Revisi Tulisanku Karena Aku Tidak Bisa Menulis

Revisi Tulisan Ku Karena Aku Tidak Bisa Menulis

Oleh Fathonah

Tugas 1 menulis artekel materi pertama

 

            Berbekal dari tugas teman-teman di grup belajar menulis gelombang 5 yang sudah saya baca, saya berpikir bahwa ternyata tulisan saya jauh dari tema, sehingga saya berusaha merevisi tulisan saya, bak kata pepatah jauh api dari panggang. Saya baca kembali tulisan yang sudah saya kirim ke email om jay dan akhirnya saya tersenyum sambil tertegun di dalam hati bahwa ternyata saya sangat tidak ingin direpotkan dengan membuat tulisan baru, sehingga saya memutuskan mengirim hasil tulisan saya sebelumnya. Saya malu sekaligus meringis sewaktu saya membaca tulisan saya, betapa saya merasa sangat ceroboh dan malas, akhirnya saya memutuskan untuk merevisi kembali tulisan saya dan mengirimnya ke om Jay.

           Menulis adalah ungkapan perasaan (bahasa lisan) yang dituangkan kedalam bahasa tulisan. Menulis merupakan tempat pembentukan jati diri yang berjiwa ilmiah, dengan menulis kita dapat menuangkan ide-ide dan gagasan-gagasan baik di bidang akademik maupun non akademik. Rasa ketertarikan saya dan rasa keiginan untuk bisa menulis inilah yang membuat saya ikut tergabung ke grup belajar menulis gelombang 5. Informasi grup belajar menulis ini saya dapatkan pada grup Inobel 2017, karena saya ikut bergabung dalam grup tersebut meskipun saya tidak pernah memberikan tanggapan, saran maupun lainnya, dan bahkan mungkin peserta grup Inobel 2017 tidak mengenal saya sama sekali dikarenakan saya bukan peserta Inobel 2017, tetapi saya pernah menjadi finalis Inobel 2015, akhirnya saya japri om Jay untuk dapat diterima sebagai peserta di grup belajar menulis gelombang 5, kemudian om Jay menyetujuinya.

            Keinginan saya yang begitu membuncah untuk bisa menulis ini dikarenakan saya tertantang dengan Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) yang baru saja saya bentuk di sekolah tempat saya bertugas, yaitu SMP Negeri 1 Peudawa Kabupaten Aceh Timur. Dimana kelompok KIR ini bertujuan untuk membentuk siswa yang beriman dan bertakwa kepada Allah SWT, cerdas, terampil, dan kreatif serta memiliki sikap, perilaku, pola pikir, dan kepribadian yang kokoh.

Dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia,  KIR tentu saja mempunyai andil yang sangat besar dalam proses pembentukan karakter calon generasi penerus bangsa. Masa muda adalah masa yang sarat dengan daya imajinasi,  masa yang sarat akan daya kreasi, dan masa yang penuh dengan semangat untuk berbuat dan mencoba hal-hal baru.

Sikap ini akan tumbuh jika dilakukan serangkaian proses kegiatan kepada siswa yang meliputi pengamatan, penilaian, serta penumbuhan rasa memiliki, dan keterlibatan siswa dalam segala aktivitas di luar sekolah. Hal inilah yang menuntut saya untuk bisa menulis, sehingga kelompok KIR yang telah saya bentuk akan dapat melahirkan tulisan-tulisan yang dapat mengembangkan kepribadian, bakat dan kemampuan siswa di berbagai bidang diluar akademik. Manfaat kegiatan KIR juga sebagai wadah  penyaluran hobi, minat, dan bakat para siswa secara positif yang dapat mengasah kemampuan, daya kreativitas, jiwa sportivitas, dan meningkatkan  rasa percaya diri. Akan lebih baik bila mampu memberikan prestasi gemilang di luar sekolah sehingga dapat mengharumkan nama sekolah.

            Materi pertemuan pertamapun dimulai tepat pada jam 19.00 WIB pada tanggal 01 Oktober 2017. Waktu itu saya tidak membuka grup WA dikarenakan saya asyik mengerjakan tugas sekolah yang tak kalah pentingnya dengan tugas 1 pada gurp belajar menulis gelombang 5.

Keesokan  harinya saya baru tersadar betapa saya harus meng-update informasi pada grup belajar menulis gelombang 5. Begitu saya buka grup WA ternyata sudah ratusan pesan yang belum saya baca. Akhirnya dengan seksama saya baca satu persatu tugas, arahan, serta bimbingan dan komentar-komentar dari om Jay maupun peserta lain. Namun, saya tidak langsung memberikan tanggapan tetapi saya masih berpikir untuk menyelesaikan tugas yang diberikan om Jay.

Dengan berbagai pertanyaan berkecamuk di kepala dan dengan berbagai pertimbangan, akhirnya saya mengirimkan tugas 1 tersebut yang ternyata tugas yang saya kirimkan jauh dari tema yang dibicarakan. Dengan keberanian hati dan tekad untuk memperbaiki sayapun menulis kembali dan berusaha memaparkan betapa besar keinginan saya untuk bisa menulis dan tulisan itu diterbitkan sebagai hadiah dari usaha saya yang begitu menggebu.

Saya belum pernah menerbitkan buku, tulisan saya hanya terpaku pada artikel, makalah, PTK dan jurnal saja, aku belum pernah mencoba membuat buku, hal inilah yang membuat ku hanya berada pada peringkat ke 4 pada pemilihan Guru Berprestasi Tingkat Provinsi Aceh pada bulan Juni lalu. Namun aku belum puas sampai disini, sehingga saya harus mengasah kemampuan saya melalui grup belajar menulis. Harapan saya dengan mengikuti langkah demi langkah tugas-tugas yang diberikan om Jay maka kemampuan menulisku semakin terasah dan harapan tulisanku kelak dapat menginspirasi pembaca. Trimakasih …

 

Komentar ditutup.