Sang Pencerah

Minggu, 1 Oktober 2017

SANG PENCERAH

Hari ini  adalah hari pertama  saya  belajar menulis   secara online yang  dibimbing oleh Omjay. Saya  bersyukur  bisa  bergabung  disini. Tentu sebagai seorang  guru  saya  punya keinginan untuk  bisa membuat buku,  baik fiksi maupun non  fiksi.  Saya ingin menjadi sang pencerah bagi peserta didik.

Guru merupakan tugas yang mulia  dan untuk menjadi seorang guru  merupakan  panggilan hati dari masing-masing  individu. Tidak terkecuali saya.  Paling tidak kalau kita bisa menulis  atau membuat tulisan atau buku baik  fiksi maupun non fiksi  kita akan mendapat  dua kebahagiaan.

Kebahagian yang pertama,  kita bisa mengajar menyampaikan  ilmu, dan kebahagiaan yang kedua  adalah kita bisa menulis dan menerbitkan buku. Lalu buku itu dibaca oleh pembaca dan  yang membaca mendapatkan manfaatnya. Di sanalah maka kita juga akan menjadi bahagia  dan mendapat pahala .  Mudah-mudahan dengan bimbingan  Omjay ini apa yang menjadi  keinginan  saya bisa terwujud.

Setiap orang  pasti bisa menulis  tapi tidak semua orang bisa menjadi penulis atau menuangkan apa yang kita  rasakan menjadi sebuah tema atau gagasan. Tidak terkecuali kita sebagai guru. Akan tetapi tidak semua guru bisa melakukannya karena masing-masing guru juga punya kesibukan  yang juga sama pentingnya  dengan guru lainnya,  sehingga untuk  meluangkan waktu  khusus untuk  menulis  tidak sempat. Sementara  untuk menjadi seorang penulis  kita perlu latihan, perlu mencoba dan banyak membaca karena dari situ kita akan mendapatkan banyak  materi  atau  bahan yang  nantinya bisa kita tuangkan dalam  bentuk  tulisan.

Saat awal menulis pasti diantara kita banyak dihinggapi  rasa  malas  untuk memulai  menulis. Bahkan  kadang kita banyak menemui kesulitan  yang harus  dihadapi. Namun kita tidak  tahu harus bertanya pada siapa. Apakah  kata-kata yang sudah kita tuliskan itu sudah sesuai dengan ejaan yang berlaku atau belum? Kalau sudah menjadi buku  siapa yang akan menjadi editornya? Kemudian  kalau sudah menjadi buku bagaimana cara menerbitkan buku atau tulisan tersebut? Belum lagi buku yang kita  tulis itu menarik atau tidak siapa yang menilainya? Layak terbit apa tidak?

Semua hal itu sering berkecambuk dalam pikiran kita.  Tapi lewat pelatihan menulis ini  mudah-mudahan   semua kendala yang menghambat seseorang untuk  menjadi seorang penulis terkenal dapat diatasi.  Baik  itu  dalam penulisan  buku fiksi maupun non fiksi .

Memang benar untuk menjadi seorang penulis yang sejati banyak hal yang perlu kita persiapkan. Baik secara jasmani maupun rohani. Kita harus yakin dan percaya sama Allah, bahwa segala sesuatu yang kita usahakan secara sungguh-sungguh  suatu saat akan menemukan manfaatnya  atau hasilnya. Hal itu perlu proses dan semua tidak instan.  Kalau dorongan untuk menjadi seorang penulis  kuat, terutama yang berasal dari diri sendiri dan  dukungan dari orang-orang di sekeliling kita, pasti semua hambatan itu akan bisa dilalui dengan baik. Walaupun kadang-kadang  kita hampir saja putus asa.

Satu hal yang harus kita pahami bahwa sesungguhnya  tulisan itu mewakili pesan  yang disampaikan penulis. Hal itu dilakukan agar setiap pembaca yang membaca  tulisan kita terbawa oleh emosi kita. Pesan yang  dituliskan dalam bentuk tulisan sampai kepada pembaca.

Tulisan yang  panjang dan banyak belum tentu membuat pembaca senang. Tetapi  sebaliknya  pembaca  harus bisa mengambil manfaat dari apa yang telah kita tuliskan.

Dalam menulis kita harus tahu  rambu-rambu  yang harus diperhatikan. Hal itu agar tulisan kita mengenai sasaran . Dan untuk itu bisa saling bertukar  pikiran diantara kita sesama penulis. Jadi kita  bisa mengentahui  kekurangan dan kelemahan masing-masing. Dan di group ini disamping kita  mendapatkan ilmu kita juga mendapat banyak teman  dari berbagai suku dan ras  yang berbeda.  Itu bisa menambah kekompakan kita dalam berkarya.

Dan sebagai akhir dari tulisan saya, mari kita berjuang untuk dapat berkarya yaitu dengan  cara menulis. Baik  dalam bentuk fiksi maupun non fiksi, dan semoga kita sukses dalam menulis. Aamiin.

 Ditulis  :  Oleh Suwanti SMAN 114 Jakarta.

Iklan

One response to “Sang Pencerah

  1. Minggu, 1 Oktober 2017
    SANG PENCERAH
    Hari ini adalah hari pertama saya belajar menulis secara online yang dibimbing oleh Omjay. Saya bersyukur bisa bergabung disini, sebagai seorang guru saya punya keinginan bisa melakukan sesuatu yang bisa bermanfaat untuk orang lain, dan inilah salah satu cara yang bisa saya lakukan walaupun masih banyak cara-cara lain yang juga bisa dilakukan.
    Salah satu yang bisa saya lakukan adalah bagaimana saya bisa membuat buku baik fiksi maupun non fiksi. Guru merupakan tugas yang mulia dan untuk menjadi seorang guru merupakan panggilan hati dari masing-masing individu tidak terkecuali saya. Paling tidak kalau kita bisa menulis atau membuat tulisan atau buku baik fiksi maupun non fiksi kita akan mendapat dua kebahagiaan.
    Kebahagian yang pertama kita bisa mengajar menyampaikan ilmu yang nantinya berguna untuk siswa dan kebahagiaan yang kedua seandainya kita bisa menulis buku dan buku itu dibaca oleh pembaca dan yang membaca mendapatkan manfaatnya maka kita juga akan menjadi bahagia dan mendapat pahala . Mudah-mudahan dengan bimbingan Omjay ini apa yang menjadi keinginan saya bisa terwujud.
    Setiap orang pasti bisa menulis tapi tidak semua orang bisa menjadi penulis atau menuangkan apa yang kita rasakan menjadi sebuah tema atau gagasan, tidak terkecuali guru tapi tidak semua guru bisa melakukannya karena masing-masing guru juga punya kesibukan yang juga sama pentingnya dengan seorang guru sehingga untuk meluangkan waktu khusus untuk menulis tidak sempat. Sementara untuk menjadi seorang penulis kita perlu latihan, perlu mencoba dan banyak membaca karena dari situ kita akan mendapatkan banyak materi atau bahan yang nantinya bisa kita tuangkan dalam bentuk tulisan.
    Saat pertama kali menulis pasti banyak diantara kita banyak yang dihinggapi rasa malas, takut memulai harus melakukan apa, untuk memulai menulis dan bahkan kadang kita banyak menemui kesulitan yang harus kita hadapi tetapi kita tidak tahu harus bertanya pada siapa, apakah kata-kata yang sudah kita tuliskan itu sudah sesuai dengan ejaan yang berlaku atau belum, kalau sudah menjadi buku siapa yang akan menjadi editornya, kemudian kalau sudah menjadi buku bagaimana cara menerbitkan buku atau tulisan tersebut. Belum lagi buku yang kita tulis itu menarik atau tidak siapa yang menilainya, layak terbit apa tidak, semua sering berkecambuk dalam pikiran kita. Tapi lewat pelatihan ini mudah-mudahan semua kendala yang menghambat seseorang untuk menjadi seorang penulis dapat diatasi Baik itu dalam penulisan buku baik fiksi maupun non fiksi .
    Memang benar untuk menjadi seorang penulis yang sejati banyak hal yang perlu kita persiapkan baik secara jasmani maupun rohani, tapi kita harus yakin dan percaya sama Allah, bahwa segala sesuatu yang kita usahakan secara sungguh-sungguh suatu saat akan menemukan manfaatnya atau hasilnya dan itu perlu proses semua tidak instan. Kalau dorongan untuk menjadi seorang penulis kuat terutama yang berasal dari diri sendiri dan dukungan dari orang –orang di sekeliling kita, pasti semua hambatan itu akan bisa kita lalui dengan baik walaupun kadang-kadang mungkin kita hampir putus asa.
    Satu hal yang harus kita pahami bahwa sesungguhnya tulisan itu mewakili kita pesan yang disampaikan penulis kepada pembaca agar setiap orang yang membaca tulisan kita terbawa oleh emosi yang kita tuangkan, dan pesan yang kita tuliskan dalam bentuk tulisan sampai kepada pembaca. Tulisan yang panjang dan banyak belum tentu membuat pembaca senang bisa jadi malah membuat bosan yang membacanya kalau kita tidak bisa membawa emosi pembaca ke karya kita, tetapi sebaliknya pembaca harus bisa mengambil manfaat dari apa yang telah kita tuliskan.
    Dalam menulis kita juga banyak hal yang belum kita tahu bahkan mungkin tidak tahu sama sekali hal-hal yang hubungannya dengan tulis menulis dan harus harus tahu rambu-rambu yang harus kita perhatikan agar tulisan kita mengenai sasaran. Di sinilah tempat yang bisa menjembatani dan menampung bagi orang-orang yang ingin menjadi penulis. Ternyata banyak juga bapak dan ibu yang berkeinginan untuk menjadi seorang penulis yang ditampung dalam suatu wadah Banyak hal yang baik yang dapat kita lakukan dari hal-hal yang paling sederhana, antara sesama anggota untuk kita bisa saling bertukar pikiran diantara kita sesama penulis. Jadi kita bisa mengentahui kekurangan dan kelemahan kita masing-masing. Dan di group inilah wadahnya disamping kita mendapatkan ilmu kita juga mendapat banyak teman dari berbagai suku dan ras yang berbeda. Itu bisa menambah menambah kekompakan kita dalam berkarya.
    Dan sebagai akhir dari tulisan saya, mari kita berjuang untuk dapat berkarya yaitu dengan cara menulis baik dalam bentuk fiksi maupun non fiksi. Semoga kita semua sukses. Aamiin.

    Ditulis : Oleh Suwanti SMAN 114 Jakarta.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s