Resensi Buku Menulislah Setiap Hari dan Buktikan Apa yang Terjadi

RESENSI BUKU

MENULIS SETIAP HARI DAN BUKTIKAN APA YANG TERJADI

oleh : A’irin Nurwidyastuty

Guru IPA SMPN 1 Kraksaan

Pengarang : Wijaya Kusumah, S.Pd., M.Pd.

Penerbit :  PT Indeks, Jakarta

Cetakan : pertama, 2012

Tebal buku : 290

Harga buku : Rp. 75.000

buku-menulis

Buku ini secara garis besar bercerita tentang bagaimana menumbuhkembangkan kebiasaan menulis. Kegiatan menulis tidak terlepas dari kegiatan membaca. Tak ada penulis yang tak rajin membaca. Aktivitas membaca harus dilakukan setiap hari. Ketika kita membaca maka akan banyak memiliki pengetahuan. Membaca yang baik adalah yang dapat menyerap 100% informasi yang dibutuhkan. Banyak membaca akan memperkaya ide ketika menulis. Sumber bacaan juga harus dimasukkan kedalam artikel yang ditulis. Tulisan kita akan terus mengalir dan menginspirasi orang lain agar mampu menulis. Selain banyak membaca, menulis sebaiknya tidak dilakukan saat mengantuk, dalam keadaan terjaga menulis akan mengalir bagai air. Menulis dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja. Kebiasaan menulis diary, catatan atau pengalaman pribadi akan membantu kita dalam kegiatan menulis.

Menulis adalah sebuah proses. Menulis setiap hari akan melatih otak, mata, dan bibir agar bersinergi dengan kedua tangan dan menghasilkan tulisan yang bermutu. Kegiatan menulis sebaiknya dilakukan secara konsisten, fokus dan komitmen sehingga jika dilakukan setiap hari akan menghasilkan buku. Menulis harus dilatih terus menerus setiap hari agar kita mampu menulis. Ketika kita telah suka dan cinta menulis, maka menulis menjadi kebutuhan yang tidak dapat ditinggalkan dan kita akan mampu menulis dengan renyah. Berusahalah untuk memberikan apresiasi terhadap tulisan kita sendiri. Lebih baik tulisan kita jelek hasil karya sendiri, daripada tulisan bagus ternyata copy and paste tulisan orang lain.

Banyak di antara kita yang beranggapan menulis adalah hal yang sulit, terutama jika dihubungkan dengan ide dan rasa malas yang ada dalam diri kita. Buatlah daftar prioritas dan buat progress report dari apa yang kita kerjakan. Sang penulis juga memiliki kebiasaan menulis di blog. Sang penulis juga memberikan tips untuk selalu menulis dan memposting apa yang kita lihat, dengar dan pikirkan. Menulis apa yang kita senangi, dan menulis apa yang kita kuasai.

Setelah selesai menulis jangan langsung memposting tulisan melainkan baca dulu secara perlahan-lahan. Jangan pernah lupa untuk meminta masukan atau komentar dari teman penulis lainnya. Kita juga bisa berkomentar terhadap tulisan orang lain. Jangan pernah tersinggung dengan kritikan orang lain. Kita justru harus berterima kasih terhadap masukan orang lain. Pertahankan konten dalam blog yang kita kelola dan selalu update. Jangan sampai blog kita menjadi sampah abadi dalam dunia maya. Dalam membuat blog pembelajaran maka harus ada kemauan, kerja keras, kerja cerdas, kerja ikhlas, kerja tuntas, koneksi, komitmen, konsisten, kreatif, kredibel, kontekstual dan kolaboratif.

Melalui buku ini, sang penulis juga mengajak pembaca untuk mencari dan membaca buku serta membuat resensi buku. Meresensi buku akan membuat pengetahuan masuk ke otak kita. Buku ini memiliki bahasa yang mudah dicerna oleh pembacanya. Kelebihan yang lain adalah buku ini memiliki petikan-petikan quotes menggunakan bahasa penulis sendiri. Buku ini juga mengajak pembaca untuk menjadi pembaca untuk menjadi penulis kreatif dan tidak mengekor pada penulis lainnya. Penulis kreatif akan terus dicari dan dicari sepanjang zaman.

Kelebihan yang lain adalah buku ini memberikan referensi buku lain yang harus dibaca untuk menjadi penulis yang baik. Berbicara soal kekurangan, buku ini memiliki susunan yang kurang runtut. Bagian awal membahas blog, tengah, dibahas lagi begitu pula bagian akhir. Alangkah baiknya jika dijadikan satu kesatuan sehingga jadi lebih fokus, khawatirnya pembaca menjadi kebingungan.

Komentar ditutup.