Pengenalan Literasi Sekolah

PENGENALAN LITERASI SEKOLAH MELAUI READATHON DI KEGIATAN MASA PENGENALAN LINGKUNGAN SEKOLAH (MPLS) DI SMPN 2 KOTA CIREBON

Oleh: Kartino, M.Pd

Pengenalan Literasi melalui Readathon

Guru SMPN 2 Kota Cirebon Jawa Barat

 

 

Literasi bukanlah merupakan barang baru di dunia pendidikan kita dari zaman dahulu sampai saat ini, keberadaannya mencakup di berbagai bidang. Hanya kita tidak menyadari bahwa kegiatan yang sudah kita laksanakan selama ini adalah kegiatan literasi. Literasi di maknai sebagai melek pada suatu bidang atau suatu kecakapan dalam mengolah teks. Teks disini tidak hanya  berbentuk tulisan dan  lisan tetapi bisa pula dalam bentuk mencakup bagaimana seseorang berkomunikasi dalam masyarakat. Literasi juga bermakna praktik dan hubungan sosial yang terkait dengan pengetahuan, bahasa, dan budaya.

Literasi merupakan cara bagaimana peserta didik mengakses, memahami, dan menggunakan informasi yang berada di sekitarnya untuk mengatasi berbagai permasalahan hidupnya.

SMPN 2 Kota Cirebon, sudah menerapkan Literasi jauh hari sebelum program Gerakan literasi Sekolah (GLS)  digulirkan. Pembiasaan membaca Al-Quran bagi seluruh warga sekolah setiap hari sebelum jam pelajaran dimulai merupakan salah satu bentuk literasi agama yang di lakukan oleh mereka.

Aplikasi pengenalan Gerakan Literasi sekolah di SMPN 2 Kota Cirebon diterapkan pada  Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pula. Dimana kegiatan ini   merupakan suatu masa pengenalan siswa baru terhadap sekolah yang mereka tempati sebagai wadah  menutut ilmu. Program MPLS ini sebenarnya hampir sama dengan Masa Orientasi Siswa yang biasa dilakukan pada setiap tahun ajaran baru di jenjang pendidikan SMP/MTs dan SMA/SMK. Perbedaannya adalah meminimalisir keterlibatan siswa senior dalam proses pengenalannya dan memberdayakan guru untuk lebih berperan dalam pengenalan sekolah .

MPLS di lakasnakan selama 3 hari. Pada 2 tahun terakhir  ada yang berbeda dalam materi pengenalannya yakni adanya penambahan materi literasi sekolah melalui West Java Leader’s Reading Challenge (WJLRC). Siswa baru di berikan pengetahuan tentang Literasi sekolah melalui kegiatan Readathon. Kegiatan ini adalah membaca buku non pelajaran secara masal dalam waktu 42 menit. Readathon sendiri terinspirasi oleh Lari marathon 42 km. Siswa diberi waktu membaca buku yang mereka punya dan sukai dalam waktu yang sudah ditentukan  kemudian mereka mereviu nya.

 (Kegiatan Readathon Membaca marathon 42 menit siswa baru SMPN 2 kota Cirebon, tahun pembelajaran 2016/2017)

.Sebelum mereka mengadakan kegiatan Readathon mereka diberikan penjelasan singkat tentang Readathon dan jenis teknik reviuwnya.

Reviu dalam kegiatan ini menggunakan 3 teknik reviuw yakni Modifikasi Ishikawa Fishbone , A I H Alasan Isi dan Hikmah, Y –chart dan infografis. Penjelasan  Teknik reviuw tersebut adalah sebagai berikut.

  1. Teknik Reviuw

Uraian Materi:

  1. Ragam Teknik Menulis Reviu
  2. Praktik Menulis Reviu

1.1 Teknik  ISHIKAWA FISHBONE

 

 

1.2 Teknik Paragrap A I H

A = ALASAN MEMILIH BUKU

I =  ISI BUKU YANG MENARIK

H = HIKMAH/ PESAN MORAL

 

1.3 Teknik Y Chart

1.4  Teknik INFOGRAFIS

Manual atau Digital

 

Readathon dilakukan dengan cara mengumpulakan seluruh siswa di tempat yang sudah di tentukan. Contonya di lapangan sekolah atau Aula sekolah.  Sebelumnya  siswa sudah di beri tugas untuk membawa buku non pelajaran dalam rangka program ini.

Setelah semua kumpul guru pembimbing memandu kegiatan Readathon tersebut, dengan cara meminta siswa untuk membaca senyap selama 42 menit. Siswa harus focus membaca buku yang mereka bawa dari rumah tadi.

Setelah 42 membaca, guru menyetop kegiatan tersebut dengan memberi aba-aba untuk menghentikan kegiatan tersebut.

Siswa diminta untuk mencatat beberapa hal dalam  jangka waktu 42 menit tersebut. Guru meminta siswa untuk menuliskan judul buku, pengarang, penerbit, halaman keseluruhan buku dan halaman yang terbaca selama jangka waktu yang sudah ditentukan tersebut.

Kegiatan Readathon sebenarnya merupakan salah satu pengganti program GLS nasional yang dilaksanakan sekolah-sekolah di Jawa Barat melalui program WJLRC yakni membaca 15 menit sebelum jam pelajaran, Kegiatan ini bisa di laksanakan dalam waktu seminggu sekali, atau sebulan sekali tergatung dari kebijakan sekolah masing-masing.

Sedangkan Readhaton dalam kegiatan MPLS bertujuan untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap membaca dan rasa kebersaman siswa baru.  Buku-buku  yang sudah  mereka baca di program  Readathon ini di sumbangkan untuk perpustakaan sekolah dan ini untuk melatih jiwa social dan perduli mereka terhadap sesama.

(Buku-buku hasil sumbangan siswa baru kepada perpustakaan sekolah)

Program Gerakan Literasi Sekolah tidak hanya melalui WJLRC di SMPN 2 Kota Cirebon tetapi  juga menerapkan program  Cirebon Leader’s Reading Challege (CLRC) yang mana sebagai penantangnya adalah Wali Kota Cirebon jika siswa mampu menyelesaikan tantangan membaca sebanyak 24 buku selama 10 bulan mereka berhak mendapatkan Medali Bapak Walikota setiap tanggal 2 Mei di hari pendidikan Nasional setiap tahunnya. Alhamdulilah program CLRC menginjak tahun kedua.

Komentar ditutup.