Ayo Naik Busway

Tugas ke dua

TRANSPORTASI DI JAKARTA

AYO NAIK BUSWAY

Pulang kantor sekarang gampang tidak seperti tahun yang lalu, banyak kendaraan angkot depan jembatan pasar baru. Sebetulnya jurusan  angkot itu dari kampong melayu – senen, tetapi  ada beberapa angkot yang nakal bukan jalurnya suka mengangkut penumpang dari pasar baru.

Dengan penambahan trayek busway dulu belum ada jurusan dari pasar baru ke bekasi timur, kampong melayu, sekarang busway sudah ada jurusan tersebut membuat teman-teman yang tinggal di daerah bekasi timur dan kampong melayu sangat senang, serta biayanya sangat murah Rp. 3.500,- sudah sampai rumah sedang dulu ongkos angkot sampai kampung melayu Rp. 7.000,- terus lanjut ganti angkot dan biayanya kira-kiran sampai Rp. 20.000. Ini semua berkat gubernur DKI menambah trayek dan jumlah busway dan juga bis nya baru dan nyaman.  Sekarang angkot-angkot yang ada di pasar baru mulai sejak awal tahun ini 2017 mulai sepi penumpangnya tadinya selalu penuh sampai 14 orang berangsur-angsur menjadi 4 orang dan angkotnya jumlah banyak sampai puluhan angkot, Setelah lebaran angkot mulai tidak ada lagi yang datang ke pasar baru. Hanya satu mobil saja, tetapi mulai Agustus 2017 sudah tidak ada lagi, karena tidak penumpangnya.

Perkembangan transportasi di Jakarta sudah mulai banyak pilihan selain busway yang nyaman dan juga kendaraannya pesan via online seperti adaGojek, Grab, dan Uber makin tersinggir kendaraan transportasi tradisional seperti angkot, bajaj, ojek pangkalan, taxi off line blue bird, express dan lainnya. Perusahaan taxi dan lainnya mau tidak mau tidak bisa dihindari kendaraan yang harga murah dan nyaman, maka perusahaan tradisional jika ingin maju harus ada perubahan dan atur strategi pemasaran. Semoga Jakarta makin baik lagi pelayananya busway dan tambah trayek agar penduduk DKI tidak lagi bawa mobil dan mengurangi kemacetan.

Jakarta, 26 September 2017

Harlely H.

Editing Wijaya

Guru Menulis: GELOMBANG KETIGA

RESUME  PERTEMUAN  PERDANA , Kamis, 21 September 2017

“BELAJAR MENULIS DAN MENERBITKAN BUKU”

Oleh: Harlely Harun

Awal informasi tentang Guru Belajar menulis dan menerbitkan buku, di group Whatsapp Group Alumni Fakultas Teknik UNJ. Informasi  yang dikirim oleh Wijaya Kusumah  yang biasa dipanggil OmJay, mengumumkan siapa yang berminat mau belajar menulis dan menerbitkan buku dapat mendaftarkan ke WA 0815-9155-515.

Kebetulan ada keinginan untuk menulis buku, saya langsung kirim WA ke OmJay hari Kamis, tanggal 21 September 2017.  Hari itu bertepatan dengan tahun baru Islam, 1 Muharram 1439 Hijriah.

Tidak lama kemudian OmJay membuat group Guru Menulis. Wow, dengan cepatnya sudah terkumpul 36 orang guru, dari seluruh Indonesia. Kaget juga dan luar biasa teman saya satu ini yang bernama OmJay. Begitu besar perhatiannya sama sesama teman agar bisa menulis dan menerbitkan buku.

Pada  tanggal  1 Hijriah 1439,  atau 21 September 2017,  dari belum belajar menulis hijrah belajar menulis. Hari itu juga dimulai pertemuan perdana di Group Guru Menulis Gelombang 3.

Tepat pukul 16.00 wib Nara Sumber OmJay (Wijaya Kusumah) memberikan penjelasan pertemuan di group, yang mana kita harus menyimak bahan-bahan yang disampaikan melalui Whatsapp, dan setelah selesai  baru dibuka Tanya jawab.

Sungguh luar biasa teman-teman guru di group WA. Mereka menangapi dan menanyakan tentang masalah-masalah yang dialami oleh teman-teman yang masih pemula menulis. Ada yang kesulitan tidak tahu harus mulai dari mana. Ada yang terkadang ketika mulai menulis, suka bingung mau nulis apa , dan ada juga menanyakan “Bagaimana wujudnya buku pelajaran, buku cerita atau kumpulan soal Pak? kemudian dijawab oleh Om Jay “Terserah anda, pilih mana yang urgent bagi anda”.

Selain itu ada juga yang nanya “Ide kita sering sama dengan yang sudah ada jadi urung menulis? kemudian ditanggapi oleh OmJay “ Kalau ide seringkali sama, maka perbanyak membaca dan silaturahim. Terkadang dari jalan-jalan ketemu orang lain inspirasi menulis muncul. Apabila dengan kemampuan teknologi saat ini, ide banyak sekali dicari dan digali dari internet.

Bagaimana kita bisa mendapatkan ide untuk menulis supaya menarik Pak?, dan OmJay menjelaskan “ Ide yang menarik bisanya didapat dari apa yang kita lihat lalu kita rasakan. Kemudian kita bagikan kepada orang lain dengan sudut pandang yang berbeda. Ketika idenya bagus pasti akan disambut baik oleh pembaca. Seperti sebuah tulisan tentang PKI  saat ini yang lagi viral di media sosial.

Lalu Bagaimana tips memaksakan biar ada kebiasaan untuk menulis dan biar percaya diri dengan tulisannya?, Kemudian dalam menulis terkadang kehabisan kata-kata untuk mengungkapkan sebuah ide. Gimana supaya menjaga teruraikan kata dengan baik. Apalagi sekarang terbentur dengan similarity.

Selain itu, ada juga yang menanyakan “Apakah judul dapat mempengaruhi perkembangan ide  atau bahkan menjadi penghambat karena terbelenggu dengan aturan penulisan.

Menurut OmJay, banyak guru ingin punya buku sendiri, namun hanya sedikit yang mau meluangkan waktu untuk duduk sejenak membuat bukunya.

Memang sulit untuk mulai menulis. Tetapi mengingat impian menjadi penulis cukup besar, maka dengan teknologi yang ada saat ini sebagai alat bantu yang sangat membantu, menulis tinggal menekan jari-jari diatas keyboard menjadi semangat. Tidak seperti dahulu tulis dikertas, habis kertas, dan menumpuk di tong sampah. Sekarang salah menulis bisa langsung dihapus dengan mudah.

Menurut OmJay, “Menulis itu ibarat mengendarai sepeda motor. Kadang kita harus berhenti untuk mampir sejenak sebelum sampai tujuan. Nikmati saja perjalanannya dan tetap fokus pada tujuan agar cepat sampai dengan tempat yang dituju. Kalau sudah lelah istirahat dulu dan gunakan waktu istirahat itu untuk menyimpan tenaga mencapai tujuan perjalanan. Terima Om Jay, atas pencerahan pada pertemuan perdana. Terima kasih atas ilmunya dan pengalaman yang luar biasa.

Jakarta, 22 September 2017

2017-09-22 17:04 GMT+07:00 harlely Harun <lelyharun@yahoo.com>:

 

Komentar ditutup.