Saya Seorang Guru

SAYA SEORANG GURU

Oleh: RICKY ANHAR LUBIS, S.T

 


img_2469            Awalnya saya menjadi guru dimulai saat saya pertama kali INTERVIEW disekolah saya dimedan. Basic pendidikan saya bukan seorang sarjana keguruan melainkan sarjana teknik. Saat interview pertama kali disekolah ini saya duduk didepan kantin mengikuti antrian wawancara kepala sekolah kepada calon gurunya.

Awalnya saya bingung kenapa saya mau melamar menjadi guru disekolah tersebut. Kemudian antrian pun terus berkurang saya mulai menanyakan kepada pelamar yang sudah ikut tes wawancara lalu mereka menjawab “SEPERTI BIASA NANTI KAMI KABARI LAGI” begitu ucapan mereka sambil menirukan ekspresi kepala sekolah yang mereka jumpai tadi. Kemudian giliran saya pun datang, saat memasuki pintu kantor kepala sekolah jantung mulai berdetak kencang, saya takut jika menjadi guru begitu ucap hatiku. Kemudian saya diwawancarai dijejali beberapa pertanyaan mulai dari materi ajar, rpp, silabus, kesiapan mengajar dan lain-lain yang semua itu tidak saya dapat dari perkuliahan saya. Lalu akhirnya kepala sekolah berunding dan mengucapkan “SELAMAT DATANG DISEKOLAH KAMI” kepada saya. Saya bingung padahal tadi pelamar yang lain pulang dengan wajah kesal.

            Hari pertama saya mengajar langsung ditempatkan di tingkatan SMA. Saya mengajar komputer (TIK). Saya gugup dan tidak mengerti bagaimana caranya mengajar. Saya lihat buku pelajaran mereka, saya mengerti tapi susah menjelaskannya di papan tulis dan dihadapan mereka. Sampai saya bolak-balik keluar kelas menarik nafas dalam-dalam lalu kembali ke dalam kelas.

Akhirnya saya mengajarkan materi yang saya kuasai kepada mereka. Hari berikutnya saya masuk dikelas berbeda dikelas ini terkenal dengan siswa laki-lakinya yang sedikit lebih banyak siswa perempuannya. Saya gugup dikelas ini apalagi waktu itu saya masih belum menikah semua siswa perempuannya meminta no HP saya, alamat saya, facebook saya dll. Jelas saya kasih ke mereka kemudian saya ganti semua no HP, Facebook saya.

            Tahun berganti tahun saya mulai terbiasa mengajar di tingkat SMA. Kemudian saya ditugaskan mengajar ditingkatan SD. Awalnya saya tidak merasakan kekhawatiran saat ditugaskan ditingkatan SD tapi pada saat pembagian kelas saya ditempatkan dikelas I, II dan III SD di kelas-kelas kecil. Disini saya merasakan bagaimana guru itu sebenarnya. Saya harus membukakan tas siwa-siswa saya dan mengeluarkan buku TIK mereka satu per satu sampai-sampai bel berbunyi hanya untuk mengajarkan mereka mengeluarkan buku ke atas meja. Ada juga siwa yang belum bisa membaca, menulis, berbahasa indonesia dsb. Mulailah rasa malas dan menyerah mengajar itu datang terus menerus kepada saya.

Sampai suatu saat niat saya untuk menjadi guru mulai pudar tetapi sebelum niat-niat itu pudar saya tidak menyerah untuk menjadi seorang guru walapun seperti kata lirik lagu “GAJI GURU OEMAR BAKRIE SEPERTI DIKEBIRI”, “JADI GURU JUJUR BERBAKTI MEMANG MAKAN HATI” tapi saya tetap mengajar sampai saat ini.

            Sekarang tujuh tahun sudah saya mengajar di beberapa sekolah mulai dari sekolah negeri, swasta, pesantren dsb. Saya sangat bangga menjadi guru. Saya bangga jika siswa/i yang saya bimbing dulu menjadi orang penting, pejabat, polisi atau menjadi orang sukses di indonesia. Apalagi saat saya bertemu dengan mereka dan mereka dengan bangga menyebutkan “Saya bisa begini karena bapak dulu mengajar saya denga rasa sayang dan seperti orang tua bagi saya disekolah”.

            Inilah suka duka saya saat menjadi guru di indonesia.

Salam dari saya

RICKY ANHAR LUBIS, S.T

Sekarang mengajar di PERGURUAN HUSNI THAMRIN MEDAN.

One response to “Saya Seorang Guru

  1. Semangat terus anak muda…anak -anak bangsa membutuhkannya…waktumu masih panjang…jadilah Guru yang menginspirasi semua insan pendidikan….

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s