(RESENSI BUKU) MENULISLAH SETIAP HARI DAN BUKTIKAN APA YANG TERJADI

TUGAS GURU BELAJAR MENULIS BERSAMA OM JAY

(RESENSI BUKU) MENULISLAH SETIAP HARI DAN BUKTIKAN APA YANG TERJADI

buku-menulis

AHMAD MASRUR

SD ISLAM PLUS CAHAYA INSAN

Judul              : Menulislah Setiap Hari dan Buktikan Apa yang Terjadi

Penulis           : Wijaya Kusumah, S.Pd., M.Pd.

Penyunting Isi & Bahasa: Yuan Acitra, S.E.

Penata Letak: Kancilmas

Penyelaras    : Marcella Virginia

Pemodifikasi Desain sampul: Haris Juniarto

Tebal              : 302

Sahabat penulis, telah kita ketahui bersama ratusan penulis bahkan ribuan penulis baik didalam maupun luar negeri telah bermunculan, namun yang terbenak dalam hati saya saat ini penulis yang telah banyak mengispirasi dan memberikan motivasi secara langsung adalah salah satu rekan yang pernah melaksanakan kegiatan bersama pada seminar nasional 1 oleh kemdikbud.

Di luar dugaan masih teringat saat di hotel swissbell pernah satu lift namun saat itu hanya sepintas dan anggapan saya bukanlah penulis terkenal dan sudah mempunyai jam terbang yang luar biasa padat.

Sangat berterimakasih sekali karena om jay memberikan wadah yaitu dengan membuat pelatihan dalam group WA yatu Guru belajar menulis, tidak hanya sekedar pelatihan dan Cuma-Cuma karena dalam pelatihan ini materi yang disajikan dan forum diskusi yang ada benar benar sangat membantu kita dalam belajar menulis.

Selain itu juga tiap chapter materi selalu ada tugas yang diberikan sebagai feedback bahwasanya peserta pelatihan sudah memahami atau tidaknya. Pada materi ini om jay memberikan tugas resensi buku dari buku yang ditulis om jay sendiri.

Pada buku om jay yang berjudul “Menulislah Setiap Hari dan Buktikan Apa yang Terjadi” pada lembar-lembar awal yang menarik adalah pengalaman om jay saat memenangi lomba blogger thn 2009 dari pusat Bahasa. Ternyata hasil kemenangan tersebut tidak terjadi secara tiba-tiba. Namun berkat hasil usahanya yaitu om jay menulis setiap hari yang kemudian dituangkan kedalam blog.

Dalam buku om jay terbitan ini nampaknya di spesialkan untuk para pengajar khususnya di Indonesia terbukti dalam tulisan “

“Rabun Membaca Lumpuh Menulis.”

 

Semoga itu tak terjadi pada guru-guru kita. Bila guru malas membaca, maka akan sedikit sekali guru yang bisa menulis. Bila sedikit guru yang menulis, maka ilmu pengetahuan tak akan beragam jadinya.”

Dari paragraf tersebut Nampak jelas bahwa nasib pendidikan di Indonesia sangat ditentukan oleh peran guru, ketika guru tidak memberikan ilmunya terhadap muridnya secara variatif maka muridpun akan memperoleh ilmu yang terbatas dan tidak berkembang.

Om jay telah banyak menceritakan pengalamanya dalam menulis buku dan juga dalam memberikan solusi–solusi agar kita mudah dalam menulis buku. Kendati demikian hal tersebut di kembalikan kepada diri kita masing–masing sebanyak apapun yang kita baca dari pengalaman orang dan mendapatkan ribuan solusi dalam menulis. Tetapi jika kita belum mempunyai “KOMITMEN” alias istiqomah, maka akan sia-sia.

Oleh karena itu, Om jay memberikan trik ampuh agar kita semangat, tergerak dan komitmen dalam menulis yaitu Niatkan bahwa menulis adalah untuk “berbagi”. Selayaknya orang yang mampu berbagi adalah orang yang mampu, orang yang mampu tentu akan dicari dan dibutuhkan orang lain dan setelah itu kita akan diberi penghargaan oleh orang yang mencari atau membutuhkan kita. Jadi mari kita sama-sama niatkan menulis ini adalah untuk berbagi. Hasil dunia akan segera menjemput dan hasil di akhirat berupa pahala akan menunggu.

Demikian resensi buku yang bisa saya tulis Om Jay..

Komentar ditutup.