Memahami Dasar-Dasar Menulis 3 Alinea

MEMAHAMI DASAR-DASAR MENULIS 3 ALINEA

Oleh: Siti Rusmiyatun

SMPN 4 Blambangan Umpu

Awali menulis dengan hati, setelah itu perbaiki tulisan dengan pikiran. Karena kegiatan menulis adalah pekerjaan pikiran. Pikiran kita dituntut untuk lebih terbuka terhadap wacana. Kunci pertama menulis  bukan pikiran namun mengungkapkan apa yang dirasakan. Itu merupakan dasar pertama untuk menuangkan tulisan. Pada dasarnya semua orang bisa menulis.

Menulis merupakan kegiatan menuangkan ide, gagasan, pikiran, perasaan dalam bahasa tulis untuk dapat dikomunikasikan pada orang lain. Tergantung mau belajar dan berlatih atau tidak. Kalau kita sering berlatih menulis, maka kebiasaan menulis akan menjadi budaya kita. Pesan Om Jay pada pertemuan berikutnya.

Setelah tugas pertama terselesaikan,  kembali ramai untuk minta tugas kedua. Padahal kuliah kedua juga belum, sudah minta tugas. Kuliah pada pertemuan kedua yang disampaikan Om Jay, dimulai Rabu tanggal 4 Oktober 2017 pukul 19.08 WIB. Sebenarnya tidak diperlukan ketrampilan khusus dalam menulis karena pada dasarnya menulis itu mudah. Dengan berlatih tiap hari dan pada setiap kesempatan, saya yakin kita akan mahir dalam menulis.

Para peserta langsung berlomba-lomba membuat tulisan 3 alinea, termasuk saya. “Cuat cuit cuat cuit bunyi wa tidak henti-hentinya”….itu pertanda para peserta saling mengirimlkan hasil tulisannya. Disela-sela pengiriman tulisan tersebut ada beberapa pertanyaan dari peserta. “Om Jay, kenapa setiap kita membuat kalimat dan kita hubungakan antar kalimat yang lain tidak menyatu??”…Komunikasi yang  kurang efektif, dikarenakan kita kurang banyak membaca. Jadi harus dilatih terus menerus agar antar kalimat dan paragraf saling terkait. Itulah yang menjadi kelemahan dan kesulitan kita pada tugas pertama. Untuk itu kita harus berusaha agar pada pertemuan kedua ini tugas kita menjadi lebih baik. Nah… sekarang mulailah menulis dari 3 alinea yaitu alinea pembuka, isi dan penutup. Tugas itulah yang diberikan Om Jay untuk mengasah ketrampilan kita dalam menulis.

Pada dasarnya dalam menulis itu harus mengetahui tips-tips yang tepat dalam menghasilkan tulisan yang berkualitas. Berikut adalah tips yang harus kita pelajari dan kita laksanakan dalam menulis 3 alinea.

  1. Alinea pembuka.

Alinea pembuka merupakan bagian dari sebuah wacana yang paling pertama kita temui. Oleh karena itu sebaiknya alinea pembuka dibuat semenarik mungkin, agar memunculkan rasa ingin tahu kepada pembaca. Alinea pembuka adalah alinea yang membuat pembaca mengambil keputusan untuk melanjutkan alinea berikutnya. Kata sapaan sering digunakan dalam alinea pembuka.

Dalam alinea pembuka ibaratnya mirip dengan etalase yang ada di toko-toko. Memajang produk dengan tatanan yang cantik, sehingga calon pembeli langsung terpikat dan berminat untuk membelinya. Demikian pula dalam aline pertama, kecantikan pembentukan alinea akan memiliki daya pikat terhadap pembaca untuk melanjutkan tulisan yang kita sampaikan.

Jadi, rumusan alinea pembuka yang baik akan menjadi pedoman untuk pengembangan tulisan menuju tingkat selanjutnya. Kunci untuk membuat alinea yang memikat adalah empat kalimat awal. Empat kalimat awal itulah yang dirasakan pembaca, mau lanjut atau berhenti sampai disitu. Ibarat makan bakso rasa yang pertama menjadi penentu untuk melanjutkannya, menghabiskannya atau menyisakannya.

  1. Alinea Isi

Alinea isi merupakan ide pokok beserta pengembangannya dalam sebuah tulisan. Disinilah tugas dari alinea isi, yaitu menjelaskan dengan cara menguraikan bagian-bagian ide pokok tersebut. Dalam menjelaskan, kalimat harus disusun dengan berurutan dan sesuai dengan asas-asas penalaran. Sehingga dalam alinea isi tersebut tulisan yang mau disampaikan sangatlah jelas. Menggunakan kalimat yang efektif, yang mampu memberi daya tarik bagi pembaca.

  1. Alinea penutup

Alinea penutup merupakan alinea-alinea yang menutup suatu tulisan. Alinea penutup mengandung kesimpulan yang benar-benar mengakhiri tulisan. Alinea ini merupakan kebulatan dari masalah-masalah yang dikemukakan pada bagian tulisan. Karena bertugas mengakhiri tulisan, maka alinea penutup yang baik adalah yang tidak terlalu panjang, tetapi juga tidak terlalu pendek. Alinea penutup harus menimbulkan kesan tersendiri. Selain itu alinea penutup harus mengandung kesimpulan yang benar-benar mengakhiri tulisan tersebut.

Demikianlah gambaran tugas yang diberikan Om Jay pada perkuliahan yang kedua. Berbagai tanggapan positif yang diberikan oleh Om Jay membuat  semangat kepada peserta untuk melanjutkan kegiatan menulis. Tulisan yang diposting para peserta terkaitan tulisan 3 alinea adalah pengalaman hidup sehari-hari yang pernah kita lakukan. Pengalaman hidup di sekolah tempat bekerja, pengalaman hidup saat berwisata bersama keluarga dan teman-teman, kuliner.

Kesimpulan yang dapat diambil dari kuliah kedua Om Jay dengan menulis 3 alinea adalah semakin kita menguasai dasar-dasar menulis 3 alinea semakin mudah kita untuk menuangkan ide ke dalam tulisan. Kita menulis seakan-akan berbicara dengan orang lain. Itulah yang harus kita pahami dan kita kuasai sebagai penulis pemula, mengenal dasar-dasar menulis 3 alinea. Selamat mencoba dan selalu berlatih, menulis 3 alinea. Sekian.

Blambangan Umpu, 8 Oktober 2017

Jam 17.22 WIB

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s