Belajar Menulis

BELAJAR MENULIS…

Oleh: Kokom Komariah

Menulis adalah salah satu pekerjaan seorang guru professional. Selain itu, salah satu tugas guru adalah menuliskan perencanaan pembelajaran. Hal itu kata-kata yang ditulis oleh omjay selaku pembimbing dalam penulisan gelombang lima melalui online. Beliau akan membimbing kami beberapa pertemuan ke depan agar kami dapat menulis dan terbiasa menulis. Termasuk saya yang sangat berambisi untuk dapat menulis walaupun tidak ada kemampuan menurutku tapi setelah om jay memotivasi melalui belajar menulis melalui online aku segera menyambut dengan antusias…hehe senengnya aku hari ini.

Aku mengabaikan Whashap lain yang masuk. Kedua mataku terfokus pada grup baru belajar menulis bersama om jay. Kalau dulu aku sukanya  panggil bukan om jay tapi om..wi..!  om jay juga berkata tidak banyak guru yang mampu menulis dan menerbitkan buku, hal ini dikarenakan guru kurang banyak membaca  sehingga wawasan guru masih kurang.

Ditambah lagi guru jarang sekali beli buku baru. Padahal menurutnya, buku baru sangat penting dibaca guru untuk menambah ilmunya. Nah disini untuk saya sendiri om kalo beli buku sering sih tidak.., tapi suka jika akan membuat sebuah karya tulis misalnya Penelitian Tindakan Kelas, tapi setelah selesai ya sudah saya tidak beli lagi.., karena sesuai kebutuhan begitu om…jay.

Om jay akan berbagi pengalamannya tentang menulis dan menerbitkan buku..aduh senengnya. Sungguh semangatku semakin menggebu. Namun tujuanku adalah hanya ingin sekedar menulis saja untuk sementara. Kedepannya baru focus setelah benar–benar paham dan mendapat ilmunya. Dalam hati berdoa agar aku bisa mengikuti belajar menulis lewat online yang sebenarnya aku gak begitu ngerti bagaimana belajar melalui online.

Tetapi dengan modal nekad aku gabung deh dengan grup belajar menulis berkat bantuan om jay lagi deh. Oke makasih ya om jay. Ternyata menurut om jay mereka yang mampu menulis adalah para guru yang rajin membaca, bagi mereka membaca dan menulis adalah sebuah kebutuhan. Namun sayangnya masih banyak guru yang menganggap menulis adalah beban dan bukan kebutuhan. Tegas om jay dalam materinya.Aduuh om itu sih sepertinya aku banget.. tapi insya Allah dengan bimbingan belajar menulis ini aku dapat mendobrak semua kemalasan membaca dan membeli buku sebagai sumber untuk dapat menulis.

Ternyata menulis yang baik itu tidak langsung jadi begitu saja. Akan tetapi melalui proses yang panjang. Aku usahakan bisa menulis setiap hari. Aku akan menulis dengan penuh kesabaran mulai dari belajar menulis sampai menerbitkan buku yang baik dan berkualitas. Guru berpeluang untuk menulis ternyata banyak sekali. Dari mulai membuat bahan ajar, dan media pembelajaran. Sebuah buku yang bagus tidak diselesaikan dalam kurun waktu yang cepat. Tetapi ditulis secara mencicil atau sedikit demi sedikit yang dilakukan setiap hari. Semakin lama tulisan semakin banyak dan dapat dibukukan menjadi bacaan yang menarik. Begitulah menurut omjay.

Sebelum materi pertama dimulai, om jay memberi kesempatan pada setiap anggota grup belajar menulis untuk mengajukan pertanyaan sekitar penulisan kendala atau kesulitan yang dialami sehingga menulis merupakan hal yang membebani para guru. Kesempatan yang diberikan disambut antusias oleh para anggota grup belajar menulis. Terbukti berbagai pertanyaan langsung muncul. Termasuk saya walaupun telat membuka whatsap langsung ajukan pertanyaan sekitar kendala dalam hal penulisan. Semua pertanyaan dijawab omjay dengan jelas.

Setelah tidak ada pertanyaan, segera om jay akan memberikan tugas pertamanya. Saya beserta anggota lain menunggu dan tak henti melihat whasap sambil menunggu kami bercanda dengan rekan walaupun kami tidak saling mengenal tapi suasana seolah kami sudah saling mengenal berdebar..degdegan kata orang sunda, kepingin pipis ah..kaya disemnas saja kata rekanku diseberang sana, mungkin dia pengalaman ikut seminar Nasional. Saran penting menurut om jay dalam menulis adalah, banyak baca buku, berangkat dari yang disukai dan dikuasai focus pada bidang yang dikuasai, menulis setiap hari minimal 700 kata dan membaca 7000 kata.

Wah… ternyata menulis perlu modal dari rajin membaca. Kita harus sabar karena menulis butuh proses,  maka kita dapat menulis. Betul sekali pendapat tersebut mau bisa menulis bagaimana jika tanpa membaca, karena buku kita jadi bisa menulis. Semangat terus menggebu namun kemampuan untuk menulis belum ada maka melalui belajar menulis saya berharap bisa mengikuti kegiatan ini dan mampu membuahkan hasil…Aamiin.

Komentar ditutup.