Menulis Sesuai Kaidah Bahasa Tulis

MENULIS SESUAI KAIDAH BAHASA TULIS

Oleh : Tahir Nasibu

Email : taroskhan@gmail.com

 

Setelah pertemuan ketiga yang dilaksanakan pada hari senin tanggal 25 September 2017. Narasumber meminta peserta untuk membuat resume dari kegiatan tersebut. Saya berharap kita semua membuat resumenya dengan singkat padat dan jelas serta sesuai kaidah tulis menulis. Seperti narasumber kita yang menyampaikan materinya secara singkat padat dan jelas dengan tema, Tema kita kali ini adalah penghambat kegiatan tulis menulis dan solusinya.”

          “Ada 6 penghambat kegiatan kegiatan tulis menulis yaitu: 1) Malas, 2) Tidak tahu manfaat menulis, 3) Tidak ada semangat belajar, 4) Merasa tidak punya waktu, 5) Buta bahasa tulis, 6) Merasa tidak punya ide. Keenam hal di atas ditulis dalam buku “Menjadi Guru Yang Mampu Menulis Dan Menerbitkan Buku” karya Deni Damayanti halaman 63-94.” Omjay mulai memberikan pemaparan.

Lebih lanjut beliau menjelaskan. “1. Malas. Malas adalah sifat manusia yang harus dijauhi. Oleh karena itu bila anda ingin jadi penulis maka sifat malas ini harus anda jauhi. Caranya? Lawan kemalasan diri dengan menaklukan diri sendiri. Menaklukan ribuan orang belum tentu disebut sebagai pemenang tapi mampu mengalahkan diri sendiri itulah penakluk sejati. Ada 10 cara melawan kemalasan yang omjay ambil dalam buku Deni Damayanti yaitu: 1) Jadikan prioritas, 2) Manfaatkan waktu kosong, 3) Pikirkan konsekwensi dari kemalasan, 4) Jika bermanfaat segera kerjakan dan jangan ditunda tunda, 5) Mulai dari sekarang, 6) Sesulit apapun harus dikerjakan, 7) Perhatikan apa yang diraih org lain, 8) Beri diri sendiri hadiah, 9) Berolahraga, dan 10) Cukup istirahat.”

Ketika diberikan kesempatan untuk bertanya. Bertanyalah dengan singkat padat dan jelas serta sesuai dengan kaidah tulis menulis. Contohnya seperti pertanyaan berikut ini.

Wijaya    : Silahkan yang mau bertanya? Omjay siap menjawab!

Hotlider  : Saran aja Om, di olahraga sebenarnya kita malas di anjurkan untuk tetap “GILA” Semua pekerjaan harus dihadapi dengan GILA. Sekarang saya di hadapkan dengan Dunia Menulis, Maka Saya pun Harus GILA Menulis.

Agus       : Penyakit saya itu Om! Beri tips om biar tetap menulis tapi cukup istirahat bagaimana? Karena biasanya bisa menulis saat larut dan itu merugikan kesehatan.

Ida           : Da kalo udah mager teh susaah kadang saya menipu diri sendiri ketika mager ini adalah hari saya bisa berleha leha jadi saya keterusan berleha leha kalo udah mepet baru power of kepepet muncul gimana ya Om?  Dan jahatnya itu ide muncul cantik nya pada saat kepepet.

 Wijaya    : Setuju! Tapi tak lari digigit anjing gila ya hahaha. Nanti baling balingnya makin kenceng hihihi…. Kalau Omjay membiasakan menulis sebelum tidur atau bisa juga setelah bangun tidur. Pilih waktu yang cocok! Silahkan baca di buku Omjay! “Menulislah Setiap Hari Dan Buktikan Apa Yang Terjadi.”

Hotlider   : Hahahahhahaahhaa brrr harus gila lari, biarr ngak digigit.

Wijaya     : Saran Omjay adalah bila kita malas menulis maka lawan kemalasan diri sendiri. Impikan dan wujudkan impianmu dengan tindakan nyata dan bukan kata-kata. Dulu sewaktu dirawat dua minggu karena terkena demam berdarah di rumah sakit mitra keluarga, Omjay tetap menulis. Walaupun pusing Omjay paksakan menulis menggunakan hp blackberry memakai 2 jempol. Hasilnya sungguh luar biasa. Karya tulis omjay terpilih untuk presentasi ke Denpasar Bali. Jadi Anda harus mampu melawan kemalasan diri dalam menulis bila ingin karya tulis anda jadi.

Pertemuan yang ketiga ini, Omjay menggunakan juga audio yang membuat peserta jadi punya selingan dalam pembelajaran. Dengan ada audio dan teks maka pembelajaran menjadi seimbang. Tapi keburu magrib. Maka nasihatnya!. Hiduplah dalam keteraturan! Waktu bangun ya bangun! Waktu Kerja ya kerja! Waktu Istrahat ya istrahat! Tiba waktu sholat ya sholat! Giliran menulis ya menulis! Dan Hiduplah dalam keseimbangan! Seimbang antara otak kiri dan otak kanan. Seimbang antara dunia dan akhirat. Jangan lupa sholat 5 waktu bagi yang beragama islam. Mari kita sholat magrib dulu yuk!

“Omjay sholat maghrib dulu.” Omjay memohon pamit.

“Magrib dulu ya om.” Noviati menimpali.

Setelah magrib diskusinya dilanjutkan lagi. Diskusinya juga cukup singkat padat dan jelas serta sesuai dengan kaidah tulis menulis.

Agus       :  Tanya, kadang kita ini suka terjebak, bahwa harus menulis dan sekali menulis ya sampai selesai. Karena jika tidak diselesaikan maka ide biasanya hilang. Bagaimana agar kita tidak terjebak? Bagaimana memelihara ide?

Wijaya     : Agar tidak terjebak agar tulisan harus sampai selesai maka hentikan sejenak tulisan kita. Lihat sekeliling dan baca tulisan orang lain. Kalau sudah santai pikiran kita lanjutkan tulisan sambil membaca kembali tulisan yang sudah jadi. Untuk memelihara ide biasanya Omjay tulis dalam status di fb atau twitter. Kemudian simpan di blog karena blog adalah alat rekan yang ajaib saat ini. Tulisan kita dapat dibuka dan diedit kapan saja. Terkadang komentar dari pembaca bisa menambah ide kita dalam menulis.

“Ada yang mau tanya lagi?” Omjay siap menjawab sebelum kita melanjutkan materi.

Hati         :  Omjay! Kekurangan saya adalah membaca buku om …! Jadi kalau menulis itu berdasarkan keinginan saja atau ide…! Dan saya langsung cari sumber tentang materi itu…! Hanya lihat daftar isi…! Karena ngak ada waktu baca menelaah satu persatu buku…! Suami malah lebih rajin baca dibanding saya…! Gimana agar kita bisa baca buku … ? Di waktu yang sibuk dan biar giat? Padahal kalau saya baca novel sering. Kayanya bisa membuat hiasan kalimat lebih indah.

Wijaya     :  Kalau ingin menjadi penulis yang baik. Yaa, harus disempatkan baca buku minimal satu minggu satu buku. Syukur bila bisa 2 buku. Sebab itu yang akan membuat tulisan kita menjadi semakin baik. Penulis terkenal Tere Liye pernah bilang “Kalau anda bisa menulis 1000 kata maka Anda harus membaca 10.000 kata bila Anda tak ingin kehilangan ide dalam menulis dan mengembangkannya.”

Hati         : Gini Om… ! Maaf banget… ! Saya pusing kalau baca buku. Maaf kalau baca satu paragraf  suka langsung timbul beberapa judul buku, dan jadi bikin saya pusing,  makanya tidak banyak baca buku juga. Contohnya baca buku sepeda bisa waktu cepat. Bagaimana cara kita menahan ide dulu biar jangan keluar sebelum bacaan beres? Asli buku Omjay PTK menginspirasi saya membuat buku tentang guru menulis dengan waktu cepat  dua minggu 150 halaman.

Tuti          : Iya saya juga sekarang baca  buku. Kalau perlu sumber…aduuh!

Agus       : Penyakit kita sama Bu Hati, cuma Bu Hati masih lebih bagus mau membaca novel. Kalau saya membaca hati saja.

Wijaya     : Menulis dan membaca adalah 2 kegiatan yang tidak bisa terpisahkan.  Ide didapat karena banyak membaca dan melihat yang ada di sekeliling kita. Dulu saya bersama Pak Dedi menyelesaikan buku PTK selama 2 tahun. Hasilnya buku itu menjadi Best Seller.”

Hati         : Novel…denger cerita suami saja..hehehe…!

Wijaya     : Memang begitu kondisi kita yang akan memasuki usia jelita. Jelang lima puluh tahun hahaha! Jadi, kebiasaan membaca buku ya harus jadi budaya!

Hati         : Rapi banget buku PTK Omjay. Karikaturnya bikin ngak stres. Nih saya juga lagi buat laporan PTK lihat yang alur teman Omjay!

Wijaya     : Karikatur dibuat oleh Pak Agus Sampurno adiknya Pak Dedi. Waktu itu kami sepakat bukunya ada gambar karikatur supaya bukunya tidak terlalu dianggap serius.

Ida           : Om…! Kelemahan saya sama saya sukabeli buku tapi saya tidak tuntas   baca. Saya baca yang garis besarnya aja. Saya tenang karena buku nya ada di depan mara jadi kalo butuh bisa buka lagi tapi saya suka pusing kalo baca sua dan kadang saya anggap saya ngak dapat apa-apa. Jadi saya lebih suka baca point-point penting yang saya butuhkan. Bagaimana Om?

Hati         :  Saya sekarang membuat buku disisipi karikatur. Menggunakan paint saja…! Tapi uniknya saya jadi bisa menggambar…! Itulah kekuatan menulis yang saya rasa…! Dan saya suka minta pendapat suami dari tiap tulisan.  Sharing!

Arum       : Saya tanya Omjay…! Kenapa saya lebih suka baca novel ketimbang baca yang nonfiksi? Tapi tetep aja belum bisa nulis novel. Padahal salah satu keinginan saya nulis novel. Heraann saya…!

Wijaya     :  Membaca buku tidak harus sampai tuntas kalau kita memang ada kesibukan. Point-point pentingnya saja dulu. Apalagi kalau buku tersebut jadi referensi karya tulis yang dibuat untuk daftar pustaka. Apalagi buat pembaca tipe visual maka gambar sangat mereka butuhkan untuk memahami bacaan. Menulis novel itu pekerjaan merangkai hati! Jadi, prosesnya tidak mudah! Saya tanya sama Andrea Hirata dan Ahmad Fuadi. Mereka menulis novelnya rata rata 2 tahun dan berdasarkan hasil penelitian dan pengalaman.

Arum       :  Oooo…pantesan ya Omjay!  Berarti lebih sulit nulis novel, yaa…?

Hati         : Dari pengalaman hidup mungkin bisa Bu Arum…!

Wijaya     :  Betul dan perlu proses! Coba aja tanya sama Asma Nadia dan Pipit Senja! Naaah…! Biasanya digabung dengan pengalaman hidup dan ditambah bumbu sedikit biar alur ceritanya ada sedikit konflik.

Agus       : Kalau menulis novel mungkin harusnya membiasakan menulis cerpen dulu, bener ngga Om?

Hati         : Kaya menulis diary dulu ya…? Untuk pemula!

Wijaya    : Betul…! Biasanya mulai dari cerpen dulu, sebab membutuhkan banyak tanda baca seperti penulis skenario drama.

Arum       : Ohh iya ya… Betul…!

Wijaya     : Omjay sarankan menulis diary online yang bernama blog. Alhamdulillah selama 10 tahun ngeblog sudah jadi 10 buku.

Hati         : Woww…!

Agus       : Aku semangat lagi ngisi blog.

Arum       : Blog saya nganggur melulu Om…!

Agus       : Ayo mulai diisi Bu Arum!

Echa       : Terkadang suka ngak PD jika menulis pengalaman pribadi.

Hati         : Yu ah buat diary…! Misal pembelajaran di kelas…! Diary dikelasku…!

Agus       : Pengalaman kamu pasti pahit?

Hati         : Kopi susu.

Arum       : Iya lah…! Dapat semangat dari teman teman disini…Bismillah…!

Hati         : Pede bu.. dikit dikit.. .! Nanti insyaAlloh bisa…!

Agus       : Saling ngikutin yuk biar ada kontrol…!

Wijaya     : Bagus Pak Agus! Jadilah blogger terkenal di era global! Jangan jangan sudah penuh sarang laba laba hahaha.

Agus       : Banyak yang saya hapus postingannya.

Echa       :  Ga kayaknya lucu aja…! Dari SD suka nulis diari…! Kemarin buat aoutobiografi…! Eh malah pinginnya pindah tema setelah membaca ide dari teman-teman.

Hati         : Saya lupa pasword.

Echa       : Karena banyak hal yang bisa kita tulis.

Agus       : Pakai blogspot aja! Include dengan gmail. Sekali login gmail bisa buka banyak hal.

Wijaya    : Dulu Omjay begitu. Tapi setelah dapat pencerahan dari Raditya Dika dan baca bukunya dari hasil menulis di blog langsung jadi semangat. Kemarin aja ada produsen film yang mau ambil tulisan fiksi omjay. Judulnya “Ya Tuhan, Gue Jatuh Cinta Sama Murid Gue.”

Echa       : Biografi, auto, pengalaman mengajar dipedalaman dengan jalan merah, merintis sekolah…! Tapi ya itu…! Bener kata teman-teman. Kurang baca…! Jadi suka mentok!

Wijaya    : Cocok kalau didokumentasikan di blog. Aamiin! Pasti bisa bu Echa.

Echa       : Jujur kami mengajar di desa ini banyak sekali temuan yang unik untuk di ceritakan dengan tulisan.

Wijaya    : Kuncinya makanan seorang penulis itu buku atau tulisan orang lain. Makanya banyak baca makin mengalir kayak mata air!

Arum       : 👍🙏🙏🙏  Biisa jadi omjay…! Saya juga curiga begitu!

Wijaya    : Kalau begitu segera dituliskan.

Echa       : Saya pernah mengajar di daerah ala laskar pelangi teman-teman …! But im confused musti mulai dari mana…? Makanya saya suka baca chat teman-teman disini!

Agus       : Kasih gue alamat blogmu bu!

Echa       : Saya ambil ilmunya dan akan saya praktikkan!

Arum       : Hayuukk yukk … ! Kita bisa saling kasih masukan di blog masing-masing.

Echa       : Aku ngak punya blog 👍🙏🙏🙏…!

Arum       : Bikin bu echa!

Echa       : Iya ibu…!

Hati         : Cekidot my blogger…!

Wijaya    : Kalau ada tujuan pasti biasanya jadi itu tulisan walaupun waktunya mepet. Rasa malas hilang dan kekuatan menulis bisa 4 kali lipat. Jadi, kalau ada orang yang bilang tidak punya waktu untuk menulis biasanya mereka belum punya tujuan. Kalau tujuannya sudah punya pasti mereka akan mengerahkan tenaga dan pikiran agar tulisannya jadi. Apalagi kalau ada yang mengatakan tidak punya ide karena mereka belum tahu bahwa sebenarnya ide ada di sekitar kita.

“2. Tidak tahu manfaat menulis. Banyak orang malas menulis karena tidak tahu manfaat menulis. Padahal kalau mereka tahu “Manfaat menulis” mereka akan memiliki: 1) Kepuasan batin, 2) Dapat penghasilan tambahan, 3) Popularitas, 4) Lebih memahami pengetahuan, 5) Membangun kecerdasan bangsa. Jadi, kalau Anda tidak tau manfaat menulis maka Anda mengangap kegiatan tulis menulis itu adalah kegiatan yang sia-sia.”

Ria           : Harus belajar jadi orang yang kritis ya om untuk mengenali ide di sekitar kita. Dan itu termasuk saya yang suka kesulitan dapat ide.

Hati         : Makasih ya Omjay… atas ilmunya.

Wijaya    :  Ide banyak sekali tapi kita tak mampu menggalinya karena masih lemahnya budaya literasi tik.”

“3. Tidak ada semangat belajar. Biasanya ini dihinggapi oleh para penulis pemula. Mengapa itu tidak terjadi karena mereka tidak mampu menumbuhkan semangat belajar menulis. Bila tidak ada semangat belajar menulis maka yang harus kita lakukan adalah: 1) Menciptakan masa depan, 2) Ciptakan sensasi, 3) Mulailah dengan rasa senang, 4) Kembangkan tujuan, 5) Ingat kematian, 6) Tinggalkan teman yang tidak perlu, 7)     Hampiri bayangan kecemasan, 8) Berlatih dengan keras.

“4. Tidak punya waktu. Bila Anda merasa tidak punya waktu maka berikut ini cara cara mudah mengatur waktu yaitu: 1) Buang jam karet, 2) Gunakan waktu seefektif mungkin, 3) Manfaatkan waktu produktif.”

“5. Buta bahasa tulis. Bila Anda buta bahasa tulis maka teruslah berlatih menulis. Gunakan tanda baca dan pelajari cara orang lain menulis. Lama-lama Anda akan merasakan bahwa menulis itu mudah. Anda merasakan terangnya kehidupan karena Anda mampu menulis. Bila merasa tak mampu menulis? Jawabannya Beta terangkanlah hahaha.”

“6. Tidak Punya Ide Menulis. Bila Anda tidak punya ide menulis maka bacalah buku “Menulislah Setiap Hari Dan Buktikan Apa Yang Terjadi. Di sana Omjay tuliskan bagaimana kalau ide tidak muncul.”

Dwi          : Yang perlu dibenahi dari saya sendiri adalah harus pandai mengatur waktu dengan berbagai aktivitas yang berbarengan!

Wijaya    : Hal itu kita alami bersama. Namun siapa yang pandai mengelola waktu maka dia akan sukses!

Dwi          : 👍🙏🙏🙏.

Ketika orang dalam kondisi stress akan sangat sulit menemukan ide-ide yang tersebar dihadapannya. Namun orang yang dalam kondisi fresh dan stabil akan dengan mudah menemukan dan memungut ide-ide untuk dituangkan ke dalam tulisan. Menulis adalah pelepasan jiwa, namun ide menulis kadang-kadang melelahkan kita. Oleh sebab itu kita harus berusaha melepaskan kepenatan dalam diri kita, Sebab kita terlarut larut dalam keadaan yang stagnan. Seadandainya kita mau memecah kesunyian maka dengan kemauan itu, kita akan menemukan jalan yang lebih mudah. Kita akan menemukan cara-cara yang lebih mudah memuaskan bathin kita. Sehingga menulis benar-benar menjadi pelepasan kepenatan pada jiwa kita. Semoga menulis dapat menjadi terapi agar kita selalu sehat jiwa raganya

“Apakah masih ada pertanyaan lagi? Bila tidak ada maka Omjay akan memberikan penugasan. Baiklah bapak dan ibu guru yang omjay sayangi dan banggakan. Mohon dikerjakan resume pertemuan hari ini dalam bentuk artikel yang ditulis di word lalu dikirimkan ke email wijayalabs@gmail.com. “ Omjay menutup pertemuan 3 dengan memberikan tugas resume.

“Siap Om!” Sahut Pak Agus dengan penuh semangat.

Dari 6 masalah yang dibahas di atas bisa Anda lihat sendiri bahwa persoalan nomor 1 tentang “Malas” banyak diberikan komentar oleh teman teman. Ini berarti bahwa sebenarnya kita tidak malas. Dan tentu saja dalam menulis komentar hampir semua sudah sesuai kaidah tulis menulis. Ini artinya juga bahwa kita mulai membiasakan untuk menulis sesuai dengan kaidah tulis menulis. Mulailah menulis sesuai dengan kaidah tulis menulis! Mulailah dari hal kecil! Seperti memberikan saran, pertanyaan dan argumen. Mulailah dari media sederhana! Seperti blog, facebook, telegram, whatsapp dan media social lainnya. Semoga dari menulis komentar-komentar ini diharapkan kita bisa menjadi penulis yang sesungguhnya. Dan, Mulailah dari sekarang! Ketika Anda memberikan saran pada tulisan ini. Mari menulis!

Komentar ditutup.