Menulis Disela Kesibukan Pekerjaan

Tugas ke 2 grup menulis gel 5

MENULIS DISELA KESIBUKAN PEKERJAAN

Oleh : Kokom komariah

Pelajaran berakhir tepat pukul 14. 20 tadi sore. Rrencana hati setelah selesai jam kegiatan belajar mengajar aku akan selesaikan materi tugas 2 dari om jay pada grup belajar menulis gelombang 5. Namun apa daya nilai Ulangan Tengah Semester ditunggu harus masuk terakhir besok hari jumat. Jadi kutunda kembali niatku untuk menyelesaikan tugas keduaku.

Saat ini pada malam jam 11.00 baru kubuka Wastapp ternyata ada pesan jika tugas satu dan dua sudah masuk 50% maka akan dilanjutkan pada pelajaran materi tugas tiga. Segera kubuat tulisan yang ke dua untuk memenuhi tugasku agar tidak tertinggal oleh teman-teman dalam grup belajar menulis gelombang 5.

Ternyata, menulis disela- sela waktu pekerjaan yang lain aku tak bisa fokus.  Susah rasanya untuk focus, maka malam inilah aku berusaha menulis dan akan segera kukirim tugasnya lewat email wijayalabs@gmail.com.

Kulihat jam terus berdetak cepat. Waktu sudah menunjukkan pukul 11.15 WIB. Namun aku masih berada di alinea kedua. Belum bisa beranjak ke alinea berikutnya. Resah dan gelisah kurasakan. Entah bisa selesai sampai jam berapa. Jari jemariku dan mataku terus bekerja. Demi satu tujuan yaitu belajar menulis.

Bersama teman lain yang sangat antusias belajar. Berbagi waktu antara menulis dan pekerjaan sehari–hari merupakan pengorbanan yang aku rasakan tidak mudah. Hal ini karena aku sama sekali kurang berlatih dalam menulis. Komitmen untuk menggunakan waktu yang tepat juga sulit rasanya. Mungkin hal ini dirasakan oleh penulis pemula lainnya.

Pengelolaan waktu menjadi kuncinya. Berbagai pertanyaan bergeliat di pikiranku. Bagaimana cara mempergunakan waktu yang mereka miliki? Berapa waktu luang untuk sekedar menulis? Buat apa saya menulis?

Kini kutemukan rahasianya. Ternyata menulis membutuhkan konsentrasi  dan disiplin dalam menggunakan waktu. Kali ini aku belum bisa membagi waktu. Aku belum bisa memanaje waktuku. Terkadang cuma habis untuk memikirkan ide yang sulit muncul.

Jika sudah sering berlatih menulis, ide itu sebenarnya banyak bermunculan di sekitar kita. Dalam aktifitas yang kita lakukan, dan dalam keseharian kita. Oleh karena itu menulislah setiap hari dan buktikan apa yang terjadi.

Omjay benar sekali. Kini sudah aku rasakan menulis butuh waktu, tenaga pemikiran dan konsentrasi yang fokus sesuai dengan pemikiran yang akan dituangkan dalam sebuah tulisan. Mari kita gunakan waktu seefektif mungkin. Jangan banyak waktu yang terbuang. Teruslah menulislah setiap hari. Tanpa disadari jika kita konsisten dengan waktu dan kisah menarik kita tulis setiap hari walaupun sedikit lama-lama menjadi bukit.

Jika kita bersahabat dengan waktu, Insya Allah tulisan kita akan terwujud. Oleh karena menulis membutuhkan proses. Dalam membuat buku yang baik adalah yang melalui proses dan tidak tercipta begitu saja. Nah inilah tulisanku disela-sela waktu pekerjaan yang berjibun.

Bandung, 5 oktober 2017

Jam 11.30 WIB

Komentar ditutup.