Blog Pribadi di Internet

Artikel 1

Semenjak saya memiliki blog pribadi di internet, saya berusaha kuat setiap harinya untuk menulis di blog. Adanya media blog membuat saya memiliki komitmen untuk menulis setiap harinya. Rasanya kalau tidak menulis sehari saja seperti ada yang kurang atau hilang dalam diri saya.

                Entahlah, saya merasakan ada kenikmatan tersendiri ketika saya menuliskan kalimat demi kalimat ke dalam blog yang saya buat. Saya merasa apa yang saya ketahui harus juga diketahui oleh orang lain dengan berbagi (sharing) di dalam blog.

                Menulis dan membaca adalah dua kegiatan yang tidak dapat dipisahkan. Tak ada penulis yang tidak rajin membaca. Ketika ide muncul lekaslah menulis tanpa mengedit terlebih dahulu. . Jangan ragu dan takut salah. Dengan itu, kita dapat melatih otak, mata, bibir, dan tangan agar dapat membuat suatu tulisan yang bermutu. Tulisan yang bermutu akan menarik hati setiap orang yang membacanya.

                Tulisan yang baik tidak langsung sekali jadi. Karena itu proses editing harus juga dikuasai oleh penulis yang baik bila tulisannya mau dibaca oleh orang lain. Jangan menuliskan apa yang tidak Anda kuasai, karena tulisan Anda akan terasa hambar. Seperti sayur tanpa garam.

                Namun dari semua hal di atas, Anda harus dapat menghilangkan rasa malas menulis dan membaca dalam diri Anda bila Anda ingin menjadi penulis terkenal. Tak ada satu pun penulis terkenal yang tak rajin membaca dan menulis. Menulislah setiap hari dengan hati. Biasakan menulis sebelum tidur. Lalu buktikanlah apa yang terjadi.

                Artikel2

                Sungguh bangga rasanya ketika seorang penulis bertemu dengan pembaca setianya. Begitu pun sebaliknya. Pembaca merasa senang bertemu dengan penulis idolanya. Apalagi bila pertemuan itu tak terduga, dan tak pula direncanakan. Begitu pun dengan saya. Selama ini banyak teman baru yang saya kenal setelah banyak menulis di Kompasiana. Dari sekian banyak pembaca tulisan saya, rupanya ada pembaca setia yang selalu membaca tulisan-tulisan saya di Kompasiana. i. Tulisan saya banyak memotivasinya untuk bisa menulis.

                Sungguh buat saya ini sebuah kebanggaan, ketika suatu hari dalam acara Seminar Nasional IPTPI di Perpustakaan Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Senin, 14 Maret 2011 saya ditegur oleh seorang ibunda suster yang baik hati. Beliau memperhatikan saya yang asyik mengambil gambar (memotret) kegiatan yang diselenggarakan oleh Ikatan Profesi Teknologi Pendidikan Indonesia (IPTPI). Ketika saya mendekat, lalu dia berkata, “Ini Omjay ya?” saya pun langsung mengatakan, “Iya kok tahu?” Bunda suster pun langsung memperkenalkan diri, dan kami langsung “cair” seolah telah lama bertemu.

Betapa bahagianya saya ketika beliau mengatakan pembaca setia tulisan-tulisan saya di Kompasiana. Kata beliau tulisan saya enak dibaca, dan mengalir bagai air, “Aduh, jadi GR deh saya, hehehe …” Beliau banyak mendapatkan ilmu pengetahuan, dan pengalaman dari apa yang saya tuliskan. Beliau pun memberikan alamat e-mail kepada saya, dan juga nama aslinya. Namun sayang, kertas yang beliau tuliskan itu hilang, sehingga saya lupa lagi nama ibunda suster. Saking sibuknya saya lupa di mana meletakkan kertas yang berisi alamat email beliau. Semoga Ibunda Suster membaca tulisan saya ini, dan mohon kiranya mengirimkan alamat e-mail Bunda Suster ke wijayalabs@ gmail.com. Meskipun pertemuan kita singkat, namun bagi saya ini sangat berkesan.

                Artikel 3

Banyak orang bingung untuk menulis, khususnya menulis yang efektif. Bagi saya yang sudah menjadi seorang blogger, menulis efektif itu ada caranya. Caranya sangat berbeda dari kebanyakan orang. Saya menyebutnya cara baru menulis efektif.

Segera saja menulis apa yang Anda lihat atau apa yang Anda pikirkan. Tuliskan tanpa beban dengan tujuan yang sudah Anda siapkan. Bila menulis tanpa beban, maka dengan sendirinya menulis apa yang dilihat, dan apa yang didapat.

Tips cara menulis efektif yang biasa saya lakukan sebagai seorang blogger adalah sebagai berikut. 1. Tuliskan saja apa yang ada di depan mata. 2. Tentukan tujuan untuk apa Anda menulis. 3. Siapa yang Anda tuju untuk pembaca tulisan itu? 4. Pesan apa yang ingin Anda sampaikan kepada pembaca? 5. Biarkan jari jemari Anda menari menyelesaikan irama nada dalam otak Anda. 6. Simpan dulu, jangan langsung di-posting. Berpikirlah sebelum mem-posting. 7. Buka kembali tulisan Anda, baca kembali perlahan-lahan. 8. Tambahkan beberapa kata atau kalimat efekif yang membuat pesan Anda sampai. 9. Simpan kembali, dan jangan dulu di-publish. Cek kembali apakah pesan Anda sudah sampai ke pembaca. 10. Buka kembali, dan baca dengan hati-hati sekali lagi tulisan Anda, jika sudah yakin, maka klik posting atau publish. tulah cara baru menulis efektif (new version), dan tambahkan gambar atau foto untuk mendukung tulisan Anda itu.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s