Penguatan Pendidikan Karakter di Sekolah

Penguatan pendidikan karakter di Sekolah Dasar

Oleh Rinaldi

Siswa SMPN 1 Peudawa

Kab. Aceh Timur

    Penerapan pendidikan karakter di sekolah dasar dilakukan pada ranah pembelajar­an (kegiatan pembelajaran), pengembangan budaya sekolah dan pusat kegiatan belajar, kegiatan ko_kulikuler dan ekstra kurikuler, dan kegiatan keseharian di rumah dan di masyarakat.

Adapun penjelasan masing masing ranah tersebut adalah sebagai berikut:

1     Kegiatan pembelajaran

Penerapan pendidikan karakter pada pelaksanaan pembelajaran dilaksanakan dengan menggunakan strategi yang tepat. Strategi yang tepat adalah strategi yang menggunakan pendekatan kontekstual, adalah bahwa strategi tersebut dapat mengajak siswa menghubungkan atau mengaitkan materi yang dipelajari dengan dunia nyata, berarti siswa diharapkan dapat mencari hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapan pengetahuan tersebut dalam kehidupan sehari hari, dengan pendekatan itu siswa lebih memiliki hasil yang komprehensif tidak hanya pada tataran kognitif (olah pikir), tetapi pada tataran afektif (olah hati, rasa, dan karsa), serta psikomotor (olah raga) (puskur, 2011 ; 8).

Adapun beberapa strategi pembelajaran kontekstual antara lain; a). pembelajaran berbasis masalah, b). pembelajaran kooperatif, c). pembelajaran berbasis proyek, d). pembelajaran pelayanan, e). pembelajaran berbasis kerja. Puskur (2011 ; 9) menjelaskan bahwa lima strategi tersebut dapat memberikan nurturant effect pengembangan karakter siswa. Seperti; karakter cerdas, berpikir terbuka, tanggung jawab, rasa ingin tahu.

  1. Pengembangan budaya sekolah dan pusat kegiatan belajar

 

Pengembangan budaya sekolah dan pusat kegiatan belajar dilakukan melalui kegiatan pengembangan diri, Yaitu kegiatan rutin, kegiatan spontan, keteladanan, dan pengkondisian. Adapun hal hal tersebut sebagai berikut:

  1. Kegiatan rutin

Kegiatan rutin merupakan kegiatan yang rutin atau acap dilakukan setiap saat, kegiatan rutin dapat juga berarti kegiatan yang dilakukan siswa secara terus menerus dan konsisten setiap saat (puskur, 2011 ;8). Beberapa contoh kegiatan rutin antara lain; kegiatan upacara hari senin, upacara besar kenegaraan, pemeriksaan kebersihan badan, piket kelas, shalat berjamaah, berbaris ketika masuk kelas, berdoa sebelum pelajaran dimulai dan diakhiri, dan mengucapkan salam apabila bertemu guru, tenaga pendidik, dan teman.

  1. Kegiatan spontan

Kegiatan spontan dapat juga disebut kegiatan insidentar, kegiatan ini dilakukan secara spontan tanpa perencanaan terlebih dahulu. Contoh kegiatan ini adalah mengumpulkan sumbangan ketika ada teman yang terkena musibah atau sumbangan untuk masyarakat ketika terjadi bencana.

  1. Keteladanan

keteladanan merupakan sikap ‘’menjadi contoh’’. Sikap menjadi contoh merupakan perilaku dan sikap guru dan tenaga kependidikan dan siswa dalam memberikan contoh melalui tindakan-tindakan yang baik sehingga diharapkan menjadi panutan bagi siswa lain (puskur, 2011 ; 8). Contoh kegiatan ini misalnya guru menjadi contoh pribadi yang bersih, rapi, ramah, dan super.

  1. pengkondisian

pengkondisian berkaitan dengan upaya sekolah untuk menata lingkungan fisik maupun nonfisik demi terciptanya suasana mendukung terlaksananya pendidikan karakter. Kegiatan menata lingkungan fisik misalnya adalah mengkondisikan toilet yang bersih , tempat sampah, halaman yang hijau dengan pepohonan, poster kata kata bijak yang dipajang dilorong sekolah dan didalam kelas (puskur, 2011 ;8). Sedangkan pengkondisian  lingkungan nonfisik misalnya mengelola konflik antar guru supaya tidak menjurus kepada perpecahan, atau bahkan menghilangkan konflik tersebut.

  1. Kegiatan ko kurikuler dan atau kegiatan ekstrakurikuler

Kegiatan ko dan ekstra kurikuler merupakan kegiatan-kegiatan diluar kegiatan pembelajaran. Meskipun diluar kegiatan pembelajaran, kegiatan-kegiatan ini sebenarnya sudah mendukung pelaksanaan pendidikan karakter. Namun demikian tetap diperlukan pelaksanaan, pelaksanaan dan evaluasi yang baik atau merevitalisasi kegiatan ko dan ekstra kurikuler agar dapat melaksanakan pendidikan karakter kepada siswa.

  1. Kegiatan keseharian dirumah dan di masyarakat

Kegiatan ini merupakan kegiatan penunjang pendidikan karakter yang ada di sekolah, rumah [keluarga] dan masyarakat. Merupakan partner penting suksesnya pelaksanaan pendidikan karakter di sekolah, pelaksanaan pendidikan karakter sebaik apapun, kalau tidak didukung oleh lingkungan keluarga dan masyarakat akan sia-sia, dalam kegiatan ini, sekolah dapat mengupaya terciptanya keselarasan antara karakter yang dikembangkan di sekolah dengan pembiasaan di rumah dan masyarakat, (puskur, 2011 ; 8).

 Penguatan pendidikan karakter si sekolah

 

Pendidikan karakter adalah segala usaha yang dilakukan dalam mendidik peserta didik atau siswa sehingga memiliki karakter yang di kehendaki yaitu karakter karakter yang sesuai dengan nilai nilai moral, berbangsa dan bernegara serta etika dan budaya.

Beberapa nilai karakter utama, nilai karakter ada 18 yaitu:

  1. Religius
  2. jujur
  3. Toleransi
  4. Disiplin
  5. Kerja Keras
  6. Kreatifasa
  7. Mandiri
  8. Demokratis
  9. Rasa Ingin Tahu
  10. Semangat Kebangsaan
  11. Cinta Tanah Air
  12. Menghargai Prestasi
  13. Bersahabat/Komunikatif
  14. Cinta Damai
  15. Gemar Membaca
  16. Peduli Lingkungan
  17. Peduli Sosial
  18. Tanggung Jawab

Religius adalah karakter yang ditunjukkan siswa dengan menjalankan ibadah agamanya masing-masing, toleran terhadap teman atau orang lain yang juga melaksanakan ibadahnya, dan selalu menjaga kerukunan antar umat beragama.

Karakter jujur adalah karakter yang sangat penting selain religius. Kita bisa melihat kondisi bangsa ini yang penuh dengan deraan kasus korupsi, mark up dan sebagainya. Diharapkan dengan memiliki karakter jujur ini, peserta didik akan menjadi generasi penerus yang lebih baik, di setiap ucapan dan tindakannya dapat dipercaya.

Karakter toleransi merupakan karakter utama ketiga. Karakter ini tidak hanya bersangkut paut dengan kehidupan antar umat beragama, tetapi juga dimaksudkan adanya karakter toleran dalam hal suku, etnis, pendapat, hingga tindakan yang ditempuh orang lain.

Disiplin adalah karakter penting yang keempat, adanya kepatuhan dan sesuai aturan adalah chiri khas dari karakter disiplin. Sementara karakter kerja keras menunjukkan adanya kemauan yang kuat dengan dibarengi usaha dan upaya untuk mencapai suatu keberhasilan. Dengan karakter kerja keras, generasi bangsa ini tidak akan mudah menyerah sehingga dapat lebih maju dan berkarya untuk bangsanya.

Karakter kreatif diperlukan untuk mendampingi karakter kerja keras, sehingga dalam melakukan hal-hal yang diperlukan peserta didik dapat melakukannya dengan cara-cara baru yang lebih baik, yang lebih mudah, lebih efisien dengan daya cipta dan kreasi yang dimilikinya.

Peserta didik atau anak-anak kita juga harus mempunyai karakter mandiri sehingga menjadi pribadi yang kuat dan tak harus bergantung kepada orang lain. Karakter demokratis merupakan karakter yang ditunjukkan dengan cara berpikir, bersikap, dan bertindak yang menilai sama hak dan kewajiban dirinya dan orang lain, semetara karakter rasa ingin tahu adalah karakter yang terlihat dalam sikap dan tindakan yang selalu berupaya untuk mengetahui lebih mendalam dan meluas dari sesuatu yang dipelajarinya, dilihat, dan di dengar.

Semangat kebangsaan adalah karakter yang ditunjukkan dengan cara berpikir, bertindak, dan berwawasan yang menempatkan kepentingan bangsa dan Negara di atas kepentingan diri dan kelompoknya.

Karakter menghargai prestasi adalah karakter yang terwujud dalam bentuk sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat, dan mengakui serta menghormati keberhasilan orang lain. Karakter yang bersahabat atau komunikatif maksudnya adalah suatu sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat, dan mengakui, serta menghormati keberhasilan orang lain.

Karakter cinta damai menrupakan perwujudan sikap dan tindakan yang mendorong dirinya utnuk menghasilkan suatu yang berguna bagi masyarakat, dan mengakui, dan menghormati keberhasilan orang lain. Karakter gemar membaca adalah kebiasaan menyediakan waktu untuk membaca berbagai bacaan yang memberikan kebajikan bagi dirinya. Karakter menghargai prestasi adalah karakter yang terwujud dalam bentuk sikap dan tindakan yang mendorong  dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat, dan mengakui serta menghormati orang lain.

Karakter peduli lingkungan adalah sikap dan tindakan yang selalu berupaya mencegah kerusakan pada lingkungan alam di sekitarnya, dan mengembangkan upaya-upaya untuk memperbaiki kerusakan alam yang sudah terjadi.

Karakter peduli sosial adalah sikap dan tindakan yang saling memberi bantuan kepada orang lain dan masyarakat yang membutuhkan. Karakter bertanggungjawab adalah sikap dan perilaku seseorang untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya yang seharusnya dia lakukan terhadap diri sendiri, masyarakat, lingkungan (alam), sosial dan budaya), Negara dan Tuhan YME.

 

Siswa Kelas VII.1 SMPN 1 Peudawa Kabupaten Aceh Timur.

rinaldiperlak@gmail.com

Pembimbing Fathonah, S.Pd, M.Pd

 

Komentar ditutup.