Berlomba Menulis 3 Alinea di WA

Resume Pertemuan ke dua

Selasa, 26 September 2017

Kuliah On Line Pelatihan Menulis Gelombang 4

Sungguh luar biasa! NikmatMu Yaa Rob yang telah engkau berikan, kenapa tidak saudara sendiri?. Sejak kenal Bapak Wijaya Kusumah (OmJay) melalui FB, saya sangat berharap bisa selalu berkomunikasi secara khusus dan terus menerus. Dalam rangka belajar menjadi seorang penulis, paling tidak bisa merangkai kalimat menjadi minimal tiga paragraph yang menarik, menginspirasi dan memotivasi. Lebih-lebih bisa menyusun buku yang berguna bagi semua kalangan untuk kemaslahatan bersama.

Alhamdulillah pada pukul 19.13 wib pertemuan ke dua dimulai. Acara dimulai dengan prakata,”Bismillah. Assalamu alaikum wr.wb. selamat malam semuanya”. “pukul 19.14 wib peserta yang online sejumlah 29 (dua puluh sembilan) orang.

Pesan omjay berlanjut,” Bapak dan ibu yang saya sayangi dan banggakan. Kita akan mulai kuliah online ini. Mohon tidak ada yang mengetik atau berkomentar”. Pesan berikutnya, ”Tema kita kali ini adalah dasar-dasar menulis”,

”Menulis adalah menyampaikan pesan lewat teks. Pesan akan sampai kalau dipahami pembaca. Banyak sekali definisi menulis. Intinya adalah cara kita menyampaikan pesan lewat tulisan”.

”Sebenarnya tidak dibutuhkan ketrampilan khusus utnuk menulis karena pada dasarnya menulis itu mudah”. “Mulailah menulis dari 3 alenea saja. Alenia pembuka, lalu Isi dan penutup”.

Pukul 19.36 wib, setelah ikut pertemuan kedua, ada tugas dari beliau

“Oleh Karena itu omjay minta semua peserta menulis 3 alinea saja pada malam hari ini. Silahkan lagsung dicoba! Langsung dibawah ini. Di bagian komentar”,”silahkan”.

Bagaikan kompetisi motoGP start tugas group wa belajar menulis gelombang 4  mulai dikerjakan, dalam hitungan menit karya yang terdiri dari 3 (tiga) alenea segera tercipta. Subhanallah sungguh di luar dugaan saya, ternyata Omjay melebihi magnet kutub utara, mungkin tepatnya letupan rudal tomahawk yang mengguncang dada semua peserta. Yang terpesona dengan mantra-mantra hipnotherapinya, mengajak semua guru yang masih tertidur agar ngleler untuk segera bangun dari mimpi indahnya. Mengapa ?, karena mayoritas dari guru puas sebagai pembaca, komentator, menyalahkan, mencerca zaman yang kian kurang bersahabat. “Coba kita bertanya pada rumput yang bergoyang”, (katanya Ebiet GAD) Semua peserta berhamburan mengekskusi otaka dan otaki mereka piawai sekali memainkan jemari tangannya menari-nari di atas keypad smartphone atau handhponenya. Beragam kalimat-kalimat yang mereka sampaikan dari keluh kesah, kebahagiaan, harapan, kebanggaan, hasutan, provokasi, sampai motivasi agar mau dan bisa menulis apa adanya sesuai dengan lingkungan dan apa yang mereka baca (lahap membaca).

Pastinya ada beberapa peserta yang mahir sekali, lancar menulis bagai air mengalir dari mata air, bahkan melebihi dari syarat minimal dari iman pelatihan menulis gelombang 4 ini. Walaupun tidak sedikit dari mereka mungkin selevel denganku, masih ada saudaraku yang semangatnya sama, ada juga yang belum berani menulis ?,

 akhirnya beliau-beliau mampu menulis seadanya. “SEMANGAT…SEMANGAT…SEMANGAT… hahaha,,,,, Sungkan sebenarnya saya mengikuti pelatihan ini, alhamdulillah saya mampu mengalahkan rasa itu. Setiap tulisan yang selesai segera mendapat komentar dari Omjay dengan kalimat yang berarti, menentramkan, bijaksana, santai, santun dan penuh makna. Kami semua seperti di belai-belai bagai anak yang butuh kasih sayang hahahay…. Bener begitu ini omjay.

Pastinya ilmu kami bertambah tiga digit dari nol menjadi 33,3% katanya pak Maulid, Subhanallah Omjay itu fakta adanya. Mulai hari minggu 24 September 2017, Alhamdulillah saya pastikan menulis walaupun nggak sampai 1 lembar. Sebab betul katanya Omjay, menulislah sebelum tidur atau setelah bangun tidur. Saya ingat kisah rasul waktu pertama kali mendapatkan wahyu lewat malaikat Jibril beliau di suruh membaca pada surat al-Alaq, BACA,,, BACA,,, dan BACALAH. Artinya apa ?, kalau kita membaca dijadikan kebutuhan seperyi makan dan menulis dijadikan kebutuhan seperti minum. Insya Allah benar sekali dan saya haqqul yakin menulis akan menjadi mudah dan ringan bagai berbicara nmengalir seperti air dari mata airnya.

Mimpi saya kedepan, dalam waktu yang tidak terlalu lama bisa menyusun buku yang bisa memotivasi murid-murid saya, kerabat, sahabat dan saudara-saudaraku. Agar sisa hidup ini lebih bermanfaat bagi sesama. Aaamiiin Yaa Rob, kabulkanlah.

Mokhamad Amir Johan

Guru SMPN 2 Banyuglugur Situbondo Jawa Timur

Komentar ditutup.