Menulis adalah Kata-kata yang Menari di Pikiran

MENULIS,….

Oleh: Februar Tati

Sebuah pekerjaan yang dari kecil merupakan sesuatu yang sangat sulit saya lakukan. Sudah sering saya coba lalukan tetapi seringkali kali jalan buntu yang saya idapatkan. Bagaimana tidak, setiap kali mencoba menulis kata-kata itu hanya bisa menari-nari di dalam pikiran tapi tak pernah bisa terwujudkan. Seringkali pada saat tidur, saya sering bermimpi sepertinya saya berada dalam sebuah cerita/adegan, yang kadang-kadang saya yang berperan disana dan seringkali juga hanya seperti menonton sebuah film. Terkadang saya berpikir untuk menulis apa yang saya mimpikan tersebut kedalam sebuah cerita karena saya anggap yang saya mimpikan itu merupakan sebuah cerita yang bagus. tetapi seperti sebuah mimpi tetaplah sebuah misteri. Begitu terbangun di pagi harinya mimpi itu berangsur-angsur lenyap tersapu seiring dengan datangnya mentari pagi.

Tetapi begitu saya tergabung dalam grup WA “Belajar menulis” yang dibimbing oleh om Jay…begitu nama tenarnya dikenal orang, saya mencoba menulis walaupun hanya terdiri dari beberapa baris yang sebenanya lebih tepat disebut dengan curhatan hati. Kebetulan pada saat dimulainya sesi pembelajaran online hp saya dalam keadaan tidak bisa saya ajak kompak sehingga beberapakali saya terpaksa harus merepotkan om jay dengan wa-wa saya yang bernada pertanyaan dan permintaan tolong. Tapi saya yakin disela-sela kesibukan om jay yang super sibuk pasti bisa melayani dan menjawab pertanyaan saya.

Walaupun tugas yang saya kirim ini sangat terlambat dari jadwal deadlinenya tapi saya yakin dan percaya om jay pasti sangat-sangat mengerti dan mau menerima. Sebenarnya saya sangat malu dan saya tidak mau meminta pengertian dari om jay dan dari rekan-rekan sesama peserta grup menulis karena mereka juga sama banyaknya kegiatan dan tanggung jawab yang mereka miliki bahkan barangkali jauh lebih banyak lagi. Tetapi itulah kenyataannya, saya meminta pengertian kepada om jay dan rekan-rekan semua sekaligus permintaan maaf.

Setelah saya membaca buku dari om Jay yang merupakan tugas bagi pesera group menulis ini, bacaan tersebut saya anggap sebagai penyemangat dan penumbuh ide kreatif saya walaupun barangkali tulisan yang saya buat mungkin tidaklah begitu bagus. Tapi itu sebuah permulaan bagi saya, dan lucunya tulisan saya tersebut kebanyakan berbentuk puisi yang mungkin tak pernah terpikirkan oleh saya. Terimakasih om jay,….atas ilmu dan motivasinya mudah-mudahan membawa berkah dan barokah.

Komentar ditutup.