Belajar Menulis Bersama Omjay Gelombang 5

BELAJAR MENULIS BERSAMA OMJAY

Oleh: Riza Fitriyah

Bismillahirrahmanirrohim.

Assalamualaikum Wr. Wb.

Akhirnya saya beranikan diri untuk mengerjakan tugas pertama dari omjay yang sebelumnya saya masih kurang faham tentang apa yang harus ditulis. Dari hasil membaca artikel-artikel yang diposting oleh omjay di blognya dan bertanya ke sesama teman di wa grup ”Belajar Menulis Bersama Omjay gelombang 5”, akhirnya saya mendapat gambaran tentang tugas pertama ini.

Sebelumnya saya ingin memperkenalkan diri terlebih dahulu, karena kata pepatah tak kenal maka tak sayang, maka saya adalah seorang guru muda dari SMP swasta di kota Gresik pinggiran yang ingin sekali menjadi guru-guru hebat seperti yang saya jumpai dalam acara workshop-workshop yang dilakukan oleh dinas pendidikan kabupaten Gresik, bahkan dalam kegiatan inobel yang saya ikuti baik dalam kegiatan workshopnya maupun finalnya.

Sungguh saya bertemu dengan banyak orang-orang hebat dalam acara tersebut, tidak hanya teman-teman finalis yang saya banggakan tetapi juga saya terpesona dengan para juri yang begitu hebat dan sangat menguasai materi dibidangnya masing-masing, yang menginspirasi saya untuk terus berkarya dan berkarya serta tidak lupa untuk belajar menggali ilmu sedalam-dalamnya. Maka dalam hati saya bertekad apabila ada kesempatan untuk menempuh pendidikan di strata yang lebih tinggi lagi(S2) maka saya sangat berminat. Dan di sela-sela doa saya “Ya Allah jangan kau ambil nyawaku sebelum aku menghasilkan karya atau aku dikenal oleh masyarakat adalah yang baik-baik tentang diriku, Aamien”.

Awal dari itu maka saya sangat senang dalam mengikuti banyak kegiatan yang dilakukan oleh pemerintah dalam hal pendidikan baik itu berupa lomba, workshop, PELDA (pelatihan daring), seminar dan lain-lain. Walaupun terkadang saya belum lolos atau belum dapat kesempatan dalam acara tersebut. Tetapi saya tidak patah semangat. Saya ingin belajar dan belajar, yang akhirnya ada tawaran dari bapak Wijaya Kusumah (beliau adalah salah satu peserta grup wa inobel 2017, biasa dipanggil omjay) yang sangat jago dalam menulis.  Beliau menawarkan tentang pelatihan menulis GRATIS secara daring melalui wa grup kepada guru-guru peserta grup untuk belajar menulis dan akhirnya menerbitkan buku terhadap karya tulisnya, dan saya pun sangat berminat untuk mengikutinya.

Pelatihan ini dilakukan secara online, dan dibagi menjadi beberapa pertemuan. Pada tiap pertemuan ada tugas yang harus dikerjakan oleh peserta dan dikirim ke email pribadi omjay untuk dikoreksi. Pada pertemuan pertama berlangsung pada 1 oktober 2017 sekitar pukul 19.00 WIB. Beliau berbagi pengalaman bagaimana menulis dan menerbitkan buku. Berikut pemaparan beliau pada pertemuan pertama.

  1. Menulis adalah pekerjaan seorang guru profesional. Salah satu tugas guru adalah menuliskan perencanaan pembelajaran.
  2. Tidak banyak guru yang mampu menulis dan menerbitkan buku. Hal ini dikarenakan guru kurang banyak membaca buku. Wawasan guru masih kurang karena enggan membaca. Ditambah lagi para guru jarang sekali beli buku baru. Padahal buku baru sangat penting dibaca guru untuk menambah ilmunya.
  3. Mereka yang mampu menulis adalah para guru yang rajin membaca. Bagi mereka membaca dan menulis adalah sebuah kebutuhan. Namun sayangnya, masih banyak guru yang menganggap menulis adalah beban dan bukan kebutuhan. Untuk hal ini guru harus berani melawan dirinya sendiri dari kemalasan.
  4. Mereka yang telah mampu menulis dan menerbitkan buku adalah mereka yang melatih dirinya dengan penuh kesabaran. Sebab menulis bukan pekerjaan instan. Ada proses yang harus dilalui dari mulai belajar menulis sampai kemudian menerbitkan bukunya.
  5. Dengan menerbitkan buku maka semakin banyak guru yang menjadi lebih menguasai materinya dengan baik. Selain itu ilmunya bisa tersebar luar kepada orang banyak. Guru tidak hanya mengajar muridnya dikelas tapi juga mereka yang belajar melalui membaca buku.
  6. Buku yang bagus tidak diselesaikan dengan cara cepat. Guru menuliskannya sedikit demi sedikit. Bila dilakukan setiap hari maka lama-lama menjadi bukit. Hal itulah yang omjay lakukan sampai saat ini hingga terbit 10 buah buku ber ISBN dan sudah dijual di toko buku dan dibeli secara online.

Dari hasil pemaparan beliau para peserta sangat antusias dalam menyimak, terbukti banyak pertanyaan yang muncul dan omjay menjawab. Seperti apa yang dijawab oleh omjay dalam beberapa pertanyaan yaitu untuk mengawali menulis maka lakukan tindakan nyata dan bukan kata-kata, usahakan menulis 700 kata dan membaca 7000 kata setiap hari. Menulislah dalam 3 alinea yaitu pembukaan, isi dan penutup. Sedangkan untuk mendapatkan ide untuk menulis maka perbanyaklah membaca dan silaturahmi. Menulis diawali dari hal yang disukai dan dikuasai tetapi fokus saja pada hal yang dikuasai. Untuk menambah semangat kita dalam menulis maka omjay menyarankan untuk belajar menulis secara kolaborasi.

Omjay juga menyarankan dari hasil membaca banyak buku maka kita bisa memodifikasi dengan metode ATM (Amati, Tiru dan Modifikasi) dan bisa menjadi sangat menarik maka kita buat yang lebih baik dari buku yang sudah terbit. Supaya buku kita punya nilai jual di mata penerbit maka judul buku kita diusahakan cocok dengan saran penerbit atau para pakar dibidangnya. Dan buku yang bagus adalah buku yang ditulis dengan sudut pandang yang berbeda.

Sekian pemaparan materi pada pertemuan pertama dalam Belajar Menulis Bersama Omjay. Mudah-mudahan bermanfaat bagi kita semua, Aamien.

Wassalamualaikum Wr. Wb.

Komentar ditutup.