Kisah Anak Labschool


anak labschool

Kisah seru di rumah keduaku.

Usai sholat tahajud saya mulai menulis. Sebuah kebiasaan yang saya lakukan di malam sunyi.

Nyamuk nyamuk nakal ikut menemani. Sudah lebih dari dua ekor nyamuk mati ditanganku. Sadis sekali. Darah segar ada di telapak tangan ini.

Kali ini saya menulis pakai hp istri. Hp saya mati dan sedang diisi baterainya. Selain itu, hp punya istri lebih enak dipakai buat menulis kisah ini.

Saya mulai kisah ini dengan banyak bersyukur kepada Allah. Begitu banyak kenikmatan yang diperoleh. Dari mulai bangun tidur sampai tertidur lagi.

Kalau kita bersyukur tentu akan semakin ditambah nikmat itu. Tetapi kalau kita kufur, maka azab Allah akan teramat pedih. Kita harus pandai menjadi manusia yang selalu bersyukur dengan karunia ilahi.

Seperti apa yang saya rasakan di rumah keduaku. Labschool jakarta. Tempat saya belajar dan berbagi ilmu. Tempat saya menyemai benih-benih anak negeri.

Senang melihat anak anak datang ke masjid untuk sholat berjamaah. Ketika adzan terdengar semua anak yang beragama islam langsung ke masjid. Semua datang dengan penuh keikhlasan tanpa disuruh lagi. Sementara yang non muslim ikut menyesuaikan dengan dipandu para guru rohani.

Inilah budaya sekolah kami yang terus kami pertahankan hingga kini. Budaya sholat berjamaah menjadi bukti berjalannya penguatan pendidikan karakter di sekolah kami. Para guru menjadi teladan para siswa-siswi.

Selain itu budaya disiplin juga tertanam dengan baik di hati siswa-siswi. Mereka terbiasa disiplin soal waktu. Selama seminggu sekolah berjalan tak ada siswa-siswi yang tercatat terlambat masuk sekolah. Mereka semua bahagia di rumah keduanya.

Kebersihan kelas juga terjaga dengan baik. Tak ada lagi siswa yang membuang sampah sembarangan. Piket kelas berjalan dengan baik dengan bimbingan wali kelas.

Semua kelas bersih dan tak ada sampah. Kebersihan sebagian daripada iman dan mereka amalkan dalam kehidupan sehari hari.

Senang sekali melihat siswa sudah mulai terlihat mandiri. Mereka dilatih untuk menjadi pemimpin di masa depan.

Setelah selesai kegiatan masa pengenalan lingkungan sekolah atau mpls di kelas 7, kini saatnya kegiatan ekspo ekskul. Semua siswa diberikan kesempatan untuk memilih sendiri ekstra kurikuler yang ingin diikutinya.

Minat dan bakat siswa tersalurkan dengan baik melalui kegiatan ekstra kurikuler. Prestasi siswa di bidang akademik dan non akademik sungguh luar biasa. Kami para guru dibuat bangga oleh prestasi siswa-siswinya.

Di kelas 8 sudah dibuka pendaftaran latihan dasar kepemimpinan siswa yang disingkat LDKS. Mereka yang sudah ikut LDKS bisa mendaftarkan diri menjadi calon pengurus OSIS dan MPK.

Mulai minggu depan SMP Labschool Jakarta akan menggelar kegiatannya. Pesertanya selalu banyak dan diisi oleh nara sumber yang mumpuni. Anak anak senang ikut ldks.

Itulah sedikit kisah seru di rumah keduaku. Nanti lain waktu disambung lagi.

Salam blogger persahabatan
Omjay
Blog http://wijayalabs.com

Komentar ditutup.