RESUME GURU MENULIS BERSAMA WIJAYA KUSUMAH (Pertemuan 3)

RESUME GURU MENULIS BERSAMA WIJAYA KUSUMAH

PERTEMUAN 3 : SENIN, 26 SEPTEMBER 2017

oleh : A’irin Nurwidyastuty

Guru IPA SMPN 1 Kraksaan

 

Pertemuan ketiga Pelatihan Menulis bersama Om Jay yang dilaksanakan pada hari Senin pada tanggal 26 September 2017 yang awalnya direncanakan pukul 16.00 WIB menjadi terhambat 30 menit dan dimulai pada pukul 16.30 WIB. Pertemuan ketiga ini masih semangat untuk diikuti oleh sebagian besar peserta pelatihan ditengah-tengah kesibukannya. Beberapa peserta sudah banyak yang mengalami kemajuan, ada yang sudah membuat beberapa buku dan ada juga yang dalam proses pembuatan kerangka buku mereka.

Tema pertemuan ketiga kali ini adalah penghambat kegiatan tulis menulis dan bagaimana solusinya. Ada 6 penghambat kegiatan tulis menulis yaitu kemalasan, tidak tahu manfaat menulis, tidak ada semangat belajar, merasa tidak punya waktu, buta bahasa tulis, dan merasa tidak punya ide. Keenam hal tersebut ditulis dalam buku menjadi guru yang mampu menulis dan menerbitkan buku karya Deni Damayanti halaman 63 – 94.

Penghambat kegiatan menulis yang utama adalah kemalasan. Malas adalah sifat manusia yang harus dijauhi. Untuk menjadi seorang penulis, kita harus berusaha untuk menjauhi sifat tersebut. Bagaimana caranya? Caranya adalah lawan kemalasan diri dengan menaklukan diri sendiri. Menaklukkan ribuan orang belum tentu disebut sebagai pemenang tetapi mampu mengalahkan diri sendiri itulah penakluk sejati.

Tanamkanlah motivasi dan semangat dari diri sendiri untuk melawan kemalasan tersebut. Mendengar motivasi dari orang lain tidak akan merubah keadaan jika tidak ada motivasi dari diri sendiri untuk terus bergerak dan berubah dari “zona nyaman”.

Ada beberapa cara untuk melawan kemalasan diantaranya yang pertama kita harus punya prioritas. Memiliki prioritas dan daftar-daftar apa saja yng ingin anda capai akan membuat kita “enggan” untuk malas. Akan timbul penyesalan yang dalam jika kita tidak dapat mencapai prioritas dan daftar yang ingin kita capai. Yang kedua manfaatkanlah waktu kosong untuk hal-hal yang bermanfaat. Ingat dalam Alquran dijelaskan bagaimana bahanyanya jika kita menyia-nyiakan waktu. “Demi masa, wal ashri”. Janganlah gunakan waktu kosong untuk ngrumpi atau sibuk membicarakan orang lain. Sibukkanlah dengan mengkoreksi diri sendiri dan perbaikan apa yang harus dilakukan. Yang ketiga pikirkan konsekuensi dari kemalasan. Lihatlah keadaan yang ada disekeliling anda. Janganlah jadi “katak dalam tempurung”. Ketika orang lain sudah memiliki banyak capaian karena keuletan dan kegigihannya, anda masih berada di titik yang sama karena kemalasan anda yang tidak mau beranjak dari “zona nyaman”.

Cara yang keempat untuk menghilangkan kemalasan adalah jika bermanfaat segera kerjakan dan jangan ditunda-tunda. Kata-kata mutiara dalam bahasa inggris sering digunakan untuk cara ini, yaitu “never put off what you can do today until tomorrow”. Cara ini berkaitan erat dengan cara yang pertama. Jika anda sudah membuat daftar prioritas, anda juga bisa membuat “time table” yang berisi daftar apa saja yang harus selesai hari ini, esok dan seterusnya.

Cara yang kelima adalah mulai dari sekarang. Kata-kata ini sangat populer terutama setelah disampaikan dalam dakwah Aa Gym yang menyampaikan perihal 3 M yaitu “Mulai dari sekarang, mulai dari yang kecil dan mulai dari diri sendiri.” Kata-kata ini harus terus ditanamkan dalam diri kita. Jangan pernah menunda apa yang bisa kita kerjakan dan tidak ada kata terlambat untuk memulai segala sesuatunya termasuk dalam menulis.

Cara yang keenam adalah mengerjakan kewajiban dan prioritas yang sudah kita buat, sesulit apapun kewajiban dan tugas tersebut. Biasakan menulis sebelum tidur atau bisa juga setelah bangun tidur. Pilihlah waktu yang cocok dan usahakan menulis setiap hari. Jika anda sudah membuat menulis menjadi kebiasaan, maka hal ini akan menjadi rutinitas yang tidak bisa ditinggal dan hal ini akan mengasah kemampuan menulis anda.

Cara yang ketujuh adalah perhatikan apa yang diraih orang lain. Jadikan kesuksesan orang lain jadi motivasi bagi diri kita. Baca juga bagaimana perjuangan tokoh untuk mencapai kesuksesan. Bagaimana kisah Thomas Alva Edison dapat menemukan bola lampu pijar. Dari berbagai sumber yang berbeda-beda ada yang mengatakan 300, 700, 999, 1000, 2000, 3000, 5000, 10.000 bahkan 20.000. Tidak jelas mana yang benar.  “Genius is one percent inspiration and ninety-nine percent perspiration”.

Keberhasilan tidak ditentukan oleh kegeniusan seseorang tetapi bagaimana usaha yang keras dan terus menerus hingga akhirnya berhasil itulah yang terpenting. Kesuksesan yang lain bisa kita lihat pada kisah sukses JK Rowling dengan novel Harry Potternya yang mendunia. Kesuksesan JK Rowling tak didapatkan dengan tiba-tiba, namun dengan usaha dan kerja keras penuh semangat hingga menjadi wanita kaya melalui kesusastraan perlu menjadi inspirasi kita. Sebanyak 12 penerbit menolak ide novelnya, tapi beliau tidak menyerah hingga akhirnya diterbitkan dan menjadi best seller di seluruh dunia.

Hargai diri sendiri dan berilah diri kita hadiah adalah cara kedelapan yang perlu kita terapkan. Bagaimana kita bisa dihargai orang lain jika kita tidak menghargai diri kita sendiri. Setiap capaian prioritas yang sudah kita buat luangkan sedikit waktu untuk refreshing agar tubuh kita bisa beristirahat dan bersenang-senag dengan cara yang sehat. Hal ini selain untuk menghargai diri kita sendiri juga dapat membantu kita dalam menghasilkan karya baru. cara yang terakhir adalah dengan cara cukup olahraga dan beristirahat. Kegiatan ini juga mempengaruhi kemampuan otak kita dalam berkarya terutama gelombang otak yang akan kita gunakan. Gelombang listrik yang dikeluarkan oleh neuron dalam otak inilah yang disebut “gelombang otak” atau brainwave. Diketahui bahwa frekuensi gelombang otak yang dihasilkan oleh neuron bervariasi antara 0-30 Hz dan digolongkan menjadi gelombang delta, theta, alpha dan beta.

Alasan kedua yang menghambat kegiatan tulis menulis adalah tidak tahu manfaat menulis. Manfaat menulis antara lain kepuasan batin, mendapatkan penghasilan tambahan, popularitas, lebih memahami pengetahuan dan membangun kecerdasan bangsa. Alasan yang ketiga adalah tidak ada semangat belajar menulis. Ada beberapa tips yang dapat kita lakukan diantaranya dengan berlatih dengan keras, tinggalkan teman yang tidak perlu, ingatlah pada kematian, mengembangkan tujuan, mulailah dengan rasa senang, menciptakan sensasi dan menciptakan masa depan.

Apa yang anda lakukan jika anda merasa tidak punya waktu untuk menulis. Anda harus mengatur waktu anda sebaik-baiknya. Manfaatkan waktu produktif. Buang semua jam karet dan hal yang tidak berguna. Gunakan waktu seefektif fan seefisien mungkin. Bila anda buta bahasa tulis maka teruslah berlatih menulis. Hal ini akan mengasah kemampuan anda menulis. Gunakan tanda baca dan pelajari cara orang lain menulis. Lama lama anda akan merasakan bahwa menulis itu mudah. Anda akan merasakan terangnya kehidupan karena anda mampu menulis. Alasan yang sering dikemukakan karena tidak mau menulis adalah tidak memiliki ide. Jika anda tidak mempunyai ide maka bacalah buku dan menulislah setiap hari. Aturlah waktu sebaik-baiknya, sehingga kita bisa mengatur berbagai aktivitas yang bersamaan. Barangsiapa yang pandai mengelola waktu maka dia akan sukses. Janganlah menyerah dan teruslah menulis setiap hari. Tetaplah semangat dan termotivasi untuk menjadi penulis yang jauh lebih baik dari hari kehari.

Komentar ditutup.