Melayani dengan Cinta

MELAYANI DENGAN CINTA SEBAGAI UPAYA PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER DI SMP NEGERI 3 KANDANGAN

 

SMP Negeri 3 Kandangan Temanggung merupakan Sekolah pinggiran di wilayah kabupaten Temanggung dengan tingkat kesadaran masyarakat terhadap pendidikan yang masih rendah. Mata pencaharian masyarakatnya hampir 50% menjadi petani di ladang dan 50% lainnya kebanyakan merantau sebagai pembantu rumah tangga.

Bagi masyarakat yang mata pencahariannya bertani di ladang, setiap pagi habis subuh sudah berangkat ke ladang sehingga apabila anaknya mau berangkat ke sekolah sudah tidak mendapati orang tuanya di rumah. Kondisi seperti inilah yang menjadi latar belakang pendidikan karakter peserta didik di SMP Negeri 3 Kandangan.

Sebagian besar karakter siswa di SMP Negeri 3 Kandangan masih rendah terutama dalam hal sopan santun terhadap guru, teman maupun warga sekolah yang lain. Hal ini dikarenakan pembelajaran karakter dari rumah kurang. Orang tua jarang memberikan contoh karakter yang baik kepada anak karena intensitas bertemu dengan anak juga jarang. Pendidikan karakter seharusnya ditanamkan dari keluarga, sedangkan di sekolah hanya menguatkan pendidikan karakter tersebut.

Pendidikan karakter menurut undang-undang nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga. (Depdiknas, 2003). Berdasarkan uraian tersebut, menunjukkan bahwa pendidikan di sekolah yang merupakan salah satu pendidikan formal sudah seharusnya mampu mencetak generasi penerus bangsa yang berilmu dan berkarakter.

Dalam hal ini guru ikut bertanggungjawab dalam mencetak generasi penerus bangsa yang berkarakter. Pendidikan karakter akan lebih tepat sasaran diterima oleh siswa apabila pendidikan karakter ini dilaksanakan langsung oleh guru. Guru harus mampu memberikan contoh karakter yang baik kepada siswa sehingga siswa secara tidak langsung akan mencontoh apa yang menjadi perilaku guru.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia diartikan bahwa karakter adalah sifat-sifat kejiwaan, akhlak, atau budi pekerti yang membedakan seseorang dari yang lain. Hal ini senada dengan pendapat Suharjana (2011: 26) bahwa karakter sebagai cara berpikir dan berperilaku yang menjadi ciri khas setiap individu untuk hidup dan bekerja sama, baik dalam lingkungan keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara. Selanjutnya ada sembilan pilar karakter yang berasal dari nilai-nilai luhur universal, yakni: (1) karakter cinta Tuhan dan segenap ciptaan-Nya, (2) kemandirian dan tanggungjawab, (3) kejujuran/amanah, diplomatis, (4) hormat dan santun, (5) dermawan, suka tolong-menolong dan gotong royong/kerjasama, (6) percaya diri dan pekerja keras, (7) kepemimpinan dan keadilan, (8) baik dan rendah hati, dan (9) karakter toleransi, kedamaian dan kesatuan.

Untuk menghadapi masalah karakter siswa yang terjadi di SMP Negeri 3 Kandangan, penulis sebagai guru mencoba memberikan penguatan pendidikan karakter terutama pada perilaku sopan santun kepada sesama dengan cara memberikan contoh berperilaku yang baik kepada semua warga sekolah termasuk guru maupun siswa. Selain itu melayani siswa baik di kelas maupun di luar kelas dengan pelayanan penuh cinta.

Dari latar belakang tersebut, beberapa masalah yang dapat diidentifikasi sehingga adanya  penguatan pendidikan karakter di SMP Negeri 3 Kandangan, yaitu perlu adanya pemberian contoh dalam penguatan pendidikan karakter di SMP Negeri 3 Kandangan, salah satu formula pemberian contoh dalam penguatan pendidikan karakter di SMP Negeri 3 Kandangan yaitu melayani siswa dengan cinta.

Dari hasil identifikasi masalah tersebut, rumusan masalah yang perlu disampaikan adalah apakah pelayanan dengan cinta komite dapat memberikan penguatan pendidikan karakter di SMP Negeri 3 Kandangan, dan bagaimana pelayanan dengan cinta dapat memberikan penguatan pendidikan karakter di SMP Negeri 3 Kandangan.

Pelaksanaaan penguatan pendidikan karakter di SMP Negeri 3 Kandangan yaitu untuk memberikan penguatan pendidikan karakter melalui pelayanan dengan cinta kepada siswa, untuk mencetak siswa yang berkarakter melalui pelayanan dengan cinta kepada siswa.

Hal-hal yang berkaitan dengan pendidikan karakter pada siswa SMP Negeri 3 Kandangan antara lain:

  1. Siswa belum terbiasa dalam menyapa dengan berjabat tangan baik kepada guru, teman maupun warga sekolah yang lain.

Sebagian besar siswa awalnya apabila bertemu dengan siapapun tidak pernah menyapa apalagi berusaha untuk bertegur sapa dengan berjabat tangan. Hal ini terjadi apabila siswa berpapasan maupun bertemu dengan guru, teman, karyawan dan penjaga sekolah di SMP Negeri 3 Kandangan tidak pernah mau bertegur sapa. Mereka acuh tak acuh terhadap siapa saja yang mereka temui.

Melihat kondisi tersebut, penulis sebagai guru merasa prihatin. Bagaimana siswa akan memiliki kepekaan terhadap lingkungan apabila untuk menyapa saja dengan sesama merasa enggan.

Guru berupaya untuk menjadikan siswa dapat memiliki empati kepada sesama. Awalnya guru menyapa terlebih dahulu apabila bertemu dengan siswa di pagi hari kemudian dilanjutkan menjabat tangan siswa, mengucapkan salam dan menanyakan kabar siswa pada hari itu.

Guru masih berusaha memberikan contoh kepada siswa yaitu dengan menyapa terlebih dahulu dengan sesama guru, karyawan ataupun penjaga sekolah. Dilanjutkan dengan berjabat tanga, mengucapkan salam dan menanyakan kondisi hari itu.

Selama berada di dalam kelas, guru pada awal pertemuan dengan siswa juga selalu memulai pelajaran dengan salam dilanjutkan dengan menanyakan kabar siswa seluruhnya.

Pada siang hari menjelang pulang, guru selalu menegur siswa terlebih dahulu, menjabat tangannya sambil mengucapkan hati-hati di jalan. Hal itu selalu guru lakukan dalam keseharian di sekolah. Setiap kali bertemu dengan siswa, guru selalu berusaha untuk menyapa terlebih dahulu.

Hal-hal tersebut selalu guru lakukan tanpa harus menunggu siswa atau warga sekolah yang lain melakukannya terlebih dahulu. Hari demi hari, bulan demi bulan bahkan bulan demi bulan dengan sendirinya siswa tanpa disuruh justru siswa dapat belajar dari contoh guru tersebut dan melakukannya dalam keseharian. Siswa apabila bertemu dengan guru, teman maupun warga sekolah yang lain selalu saling berusaha menyapa terlebih dahulu sehingga tak jarang saling tertawa bersama karena  mengucapkan salam secara bersamaan.

Perilaku tersebut tidak hanya siswa SMP Negeri 3 Kandangan terapkan kepada warga sekolah, akan tetapi kepada siapapun yang menjadi tamu di SMP Negeri 3 Kandangan siswa sudah langsung dengan sendirinya akan menyapa sambil menjabat tangan dan mengucapkan salam

  1. Bertutur kata kasar baik kepada guru, teman maupun warga sekolah yang lain.

Awalnya sebagian besar siswa SMP Negeri 3 Kandangan terbiasa bertutur kata kasar dengan siapappun. Karena mereka orang jawa, sudah biasa bertutur kata dengan basa ngoko kepada guru maupun warga sekolah yang lain.

Di daerah jawa terutama jawa tengah apabila anak-anak bertutur kata dengan menggunakan basa ngoko dianggap tidak sopan terutama kepada orang yang lebih tua. Kepada orang yang lebih tua sudah seharusnya bertutur kata menggunakan basa krama.

Setelah ditanya kenapa siswa SMP Negeri 3 Kandangan apabila bertutur kata dengan guru menggunakan basa ngoko tidak menggunakan basa krama dikarenakan mereka tidak pernah diajari oleh orang tuanya cara bertutur kata yang sopan. Hal tersebut terjadi karena orang tua siswa sibuk bekerja untuk memperbaiki kondisi ekonomi keluarga baik yang bekerja di ladang maupun yang merantau. Intensitas bertemu dengan anggota keluarga jarang. Yang penting siswa sudah dicukupi untuk keperluan sehari-harinya.

Bagaimana mau mengajarkan tata krama yang baik karena bertemu saja jarang, bagaimana anak akan mendapatkan contoh perilaku yang baik karena jarang bertemu dengan orang tuanya.

Untuk mengatasi hal tersebut, penulis sebagai guru berusaha memberikan contoh yang baik dalam bertutur kata baik saat berada di luar kelas maupun di dalam kelas. Saat berada di dalam kelas guru berusaha menyampaikan materi dengan bahasa yang baik dan benar, dan dengan suara yang lembut. Berusaha untuk tidak menyinggung perasaan siswa melalui kat-kata.

Pada saat kegiatan pembelajaran tidak jarang guru menemui siswa yang tidak membawa buku pelajaran, tidak mengerjakan PR dan bahkan tidur di dalam kelas. Untuk menghadapi anak yang tidak membawa buku pelajaran, guru berusaha menanyakan dengan lembut mengapa tidak membawa buku pelajaran, ditanya alasannya. Meskipun  siswa menjawab lupa membawanya, kita sebagai guru harus mampu menahan emosi kita untuk marah. Kita coba memberikan pengertian agar saat malam hari dipersiapkan buku pelajarannya sesuai dengan jadwal di pagi harinya. Jangan lupa selalu ingatkan siswa kita untuk selalu belajar, membaca kembali mata pelajaran yag sudah diajarkan oleh guru.

Guru mempunyai kewajiban untuk selalu mengingatkan kepada seluruh siswa kita untuk memahami betul tugas seorang pelajar. Tugas utam seorang pelajar adalah belajar agar dapat meningkatkan kemampuannya dalam bidang akademik maupun non akademik sesuai potensi yang dimilikinya.

Dalam menghadapi siswa yang tidak mengerjakan PR maupun yang tidur di dalam kelas, kita tidak boleh mudah emosi. Harus tetap kita tanyakan alasan mereka melakukan hal tersebut. Setelah tahu alasannya baru kita mengingatkan agar tidak mengulangi hal tersebut.

Menegur siswa penuh dengan cinta akan menjadikan siswa kita menyadari apa yang mereka lakukan. Berbeda apabila kita melakukannya dengan berkata-kata kasar bahkan dengan amarah, justru siswa kita berusaha menentang apa yang kita katakan.

Siswa tanpa harus kita marahi akan tetapi kita ajak berbicara tentang masalah yang mereka hadapi, mereka akan paham tentang tanggungjawab dirinya. Dengan sendirinya mereka akan melakukan paling tidak sesuai dengan apa yang kita katakan. Dengan demikian akan terbentuk pendidikan karakter pada diri siswa.

  1. Siswa tidak masuk sekolah saat ujian

Ada beberapa siswa yang kadang tidak masuk sekolah karena ujian. Kasus ini terjadi pada siswa kelas IX. Siswa tersebut tidak masuk saat pelaksanaan ujian praktik.

Karena siswa tersebut tidak masuk sekolah saat ujian praktik, maka guru memohon kepada guru BK untuk berusaha menjemputnya ke rumah. Ternyata siswa tersebut belum bangun dari tidurnya. Setelah kita tanyakan kepada anggota keluarganya yang berada di rumah, ternyata siswa tersebut tidak tinggal bersama orang tuanya melainkan tinggal bersama paman dan bibinya.

Bibinya menjelaskan bahwa dia sudah membangunkan siswa tersebut, ternyata menjawab tidak akan masuk sekolah. Bibinya tidak mengetahui kalau siswa tersebut di sekolah hari itu harus melaksanakan ujian praktik.

Anak tersebut dibangunkan oleh bibinya, oleh guru BK ditunggu sampai siswa tersebut siap untuk berangkat ke sekolah. Siswa akhirnya siap berangkat ke sekolah dan dibonceng oleh guru BK.

Adanya kepedulian dari guru BK untuk menjemput ke rumah, siswa tersebut meminta maaf kepada guru BK tidak akan mengulangi perbuatannya dan berjanji akan selalu berangkat sekolah dengan rajin.

Kepedulian dan rasa empati yang kita berikan kepada siswa kita akan membuahkan hasil berupa karakter yang tertanam dalam diri siswa. Tanpa harus kita bentak, ternyata dengan sendirinya siswa dapat menyadari apa yang mereka lakukan salah. Mereka menyadari dengan sendirinya apa yang menjadi tanggungjawab mereka.

Masih banyak kasus lain yang terjadi di SMP Negeri 3 Kandangan yang berkaitan dengan pendidikan karakter. Pada akhirnya siswa-siswa menyadari betapa pentingnya berperilaku dengan baik, peduli dan mempunyai rasa terhadap sesama akan menciptakan rasa tanggungjawab pada diri siswa terhadap apa yang menjadi kewajibannya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s