Daily Archives: Oktober 3, 2017

Sinopsis Buku Jurnalis Muslim

Bismillah.

Sinopsis BUKU JURNALIS MUSLIM

Ada rencana, untuk menulis buku tentang jurnalisme Islam. Yaitu, tentang bagaimana memberitakan hal-hal positif tentang Islam dan bisa menconter pemikiran menyimpang dari Islam yang sesungguhnya. Dalam buku ini, tentu banyak meletakkan dasar-dasar kepenulisan, lalu bagaimana menulis berita yang baik, pembahasan media-media, dll.

Baca lebih lanjut

Meminimalisir Sikap Minder Siswa

Meminimalisir Sikap Minder Siswa

Korban Bully Karena “Tupus”

 

Oleh Fathonah, S.Pd, M.Pd

Sekolah merupakan sebuah institusi yang amat penting dalam  negara, disinilah generasi-generasi cendikia terbentuk untuk menjadi pemimpin dan penerus bangsa dimasa yang akan datang. Institusi sekolah juga merupakan tempat pembentukan jati diri yang berjiwa patriotisme selain berfungsi sebagai tempat pendidikan akademik. Masalah bully yang dilakukan para siswa adalah masalah yang sangat besar dan harus dicari solusinya, masalah ini bukan hanya berdampak pada siswa korban bully, tetapi juga pada guru, kepala sekolah dan orang tua. Dewasa ini bully sangat marak dilakukan kalangan pelajar, hal ini didasari oleh sikap ego siswa yang ingin dipuji oleh teman sebayanya, sehingga ia membully seseorang dengan cara mengejek, memaki, megancam, mengintimidasi sampai dengan kearah kekerasan fisik, seperti; memukul, menendang, dan sebagainya yang dilakukan berulang kali. Seringnya siswa di ejek oleh teman sebayanya sehingga menimbulkan minder dan tidak percaya diri. Inilah perilaku yang kurang etis  dilakukan oleh para  pelajar, karena perilaku seperti ini akan memunculkan sikap meremehkan atau kurangnya rasa hormat kepada orang yang lebih tua atau sebayanya. Disinilah diperlukan peran guru untuk membimbing dan mengarahkan muridnya untuk menuju kearah yang lebih baik.

Siswa bernama Rahimah kelas IX.2 SMP Negeri 1 Peudawa Kabupaten Aceh Timur adalah salah satu korban bully di sekolah. Ia adalah anak yang mengalami cacat fisik akibat penyakit “tupus” yang di deritanya. Rasa minder dan tidak percaya diri adalah teman hidupnya sehari-hari, ia tidak mau mengakses pergaulannya bersama teman-teman sebayanya, ia hanya menyendiri dan berusaha menyibukkan diri dengan aktivitasnya. Ketika jam istirahat, ia tidak mau jajan ke kantin, terkadang hanya menitip jajanan kepada temannya.

Rahimah berusia 14 tahun, dibesarkan dari keluarga yang religi. Ayahnya bernama Tengku Muhammad Zubir seorang pimpinan dayah (pesantren) di kecamatan Peudawa Kabupaten Aceh Timur, dan ibunya bernama Sakdah seorang ibu rumah tangga, ia anak ke enam dari enam bersaudara. Ayah dan ibunya sangat menyayanginya, orang tuanya amat sangat berharap jika penyakit anaknya ditemukan obat atau solusi untuk mengatasinya, namun setelah beberapa kali dibawa berobat, tupus itu tetap tak kunjung membaik, bahkan kini menjalar kewajah dan tangannya, dan menutupi sebagian besar wajahnya hingga 70%.  Karena tupusnya inilah Rahimah menjadi minder dan tidak percaya diri akibat sering diolok-olok oleh teman di sekolahnya. Minder adalah salah satu akibat dari pembulian, minder dapat diartikan sebagai rendah diri. Kecenderungan utama orang minder ada 4, yaitu; 1) mengasingkan diri, 2) membenci diri, 3) membanding-bandingkan diri sendiri dengan orang lain, dan 4) iri pada orang lain.

Upaya Pencegahan Bully di Sekolah

  • Menciptakan budaya sekolah yang beratmosfer belajar yang baik tanpa rasa takut, melalui pendidikan karakter, menciptakan kebijakan pencegahan bully di sekolah dengan melibatkan siswa, serta membangun kesadaran tentang bully dan pencegahannya kepada stakeholders sampai ketingkat rumah tangga dan tempat tinggal.
  • Menata lingkungan sekolah dengan baik, asri, dan hijau sehingga anak didik merasa nyaman.
  • Dukungan sekolah terhadap kegiatan positif siswa. Sekolah mendukung kelompok-kelompok kegiatan agar diikuti oleh seluruh siswa, selanjutnya sekolah menyediakan akses pengaduan atau forum dialog antara siswa dan sekolah, atau orang tua dan sekolah, dan membangun aturan sekolah dan sanksi yang jelas terhadap tindakan bully melalui guru bimbingan dan konseling.

Upaya yang Dilakukan Guru/Penulis untuk Mengatasi Rasa Minder Siswa

  1. Mencari tahu penyebab rasa minder siswa tersebut. Karena merasa banyak kekurangan maka munculkan kelebihan yang dimiliki dengan munculkan potensi diri dan kembangkan bakat tersebut, tidak harus selalu memandang ke atas juga tidak perlu menjadi orang lain, jadilah diri sendiri.
  2. Siapa saja orang yang membuatnya minder, Guru memberikan sugesti ke siswa dengan cara mengubah cara berpikir, setiap manusia adalah sama, setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing bahkan untuk orang-orang yang dianggap sempurna, mereka sama seperti kamu.
  3. Berhentilah memikirkan kekurangan kamu, terimalah diri kamu apa adanya. Jadikan kekurangan kamu sebagai kelebihan. Selalu menutupi kekurangan hanya akan membuat kamu semakin terpuruk dalam sikap minder dan rendah diri.
  4. Mulailah belajar bertanya kepada orang baru, biasakan bertanya kepada orang lain, seperti guru, teman sekolah, atau teman sebaya agar lebih akrab.
  5. Mulailah memperhatikan penampilan kamu baik di sekolah atau saat keluar dari rumah. Penampilan yang baik dan maksimal dapat membantu kamu meningkatkan rasa percaya diri. Kamu tidak akan merasa minder dan malu saat bertemu dengan orang lain karena kamu sudah tampil All Out (maksimal) menampilkan yang terbaik.
  6. Selalu bersikap tenang, mengambil nafas dalam-dalam dan menghembuskannya secara perlahan akan membuat kamu merasa sedikit lebih rileks dan tenang jika kamu berada dalam situasi yang tertekan. Singkirkan imajinasi negatif kamu mengenai apa yang sedang kamu hadapi. Hilangkan pemikiran bahwa orang-orang sedang memperhatikan kamu dan berpikir negatif tentang kamu.
  7. Coba sesuatu yang baru. Sering mencoba hal-hal baru akan lebih membuka wawasan serta pandangan kamu tentang hidup dan kehidupan yang pada akhirnya akan memberi kita sebuah pemahaman bahwa tidak ada yang tidak mungkin. Semua manusia adalah sama, kita punya kekurangan seperti mereka juga, mereka punya kelebihan kitapun memilikinya, mereka bisa, maka kita juga bisa ….!!!.

 

Menjadi Guru Sekaligus Penulis Yang Sukses

Menjadi Guru Sekaligus Penulis Yang Sukses

(Resensi buku oleh Khoirul Faizin, SMPN 2 Winongan Kab. Pasuruan Prov. Jawa Timur)

Judul Buku   : Menulislah Setiap Hari dan Buktikan Apa yang Terjadi

Penulis          : Wijaya Kusumah

Penerbit         : PT Indeks, Jakarta

Tebal              : 289 halaman

            Menjadi penulis yang sukses tidaklah mudah, perlu perjuangan yang ekstra keras, terutama melawan sifat malas. Selain sifat malas, yang perlu dilawan adalah sifat tidak percaya diri dengan tulisannya. Kadang seseorang merasa bahwa apa yang ditulis merupakan hal yang terlalu sederhana, atau merasa bahasanya kurang enak dibaca, atau atau yang lain sehingga tidak jadi menulis. Itulah yang biasa dialami oleh penulis pemula.

       Baca lebih lanjut

Belajar Menulis

BELAJAR MENULIS…

Oleh: Kokom Komariah

Menulis adalah salah satu pekerjaan seorang guru professional. Selain itu, salah satu tugas guru adalah menuliskan perencanaan pembelajaran. Hal itu kata-kata yang ditulis oleh omjay selaku pembimbing dalam penulisan gelombang lima melalui online. Beliau akan membimbing kami beberapa pertemuan ke depan agar kami dapat menulis dan terbiasa menulis. Termasuk saya yang sangat berambisi untuk dapat menulis walaupun tidak ada kemampuan menurutku tapi setelah om jay memotivasi melalui belajar menulis melalui online aku segera menyambut dengan antusias…hehe senengnya aku hari ini.

Baca lebih lanjut

Revisi Tulisanku Karena Aku Tidak Bisa Menulis

Revisi Tulisan Ku Karena Aku Tidak Bisa Menulis

Oleh Fathonah

Tugas 1 menulis artekel materi pertama

 

            Berbekal dari tugas teman-teman di grup belajar menulis gelombang 5 yang sudah saya baca, saya berpikir bahwa ternyata tulisan saya jauh dari tema, sehingga saya berusaha merevisi tulisan saya, bak kata pepatah jauh api dari panggang. Saya baca kembali tulisan yang sudah saya kirim ke email om jay dan akhirnya saya tersenyum sambil tertegun di dalam hati bahwa ternyata saya sangat tidak ingin direpotkan dengan membuat tulisan baru, sehingga saya memutuskan mengirim hasil tulisan saya sebelumnya. Saya malu sekaligus meringis sewaktu saya membaca tulisan saya, betapa saya merasa sangat ceroboh dan malas, akhirnya saya memutuskan untuk merevisi kembali tulisan saya dan mengirimnya ke om Jay.

           Baca lebih lanjut

Bijak Dalam Bermedsos

Tugas ke-2

BIJAK DALAM BERMEDSOS

Saat ini istilah Medsos sudah tidak asing lagi di telinga kita. Medsos, biasa disebut sebagai Media Sosial. Penggunaan Media Sosial saat ini sedang mewabah. Dari kalangan anak-anak hingga dewasa sudah tidak asing dengan Media Sosial. Tidak jarang mereka memiliki tidak hanya satu atau dua akun, tetapi bisa jadi lebih. Dari Facebook, Twitter, Histagram, WhatsApp, BBM dan masih banyak lagi. Banyak orang yang beranggapan bahwa seseorang yang saat ini tidak mengenal Media Sosial dianggap kuno atau ketinggalan.

Baca lebih lanjut

(RESENSI BUKU) MENULISLAH SETIAP HARI DAN BUKTIKAN APA YANG TERJADI

TUGAS GURU BELAJAR MENULIS BERSAMA OM JAY

(RESENSI BUKU) MENULISLAH SETIAP HARI DAN BUKTIKAN APA YANG TERJADI

buku-menulis

AHMAD MASRUR

SD ISLAM PLUS CAHAYA INSAN

Judul              : Menulislah Setiap Hari dan Buktikan Apa yang Terjadi

Penulis           : Wijaya Kusumah, S.Pd., M.Pd.

Penyunting Isi & Bahasa: Yuan Acitra, S.E.

Penata Letak: Kancilmas

Penyelaras    : Marcella Virginia

Pemodifikasi Desain sampul: Haris Juniarto

Tebal              : 302

Baca lebih lanjut

Karena menulis sudah sejak 20 tahunan yang Lalu

Materi 1 belajar menulis gelombang 5

Tugas 1 menulis artikel materi pertama

Karena menulis sudah sejak 20 tahunan yang lalu.

Bismillah hirrohmaa nirrohiim. Kalimat al basmallah adalah kalimat paling tepat bagi saya untuk memulai menggerakan jari-jari untuk menekan tombol – tombol keyboard.

Menulis adalah hal yang sudah saya lakukan sejak berumur 6 tahun / sejak menginjakkan kaki di sekolah dasar. Itu artinya sudah lebih dari 20 tahun lamanya saya menulis. Waktu yang cukup lama untuk sebuah proses belajar. Makanya begitu mengetahui Om Jay berhasil menjadi finalis di Inobel  sebuah lomba guru-guru yang mempunyai inovasi dan berprestasi, rasanya ingin sekali bisa menulis seperti beliau.

Baca lebih lanjut

Tulisan Adalah Cerminan Diri

Tulisan adalah Cerminan Diri

Oleh: Arlin Mahardika

 

            Menulis merupakan salah satu kegiatan literasi. Menulis adalah keterampilan yang sulit, jika tidak berminat dan tidak pula ingin mengasah bakat. Dari semua keterampilan yang ada, menulis adalah keterampilan yang berada pada tingkat tertinggi, atau yang paling sulit.

Baca lebih lanjut

Belajar Menulis Bersama Omjay di Pertemuan Perdana

Belajar Menulis bersama Om Jay

Oleh Laily Amin Fajariyah

Tugas 1 Laily Amin F 

Perkenalkan, aku Laily Amin Fajariyah. Murid-muridku memanggilku Miss Laily. Aku adalah Guru Bahasa Inggris di SMPN 5 Panggang, Gunungkidul, Yogyakarta. Sebagai guru aku tak ingin habiskan hidupku hanya untuk administrasi sejenis RPP yang membuatku jemu. Aku ingin lebih dari sekedar guru SMP yang hanya tahu ngajar-pulang melulu. Aku ingin menjadi penulis buku.

Hasratku untuk menulis dan menerbitkan buku sudah lama kumiliki. Sampai akhirnya di group Lomba paling bergengsi di Nusantara yang bernama INOBEL aku beruntung membaca sebuah pengumuman. Pengumuman itu disampaikan oleh Bapak Wijaya Kusumah guru TIK inspirator yang kutemui di INOBEL September lalu di Kuta Bali, Om Jay begitulah sapaan atau panggilan akrab untuknya.

Om Jay membuka kelas belajar menulis secara daring melalui group WA. Tanpa ragu, akupun mendaftarkan diriku dan berharap keinginanku untuk menulis dan menerbitkan buku bisa tercapai. Singkat cerita, aku telah tergabung dalam group itu. Ada sekitar 45-an guru dari berbagai wilayah di Indonesia yang menjadi “murid” Om Jay di group tersebut.

Jam pelajaran pertama pun ditetapkan dilaksanakan pada hari Minggu jam 19.00 WIB. Sebenarnya aku sedikit pesimis bisa megikutinya mengingat hari Minggu adalah hariku menjadi inem dan baby sister alias ART-ku libur. Hari itu setelah aku, suamiku, dan anakku menghabiskan waktu bermain dan belajar, aku teringat ada kelas menulisku. Aku sedikit terlambat bergabung. Guru-guru lain sudah aktif di group. Saat jam 19.45-an aku membuka WA-ku. Aku mencoba mengikuti perkuliahan dari awal meskipun tertinggal.

Materi pertemuan pertama adalah tentang bagaimana menulis, tepatnya mulai menulis. Ada banyak peserta pelatihan lain yang mempunyai kegalauan yang sama denganku. Apa yang perlu ditulis, apa yang menarik untuk diterbitkan, bagaimana menjaga motivasi agar tetap menulis sampai bagaimana menerbitkan tulisan kita. Aku menjadi pembaca senyap, semua pertanyaan-pertanyaan itulah yang menjadi tanya dalam diriku sehingga menulis buku masih menjadi mimpi yang belum juga terealisasi. Aku tak ikut mengajukan pertanyaan, namun ku simak obrolan di group. Setiap pertanyaan dijawab dengan sabar oleh sang master, siapa lagi kalau bukan Om Jay.

Apakah yang harus kita tuliskan dan bidang apa yang bagus untuk ditulis dan diterbitkan? Tepat sekali. Kegalauan di hati ini tentang apa yang kan kutuliskan dan apa yang layak untuk diterbitkan? Om Jay pun menjawab, “TULISLAH YANG KAMU SUKAI DAN KAMU KUASAI” Yeah memang segala sesuatu yang kita sukai atau kuasai akan menjadi langkah awal pembuka untuk menjadi penulis.

Aku pun bertanya pada diriku? Apa yang aku sukai? Apa yang aku kuasai? Dan kuputuskan aku akan menuliskan best practice ku tentang cerita digital dalam pembelajaran. Kenapa? Karena aku menyukai dan semoga lumayan menguasainya. Untuk pertanyaan ini aku teringat salah satu guru yang menanyakan bagaimana bila yang disukai bukan sesuatu yang kita kuasai? Pertanyaan bagus dan dijawab dengan bagus juga, maka “BANYAK LAH MEMBACA” Poin ini jugalah yang ku tangkap di kelas pertama ku. Bahwa untuk bisa menulis saya perlu membaca. Ada istilah yang Om Jay sampaikan dengan istilah ATM (yang tentu singkatannya bukan”Aku Takkan Memiliki”nya Cafeine) Melainkan, “AMATI, TIRU, dan MODIFIKASI”.

Saya setuju, sebagai penulis pemula tentu masih perlu mengikuti contoh-contoh yang ada. Dan membaca karya-karya atau buku lain serta mengamatinya bisa menjadi aktivitas pencarian inspirasi dan ide. Fase berikutnya setelah mengamati adalah tiru dan modifikasi. Di sinilah letak kita berlatih menulis namun dengan modifikasi kita bisa menghindari plagiarisme. Materi ini pun membuatku bertekad untuk mulai membaca lagi, membaca jurnal-jurnal dan juga buku yang bisa menjadi sumber inspirasiku.

Sebenarnya menulis buku itu bukan hal baru, namun selama ini bukuku hanyalah buku bahan ajar yang kukembangkan untuk lembagaku. Aku punya sebuah lembaga Bahasa di mana orang-orang Korea Selatan belajar Bahasa Indonesia dan orang-orang Indonesia belajar Bahasa Korea serta Bahasa Inggris. Selama ini buku yang kutulis hanyalah bahan ajar yang diperuntukkan untuk murid-muridku itu. Aku mulai berpikir, aku ingin belajar lebih lagi agar karyaku bisa bermanfaat untuk orang yang lebih banyak dalam lingkaran yang lebih luas. Akupun mencoba menulis kumpulan puisi dan buku best practiceku. Namun, kumpulan puisiku itu kini baru beberapa lembar saja dan best practiceku praktis mandeg di Bab II untuk sekian lama.

Melalui group belajar menulis bersama Om Jay ini, aku kembali terbangun. Hasrat untuk menulis  dan menerbitkan buku kian menggebu. Jujur dalam impianku, aku ingin menghadiahi diriku dengan buku karyaku yang sudah kuterbitkan di hari ulang tahunku yang tinggal beberapa minggu. Mungkinkah? Entahlah. Tidak ada salahnya mencoba.

Ada banyak yang ingin kutulis dan jadikan buku selain best practiceku, di antaranya kisah-kisah bahagia atau piluku dalam sebuah kumpulan curahan kalbu, serta aku ingin berbagi tentang pengalamanku menjalani pernikahanku yang sangat seru. Aku ingin menceritakan kisah cintaku dan seninya menjadi istri seorang expat alias warga negara asing, apa yang perlu dikuasai dari urusan administrasi kelurahan sampai hubungan dengan imigrasi sampai ke kelas budaya yang ku alami setiap hari. Sanggupkah keinginanku untuk menjadikan kisahku menjadi buku tercapai? Kupikir kelas menulis Om Jay akan sangat membantu. Semangat.