Resensi Buku Menulislah Setiap Hari

TUGAS 4 : RESENSI BUKU

Oleh : Indah Wiharti, S.Pd.

JUDUL BUKU : “MENULISLAH SETIAP HARI DAN BUKTIKAN APA YANG TERJADI”

Penulis                                              :  WIJAYA KUSUMAH, S.Pd.,M.Pd.

Penyunting Isi dan Bahasa           :  Yuan Acitra, SE.

Penata Letak                                    :  Kancil Mas

Penyelaras                                        :  Marcella Virginia

Pemodifikasi Desain Sampul        : Haris Juniarto

Edisi Bahasa Indonesia

Hak Cipta @ 2012 PT Indeks

Permata Puri Media Jl. Topaz Raya C2 No.16

Kembangan – Jakarta Barat 11610

indeks@indeks-penerbit.com

www. Indeks-penerbit.com

ISBN (10)          979-062-339-9

          (13)  978-979-062-339-2

Cetakan pertama, 2012

Buku Setebal 302 halaman dan terdiri dari 75 judul

Membaca buku  “Menulislah Setiap Hari dan Buktikan Apa Yang Terjadi”, diawali sekapur sirih oleh Prof. Conny R. Semiawan, dan Prof. Arif Racman. Menurut beliau buku tersebut  berisi ajakan yang dapat menyulut kecenderungan yang dapat mewujudkan secara nyata potensi manusia menjadi kenyataan, dan keterampilan menulis merupakan kemahiran berbahasa yang keempat setelah mendengar, berbicara, dan membaca. Menulis tergolong keterampilan berbahasa yang tersulit. Tidak mudah melakukan jika tidak berlatih, ajakan Bapak Wijaya untuk selalu menulis patut dicontoh.

Menulis dan membaca adalah dua kegiatan yang tidak dapat dipisahkan, tidak ada penulis yang tidak rajin membaca. Motto Omjay “ Tiada hari tanpa menulis”, dalam keadaan apapun harus menulis, jika hari ini tidak menulis maka esok hari harus menulis dua kali lipat. Komitmen itu harus dipegang teguh, hukuman bagi diri sendiri perlu dilakukan. Kebiasaan menulis Omjay di Blog ternyata menghasilkan karya yang luar biasa.

Membaca tulisan rabun membaca dan lumpuh menulis sangat menarik, memang benar tanpa membaca tidak banyak ide di kepala kita  akibatnya menulis menjadi buntu dan macet, apalagi jika dalam kondisi capek dan mengantuk yang perlu kita lakukan adalah segera istirahat dan setelah bangun dari mimpi indah otak dalam kondisi fresh, saat itulah mulai menulis lagi. Menurut Omjay  ketika kita punya komitmen utk menulis sebelum tidur maka harus dilakukan. Pertanyaan yang sulit untuk dijawab adalah bisakah kita komitmen menulis sebelum tidur? Bagi mereka yang telah terbiasa menulis maka dengan mudah akan dijawab bisa, tetapi bagi yang belum terbiasa menulis maka jawabannya adalah tidak bisa.

Dalam creative writing, menulis kreatif itu sebenarnya mudah, kitalah yang membuat susah sendiri, kita seringkali tidak percaya dengan kemampuan sendiri. Salah satu cara  menulis kreatif adalah dengan menulis di blog, menulis apa saja yang disenangi dan dikuasai. Menulis dan menulis, yang harus diingat bahwa kita harus bertanggung jawab terhadap apa yang kita tulis.

Orang kreatif selalu menciptakan hal-hal yang baru, kreatif dan inovasi akan menjadi sesuatu yang berbeda jika  kita mampu menyatukan keduanya. Orang kreatif selalu menjauhkan diri dari perbuatan menjiplak karya orang lain, jika akan mengambilnya yang dilakukan adalah meminta izin kemudian melakukan inovasi dari ide orang lain yang diambilnya tersebut.

Saran Omjay dalam buku tersebut yang perlu kita catat dan kita lakukan adalah jika kita akan menulis sesuatu sebaiknya menulis sesuatu yang kita senangi dan kuasai hal ini dimaksudkan agar tulisan kita menarik. Perlu diingat juga bahwa menulis sesuatu yang kita senangi akan mudah menyampaikan ide kita ke publik dan ketika kita menulis tidak akan ada beban dalam pikiran kita. Selanjutnya, Omjay mengatakan bagaimana cara menulis kreatif dan menarik adalah berusaha menulis dari alam pikiran sendiri dan tidak mengekor orang lain.

Omjay menuturkan bahwa menulis biasanya berisi tiga bagian utama, yaitu pendahuluan, pembahasan, dan penutup. Namun jika kita akan menulis keluarkan saja apa yang ada di kepala. Tidak harus sesuai dengan teori. Tips yang paling mudah adalah menulis seperti ketika menulis dalam catatan harian dalam buku diary. Menuliskan apa yang ada dipikiran lalu segera menuangkan dalam bntuk tulisan. Menulis tanpa beban, apalagi jika tulisan kita adalah pengalaman pribadi.

Informasi yang menarik bagi pembaca dari buku ini adalah informasi tentang managemen waktu, buku karya Marion E. Haynes Edisi ketiga (2010), disebutkan bahwa lima tips menagemen waktu antara lain membuat daftar dan menentukan prioritas sasaran mingguan, membuat daftar “to do” harian, mencurahkan perhatian utama pada prioritas A, menangani setiap tugas sekali, dan terus menerus bertanya ”bagaimana cara terbaik menggunakan waktu saya sekarang? Dan kerjakanlah…!”

Melalui kompasiana, Omjay menuangkan seluruh kemampuan dan ide-ide cemerlang beliau, tak hanya prestasi tapi pendapatan dari menulis dapat dengan mudah Omjay dapatkan. Satu hal yang patut dicontoh adalah selalu menyisihkan uang untuk membeli buku. Dari buku yang di beli Omjay semakin piawai dan inovatif dalam berkarya. Ternyata banyak referensi sama halnya banyak ide dan ilmu yang didapatkan.

Kelebihan buku ini adalah ajakan menulis buku yang disampaikan  Omjay sangat mudah dipahami, buku yang memberikan motivasi terutama kepada penulis pemula, mengingatkan kepada para pembaca bahwa tindakan penjiplakan karya orang lain tidak patut dilakukan, sebaiknya selalu izin jika mengambil tulisan orang lain. Memberikan tips-tips bagaimana menulis dan bagaimana memanage waktu, kapan waktu terbaik untuk kita menulis.

Selain memiliki banyak kelebihan, tentu buku ini juga memiliki kekurangan. Salah satu contoh kekurangan dari buku ini adalah ketika pembaca sudah termotivasi menulis dibagian tertentu diakhir tulisan masih dibahas tentang hal yang sama (sekalipun beda narasi dan cerita)  akibatnya pembaca harus membuka kembali inti bacaan yang telah dibaca sebelumnya. Sebaiknya ditulis secara runtut, contoh Bisakah kita menulis sebelum tidur? (hal 31), Enakan mana? menulis sebelum tidur atau setelah tidur? (197), dan menulislah setelah tidur (207).

Kesimpulan:  Buku  “MENULISLAH SETIAP HARI DAN BUKTIKAN APA YANG TERJADI” merupakan salah satu buku yang layak dibaca oleh siapa saja, terutama dibaca oleh para penulis pemula untuk selalu berkarya pantang menyerah, menuliskan apa saja yang bisa ditulis setiap hari…

Alhamdulillah akhirnya selesai sudah tugas resensi buku, walau banyak kekurangan dan mengalami keterlambatan  namun inilah yang bisa saya sampaikan, semoga tulisan ini bermanfaat.

                                                                        Temanggung, 08 Oktober 2017

                                                                        Selesai Tepat pukul 22.32 WIB

 

Iklan

2 responses to “Resensi Buku Menulislah Setiap Hari

  1. Ulasan Menulislah Setiap Hari dan Buktikan apa yang terjadi

    Kira-kira 10 menit yang lalu saya membaca sebagian tulisan Omjay yang berjudul Menulislah Setiap Hari dan Buktikan apa yang terjadi. Saya memang dari kecil senang membaca buku, dan sempat terpikir untuk menulis buku. Tapi, belum tercapai juga. Setelah saya membaca tulisan Omjay, Omjay sempat menjelaskan mengenai tips-tips menulis. Dari tulisan tersebut saya merasa termotivasi untuk menulis. Mungkin opini saya mengenai bacaan Menulislah Setiap Hari dan Buktikan apa yang terjadi, Sanagatlah keren. Omjay membawakan setiap kata kata yang membuat saya dan para pembaca lainnya terhanyut olah tulisan Omjay.
    Ide-ide tulisan dan juga tips-tips dari Omjay sangat berguna bagi para calon penulis di luar sana. Cerita dan pengalaman Omjay juga sangat membuat kita termotivasi. Memang benar apa yang dikatakan Omjay, membaca terlebih dahulu sebelum mulai menulis. Saya juga merasakan manfaatnya saat membaca terlebih dahulu. Membaca juga melatih imajinasi dan kreativitas kita. Saya sempat membaca beberapa buku dari yang imajinatif sampai pengalaman tokoh-tokoh dunia. Saat membaca buku-buku tersebut saya merasa punya dunia imajinasi sendiri. Penulis-penulis tersebut membawa saya ke alam fantasi tersendiri.
    Di dalam tulisan, Omjay juga menyebutkan kalau menulis itu mudah. Ada beberapa orang yang bilang kalau menulis itu susah. Sebenarnya tidak susah, hanya saja kita harus terus-menerus melatih menulis dan banyak membaca. Saya pernah mengalami hal serupa yang pernah dialami Omjay. Saat itu saya sedang berada di sebuah restoran, saya menemani mama saya reuni teman-teman SMP nya. Saya waktu itu membawa sebuah buku yang lumayan tebal, tidak juga buku itu memang tergolong tebal. Buku itu berjudul The School for Good and Evil. Salah satu buku New York Times bestseller. Lalu, salah satu teman mama saya bertanya “kok kamu senang sekali sih membaca buku setebal itu ? tante saja kalo baca buku setebal itu langsung tidur”. Saya tersenyum saat mendengar perkataan teman mama saya dan mengetahui sebabnya setelah mambaca tulisan Omjay.
    Saya senang setelah membaca tulisan Omjay, juga membaca jerih payah setiap penulis contohnya Andrea Hirata dan J.K. Rowling. Motivasi Omjay sangatlah enak untuk dibaca. Saya juga ikut terdorong melakukannya. Dan saya akan ingat pesan Omjay mengenai baca buku buka jendela dunia. Karena jika itu dilakukan akan mengubah sebuah dunia.

  2. Alifia A ( 3 )
    8D

    Sinopsis buku :

    Menjadi Blogger Ternama

    Di buku ini, Om Jay menulis sekaligus memberi tips tentang bagaimana cara menulis di sebuah blog dan menjadi blogger dengan salah satu keterampilan yang sederhana, yaitu menulis. Menulis, terutama jika kalian mempublikasikan tulisan kalian ke sebuah blog ternyata juga bisa membuat kalian menjadi ternama dan bahkan bisa menulis sebuah buku. Jika kalian suka menulis, kejarlah cita-cita kalian dan bersiap-siaplah menjadi salah satu orang yang sukses!

    Resensi buku :

    Menulislah Setiap Hari dan Buktikan Apa yang Terjadi

    Dengan percaya bahwa kita bisa menulis setiap hari, juga dengan adanya komitmen dan keinginan yang tinggi untuk menulis setiap hari, kita bisa membuat sebuah tulisan yang ditulis dengan gaya bahasa dan ciri khas sendiri. Salah satu kegiatan ataupun cara untuk menyalurkan hobby menulis adalah dengan mulai membuat blog sendiri dan mulai menuliskan sesuatu secara rutin di blog tersebut.
    Jika ingin menjadi penulis terkenal, kita butuh ilmu. Dan ilmu yang dimaksud adalah keterampilan menulis. Caranya adalah dengan melatih dan membiasakan diri untuk menulis setiap hari. Selain berlatih menulis, kita juga butuh orang lain untuk mengomentari tulisan kita. Kita juga butuh saran dan tanggapan mereka untuk memperbaiki tulisan kita yang mungkin belum enak dibaca oleh orang lain. Salah satu laginya adalah kita memerlukan seorang editor untuk mengedit tulisan kita.
    Untuk jadi penulis terkenal dan ingin menulis buku sendiri juga dibutuhkan semangat yang luar biasa. Tak ada kebahagiaan tanpa pengorbanan. Dibutuhkan pengorbanan waktu, tenaga, pikiran, dan juga sedikit dana dalam menulis buku. Menulis adalah sebuah bakat. Kita hanya perlu keinginan dan kemauan untuk menulis dan berlatih menulis dengan step awal. Yaitu menulis apa yang penting untuk ditulis.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s