Menumbuhkan Budaya Literasi

MENUMBUHKAN BUDAYA LITERASI  TSK  PADI  

DENGAN TEKNIK GB-GK

 

Oleh : MAULID, S.Pd

http/maulidlatangka.blogspot.com

 

Untuk menumbuhkan budaya belajar dalam mendukung kegiata literasi di sekolah harus didukung peran penting guru dalam menvasilitasi peserta didik. pendekatan guru dalam menumbuhkan budaya literasi sebaiknya mendukung terciptanya proses pembelajaran yang mampu menjawab beberapa permasalahan siswa yang menjadi pernasalahan ketidak tercapaian tujuan yang diharapkan bersama. Secara glogal, Indonesia berada di urutan ke 60 dari 61 negara di dunia.

Menurut data World’s Most Littered Nations pada tahun 2016,  literasi Indonesia berada di posisi kedua terbawah dari 61 negara yang dtieliti. Hal tersebut didukung data Badan Pusat Statistik (BPS) yang melihat minat baca dan menonton anak-anak Indonesia. Dengan demikian, menjadi fakta bahwa rendahnya minat baca merupakan cerminan kurangnya teknik guru dalam memberi stimulan membangkitkan minat baca peserta didik di sekolah.

Sebagai guru di SMPN 2 Pulubala kabupaten Gorontalo provinsi Gorontalo, melakukan desain strategi pendekatan yang dilakukan untuk menumbuhkan budaya membaca siswa agar belajar dengan semangat, menumbuhkan  semangat bekerjasama, saling berdiskusi dan percaya diri. Pendekatan tersebut disebut pendekatan Guru besar & guru kecil. Teknik guru gesar guru kecil adalah teknik belajar kooperatif yang memberikan tanggung jawab kepada sebagian siswa untuk mejadi tutor dalam pelaksanaan kegiatan literasi. Teknik tersebut bertujuan menumbuhkan kerjasama antara peserta didik, untuk berdiskusi, mencari solusi dan percaya diri dalam hal ini bisa menceritakan kembali apa yang sudah dibaca dalam kelompoknya.

 

TSK PADI adalah akronim dari Training, Simulasi, Kerjasama dan Percaya Diri. Proses penerpan kooperatif untuk menumbuhkan budaya literasi yang mendukung peserta didik untuk berdiskusi teman dengan teman, peserta didik dengan guru, guru dan peserta didik, sedangkan kerjasama dilakukan dengan adanya interaksi saling membutuhkan antara teman dengan teman dalam hal ini guru kecil dan peserta didik lain dalam kelas kecil begitu pula dengan percaya diri. Tentunya bila peserta didik saling bekerjasama dan berdiskusi maka akan tumbuh rasa percaya diri. Percaya diri yang dimaksudkan adalah dalam kelompok kecil di pimpin oleh guru kecil mencoba menceritakan kembali apa yang dibaca di hadapan teman-temannya. Setelah peserta didik percaya diri dalam kelompok kecil maka akan mengarah pada kelompok besar.

Apa itu GK (Guru Kecil).

 Yang dimaksudkan dengan guru kecil adalah siswa pemandu dalam pembelajaran dalam setiap kelompok kecil heterogen. Guru kecil ( siswa/siswi pemandu) adalah siswa yang terpilih dipercaya menguasai materi pada salah satu kompetensi dan indikator dalam materi pembelajaran yang telah di pelajari sebelumnya.

Guru kecil mengganti peranan guru besar dalam kelompoknya, artinya adalah yang mengajar teman-temannya dalam setiap kelompok heterogen adalah si guru kecil. Apakah guru kecil sama dengan ketua kelompok? Jawabnya hampir sama dan berbeda . Hal ini dikarenahkan peranan guru kecil adalah mengajar membimbing dan mengevaluasi hasil pembelajaran teman-temannya. Berdasarkan hasil pengamatan yang saya temukan bahwa peranan guru kecil sangat berguna untuk pemerataan pemahaman terhadap penguasaan indikator dari bacaan tertentu.

Perjuangan guru kecil dalam melaksanakan tugasnya sangat berpengaruh terhadap siswa/siswi dalam kelas ( kelompoknya) karenah pola yang dilakukan oleh guru kecil sangat bervariasi sesuai dengan karakter emosional mereka karenah yang juga menjadi guru kecil adalah teman sekelas mereka yang memiliki tingkat emosional yang sama. Terbukti bahwa pola tingkat emosi yang sama pendekatan yang digunakan adalah pendekatan dalam ruang lingkup environment mereka pula. Yang pada akhirnya adalah penyesuaian pengetahuan terhadap sebuah indikator materi bacaan bisa sama.

Kenapa disebut guru kecil?. Hal yang mereka ( siswa/siswi) segani dalam setiap proses kegiatan belajar mengajar adalah seorang guru, nama guru disini adalah sebuah penghargaan yang diberikan kepada mereka si guru kecil untuk mempertanggung jawabkan kepada dirinya atas gelar yang diberikan kepadanya. Begitu pula dengan teman dalam kelompoknya, menjadikan seorang guru kecil adalah mengakui kehebatan teman mereka sebagai seorang guru dalam kelompoknya. Apakah teman sekelompoknya merasa tersisihkan? Jawabnya tidak. Berdasrakan hasil pengamatan bahwa pemberian guru kecil menjadi sebuah kebanggaan terhadap mereka teman bermain mereka, setiap hari bersama mereka membantu mereka dalam memecahkan sebuah permasalahan yang belum mereka sanggup untuk mengerti. Begitu pula sebagian besar dari mereka setiap evaluasi yang menjadi tempat menyontek adalah si guru kecil. Kalau yang menjadi sasaran menyontek adalah guru bagi mereka, maka penyesuaian pengetahuan  bisa sejalan

Apa Itu GB (Guru Besar)?

Guru besar adalah pendidik ataupun penanggung jawab kegiatan literasi yang mendapatkan tugas untuk melaksanakan kegiatan literasi di sekolah. Kata guru besar disini adalah keselarasan nama dengan guru kecil dalam menyelesaikan sebuah indikator pada sebuah materi yang akan dibahas. Kata guru besar ini dipakai untuk sebuah motivasi terhadap guru kecil dalam menjalankan tugasnya mengajar.

Tugas guru besar sesuai pengalaman sebagai latar belakang  penulisan ini adalah mengarahkan guru kecil dalam pembahasan materi yang akan di capai.  Keberhasilan guru kecil didukung oleh guru besar. Yang menentukan siapa guru kecil di setiap kelompok adalah guru besar. Sehingganya tugas guru besar adalah memastikan guru kecil terhadap presentase penguasaan materi yang akan di berikan oleh guru kecil terhadap salah satu materi yang di ajarkan. Guru besar pada proses belajar mengajar adalah melakukan kordinasi tertentu terhadap laporan guru kecil  kepada guru besar.

Peran GB-GK (Guru Besar Guru Kecil) dalam menumbuhkan budaya membaca kooperatif TSK PADI dilakukan dengan sistematika rancangan pelaksanaan kegiatan seperti pada tabel berikut:

INDIKATOR PENDEKATAN DENGAN TEKNIK GB-GK
TRAINING Melakukan pelatihan khusus kepada beberapa siswa yang dianggap mampu untuk menggantikan guru untuk melakukan proses pelaksanaan kegiatan literasi, kegiatan dilaksanakan sebelum kegiatan literasi dilaksanakan.
SIMULASI (1 ) Melakukan ujicoba pelaksanaan kegiatan literasi antara guru kecil dan guru besar, Guru Kecil Menentukan kelas atau lokasi kegiata literasi sesuai arahan guru besar dan kenyamanan anggota guru kecil. (2), Membagi siswa berdasarkan jumlah banyaknya Guru kecil.
KERJASAMA Menentukan Kelas/tempat Membaca nyaman, membaca bersama, kordinasi terarah, koordinasi peserta didik dengan guru kecil, guru kecil dan guru besar
PERCAYA DIRI Penilaian dan pengamatan antar teman, menceritakan kembali bacaan yang dibacakan di kelompok kecil kemudian diteruskan ke kelompok besar.

Untuk menumbuhkan budaya literasi peserta didik di sekolah maka dibutuhkan saling bekerjasama dan percaya diri bagi peserta didik itu sendiri. Training bagi beberapa peserta didik yang akan dijadikan guru kecil sangat mempengaruhi proses pelaksanaan kegiatan simulasi dalam mendukung kerjasama dan pembentukan rasa percaya diri. Rancangan sistematika Pendekatan GB-GK dalam menumbuhkan budaya literasi peserta didik dapat menentukan keberhasilan proses pelaksanaan kegiatan literasi di SMPN 2 Pulubala.

Gambaran tabel rancangan kegiatan literasi untuk menumbuhkan budaya TSK PADI diatas dilakukan dengan tahapan langkah-langkah berikut ini:

  1. Training
  • Guru besar menentukan siapa yang akan menjadi guru kecil
  • Guru besar mengajak guru kecil untuk menjelaskan suatu materi yang akan di bahas dalam kegiatan literasi yang akan diteruskan kepada teman-temannya.
  • Setelah memperoleh informasi dan telah dipercaya mampu maka Guru besar mempersilahkan guru kecil untuk menemukan sendiri trik yang digunakan untuk mengajarkan teman-temannya di setiap kelompok
  1. Simulasi
  • Guru besar mempersilahkan guru kecil untuk mencari kelas/tepat favoritnya
  • Guru besar Mengontrol dan membantu guru kecil dalam melakukan transfer pengetahuan terhadap teman-temannya
  1. Kerjasama
  • Guru kecil mempimpin teman-temannya dan menerima masukan dan memberikan tanggapan terhadap permasalahan yang ditemukan dalam kelas kecil
  • Melakukan koordinasi dengan guru besar bila permasalahan dalam kelas kecil tidak mampu diatasi.
  1. Percaya Diri
  • Melakukan uji keberhasilan dengan evaluasi kecil terhadap salah satu anggota kelas pada setiap kelas di masing-masing kelas guru kecil.
  • Setiap peserta didik dalam kelas kecil dimpimpin oleh guru kecil menceritakan kembali apa yang sudah dibaca sesuai dengan waktu yang sudah di sepakati dalma kelas kecil
  • Menyimpulkan kegiatan literasi dalam kelas kecil dipimpin oleh guru kecil
  • Secara klasikal guru besar mengundang seluruh kelas kecil untuk mempersiapkan salah satu pesertanya untuk menceritakan kembali apa yang sudah di baca di masing-masing kelas kecil di hadapan seluruh peserta didik.
  • Guru besar mengarahkan serta menyimpulkan seluruh kegiatan literasi harian.
  • Guru besar memberi reward sebagai penghargaan kepada guru kecil yang bisa mencapai target yang diberikan oleh guru besar.

Berdasarkan tahapan kegiatan dan rancangan pendekatan yang dilakukan dalam menumbuhkan budaya literasi di SMPN 2 Pulubala adalah salah satu best practice proses pelaksanaan kegiatan literasi di SMPN 2 Pulubala. Uraian tulisan ini hanyalah salah satu dari beberapa strategi yang dilakukan guru dalam menumbuhkan budaya membaca peserta didik. selain pendekatan GB-GK untuk mendukung budaya literasi terdapat beberapa media yang digunakan pula. Namun, tulisan singkat ini menjadi pelajaran bagi pendidik di seluruh indonesia bahwa kami adalah guru yang mau berbuat, kami adalah guru yang selalu berusaha untuk mendukung anak-anak bangsa ini menjadi cerdas. Permasalahan bangsa ini adalah permasalahan kami pula. Ujung tombak permasalahan negeri ini adalah kami para guru.

Belajar dengan bekerja sama akan mempengaruhi semangat untuk membaca. Belajar dalam pendampingan akan membuat belajar lebih terkontrol. Digunakannya guru kecil sebagai tutor dalam pelaksanaan kegiatan literasi di SMPN 2 Pulubala, memberi dampak positif terhadap terlaksananya kegiatan literasi. Pendekatan yang dilakukan peserta didik dengan peserta didik lainnya dengan karakter anak pendekatan, gaya, dan tindakan sebayanya dapat mendukung pemahaman peserta didik. peserta didik lebih responsif dan mampu menceritakan kembali apa yang sudah di baca di hadapan teman-temannya dibanding menceritakannya langsung di hadapan guru. Peserta didik lebih berani dan lebih percaya diri mengungkapkan atau menceritakan apa yang pernah di dengar atau dibaca dalam kelompok kecil sebelum dilakukan di kelompok besar atau di hadapan banyak orang.  Gambaran tersebut adalah sebuah makna kegiatan literasi dengan teknik GB-BK dalam menumbuhkan TSK PADI.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s