Upaya Guru Menulis dan Menerbitkan Buku

Upaya  Guru Menulis dan Menerbitkan Buku

Oleh Deep Yuda

Pekerjaan menulis bagi guru professional sebetulnya sudah biasa, karena setiap mempersiapkan kegiatan belajar mengajar di kelas dia harus menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran. Namun masih banyak guru yang merasa kesulitan apabila ingin menulis sebuah buku, hal ini diantaranya disebabkan rasa kurang percaya diri, kurang membaca dan kurang usaha menggali wawasan dari guru lain yang sudah memulai memberanikan diri untuk mencoba menulis buku.

Mengingat guru adalah sosok yang seharusnya menjadi panutan yang akan diikuti segala jejak dan langkahnya oleh peserta didik, maka apabila seorang guru berhasil menulis dan menerbitkan buku pastilah akan menjadi pengaruh yang positif dikalangan peserta didik. Jadi alangkah lebih mulia apabila guru bisa menebarkan virus literasi di atmosfir dunia pendidikan dengan kegiatannya menulis buku.

Di era teknologi komunikasi yang demikian canggih seperti sekarang ini, sebetulnya bisa mempermudah upaya guru untuk bisa belajar menulis buku. Diantaranya ialah  bergabung dengan berbagai komunitas pegiat literasi yang acapkali menyelenggarakan even-even pelatihan menulis. Baik itu pelatihan yang dilaksanakan secara online seperti yang diprakarsai pak Wijaya Kusumah ini maupun yang dilaksanakan langsung. Dengan demikian akan terjadi saling menularkan semangat dan menumbuhkan rasa percaya diri serta keberanian untuk mencoba menulis buku.

Selain itu dari dalam diri guru yang bersangkutan juga harus ada semangat dan dorongan kuat untuk rajin membaca agar wawasan senantiasa berkembang dan menjadi tambah luas. Seringkali saya katakan kepada para peserta didik saya bahwa kegiatan membaca itu ibarat sedang mengisi data pada computer, membaca itu kegiatan mengisi data pada otak kita. Sehingga semakin sering kegiatan membaca itu dilakukan semakin banyak data yang masuk di kepala kita. Jika suatu saat kita memerlukan data-data itu, semuanya sudah ada di kepala kita dan bermanfaat menjadikan kita sebagai orang yang smart dan berwawasan luas. Selain harus banyak yang kita baca, tentu saja bacaan pun harus berkualitas. Jadi selektiflah dalam memilih sumber bacaan, karena kalau tidak, maka bukan manfaat yang akan kita dapat melainkan mudhorot.

Bahan bacaan di era digital seperti sekarang ini, ada tersedia dalam bentuk buku elektronik yang bisa diunduh secara gratis. Ini bisa membantu guru yang mempertimbangkan budget dalam upayanya menambah wawasan.

Setelah banyak membaca pun memang tidak menjamin serta merta guru lantas muncul keberaniannya untuk memulai menulis. Hal ini bisa disiasati antara lain dengan membaca buku yang berisi pengalaman para guru penulis yang sudah berhasil sukses menulis banyak buku dan menerbitkannya.

Biasanya diceritakan bahwa masalah yang dialami mereka juga sama dengan yang dialami para guru penulis pemula, penuh keraguan untuk memulai menulis karena berbagai faktor dan alasan.

Setelah mulai muncul keberanian menulis, ikutilah tantangan menulis yang biasanya diberikan oleh ketua grup literasi dengan ketentuan dan deadline nya. Jangan lupa teruslah berlatih dan ikuti petunjuk dari para guru yang sudah biasa menulis. Kalau masih juga muncul keraguan akan kemampuan menulis kita, dan bahkan sampai patah semangat misalnya bayangkanlah sesuatu yang luar biasa.

Kita sebagai guru punya kelebihan yang patut disyukuri, yaitu mempunyai peserta didik yang akan siap mengikuti langkah kita bilamana berhasil menulis dan menerbitkan buku. Hal ini akan memprovokasi mereka untuk juga ikut mencoba belajar menulis dengan berbagai upaya dan cara seperti yang dilakukan gurunya sebelumnya. Bisa dibayangkan ribuan siswa mencoba membaca banyak buku berkualitas sebagai upaya untuk dapat menjadi penulis. Dengan demikian langkah dan upaya guru menulis dan menerbitkan buku secara tidak langsung akan meningkatkan minat membaca para peserta didiknya.

Oleh sebab itu mari kita berlatih dan berlatih menulis untuk dapat menghasilkan tulisan yang semakin baik dan berkualitas. Jangan lupa agar senantiasa mengupdate diri dengan banyak membaca buku-buku terbaru dari para penulis professional, baik dari kalangan guru maupun non guru.

Mulailah menulis kalimat-kalimat bijak dalam mengupdate status di facebook dengan kesadaran penuh bahwa kita adalah guru dan pendidik dimana setiap apa yang kita tulis akan menjadi perhatian dan pengaruh bagi peserta didik kita. Manfaatkan juga aplikasi catatan yang ada di facebook untuk menuliskan hal-hal yang factual.

Kalau masih ragu untuk dapat menuliskan ide murni kita di catatan tersebut, boleh juga membahas sebuah tulisan orang lain yang temanya menarik dan bermanfaat bagi banyak orang tetapi dari sudut pandang kita. Jangan lupa tuliskan penulis aslinya dan sumber dimana kita mendapatkan tulisan tersebut.

Semoga dengan demikian kemampuan menulis kita akan semakin terasah dan bisa menghasilkan tulisan yang berkualitas. Bisa dibayangkan jika seorang guru bisa menghasilkan buku yang berkualitas serta diminati banyak fihak, hal ini akan menjadi pemicu semangat membaca dan menulis bagi para peserta didiknya. Maka peringkat minat baca masyarakat Indonesia dan kemampuan literasinya otomatis akan terus meningkat, tidak lagi menjadi peringkat kedua dari bawah seperti hasil survey tingkat dunia yang menjadi keprihatinan kita semua. Aamiin Yaa Robbal ‘Aalamiin.

 

Komentar ditutup.