Resensi Buku Omjay

RESENSI BUKU OMJAY

Oleh: Raddien Amadia kelas 8G SMP Labschool Jakarta

 buku-menulis

Judul : Menulislah Setiap Hari dan Buktikan Apa yang Terjadi

Penulis : Wijaya Kusumah, S.Pd., M.Pd.

Penyunting Isi & Bahasa: Yuan Acitra, S.E.

Penata Letak: Kancilmas

Penyelaras: Marcella Virginia

Pemodifikasi Desain sampul: Haris Juniarto

Tebal : 302

Awalnya omjay tidak percaya bisa menulis setiap hari, tetapi dengan komitmen yang kuat maka lahirlah tulisan-tulisan yang tak pernah sepi dari pembaca. Dan omjay tidak pernah meng-copy paste hasil karya orang lain, ia berusaha menulis dengan gaya bahasanya sendiri.

Coba Anda bayangkan bila Anda rutin menulis setiap hari 1 lembar atau 1 halaman, maka dalam sebulan Anda sudah memiliki 30 buah tulisan. Apalagi bila Anda rutin setiap hari dalam setahun, maka tulisan Anda akan dapat menjadi sebuah buku asalkan Anda fokus dan komitmen dengan materi yang Anda tuliskan.

Karena proses alamiah tersebut, tulisan omjay banyak dibaca orang-orang melalui blog, facebook, dan twitter. Media social mempermudah tulisan yang dibuat dibaca orang banyak. Kisah nyata kita bisa langsung dituliskan di blog lalu diviralkan di media social.

Semenjak sudah mempunyai blog, omjay berusaha untuk menulis setiap hari, ia merasa jika tidak menulis sehari, maka seperti ada yang hilang. Omjay merasa ada kenikmatan ketika menulis kalimat demi kalimat ke dalam blog. Ia merasa hal yang ia ketahui harus berbagi (sharing) dengan orang lain juga.

Jika ingin menjadi penulis terkenal Anda harus dapat menghilangkan rasa malas menulis dan membaca. Jangan biarkan diri anda dipimpin oleh kemalasan. Berlatih terus menerus hingga memiliki jam terbang yang tinggi dalam menulis. Tak ada seseorang yang dapat sukses tanpa berlatih dan terus berlatih.

Slogan “Baca Buku Buka Dunia” bukanlah slogan yang hanya dibaca tetapi harus kita lakukan dengan nyata. Ketika kita membaca buku pasti kita mendapat suatu ilmu atau wawasan dari buku itu. Kitapun akan serasa keliling dunia.

Terkadang kita sering merasa mengantuk bila membaca buku. Itu terjadi karena Karena buku tidak dijadikan sebagai sarana melihat dunia yang lain. Ketika kita membaca buku, maka sering kali kita tak fokus dengan apa yang kita baca. Sering kali terjadi gangguan konsentrasi yang mengakibatkan kita tak bisa menangkap pesan yang disampaikan oleh penulis.

Buku Omjay membahas semua itu berdasarkan pengalamannya sendiri. Kisah nyata ini dituliskannya dalam sebuah blog, dan membuat penerbit indeks akhirnya mau menerbitkannya. Kata omjay, menulislah setiap hari dan buktikan apa yang terjadi.

Komentar ditutup.