Karena menulis sudah sejak 20 tahunan yang Lalu

Materi 1 belajar menulis gelombang 5

Tugas 1 menulis artikel materi pertama

Karena menulis sudah sejak 20 tahunan yang lalu.

Bismillah hirrohmaa nirrohiim. Kalimat al basmallah adalah kalimat paling tepat bagi saya untuk memulai menggerakan jari-jari untuk menekan tombol – tombol keyboard.

Menulis adalah hal yang sudah saya lakukan sejak berumur 6 tahun / sejak menginjakkan kaki di sekolah dasar. Itu artinya sudah lebih dari 20 tahun lamanya saya menulis. Waktu yang cukup lama untuk sebuah proses belajar. Makanya begitu mengetahui Om Jay berhasil menjadi finalis di Inobel  sebuah lomba guru-guru yang mempunyai inovasi dan berprestasi, rasanya ingin sekali bisa menulis seperti beliau.

Siapa coba yang tidak mau kumpul dengan orang-orang hebat ‘hanya’ dari kebiasaan  / hal yang kita sudah kerjakan lebih dari dua dasawarsa. Terlebih Om Jay menulis buku dengan anak–anak SMP yang hanya baru melakukan menulis kurang dari satu dasawarsa. Secara saya merasa memiliki jam terbang lebih tinggi ketimbang anak-anak SMP. Dari situlah jiwa saya merasa tertantang untuk bisa mengembangkan potensi yang mungkin saja ada di dalam diri saya.

Secara mengejutkan saya ditunjuk menjadi ketua kelas oleh Dosen kami di kelompok belajar menulis gelombang 5. Saya langsung iya kan saja walaupun saya tidak tahu apa yang akan saya kerjakan atau tugas saya sebagai ketua kelas. Karena saya harus menanamkan dalam diri saya berani terlebih dahulu, masalah bisa atau tidak itu proses. Oh iya Om Jay lah selaku Dosen kami di kelas belajar menulis gelombang 5.

Saya mendapatkan informasi, bahwa minggu 1 oktober 2017 pukul 19.00 WIB akan dimulai ‘kuliah’ pertemuan pertama. Rasa penasaran yang sudah memuncak mengenai  perkuliahan di kelas belajar menulis gelombang 5. Saya posisi masih di jalan dan sedang menjalankan profesi lain sebagai driver. Ya kuliah pertama saya tidak bisa mengikuti dengan baik perkuliahan itu. Begitu sampai di rumah saya langsung baca-baca ada apa saja di perkuliahan pertama tersebut.

Jadi kebayang kuliah pertama ketua kelasnya terlambat masuk. Untungnya dosennya baik hati saya tidak disuruh menutup pintu dari luar. Tok tok tok, assalamu alaikum, maaf pak saya terlambat. Kata dosennya iya saya tahu kamu terlambat. Silahkan tutup pintu dari luar. Untungnya kuliahnya online jadi ga’k pake pintu. Hehehe.

Berikut ini materi pertama yang diberikan Omjay dosen kami.

Assalamu alaikum warohmatullahi wa barokatuh, selamat malam semuanya. Mohon untuk tidak untuk berkomentar atau mengetik di saat Om Jay memberikan materi. Itu kata kata awal perluliahan di kelas belajar menulis gelombang 5 bersama Om Jay.

Menulis adalah pekerjaan seorang guru profesional. Salah satu tugas guru adalah menuliskan perencanaan pembelajaran. Ya kalau ada guru yang tidak menulis berarti bukan guru professional. Bagaimana mungkin dikatakan profesional guru yang selalu menugaskan anak didiknya untuk menulis sedangkan dia tidak pernah menulis. Walaupun saya merasa bukan berasal dari akademi keguruan. Awal mengajar pun jadi awal belajar juga buat saya. Belajar untuk ngajar dan belajar untuk menulis langkah-langkah atau strategi belajar.

Saya sangat beruntung banget ada orang yang mau berbagi buat kita untuk berbagi mengenai pengalaman menulis. Karena di jaman sekarang masih ada orang yang mau meluangkan waktu di sela-sela kesibukan kegiatan kesehariannya.  Kesibukan sebagai penulis, kepala sekolah, blogger, dan oranganisasi serta sebagai kepala keluarga ditambah menjadi mentor (dosen) di kelas belajar menulis yang sudah menginjak gelombang 5. Saya sangat mengapresiasi om jay yang mau berbagi pengalaman bagaimana menulis dan menerbitkan buku.

Tidak banyak guru yang mampu menulis dan menerbitkan buku. Hal ini dikarenakan guru kurang banyak membaca buku. Wawasan guru masih kurang karena enggan membaca. Ditambah lagi para guru jarang sekali membeli buku baru. Padahal buku baru sangat penting dibaca guru untuk menambah ilmunya.

Mereka yang mampu menulis adalah para guru yang rajin membaca. Bagi mereka membaca dan menulis adalah sebuah kebutuhan. Namun sayangnya, masih banyak guru yang menganggap menulis adalah beban dan bukan kebutuhan. Untuk hal ini guru harus berani melawan dirinya sendiri dari kemalasan.

Mereka yang telah mampu menulis dan menerbitkan buku adalah mereka yang melatih dirinya dengan penuh kesabaran. Sebab menulis bukanlah pekerjaan instan. Ada proses yang harus dilalui dari mulai belajar menulis sampai kemudian menerbitkan bukunya.

Dengan menerbitkan buku maka semakin banyak guru yang menjadi lebih menguasai materinya dengan baik. Selain itu ilmunya dapat tersebar luas kepada orang banyak. Guru tidak hanya mengajar muridnya di kelas tapi juga mereka yang belajar melalui membaca buku.

Buku yang bagus tidak diselesaikan dengan cara cepat. Guru menuliskannya sedikit demi sedikit. Bila dilakukan setiap hari maka lama lama menjadi bukit. Hal itulah yang omjay lakukan sampai saat. Ini hingga terbit 10 buah buku ber ISBN dan dijual di toko buku.Juga dijual secara online di toko buku online.

Demikian materi pertama dari pertemuan di kelas belajar menulis gelombang 5. Menulislah dari hal-hal yang disukai dan dikuasai. Mulailah menulis sedikit demi sedikit. Buat prioritas, fokus yakinkan kita bisa menulis karena kita sudah terbiasa menulis dari semenjak 20 tahunan yang lalu hingga sekarang.

Membaca ibarat air yang mengisi teko kita. Semakin banyak air yang masuk maka semakin banyak kita bisa mengeluarkan tulisan- tulisan, begitu juga sebaliknya kalau kita sedikit membaca maka semakin sedikit pula yang bisa kita tuangkan dalam tulisan.

Terimakasih.

Rohandi

SMK AL HUDA KEDUNGWUNGU INDRAMAYU

Komentar ditutup.