Titik Balik Kehidupan Manusia

TULISAN 3 ALINEA ITU BERJUDUL:

“TITIK BALIK KEHIDUPAN MANUSIA”

 

SUSIANI SETYANINGSIH, M.Pd

 (GURU SMP AL HIKMAH SURABAYA)

Setiap orang memiliki kemampuan yang berbeda-beda dalam menuangkan ide-idenya dalam menulis. Berdasarkan hasil observasi dan pengalaman penulis, maka kemampuan tersebut sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor. Faktor yang dimaksud meliputi pengalaman hidup, lingkungan yang membentuknya, dan buku-buku bacaan yang menjadi sumber inspirasinya.

Pertama, faktor pengalaman hidup. Pengalaman hidup ini sangat ditentukan oleh kemampuan dan kesempatan seseorang yang memiliki peran yang variatif di lingkungan masyarakat. Sebagai contoh, seseorang bisa memiliki peran di tempat bekerja dan di sisi yang berbeda, orang tersebut juga dapat memiliki peran sebagai pengurus di bidang sosial atau yang lain.

Kedua, faktor lingkungan. Faktor ini sangat dipengaruhi oleh kebiasaan yang dilakukan oleh seseorang dimana ia dapat mengaktualisasikan dirinya pada suatu komunitas atau untuk berkembang. Ada komunitas yang lebih condong untuk melakukan aktivitas yang bersifat sosial, misalnya penggalangan dana untuk kasus rohingya di Myanmar, atau penyaluran dana untuk membantu korban bencana alam gunung agung di Bali. Komunitas yang berbeda juga dapat memiliki kebiasaan yang berbeda, misalnya mengikuti kajian-kajian keagamaan untuk mengisi waktu senggang mereka. Dan pada komunitas yang lain, ada pula yang memiliki kebiasaan untuk menuangkan ide-idenya untuk selalu berkarya, baik dalam bentuk tulisan atau penulisa dan dalam bentuk lisan atau sebagai narasumber pada agenda talkshow.

Ketiga, buku-buku bacaan. Pada konteks ini, buku sangat memiliki peran dalam mempengaruhi pembaca. Pengaruh bisa diwujudkan dalam bentuk pemikiran, membentuk kebiasaan pembaca, atau bahkan menginspirasi pada bidang yang sama atau bidang yang menjadi objek penulisan buku.

Wijaya Kusumah atau yang biasa dipanggil dengan Om Jay mengungkapkan bahwa untuk menjadi penulis yang handal, maka berlatihlah menulis setiap hari. Latihan menulis dapat dilakukan dengan menggunakan pendekatan 3 alinea. Pendekatan yang dimaksud yaitu menulis dengan membuat alinea pembuka, alinea isi, dan alinea penutup.

Pertama, pada alinea pembuka, penulis dapat menyajikan pemaparan tentang ide tulisan yang akan disampaikan oleh penulis atau pada konteks tertentu bisa berupa sapaan kepada pembaca atau bisa juga konteks kajian yang akan dibahas. Kedua, pada alinea isi, penulis dapat menyajikan deskripsi tentang penjelasan detail bahasan. Terakhir, pada alinea penutup, penulis dapat menyuguhkan kesimpulan tulisan.

Adapun contoh tulisan 3 alinea yang ditugaskan oleh Om Jay dapat dideskripsikan penulis berikut ini. Tulisan itu berjudul “Titik Balik Kehidupan Manusia”

Allah SWT menciptakan manusia dengan tujuan untuk beribadah kepadaNya. Dengan dasar tujuan inilah, maka manusia diharuskan untuk selalu belajar. Belajar untuk mempelajari ayat-ayat Allah SWT yang terbentang di jagat raya ini.

Sesuai dengan ayat pertama yang diturunkan oleh Allah SWT yaitu “iqro” yang berarti bacalah, maka menjadi sebuah keniscayaan bahwa kita wajib membaca untuk meneruskan kekhalifahan di muka bumi. Dengan diimbangi niat untuk memperbaiki diri maka membaca akan menjadi sebuah kebutuhan. Wijaya mengungkapkan bahwa membacalah 70.000 kata perhari dan tuangkanlah ilmu hasil bacaanmu menjadi tulisan yang menginspirasi karena sejatinya manusia mempunyai kemampuan untuk menulis dengan melakukan latihan latihan setiap hari.

Dengan aktivitas membaca dan menulis yang kita lakukan setiap hari, maka diharapkan kita semakin memahami makna dibalik penciptaan segala sesuatu yang ada di jagat raya ini. Dan menjadikan kita sebagai insan yang semakin bertakwa yang mampu mengantarkan kita kembali kepada Sang Rab dengan sebaik-baik iman. Amin.

Contoh tulisan 3 alinea tersebut, mendeskripsikan tentang hakekat manusia menjalankan kehidupan manusia di permukaan bumi. Tulisan ini sangat dipengaruhi buku-buku yang sering dibaca oleh penulis. Tulisan yang bernuansa motivasi atau evaluasi diri menjadi karakteristik buku-buku yang disenangi penulis untuk dibaca.

Salah satu buku motivasi terakhir yang telah dibaca oleh penulis yaitu buku karya “Masaru Emoto”. Buku ini merupakan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh Masaru yang membahas tentang pengaruh kata-kata positif terhadap terbentuknya pola yang sangat indah seperti kristal. Pada kondisi yang berbeda ketika air-air tersebut diberi stimulus negatif maka reaksi yang dihasilkan juga berbeda yaitu  pola tidak beraturan. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Masaru ini sangat menginspirasi bagaimana orang tua mendidik anak-anaknya agar mereka tumbuh dan berkembang secara optimal.

Pada buku ini, juga dibahas lebih lanjut tentang pengaruh kata-kata negatif yang disampaikan kepada seorang anak juga memberikan reaksi tidak bagus pada anak tersebut. Stimulus negatif yang dilakukan secara berulang-ulang kepada anak akan memberikan efek yang tidak baik juga. Anak menjadi kurang percaya diri, pemarah, pemurung dan sifat yang tidak bagus lainnya. Hal ini didasarkan pada prosentase terbesar unsur yang ada pada tubuh manusia yaitu air. Dengan demikian dapat diambil kesimpulan bahwa penelitian ini juga berlaku untuk manusia. Wallahu a’lam.

Komentar ditutup.