Menulis itu Seperti Belajar Sepeda

Tugas 3 (Resume 2)
 
Mengajarkan seorang untuk membaca dan menulis sama seperti mengajarkan anak mengendarai sepeda. Pertama, anda harus memberikan instruksi langsung dan mendemonstrasikan dengan persis apa yang harus dilakukan.
 
Hal ini sesuai dengan apa yang dilakukan oleh Om Jay. Beliau memberikan contoh kepada kita tentang bagaimana cara menulis dengan membuat sebuah karya. Beliau juga memberikan tips-tips kepada kita tentang cara-cara menulis yang baik dan berkesinambungan.

 
Kembali lagi kepada cara mengajarkan anak yang belajar bersepeda. Naiklah ke atas sepeda dan katakan kepada anak tersebut, “sekarang perhatikan bagaimana saya mengayuh sepeda ini untuk memulai mengendarainya” atau “ perhatikan bagaimana saya menginjakkan kedua kaki saya ke tanah untuk menjaga keseimbangan saya ketika saya merem sepedanya.” Tentu saja, tidak ada seorangpun yang dapat belajar untuk melakukan sesuatu hal tanpa kesempatan untuk berlatih.

 
Selanjutnya, anak tersebut juga mengendarai sepeda dan anda bersiap menjaga didekatnya, memegangi bagian belakang sepeda untuk menjaga anak tetap dalam keadaaan seimbang dan mengarahkan anak agar tetap perlahan (dengan).
 
Adakalanya, anda butuh menemukan bidang jalanan yang bisa dilalui anak, melepaskan pegangan anda pada bagian belakang sepeda anak, dan menilai bagaimana dia mengelola dirinya sendiri. Hal ini dapat membangun kepercayaan dirinya dan memberikan kesempatan bagi anak untuk melatih akselerasi, cara mengendarai, menyeimbangkan, dan mengerem yang akan ia lakukan jika anda tidak berada disekitar sang anak (oleh). Jika anda yakin sang anak telah menguasai teknik bersepeda yang baik, maka anda dapat memberikan tantangan baru seperti mengendarai di jalan yang berbukit. Hal yang sama terkait untuk, dengan, dan oleh juga berlaku pada mengajar tentang membaca dan menulis. Lokakarya membaca dan menulis memberikan banyak kesempatan bagi tenaga pendidik untuk menggerakkan dirinya menjadi contoh bagi peserta didiknya. Ketika tantangan (level kesulitan) dari tugas yang diberikan sangat menuntut, seorang gurupun membutuhkan dukungan lebih dalam hal menulis. .
 
Jika, selama pertemuan dengan Om Jay ada peserta yang kesulitan maka beliau akan memperhatikan dan tak segan-segan mengingatkan. Apabila ada peserta dari kelas menulis yang ketinggalan materi, Om Jay memberikan alternatif untuk membaca materi yang beliau sampaikan di blognya. Dengan membuat komunitas penulis yaitu dengan membuat sebuah grup beranggotakan guru-guru yang ingin belajar menulis sehingga mereka dapat membaca dengan dipandu oleh Om Jay selama kegiatan berlangsung.
 
Dapat dikatakan bahwa keterampilan yang baik dalam hal menulis berasal dari pengalaman dan latihan yang berarti secara tegas mengajar kebiasaan dan teknik menulis dengan memberikan mereka banyak waktu untuk berlatih menulis. Dalam hal mengimplementasikan rencana ini secara efektif, tpeserta kelas menulis membutuhkan banyak akses buku yang sesuai dengan kegiatan ini.
 
Jatuh bangun dari saya mengikuti kegiatan ini tidak menyurutkan saya untuk belajar menulis dan menghasilkan sebuah karya tulis berupa buku. Meski sempat harus berbagi antara tugas menyelasikan resume dari Om Jay dan membuat laporan pra kondisi PLPG saya tetap berkomitmen untuk menyelesaikannya.
 
Saida Yunikasari, Guru SMP 6 Bontang

Komentar ditutup.