Belajar Menulis 7000 Kata

Artikel Tugas Perdana Belajar Menulis Pertemuan pertama Pelatihan Gel. 5

Belajar menulis 700 Kata

Oleh: Wedi Hartoyo

Awalnya saya belum yakin akan ikut pelatihan ini. Belum yakin karena saya tidak bisa fokus karena ada beberapa tugas yang harus saya selesaikan di tempat kerja. Tugas keseharian saya sebagai guru dan membantu pendataan yang ada di sekolah. Tugas rangkap menjadi guru sekaligus operator Dapodik. Untuk diketahui bahwa saya kerja di SMAN 2 Pekanbaru yang guru dan Tata usahanya rata2 berumur sudah mendekati pensiun. Untuk tenaga guru rata-rata berumur 50 Tahun dan Tata usaha sudah berumur 48 tahun. Tahun 2011 saya masuk sekolah ini dengan membawa tugas sebagai guru TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) yang sekarang menjadi BK TIK.

Beberapa tahun setelah mengajar TIK hingga pada tahun 2013 sekolah terimbas kurikulum 2013 yang mana untuk beberapa Mata pelajaran di ganti cara mengajarnya atau di hapuskan untuk beberapa mata pelajaran, salah satunya yaitu TIK. Tapi, Alhamdullah Tik masih ada untuk kelas XI dan XII, sedangkan untuk kelas X mengikuti aturan yang berlaku. Kemudian daripada itu, tugas bertambah lagi karena harus membantu pendataan sekolah yang seharusnya memang tugas tata usaha, tapi karena beberapa sebab tugas tersebut saya yang mengerjakannya. Hingga sekarang saya guru dan sekaligus Operator dapodik, UNBK (Ujian nasional berbasis komputer) dan beberapa tugas lainnya untuk membantu guru-guru yang sudah sertifikasi.  Alhamdullilah, semuanya saya jalani dengan bahagia, dan tugas saya kerjakan dengan sebaik-baiknya. Rasa senang tersendiri jika melihat teman-teman guru merasa terbantu.

Untuk menulis memang belum ada bukti yang tertuang seperti menulis kemudian menjadi sebuah buku. Ingin rasanya saya sebagai guru punya kompetensi dalam menulis. Tapi tidak tahu apa yang harus saya tulis. Kalau menulis beberapa modul untuk pembelajaran mungkin sudah, tapi itupun masih perlu beberapa referensi dari beberapa buku yang ada atau mungkin google. Alhamdulillah, saya bisa bergabung di pelatihan menulis gelombang 5 ini. Niat saya hanya satu saya bisa menulis apa yang bisa dan sesuai keahlian saya itu yang dibilang oleh om jay mentor kita di pelatihan menulis ini. Tugas awal ini menjadi tugas yang sangat berat, bingung ap yang harus saya rangkum dari pemaparan awal dari mentor kita. Mudah-mudahan ini sudah dapat memenuhi dari tugas perdana saya. Fokus adalah hal yang terpenting dan menulis sesuai keahlian kita. Membaca dan bersilaturrahmi adalah kunci untuk menemukan ide dalam menulis. Rasanya lucu kalau ada penulis yang sudah menghasilkan atau menerbitkan buku kalau dia tidak hobi dalam membaca. Silaturrahmi dalam hal ini mungkin kita perlu banyak belajar dari seorang yang sudah ahli dalam menulis, keahlian kita masing-masing atau membaca biografi dari seorang penulis lalu kita terinspirasi untuk mengikuti jejaknya. Belajar tidak harus kepada ahlinya. Bisa jadi kita belajar dari apa yang kita lihat dan di jadikan itu pengalaman yang berharga kemudian kita terapkan dalam kehidupan kita sehari-hari. Bisa jadi kita belajar ke orang yang lebih muda, tidak hanya belajar ke orang yang lebih tua.

Om jay juga menuturkan bahwa menulis adalah pekerjaan kita sebagai guru yang professional. Tugas kita sebagai guru sudah jelas, menyiapkan segala bentuk yang berkaitan dengan pembelajaran kita. Baik itu media, perangkat mengajar dan lainnya. Sebagai seorang guru yang professional tentu kita harus bisa menulis dan bisa juga nanti menerbitkan buku. Om jay juga bercerita beberapa pengalaman dalam hal menulis dan menerbitkan buku, mungkin itu bisa juga kita ambil pengalaman beliau untuk penyemangat kita dalam menulis di kemudian hari. Mudah-mudah guru yang professional bisa menghasilkan buku yang bagus dan bisa digunakan oleh sekolah dan masyarakat di Indonesia.

Buku yang bagus tidak di tulis secara instan (cepat). Menurut om jay buku yang bagus di tulis secara dikit demi sedikit. Dilakukan setiap hari lama-lama menjadi bukit. Dulu mungkin menulis belum menggunakan media komputer/ laptop. Menulis di kertas atau buku yang sudah kita persiapkan, kemudian kita bawa kemana-mana. Ketika ketemu ide langsung bisa kita tulis. Adapun masih beberapa orang yang punya dan bisa membelinya. Untuk sekarang oaring sudah bisa menggunakan kecanggihan teknologi, komputer/ laptop dengan harga yang sudah terjangkau, smartphone yang sudah banyak mendukung untuk menyimpan tulisan kita, sehingga mempermudah kita dalam menulis. Tidak banyak menghabiskan kertas, sehingga kita juga bisa mendukung program pemerintah dalam adiwiyata. Kita bisa langsung menghapus jika salah dalam menulis dan lalu menyimpannya. Data yang kita buat sebagai catatan bisa kita modifikasi dengan baik tentunya.

Sampai sini tugas menulis perdana sudah memenuhi target 700 kata dan bisa saya kumpul ke om jay. Sebelum saya mengakhiri tugas ini, satu hal lagi yang ditekankan om jay adalah dengan kita menulis, maka kita bisa menerbitkan buku apa yang kita kuasai atau materi yang kita sampaikan ke murid-murid kita bisa tersebar luaskan ke pihak banyak orang. Jika ingin menjadi penulis yang professional perbanyaklah membaca dan silaturrahmi. Demikianlah tugas ini saya buat, mudah-mudahan ini bisa menjadi awal saya bisa belajar dan menimba ilmu kepada om jay dan bapak ibu peserta pelatihan di gelombang 5 ini. Mohon maaf jika ada kata-kata yang salah dan mohon diperbaiki. Terimakasih

 

Komentar ditutup.