak ada yang tahu kalau tulisan anda bagus.  (denyrochman)

Komentar ditutup.