Menulislah, dan Teruslah Menulis

Menulislah dan Teruslah Menulis
By: Vitti Medona Naris Tanjung
==========================

Beberapa minggu terakhir saya bergabung dalam Komunitas Menulis Buku dipimpin langsung oleh Sang Blogger Indonesia Bapak Wijaya Kusumah bersama teman teman yang berasal dari beberapa Provinsi di Indonesia. Banyak hal yang sudah saya dapatkan bahkan setiap hari kami semua peserta bisa berinteraksi. Kok bisa? Mungkin pertanyaan itu yang terbesit. Dan jawabannya sederhana, karena komunitas kami adalah Komunitas Pekerja yang ingin menjadikan menulis sebagai Tugas dan Kebutuhan. Kami cuma butuh Aplikasi WhatsApp, kemudian daftar. Dan kamipun mengikuti 8 kali sesi kuliah Online,  dan diberi Tugas disetiap sesinya.

Dikomunitas ini kami semua belajar menjadi Penulis yang hebat. Menulis dari hal yang sangat sederhana, hal terdekat dan sebisa mungkin menulis disetiap waktu. Luar biasa bukan?

Saya adalah salah satu peserta dari Belajar Menulis Buku Gelombang ke 5. Dan saya berharap bisa menjadi salah satu orang sukses karena bisa menulis.

Menulis adalah kegiatan yang sangat menyenangkan, menulis adalah proses dari sebuah pengalaman, karena menulislah  banyak orang ingin mengetahui banyak hal tentang sesuatu. Dan pastinya menulis dapat terlaksana dengan banyak membaca. Membaca tidak harus menbaca yang tersurat, membaca hal yang tersiratpun akan menghasilkan karya hebat yang luar biasa dan menyentuh bagi yang membacanya.

Menurut Bapak Wijaya Kusuma yang akrab dipanggil  dengan OM JAY:”
Banyak orang belum menulis dengan hatinya. Wajar saja kalau belum menyentuh hati pembacanya. Tulisannya hanya dilewati pembaca.
Kita menulis untuk dibaca oleh orang lain. Kita menulis agar pesan penulis sampai ke lubuk hati pembaca yang terdalam. Menulis dengan hati adalah salah satu rahasia kesuksesan menulis. Sayangnya, belum semua dari kita menulis dari hatinya. Sehingga belum berhasil mempertemukan hati penulis dan pembaca. Oleh karena itu, menulislah dari hatimu. Tak lama kemudian akan kau dapatkan pembaca setia tulisanmu.

Itulah sekelumit cerita tentang saya hari ini. Tulisan ini terangkai bebas karena itulah yang terpikir. Yang artinya memikirkan sesuatupun bisa jadi tulisan.

Marilah kita biasakan menulis. Jika tidak suka membaca banyak buku sebagai modal utama menulis. Maka syukuri setiap perjalana hidup kemudian tulislah dalam pikiranmu dan rangkaialh dia dalam bahasa indahmu lewat alunan tulisan dan ketikan cantikmu. Menulislah maka engkau akan rasakan indahnya dunia.

(Lab. Komputer SMP Muhammadiyah 1 Jakarta)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s