Resensi Buku Omjay

Nama : Kinanti Anindya Primastika

Kelas : 7C – 19

Resensi Buku Omjay

 

  • Ketika menulis menjadi beban

Menulis merupakan bagian terpenting dari keterampilan berbahasa. Menulis akan menjadi beban jika tidak mempunyai 3 kemampuan, yaitu kemampuan mendengarkan, berbicara, dan membaca. Kita dapat menulis dari yang kita dengar atau dari pengalaman hidup sehari-hari. Namun, banyak orang yang menjadikan menulis sebuah beban karena ketidaksiapan diri dalam menggabungkan apa yang dipikiran dan tindakan. Mereka bisa berbicara secara lisan, tetapi tidak semua orang bisa bicara melalui tulisan. Solusi terbaik agar menulis tak menjadi beban adalah lakukan menulis setiap hari. Mulanya memang terasa susah, tetapi jika sudah terbiasa akan terasa sangat mudah. Dengan menulis setiap hari, kita akan semakin berkembang dan juga kita membutuhkan mendengar, berbicara, dan membaca. Dengan begitu kita pun menjadi penulis yang selalu menulis tanpa beban.

  • Membangkitkan semangat menulis

Jangan menulis sesuatu yang mengakibatkan orang lain menjadi susah atau sakit hati, tulislah sesuatu yang mudah dimengerti oleh orang lain. Melalui tulisan tersebut berikanlah sesuatu yang bisa dilaksanakan dan menggebirakan, berilah pesan moral yang baik dan mulia agar bermanfaat. Melalui kegiatan menulis keuntungan yang terbanyak akan diperoleh penulis itu sendiri. Kita harus semangat menulis setiap hari dan membangkitkan semangat menulis. Caranya jangan mengenal kata lelah dan pasrah saat menulis, juga kita harus berusaha keras melawan kemalasan diri agar memberikan penambahan wawasan kepada orang lain.

  • Menulis itu gampang!

Menulis akan terasa mudah atau gampang bila kita rajin latihan, banyak membaca, dan memiliki kepekaan tertentu. Biasakanlah untuk menulis seperti saat kita sedang ngobrol . Juga kita harus menulis terus menerus dari lubuk hati yang terdalam dan melawan rasa takut dan malas. Buatlah buku dan internet menjadi sahabat informasi kita.Jika kita sudah terbiasa menulis, maka saat kita menulis kita akan merasa bahwa menulis itu gampang. Oleh karena itu, ayo kita mulai menulis dari sekarang!

 

Iklan

4 responses to “Resensi Buku Omjay

  1. RESUME BUKU OMJAY
    Nama : Raisa Fadilla
    Kelas : 7F
    Absen : 26
    Artikel : Cara Mudah Menulis Buku ( new version ) , Saya Benci Membaca Tulisan Saya Sendiri dan Dari Mana Mulai Menulis ?
    Setelah saya membaca artikel Cara Mudah Menulis Buku ( new version ) , Saya Benci Membaca Tulisan Saya Sendiri dan Dari Mana Mulai Menulis ? , saya merasa artikel tersebut sangat memotivasi saya sehingga saya semangat untuk menulis cerita . Memang biasanya saat saya menulis cerita saya merasa kesulitan dan ketika dibaca merasa sangat tidak puas atau benci .
    Tips – tips dalam artikel Cara Mudah Menulis Buku ( new version ) sangat membantu saya dalam menulis . Seperti , melakukan kegiatan tulis menulis setiap hari dan memiliki komitmen tinggi untuk melakukan kegiatan tulis menulis . Dan intinya , kita tidak boleh menyerah dalam tulis menulis cerita dan mintalah kritik , saran atau pendapat dari orang – orang.
    “ Berusahalah untuk tak membenci tulisan kita sendiri . Berusahalah untuk memberikan apresiasi terhadap tulisan kita sendiri . Lebih baik tulisan kita jelek hasil karya sendiri , daripada tulisan bagus ternyata copy and paste tulisan orang lain . ” , itulah beberapa kalimat – kalimat yang sangat memotivasi saya dalam kegiatan tulis menulis dari artikel Saya Benci Membaca Tulisan Saya Sendiri . Dan Inti dari artikel ini , ubahlah paradigma Anda untuk segera menyayangi dan menyukai tulisan Anda sendiri dan ubahlah perasaan benci menjadi benar – benar cinta .
    “Dari apa yang ada di pikiran lalu segera tuangkan dalam bentuk tulisan. “ , itulah jawaban dari artikel Dari Mana Mulai Menulis ? . Semakin kita sering menulis , maka kita semakin lancar menulis .
    Jadi , rajin – rajinlah menulis cerita dan janganlah menyerah dalam melakukannya . Karena artikel ini , saya menjadi sangat termotivasi dan semangat dalam menulis cerita .
    Terima Kasih Omjay .

  2. Jangan paksakan menulis bila sudah mengantuk
    Jangan paksakan menulis bila sudah mengantuk karena, Mengantuk itu fitrah dan biasanya jika orang sudah mulai mengantuk dia tidak fokus dan tak tahu tujuan. Ketika mengantuk mata dan kuping anda sudah lelah dan ingin tidur jadi apapun yang dilihat maupun didengarkan pun tidak masuk ke otak, itu mengapa janganlah paksakan menulis bila sudah mengantuk
    Beberapa tips jika anda sudah ngantuk
    Pertama, menulislah jika anda sedang semangat atau lagi “Mood” jadi semua ide anda masuk ke otak dan mengalir seperti sungai
    Kedua, membaca banyak buku. Tetapi seprti kaya menulis bacalah buku sangat anda ingin membaca buku, jangan paksakan membaca buku bila mengantuk karena saat anda menantuk apapun yang anda baca akan hilang
    Ketiga, tulislah apapun yang dirasakan atau apapun yang ada di otak karna mungkin saja dengan menulis apa yang dirasakan atau yang ada di otak bisa dirubah menjadi sebuah buku atau karya sastra
    Jika anda ingin menulis tetapi tak punya waktu, lakukan menulis sedikit demi sedikit sebelum tidur tetapi, saat sudah ngantuk tidurlah karena tidur menghasilkan energi yang dibutuhkan
    Copy paste, Nikmat euy
    Paling enak memang copy paste gak mikir, gak perlu baca, gak perlu cari informasi tinggal pencet – pencet tombol beberapa saat kemudian langsung selesai. Kalau 100% Copy paste sangat gampang, Itu mengapa gantilah beberapa kata – kata atau bahasa untuk membuatnya lebih khas.
    Memang Copy paste gampang tetapi, Anda tidak mendapat pembelajaran atau ilmu baru yang diperoleh. Itu mengapa kita harus meninggalkan copy paste. Selain itu, jika kita menulis sendiri kita dapat ilmu dan merasa enak
    Menulis itu gampang
    Apakah menulis gampang ? iya !!!! jika, anda terus erlatih, membaca, serta memiliki kepekaan – kepekaan yang dikumpulkan dan diasah tajam ketika membaca. Menulis itu datang dari hati jadi menulis itu dapat dilakukan siapa saja
    Selain itu, Hal yang akan membantu saat menulis adalah kreativitas dan jika, anda punya kreativitas luas itu akan lebih gampang untuk menulis tetapi, jika anda mempunyai kreativitas yang sedikit anda akan lebih susah menulis

  3. Rangkuman buku “Menulislah Setiap Hari dan Buktikan Apa yang Terjadi”
    Nama: Hisyam Musyaffa
    Kelas: 7C
    “Menulislah Setiap Hari dan Buktikan Apa yang terjadi”
    Saat saya memiliki blog di internet saya menjadi komitmen untuk menulis setiap hari, Karena jika tidak menulis sehari saja terasa seperti ada yang hilang dari diri saya. Saya merasa kenikmatan jika menulis di blog saya. Saya merasa seperti produsen informasi yang berbagi melalui tulisan di blog saya.
    Biasanya saya membaca buku sebelum menulis. Menulis dan membaca adalah hal yang tidak bisa dipisahkan. Tidak ada penulis yang tidak rajin membaca. Ketika ingin menulis. Salurkan ide dari otak tanpa mengedit. Jangan takut, menulis melatih otak, mulut, mata agar menyatu dengan kedua tangan. Jika semua indra sudah menyatu tulisan-nya akan bermutu. Tulislah hal yang anda mengerti dan kuasai. Jika tulisan anda ingin menarik harus diedit terlebih dahulu.
    Ayo menulis setiap hari dengan hati. Lalu biasakan menulis sebelum tidur. Lalu buktikan apa yang terjadi.
    “The Power of Book: Baca Buku Buka Dunia”
    Buku tidak hanya dibaca, tetapi dicontohkan di dalam dunia nyata. Setiap kita membaca buku kita mendapat ilmu baru. Tetapi banyak dari kita tidak rajin membaca sehingga kita tidak bisa membuka pintu dunia.
    Meskipun sekarang ada internet, kebiasaan membaca jangan ditinggal. Karena tidak semua buku ada dijital book-nya, dan masih banyak bagian nusantara yang tidak mempunyai internet.
    Mengapa kita mengantuk saat membaca buku? Karena buku tidak dijadikan sebagai sarana melihat dunia yang lain. Ketika kita membaca buku kita sering tidak fokus sehingga kita tidak konsentrasi mengakibatkan kita tidak bisa menangkap pesan yang disampaikan oleh penulis.
    “Baca Buku Buka Dunia.” Membuat saya merasa bangga karena dapat melihat dunia. Dengan banyak membaca akan banyak pengetahuan yang kita dapatkan. Kita seakan berkeliling dunia dan menjadi pintar karena lahap membaca. Lahap membaca akan membuat Anda menjadi gemuk menulis. Anda pun akan menjadi penulis hebat bila Anda mampu menuangkannya dalam gaya menulis Anda sendiri.
    Menurut Tony Buzan, penemu teknik Mind Map, membaca adalah menyerap 100% informasi yang dibutuhkan, dan bukan membaca 100% seluruh informasi yang disampaikan oleh para penulis buku.
    “Menulis Kreatif dan Menarik, Bagaimana Caranya?”
    Seorang mahasiswa bertanya kepada saya bagaimana caranya menulis kreatif dan menarik? Dan bagaimana pula agar tulisan kita dibaca oleh orang lain? Cukup bagus juga pertanyaannya dan membuat saya berpikir cepat untuk menjawabnya dengan baik.
    Menulis kreatif dihasilkan dari menulis santai. Menulis dari hatinya dan bekerja keras agar apa yang dituliskan bermanfaat untuk pembaca. Pembaca pun merasakan tulisannya komunikatif dan efektif. Menulis kreatif menjadi menarik jika dituliskan dengan bahasa yang tidak berbelit-belit.
    Menulis kreatif dan menarik bisa dilakukan semua orang jika pantang menyerah dan terus berusaha. Setiap manusia mempunyai potensi, karena itu gunakanlah potensi itu untuk menulis apa yang disukai dan dikuasai.
    Menulis kreatif dan menulis efektif sangat berbeda. Menulis kreatif dihasilkan dari sesuatu yang baru. Menulis efektif adalah menulis secara singkat, padat, jelas, dan tidak panjang lebar. Bila kedua hal tersebut digabung akan menjadi tulisan yang bagus dan menarik.
    Cara menulis kreatif dan menarik adalah menulis dari hati, jangan mencontek atau mengambil tulisan orang lain. Orang kreatif akan berusaha semampunya agar menciptakan tulisan-tulisan yang memikat.

  4. Resume Buku Omjay
    Nama : Sheraza Rakhshandy Harri
    Kelas : 7C

    Dari mana mulai menulis?
    Seorang kawan bertanya kepada saya : “Assalamu’alaikum, Omjay, Mau Tanya? Saya mempunyai masalah dalam menulis pengalaman saya, bias ga Omjay memberi tips atau langkah – langka dalam menulis pengalaman saya? Terima kasih.”

    Sesuatu yang sulit bagi seorang dalam menulis untuk pertama kalinya adalah memulainya. Biasanya mereka perlu berpikir yang lama, dan pada akhirnya dia melamun di depan komputernya. Teralu lama berpikir, tanpa melakukan tindakan

    Dalam menulis ada tiga bagian utama pendahuluan, pembahasan penutup. Tapi itu teori, pratiknya langsung saja tulis apa yang ada di kepala, keluarkan semua yang ada di pikiran. Setelah selesai, baca ulang apa yang anda buat lalu edit.

    Menulis tidak harus dari apa yang kita pertama lakukan, bias jadi apa yang kita lakukan paling akhir kita lakukan terlebih dahulu. Tergantung dari mana kita mau memulainnya. Untuk alur cerita tulis saja apa yang Anda sudah lakukan hari itu.

    Kita mudah menulis saja pengalaman kita. Tak perlu begini dan begitu, tuliskan saja. Lama-lama Anda akan merasakan sendiri jari-jari Anda akan lincah mengeluarkan kata-kata indah.

    Tips yang paling mudah adalah menulis seperti menulis dalam buku ctatan harian ata diary. Dengan menulis dalam diary, Anda pun lama-lama akan terbiasa meulis kegiatan sehari-hari. Tentu Anda tidak ragu menulis pengalaman Anda karena hanya Andayang membacanya, kecuali jika Anda membolehkan orang lain membacanya

    Dalam menulis pengalaman di blog tentu beda. Kita harus berpikir dulu sebelum memposting, sehingga perlu latihan terus menerus agar terbiasa. Semakin sering menulis, kita akan semakin lancar menulis. Tulis saja apa yang ada di kepala lalu, gerakkan jari-jari ada dengan cepat di keyboard.

    Dari mana ide menulis?
    Seorang kawan bertanya kepada saya, ”Dari mana ide menulis?” Lalu saya jawab, “Dari diri sendiri.” Sebab ide menulis muncul dari diri sendiri. Ketika ingin menulis, segera menulis. Adapun faktor dari luar diri itu merupakan dukungan agar kita semangat dalam menulis. Intinya ide menulis bis mulai dari diri sendiri. Hal itulah yang saya sampaikan kepada kawan saya.

    Dengan menulis dari diri kita sendiri, maka kita mengenal siapa diri kita. Ada sebuah renungan yang dalam, dan akhirnya kita mampu menertawakan diri sendiri setelah banyak bercemin pada tulisan kita. Sebab semakin banyak menulis, orang akan menjadi semakin bijaksana.

    Kalau dianggap menulis itu seperti bercemin diri, maka ide menulis akan dengan sendirinya mengalir dari potensi yang ada di dalam kita. Tidak ada orang yang tidak bis menulis. Semua orang bisa menulis, hanya saja masalahnya kita sering tak segera menuliskannya karena ada rasa ketakutan dari dalam kita sendiri.

    Kalaulah ada pembaca yang menganggap tulisan yang kita tulis sampah, maka jangan marah. Sebab itu membuat kita bijaksana. Jadikan sampah yang membawa berkah. Jadikan hobi menulis menjadi diri kita kreatif.

    Hal terpenting Anda sudah memulainya, lalu membahas secara dalam, dan pada akhirnya ada kata penutup yang membuat pembaca mengerti pesan yang Anda sampaikan. Sebab sebernarnya menulis adalah menyampaikan pesan.

    Seorang penulis yang baik adalah pembaca yang baik pula. Dari membaca Anda pun akan banyak mendapatkan ide menulis. Contoh yang paling mudah adalah meberi tanggapan posting-an orang lain. Itulah salah satu keunggulan media blog di internet

    Akhirnya dari man aide menulis? Ide menulis ada di sekitar kita. Tinggal kita pandai saja mengolahnya menjadi tulisan yang bernyawa. Baik cerita atau berita. Baik tulisan fiksi atau nonfiksi. Ketika kita mampu memberikan pesan kepada pembaca, maka kita sudah menjadi menulis.

    Membaca harus menjadi gaya hidup yang terpadu untuk semua warga di dunia. Dengan membaca ada pengetahuan baru yang didapat. Pengetahuan adalah kekuatan, tapi hanya akan menjadi kuat jika kita menerapkannya.

    Menulis Buku Harian atau Pengalaman Pribadi

    Dalam buku Bahasa Indonesia Kelas VII SMP. Idda Ayu Kusrini, M.Pd. yang saya baca ketika sedang piket di sekolah, ada tulisan di halaman 68 yang menarik. Judulnya. Menulis Buku Harian atau Pengalaman Pribadi.

    Dalam buku itu ditulis manfaat dari kebiasaan menulis dalam buku harian. Pertama, semua yang kita pikirkan dapat tersimpan dengan baik dan teratur. Kedua, acara atau jadwal yang kita lakukan dapat terjadwal dengan baik. Ketiga, sumber inspirasi bila ide sudah kita tampung dalam buku harian. Bila suatu hari kita kehabisan, kita bisa menggunakan kembali ide yang sudah ada. Keempat, tempat curhat yang baik untuk meringankan pikiran atau perasaan. Kelima, tempat menuangkan segala renungan.

    Seharusnya, bila para perserta didik mempraktikkan apa yang ada dalam buku Bahasa Indonesia itu dengan baik, tentu di neger I ini ada banyak penulis. Sayanganya, menulis di buku harian belum menjadi budaya para pelajar, termasuk kita sebagai orang dewasa. Banyak guru, terutama guru Bahasa Indonesia sendiri yang tidak menulis buku harian. Sehingga wajar saja kalu anak-anak sekolahan kita malas menulis, sebab tidak ada keteladanaan dari guru.

    Menulis buku harian hanya diajarkan sebagai teori dan tidak dipraktikkan. Hal ini juga pernah saya tanyakan kepada anak saya Intan. Stiap kali saya tanyakan kenapa tidak suka menulis dalam buku harian, jawabannya singkat. Gurunya malas, apalagi muridnya. Anak saya lebih suka main di Facebook dan chatting dengan teman-temannya.

    Melihat hal seperti itu saya sbagai orang tu tidak tinggal diam. Saya selalu mengarahkan anak saya untuk rajin menulis dan bahkan sudah sering membaca tulisan Ayahnya di Kompasiana dan maupun Facebook. Tentu ini kemajuan sebagai orang tua.

    Akhirnya menulis buku harian pada saat ini mulai saja dengan blog pribadi. Pasti akan ada orang lain yang membacanya, dan dan kita pun akhirnya saling terkoneksi.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s