Tugas 4. Resensi Buku Omjay

TUGAS 4 KELAS WA GURU MENULIS BERSAMA OM JAY

RESENSI BUKU MENULISLAH SETIAP HARI DAN BUKTIKAN APA YANG TERJADI

A.n. KHOIRIAH, GURU SMP NEGERI 16 BANDAR LAMPUNG, LAMPUNG

 

 Menulis adalah kemahiran berbahasa yang keempat. Hal yang pertama adalah mendengar, kedua adalah berbicara, ketiga adalah membaca dan yang keempat sekali lagi adalah menulis. Ungkapan ini dengan indah tertulis pada sekapur sirih buku “Menulislah Setiap Hari dan Buktikan Apa yang Terjadi” buah karya Bapak Wijaya Kusumah, M.Pd.

Penyunting isi dan bahasa dari buku berkualitas ini adalah Yuan Acitra, S.E., penata letak adalah kancilmas, penyelaras buku Marcella Virginia dan pemodifikasi desain sampul adalah Haris Juniarto. Buku tersebut diterbitkan oleh indeks penerbit dengan nomor ISBN (10) 979-062-339-9 dan (13) 978-979-062-339-9.

Buku “Menulislah Setiap Hari dan Buktikan Apa yang Terjadi” termasuk ke dalam buku inspiratif. Dalam buku tersebut penulis mencoba mengugah minat menulis bagi pembacanya dengan deretan kesuksesan sebagai implikasi dari kegiatan menulis.

Menulis harus menjadi kebiasaan setiap hari, asal memiliki komitmen dan minat yang tinggi. Karena sejatinya tak ada penulis terkenal yang langsung dikenal dengan hanya satu atau dua kali menulis. Namun harus melalui hal yang dinamakan proses menulis.

Bagian kedua dari buku spektakuler ini mengajak pembaca untuk lebih memaknai dan melakukan prinsip the power of book. Penulis bahkan menegaskan meskipun sudah ada internet, kegiatan membaca harus tetap menjadi rutinitas keseharian, karena tidak semua buku ada di dalam digital book.

Melalui membaca sebenarnya dapat melihat isi dunia, memiliki banyak wawasan kelilmuan. Penulis mengistilahkan dalam buku ini bahwa dengan lahap membaca maka menjadi gemuk menulis.

Ketika menulis semakin renyah, ada semacam semangat yang bergelayut hendak menyelesaikan tulisan. Tapi tentunya semua mesti dilalui dengan deep reading, yaitu suatu proses membaca yang mendalam. Penulis harus pula memasukkan beberapa sumber artikel-artikel pendukung ke dalam tulisannya sehingga makin menambah kreativitas dan kualitas tulisan.

Kegiatan menulis harus dilakukan setiap hari, serta harus memiliki konsistensi dan komitmen yang tinggi. Bahkan ketika kita mengalami kelapaan dalam menulis, maka sebaiknya dihari berikutnya menulis double sebagai pengganti kealpaan di hari sebelumnya. Adalah suatu kebanggaan bagi penulis bila bisa bertemu secara offline dengan pembaca setianya.

Agenda menulis harus dilakukan tanpa beban, sehingga mampu menulis apa yang dilihat dan apa yang didengar. Misalnya melalui banyak membaca atau melihat di lingkungan sekitar.

Ada beberapa tip yang bisa dilakukan dalam menulis sebagai seorang blogger seperti (1) menulislah apa saja yang ada di depan mata, (2) tentukan tujuan menulis, (3) siapa yang menjadi subjek pembaca tulisan, (4) sisipkan pesan yang ingin disampaikan melalui tulisan,(5) biasakan menyelsaikan tulisan, (6) tidak perlu langsung mem-posting, maka lebih baik simpanlah dulu, (7) buka kembali tulisan dan bacalah secara perlahan, (8) tambahkan beberapa kalimat penyampai pesan, (9) simpan kembali tulisan dan jangan dulu di publish, (10) baca kembali tulisan jika benar-benar sudah yakin maka barulah mem-posting atau publish.

Dalam buku ini, om jay juga mengajak melakukan creative writing, yaitu melalui sering membaca tulisan orang lain sehingga kita ingin menuliskan hal yang berbeda. Artinya melalui cretaive writing ide tulisan dapat meluncur sehingga menarik minat orang lain  dalam membaca. Cara menulis kreatif adalah dengan menulis dari alam pikiran sendiri dan tidak mengekor dari orang lain. Karena gaya menulis yang khas akan menjadi populer dan akan menjadi gaya menulis anda yang disukai oleh pembaca.

Omjay mengingatkan agar agenda menulis tidak dijadikan suatu beban, karena bisa menghambat kreativitas menulis. Biasakan menulis dengan mengalirkan hal-hal yang ada dalam alam pikiran, sehingga lama kelamaan menjadi lancar menulis dan menjadi suatu kesenangan.

Agenda menulis merupakan proses yang bisa dilatihkan asalkan memiliki kesungguhan. Menulis bisa dimulai dari hal yang dipikirkan dan segera dituangkan dalam tulisan. Menulis merupakan menyampaikan pesan informasi sehingga jangan dijadikan suatu beban.

Buku ini sarat dengan pesan-pesan inspiratif, terlebih lagi pada spot tulisan terakhir dimana penulis mendapatkan ipad pertamanya dari royalti penjualan buku penelitian tindakan kelas. Sebagai penutup kalimat di dalam buku ini, terukir motto beliau  “menulislah setiap hari”.

Wallahuaqlambisahwab.

Komentar ditutup.