Resume Ketiga Gelombang 1 Guru Menulis Buku

RESUME PERTEMUAN KE 3 KELOMPOK 1

MENULIS BERSAMA OM JAY

Oleh

Firmansyah, S. Pd

SMP 9 Teluk Keramat Kabupaten Sambas Kalimantan Barat

TEMA: PENGHAMBAT KEGIATAN TULIS MENULIS DAN SOLUSINYA

Dalam kegiatan menulis, ada hal yang menjadi musuh utama bagi calon penulis. Menurut Deni Damayanti di dalam buku menjadi guru yg mampu menulis dan menerbitkan di halaman 63-94, yaitu:

  1. Malas
  2. Tidak tahu manfaat menulis
  3. Tidak ada semangat belajar
  4. Merasa tidak punya waktu
  5. Buta bahasa tulis
  6. Merasa tidak punya ide

  1. Malas.

Malas adalah sifat manusia yg harus dijauhi. Oleh karena itu bila anda ingin jadi penulis maka sifat malas ini harus anda jauhi. Caranya? Lawan kemalasan diri dengan menaklukan diri sendiri. Menaklukan ribuan orang belum tentu disebut sebagai pemenang tapi mampu mengalahkan diri sendiri itulah penakluk sejati.

Ada 10 cara melawan kemalasan, yaitu:

  1. Jadikan prioritas
  2. Manfaatkan waktu kosong
  3. Pikirkan konsekwensi dari kemalasan
  4. Jika bermanfaat segera kerjakan dan jangan ditunda tunda
  5. Mulai dari sekarang
  6. Sesulit apapun harus dikerjakan
  7. Perhatikan apa yang diraih orang lain
  8. Beri diri sendiri hadiah
  9. Berolahraga
  10. Cukup istirahat

Saran omjay adalah bila kita malas menulis maka lawan kemalasan diri sendiri. Impikan dan wujudkan impianmu dgn tindakan nyata dan bukan kata kata.

  1. Tidak tahu manfaat menulis

Banyak sekali manfaat dari menulis, antara lain:

  1. Kepuasan batin
  2. Dapat penghasilan tambahan
  3. Popularitas
  4. Lebih memahami pengetahuan
  5. Membangun kecerdasan bangsa
  1. Tidak ada semangat belajar

Bila tidak ada semangat belajar menulis maka yang harus kita lakukan adalah:

  1. Menciptakan masa depan.
  2. Ciptakan sensasi
  3. Mulailah dengan rasa senang
  4. Kembangkan tujuan
  5. Ingat kematian
  6. Tinggalkan teman yang tidak perlu
  7. Hampiri bayangan kecemasan
  8. Berlatih dengan keras.
  1. Merasa tidak punya waktu

Bila anda merasa tidak punya waktu maka berikut ini cara cara mudah mengatur waktu yaitu:

  1. Buang jam karet
  2. Gunakan waktu seefektif mungkin
  3. Manfaatkan waktu produktif
  1. Buta Bahasa Tulis

Bila anda buta bahasa tulis maka terualah berlatih menulis. Gunakan tanda baca dan pelajari cara orang lain menulis. Lama-lama anda akan merasakan bahwa menulis itu mudah. Anda merasakan terangnya kehidupan karena anda mampu menulis.

  1. Tidak Punya Ide Menulis

Bila anda tak punya ide menulis, maka bacalah buku dan lihatlah fenomena sekitar kita, mungkin itu bisa menjadi sumber inspirasi kita dalam mencari ide.

Kadang kita ini suka terjebak, bahwa harus menulis dan sekali menulis ya sampai selesai. karena jika tidak diselesaikan maka ide biasanya hilang. Agar tidak terjebak, maka hentikan sejenak tulisan kita. Lihat sekeliling dan baca tulisan orang lain. Kalau sudah santai pikiran kita lanjutkan tulisan sambil membaca kembali tulisan yang sudah jadi.

Untuk memelihara ide biasanya omjay tulis dalam status di fb atau twitter. Kemudian simpan di blog karena blog adalah alat rekan yang ajaib saat ini. Tulisan kita dapat dibuka dan diedit kapan saja. Terkadang komentar dari pembaca bisa menambah ide kita dalam menulis.

Kalau ingin menjadi penulis yang baik ya harus disempatkan baca buku minimal satu minggu satu buku. Syukur bila bisa 2 buku. Sebab itu yang akan membuat tulisan kita menjadi semakin baik. Penulis terkenal tere leye pernah bilang kalau anda bisa menulis 1000 kata, maka anda harus membaca 10.000 kata, bila anda tak ingin kehilangan ide dalam menulis dan mengembangkannya. Menulis dan membaca adalah 2 kegiatan yang tidak bisa terpisahkan.  Ide didapat karena banyak membaca dan melihat yang ada di sekeliling kita.

Membaca buku tidak harus  sampai tuntas kalau kita memang ada kesibukan. Point-point pentingnya saja dulu. Apalagi kalau buku tersebut jadi referensi karya tulis yang dibuat untuk daftar pustaka. Kuncinya makanan seorang penulis itu buku atau tulisan orang lain. Semakin banyak baca makin mengalir ide kita. Ide banyak sekali tapi kita tak mampu menggalinya karena masih lemahnya budaya literasi kita.

Komentar ditutup.