Monthly Archives: Juli 2018

Guru & Cinta

Guru dan Cinta

Oleh : Hastuti Wibowo

img_2443

Guru identik dengan Cinta karena selama menjadi guru selalu ada cinta buat saya. Bahagia rasanya mendapat cinta dari semua yang berinteraksi dengan saya sebagai guru. Ibu guru sebuah panggilan yang menggetarkan hati dari kata inilah saya merasakan adanya cinta di kehidupan. Mereka memanggil Ibu Guru rasanya sejuta harapan yang mereka inginkan dari saya. Begitu nyaman dan indahnya setiap kata itu terucap dari mereka anak-anak saya di sekolah. Tidak salah lagi Cinta yang membingkai Ibu Guru dengan semua anak didik di sekolah.

Cinta sebagai guru sudah saya rasakan mulai dari 29 tahun lalu, saat saya mengawali aktivitas sebagai guru. Menjadi guru baru memberi tantangan tersendiri untuk membuktikan eksistensi sebagai guru yang dapat dihandalkan. Meski masih sebagai guru honorer tidak menyurutkan semangat saya untuk menunjukkan kualitas pembelajaran.

Waktu terus berlalu sampai menginjak tahun ke 12 saya masih berstatus sebagai guru honorer di sekolah swasta ini yang merupakan sekolah ternama di Provinsi Jambi. Sampai pada akhirnya ada pertemuan antara guru dan pimpinan Yayasan Pusat. Pada pertemuan tersebut banyak diantara guru mengajukan protes kenaikan kesejahteraan. Kebanyakan dari mereka sudah berpredikat guru tetap dengan gaji yang jauh lebih besar dari gaji saya. Saya berpikir inilah saatnya saya mengajukan diri di forum yang langka ini. Dengan lantang saya berkata : “ Maaf bapak/Ibu Guru kalau kalian menginginkan kesejahteran yang lebih lalu bagaimana dengan saya?”. “Saya hanya guru honorer dengan masa kerja 12 tahun, seharusnya yang harus diprioritaskan adalah saya”. Ucap saya dengan semangat. “ Karena saya sudah banyak membawa nama sekolah dengan membimbing siswa sampai ke tingkat Nasional, tolong Bapak Pimpinan memperhatikan keinginan saya untuk dijadikan guru tetap bukan meminta tambahan kesejahteraan”. Ucap saya sambil menganggukan kepala dan duduk kembali. Alhamdulillah di tahun itu juga Tahun 2002 saya menjadi guru tetap dengan masa kerja diperhitungan setengah dari 12 tahun. Predikat ini semakin membuat saya semangat memajukan kualitas pendidikan di sekolah ini.

Sampai lupa ya.. saya belum mengenalkan diri. Nama saya Hastuti Wibowo merupakan anak kelima dari pasangan Suhawariatin dan Supardi Hendro Wibowo. Saya memiliki 2 putra dan 1 putri bersama suami saya alm Ismet Muhamad. Delapan tahun lalu suami tercinta mendahui saya dan ketiga buah hati. Keadaan terberat yang pernah saya rasakan karena harus berjuang menghidupi ketiga anak yang sedang butuh materi dan moril. Menjadi guru sangat menguatkan saya menghadapi semua ini. Saat ini kedua putra saya sudah sarjana dan gadis bungsu yang cantik cerdas dibiayai Provinsi karena diterima di SMA Negeri Titian Teras HAS milik Provinsi Jambi. Umur saya saat ini sudah mencapai 54 tahun.

Kembali lagi pada cerita saya tentang suka duka menjadi guru yang didominasi suka karena cinta dan dukungan dari semua pihak. Saya sebagai guru IPA selalu mendukung siswa beprestasi di sekolah maupun di luar sekolah. Saya menekuni Olimpiade Sains mulai dari membimbing di sekolah sampai membimbing di Provinsi. Semakin banyak saya berbuat rasanya semakin kurang upaya yang sudah saya lakukan. Saya bertekad akan selalu mendukung dunia pendidikan sampai akhir hayat.

Guru tidak hanya mendukung tetapi ada kalanya harus memberi contoh. Contoh yang sering saya tunjukkan pada murid antara lain saya aktif belajar dan aktif mengikuti lomba guru. Saya belajar dengan mengikuti pendidikan S2 diusia 48 tahun dan Alhamdulillah saya wujudkan menjadi lulusan terbaik wisuda tahun 2015 dengan IPK 4,00. Bahagia rasanya dengan penuh cinta murid-murid saya datang di hari ujian sidang dengan bunganya. Lomba yang sudah saya ikuti dari tingkat kota sampai nasional. Pengalaman nasional saya rasakan pada tahun  2009, 2010, 2016, 2017. Pengalaman lomba membuat saya semakin belum maksimal dalam berkarya karena masih banyak guru hebat diluaran sana yang patut diacungi jempol.

Menjadi finalis guru berprestasi nasional 2016 memberi pelajaran tersendiri buat saya kalau guru harus menulis karena dengan menulis ada yang ditinggalkan pada generasi berikutnya. Guru tidak hanya meninggalkan ilmunya saja tapi meninggalkan tulisan yang penuh makna bagi dunia pendidikan.

Berlatar belakang ini tolong ajari saya untuk terus menulis tentang fiksi dan non fiksi. Kemampuan saya yang masih minim perlu bimbingan dan belajar lebih lanjut. Terimakasih Bapak Wijaya Kusumah (Omjay) yang bersedia menjadi mentor saya dalam menulis. Meski baru belajar saya sudah menerbitkan 4 buku dengan penuh perjuangan. Ingin rasanya dimasa pensiun saya kelak Insya Allah saya menjadi penulis yang mendidik untuk perkembangan anak-anak dalam masa pendidikan.

Saya Seorang Guru

SAYA SEORANG GURU

Oleh: RICKY ANHAR LUBIS, S.T

 


img_2469            Awalnya saya menjadi guru dimulai saat saya pertama kali INTERVIEW disekolah saya dimedan. Basic pendidikan saya bukan seorang sarjana keguruan melainkan sarjana teknik. Saat interview pertama kali disekolah ini saya duduk didepan kantin mengikuti antrian wawancara kepala sekolah kepada calon gurunya.

Awalnya saya bingung kenapa saya mau melamar menjadi guru disekolah tersebut. Kemudian antrian pun terus berkurang saya mulai menanyakan kepada pelamar yang sudah ikut tes wawancara lalu mereka menjawab “SEPERTI BIASA NANTI KAMI KABARI LAGI” begitu ucapan mereka sambil menirukan ekspresi kepala sekolah yang mereka jumpai tadi. Kemudian giliran saya pun datang, saat memasuki pintu kantor kepala sekolah jantung mulai berdetak kencang, saya takut jika menjadi guru begitu ucap hatiku. Kemudian saya diwawancarai dijejali beberapa pertanyaan mulai dari materi ajar, rpp, silabus, kesiapan mengajar dan lain-lain yang semua itu tidak saya dapat dari perkuliahan saya. Lalu akhirnya kepala sekolah berunding dan mengucapkan “SELAMAT DATANG DISEKOLAH KAMI” kepada saya. Saya bingung padahal tadi pelamar yang lain pulang dengan wajah kesal.

            Hari pertama saya mengajar langsung ditempatkan di tingkatan SMA. Saya mengajar komputer (TIK). Saya gugup dan tidak mengerti bagaimana caranya mengajar. Saya lihat buku pelajaran mereka, saya mengerti tapi susah menjelaskannya di papan tulis dan dihadapan mereka. Sampai saya bolak-balik keluar kelas menarik nafas dalam-dalam lalu kembali ke dalam kelas.

Akhirnya saya mengajarkan materi yang saya kuasai kepada mereka. Hari berikutnya saya masuk dikelas berbeda dikelas ini terkenal dengan siswa laki-lakinya yang sedikit lebih banyak siswa perempuannya. Saya gugup dikelas ini apalagi waktu itu saya masih belum menikah semua siswa perempuannya meminta no HP saya, alamat saya, facebook saya dll. Jelas saya kasih ke mereka kemudian saya ganti semua no HP, Facebook saya.

            Tahun berganti tahun saya mulai terbiasa mengajar di tingkat SMA. Kemudian saya ditugaskan mengajar ditingkatan SD. Awalnya saya tidak merasakan kekhawatiran saat ditugaskan ditingkatan SD tapi pada saat pembagian kelas saya ditempatkan dikelas I, II dan III SD di kelas-kelas kecil. Disini saya merasakan bagaimana guru itu sebenarnya. Saya harus membukakan tas siwa-siswa saya dan mengeluarkan buku TIK mereka satu per satu sampai-sampai bel berbunyi hanya untuk mengajarkan mereka mengeluarkan buku ke atas meja. Ada juga siwa yang belum bisa membaca, menulis, berbahasa indonesia dsb. Mulailah rasa malas dan menyerah mengajar itu datang terus menerus kepada saya.

Sampai suatu saat niat saya untuk menjadi guru mulai pudar tetapi sebelum niat-niat itu pudar saya tidak menyerah untuk menjadi seorang guru walapun seperti kata lirik lagu “GAJI GURU OEMAR BAKRIE SEPERTI DIKEBIRI”, “JADI GURU JUJUR BERBAKTI MEMANG MAKAN HATI” tapi saya tetap mengajar sampai saat ini.

            Sekarang tujuh tahun sudah saya mengajar di beberapa sekolah mulai dari sekolah negeri, swasta, pesantren dsb. Saya sangat bangga menjadi guru. Saya bangga jika siswa/i yang saya bimbing dulu menjadi orang penting, pejabat, polisi atau menjadi orang sukses di indonesia. Apalagi saat saya bertemu dengan mereka dan mereka dengan bangga menyebutkan “Saya bisa begini karena bapak dulu mengajar saya denga rasa sayang dan seperti orang tua bagi saya disekolah”.

            Inilah suka duka saya saat menjadi guru di indonesia.

Salam dari saya

RICKY ANHAR LUBIS, S.T

Sekarang mengajar di PERGURUAN HUSNI THAMRIN MEDAN.

Suasana Pagi di SMP Labschool Jakarta

Menikmati suasana pagi di rumah kedua.

olahraga padi di smp labschool jakarta

Pagi ini saya sudah berada di sekolah. Pukul 04.30 berangkat dari rumah dan tiba di sekolah pukul 05.00.

Saya langsung ke masjid sekolah untuk sholat subuh. Begitu juga anak saya berlian yang pagi ini ada kegiatan di sma labschool jakarta.

Setelah sholat subuh ngaji sebentar. Baca surat surat pendek di juz ke 30 al quran. Sambil berdoa dimudahkan segala urusannya dan mendapatkan rezeki yang berkah hari ini.

Saya sudah siap dengan pakaian olahraga. Waktu sudah menunjukkan pukul 05.37. Nampak anak anak osis baik smp dan sma sudah mulai berbaris. Mereka akan lari jumat pagi seperti biasa lalu dilanjutkan dengan tugas jaga lari di sekitar kampus unj rawamangun.

lari jumat pagi di smp labschool jakarta

Belum banyak guru yang datang. Lebih banyak peserta didiknya daripada gurunya. Pengurus osis smp sudah mulai pemanasan di lapangan depan masjid baitul ilmi labschool jakarta.

Mereka semangat sekali menyambut pagi. Siap sedia menjalankan tugasnya sebagai pengurus osis. Senang melihat mereka seperti ini. Inilah calon pemimpin masa depan Indonesia.

Saya menemani pak erwin melepas anak anak  lari pagi. Suasana pagi di rumah kedua begitu indah. Keceriaan hadir di sekitar kita. Kebahagiaan terpancar dari wajah anak anak kita.

erwin marwiansyah

 

Selamat pagi indonesia. Selamat menikmati keindahan negeriku yang indah. Mari kita siapkan generasi emas indoesia di rumah kedua. Mereka penerus anak bangsa yang luar biasa. Mari kita siapkan bersama sama.

Halo-halo labschoolku

Hari ini hati luar biasa

Halo-halo labschoolku

Suara kami menggema di udara

dok.pribadi

Salam blogger persahabatan

Omjay

Blog http://wijayalabs.com

Belajar dan Berbagi Ilmu PTK di SMP Islam Al Azhar 25 Pamulang Tangsel

omjay-al-azhar25.jpg

Sabtu, 21 Juli 2018 kami diundang untuk mengisi pelatihan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) di SMP Islam Al Azhar 25 Pamulang, Tangerang Selatan (Tangsel). Pelatihan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini diaksanakan dengan tema “Menuju Sekolah Unggul Berbasis Riset”. Bersama Omjay Wijaya Kusumah dan Dedi Dwitagama serta Ikhsan Abdusyakur kami meluncur ke arah Serpong dari Labschool Rawamangun.

Tema yang diambil cukup menarik. Pukul 07.30 wib kami sudah tiba disekolah yang megah dan bagus ini. Anda bisa melihat websitenya di http://smpia25.al-azhar.sch.id/ dan membuat kita kagum dengan prestasi sekolah ini. Kami diterima pak Casidin yang menjabat sebagai kepala sekolah. Beliau adalah adik kelas saya di pascasarjana UNJ Rawamangun.

Kami ngobrol-ngobrol sebentar di ruang kepala sekolah. Sambil diskusi dengan materi yang akan kami berikan dan menikmati secangkir teh manis hangat. Padahal Sebelum kami sampai sekolah al azhar, kami sempat mampir sarapan nasi uduk di dekat sekolah. Nasi uduk semur jengkol menjadi menu sarapan saya pagi itu.

Sebenarnya apa yang dimaksud dengan Sekolah unggul Berbasis Riset (SBR)? Istilah ini barangkali baru di Indonesia, tetapi di beberapa negara maju, istilah ini sudah diperkenalkan sejak tahun 1980an-1990an. Pada intinya, konsep ini memiliki sebuah target tersembunyi yaitu membangun semangat dan budaya meneliti di kalangan guru. Budaya meneliti bisa dilakukan dengan melakukan penelitian tindakan kelas (PTK).

Konsep SBR bermula dari dua komponen utama yaitu, guru dan kegiatan riset. Ide untuk melibatkan guru dalam kegiatan penelitian pendidikan dan dalam pengembangan kurikulum telah dikampanyekan oleh beberapa pakar pendidikan, misalnya Lawrence Stenhouse pada tahun 1960-1970an, yang merupakan pakar pendidikan Inggris, Jean Rudduck pada tahun 1980an, dan Donald McIntyre pada era 1990an. Mereka adalah para dosen terkenal di universitas cambridge.

omjay memberikan materi PTK
omjay memberikan materi PTK

Konsep penelitian di kalangan guru harus terus dikembangkan di sekolah. Sehingga dengan cepat guru dapat memperbaiki cara mengajarnya.  Sheldon mengemukakan empat hal penting yang harus dikritik dalam pengajaran yaitu, materi, metode, guru dan siswa. Poin kritikan terhadap guru misalnya, class management, cara berdiri, bahasa yang dipergunakan, dll, yang kesemuanya menjadi konsep-konsep ptk yang sekarang ini kita kenal. Sekolah Guru di Tokyo pada tahun 1883 mengawali konsep jugyou kenkyuu, yaitu guru mengobservasi kelas guru yang lain, dan sejak saat itu menyebar ke semua sekolah di Jepang, dan pada tahun 1960-an ditetapkan sebagai strategi wajib dalam in-service training untuk guru di Jepang. Saat ini, jugyou kenkyuu telah menjadi tradisi di sekolah-sekolah di Jepang. Namanya dikenal dengan lesson studi.

pak dedi memberikan materi motivasi
pak dedi memberikan materi motivasi

Dengan demikian pelibatan guru dalam riset pendidikan di sekolah bukanlah barang baru di beberapa negara. Tetapi, dari gambaran sejarah di atas, kita dapat memahami bahwa menjadikan penelitian/riset sebagai sebuah tradisi atau budaya di sekolah memakan waktu yang cukup lama.

Alangkah bagusnya setiap sekolah mengembangkannya dalam bentuk riset dengan melakukan ptk. Dengan ptk guru dpt merencanakan dan melaksanakan pembelajaran yang berkualitas karena selalu ada refleksi dan kolaborasi dengan teman sejawat.

Apa itu PTK?

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) merupakan ragam penelitian pembelajaran yang berkonteks kelas yang dilaksanakan oleh guru untuk memecahkan masalah-masalah pembelajaran yang dihadapi oleh guru, memperbaiki mutu dan hasil pembelajaran dan mencobakan hal-hal baru pembelajaran demi peningkatan mutu dan hasil pembelajaran.

Berdasarkan jumlah dan sifat perilaku para anggotanya, PTK dapat berbentuk individual dan kaloboratif, yang dapat disebut PTK individual dan PTK kaloboratif. Dalam PTK individual seorang guru melaksanakan PTK di kelasnya sendiri atau kelas orang lain, sedang dalam PTK kaloboratif beberapa orang guru secara sinergis melaksanakan PTK di kelas masing-masing dan diantara anggota melakukan kunjungan antar kelas.

PTK memiliki sejumlah karakteristik sebagai berikut :

Bersifat siklis, artinya PTK terlihat siklis-siklis (perencanaan, pemberian tindakan, pengamatan dan refleksi), sebagai prosedur baku penelitian.

Bersifat longitudinal, artinya PTK harus berlangsung dalam jangka waktu tertentu (misalnya 2-3 bulan) secara kontinyu untuk memperoleh data yang diperlukan, bukan “sekali tembak” selesai pelaksanaannya.

Bersifat partikular-spesifik jadi tidak bermaksud melakukan generalisasi dalam rangka mendapatkan dalil-dalil. Hasilnyapun tidak untuk digenaralisasi meskipun mungkin diterapkan oleh orang lain dan ditempat lain yang konteksnya mirip.

Bersifat partisipatoris, dalam arti guru sebagai peneliti sekali gus pelaku perubahan dan sasaran yang perlu diubah. Ini berarti guru berperan ganda, yakni sebagai orang yang meneliti sekali gus yang diteliti pula.

Bersifat emik (bukan etik), artinya PTK memandang pembelajaran menurut sudut pandang orang dalam yang tidak berjarak dengan yang diteliti; bukan menurut sudut pandang orang luar yang berjarak dengan hal yang diteliti.

Bersifat kaloboratif atau kooperatif, artinya dalam pelaksanaan PTK selalu terjadi kerja sama atau kerja bersama antara peneliti (guru) dan pihak lain demi keabsahan dan tercapainya tujuan penelitian.

Bersifat kasuistik, artinya PTK menggarap kasus-kasus spesifik atau tertentu dalam pembelajaran yang sifatnya nyata dan terjangkau oleh guru; menggarap masalah-masalah besar.

Menggunakan konteks alamiah kelas, artinya kelas sebagai ajang pelaksanaan PTK tidak perlu dimanipulasi dan atau direkayasa demi kebutuhan, kepentingan dan tercapainya tujuan penelitian.

Mengutamakan adanya kecukupan data yang diperlukan untuk mencapai tujuan penelitian, bukan kerepresentasifan (keterwakilan jumlah) sampel secara kuantitatif. Sebab itu, PTK hanya menuntut penggunaan statistik yang sederhana, bukan yang rumit.

Bermaksud mengubah kenyataan, dan situasi pembelajaran menjadi lebih baik dan memenuhi harapan, bukan bermaksud membangun teori dan menguji hipotesis.

Tujuan PTK sebagai berikut :

Memperbaiki dan meningkatkan mutu praktik pembelajaran yang dilaksanakan guru demi tercapainya tujuan pembelajaran.

Memperbaiki dan meningkatkan kinerja-kinerja pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru.

Mengidentifikasi, menemukan solusi, dan mengatasi masalah pembelajaran di kelas agar pembelajaran bermutu.

Meningkatkan dan memperkuat kemampuan guru dalam memecahkan masalah-masalah pembelajaran dan membuat keputusan yang tepat bagi siswa dan kelas yang diajarnya.

Mengeksplorasi dan membuahkan kreasi-kreasi dan inovasi-inovasi pembelajaran (misalnya, pendekatan, metode, strategi, dan media) yang dapat dilakukan oleh guru demi peningkatan mutu proses dan hasil pembelajaran.

Mencobakan gagasan, pikiran, kiat, cara, dan strategi baru dalam pembelajaran untuk meningkatkan mutu pembelajaran selain kemampuan inovatif guru.

Mengeksplorasi pembelajaran yang selalu berwawasan atau berbasis penelitian agar pembelajaran dapat bertumpu pada realitas empiris kelas, bukan semata-mata bertumpu pada kesan umum atau asumsi.

Apa saja Manfaat PTK

Menghasilkan laporan-laporan PTK yang dapat dijadikan bahan panduan guru untuk meningkatkan mutu pembelajaran. Selain itu hasil-hasil PTK yang dilaporkan dapat menjadi bahan artikel ilmiah atau makalah untuk berbagai kepentingan, antara lain disajikan dalam forum ilmiah dan dimuat di jurnal ilmiah.

Menumbuhkembangkan kebiasaan, budaya, dan atau tradisi meneliti dan menulis artikel ilmiah di kalangan guru. Hal ini telah ikut mendukung professionalisme dan karir guru.

Mampu mewujudkan kerja sama, kaloborasi, dan atau sinergi antar-guru dalam satu sekolah atau beberapa sekolah untuk bersama-sama memecahkan masalah pembelajaran dan meningkatkan mutu pembelajaran.

Mampu meningkatkan kemampuan guru dalam menjabarkan kurikulum atau program pembelajaran sesuai dengan tuntutan dan konteks lokal, sekolah, dan kelas. Hal ini memperkuat dan relevansi pembelajaran bagi kebutuhan siswa.

Dapat memupuk dan meningkatkan keterlibatan , kegairahan, ketertarikan, kenyamanan, dan kesenangan siswa dalam mengikuti proses pembelajaran di kelas yang dilaksanakan guru. Hasil belajar siswa pun dapat meningkatkan.

Dapat mendorong terwujudnya proses pembelajaran yang menarik, menantang, nyaman, menyenangkan, dan melibatkan siswa karena strategi, metode, teknik, dan atau media yang digunakan dalam pembelajaran demikian bervariasi dan dipilih secara sungguh-sungguh.

Demikianlah kegiatan kami hari ini. Terima kasih atas undangannya. Foto lengkapnya bisa dilihat di sini.

Responmu Sebanding Kedewasaanmu

omjay-umroh

RESPONMU SEBANDING KEDEWASAANMU

_*Hidup terdiri dari sepuluh persen apa yang terjadi padamu dan sembilan puluh persen bagaimana kau meresponnya*_

Sahabatku……

Apa yang terjadi pada Anda, sesungguhnya diluar kendali Anda. Namun bagaimana Anda meresponnya adalah hak Anda.

Betapa banyak masalah sederhana menjadi sedemikian rumit dikarenakan respon berlebihan dan kurang bijak. Namun sebaliknya betapa banyak masalah yang cukup berat menjadi sederhana dan terpecahkan karena respon bijak yang sedemikian cerdas.

Respon berlebih dan kurang bijak atas masalah, biasanya sangat terkait dengan kedewasaan emosi dan spiritual yang kurang.
Sebaliknya respon bijak dan cerdas atas masalah sangat terkait dengan kedewasaan emosi dan spiritual yang matang.

Kematangan emosi dan kedewasaan spiritual biasanya ditopang oleh hal2 sbb :

a. Kemauan yang baik untuk senantiasa belajar dari permasalahan permasalahan masa lalu, sehingga lebih bijak menghadapi masa depan.

b. Kemauan *di evaluasi, bahkan siap dikritik* oleh pihak lain atas aktivitas kerja yang kita lakukan sebagai proses perbaikan aktifiras berikutnya.

c. Kesiapan diberikan tanggung jawab lebih yang senantiasa keluar dari zona nyaman, sehingga kecerdasan emosi dan mental lebih bertumbuh dan berikutnya menjadi sosok yang bijak dalam merespon peristiwa-peristiwa.

Sahabatku….

*Ketika di sekolah dan di kampus Anda Belajar terlebih dahulu baru di uji kemudian…

Namun …..

Ketika di masyarakat Anda akan di Uji terlebih dahulu dan baru belajar kemudian*….

*Selalu Ada pesan cinta yang di titipkan Allah bagi hambaNya melalui ujian hidup yang harus di responnya*

*Silahkan Anda Share sebanyak Mungkin kemanfaatan Tulisan ini agar bisa membersamai saudara dan sahabat Anda di seluruh Indonesia.*

Aris Ahmad Jaya ABCo
arisahmadjaya.com
abco.co.id

Kisah Anak Labschool


anak labschool

Kisah seru di rumah keduaku.

Usai sholat tahajud saya mulai menulis. Sebuah kebiasaan yang saya lakukan di malam sunyi.

Baca lebih lanjut

Yuk Ikut Donasi Untuk Madrasah Kami!

omjay-madrasah

Keluarga besar kami sedang membangun madrasah untuk masyarakat di desa lebak anyar puwakarta. Dari keluarga besar alhamdulillah telah terkumpul dana 12 juta sedangkan dana yang dibutuhkan untuk pembangunan 50 juta. Jadi masih kurang 38 juta lagi.

Kami sedang mencari donator untuk pembangunan madrasah. Buat bapak dan ibu yang ingin menjadi donatur buat pembangunan madrasah dapat sms omjay di wa 08159155515.

https://youtu.be/1t8Ia2iZy2U

Dengan senang hati akan omjay jelaskan untuk apa saja dana dari donator akan kami gunakan. Bapak dan ibu atau anda yang ingin menjadi donatur bias telpon omjay di nomor omjay di atas. Bisa juga minta infonya ke email wijayalabs@gmail.com.

Kawan-kawan Bisa juga langsung transfer ke rekening pengurus madrasah dengan bapak komarudin. Ini no rekening bank 164-00-0196306-7 a/n Mas Achmad Komarudin Bank Mandiri .

Terima kasih atas bantuan donasinya. Semoga semakin bertambah rezekinya. Terima kasih kami ucapkan kepada mbak Novrita Savitri dan kawan-kawan yang telah memberikan donasinya. Semoga ada kawan lainnya yang ikut membantu agar tahun ajaran ini bisa digunakan. Aamiin.

Sekolah madrasah ini adalah peninggalan almarhum kakek kami Mas Ahmad Oekandi Dimjati. Beliau adalah salah satu pendiri al azhar pusat di kebayoran bersama almarhum buya hamka. Madrasah di purwakarta dikelola oleh mantunya ustadz Kurdi. Namun ajal menjemputnya di usia muda. Sekarang dilanjutkan oleh anak pertamanya ustadz Ade Azis.

Kami berharap ada donasi untuk madrasah yang sedang kami kelola, sehingga gedungnya bisa digunakan untuk anak-anak yang ingin belajar di desa lebak anyar, kecamatan pesawahan, kabupaten purwakarta.

Ada berita gembira. alhamdulilah, Sudah ditransfer dana 5 juta  untuk sumbangan pembangunan MADRASAH dari keluarga  MAS ACHMAD ABDULLAH.. Semoga rizkinya di balas yang lebih banyak dan berkah.   Aamiin

di sini