Menerbitkan Buku Tanpa Biaya

RESUME KULIAH ON LINE DENGAN OM JAY

Oleh Dyahni Mastutisari

 

Hari Kamis kemarin tepatnya tanggal 23 Agustus 2018, sang guru dari grup menulis gelombang 6  Bapak Wijaya Kusumah, S.Pd, M.Pd menyelenggarakan kuliah on line perdana. Kuliah on line dengan materi “Bagaimana Cara Menerbitkan Buku”, yang rencananya akan dimulai pada pukul 10.00 WIB. Harus mundur pelaksanaannya karena hingga pukul 13.24 peserta yang mendaftar baru 20 orang. Sehingga akhirnya kuliah dimulai pada pukul 15.12 WIB. Dengan diawali sebuah pertanyaan dari Om Jay, “Apakah Bapak Ibu sudah ada yang menerbitkan buku sendiri?”

Dijawab oleh beberapa peserta dengan jawaban “Iya”. Kemudian Om Jay memberikan pertanyaan kedua, “Apakah Bapak Ibu mengeluarkan uang saat menerbitkan buku?”, Pertanyaan ini pun dijawab oleh peserta yang sudah pernah menerbitkan buku dengan jawaban ”Iya, Om. Biaya  pracetak dan biaya cetak”. Om Jay pun kembali bertanya, “ Berapa biaya yang dikeluarkan guru untuk menerbitkan buku di Media Guru?”. Kali ini jawaban beragam ada yang menjawab, untuk buku antologi puisi 200 ribu per buku dan nantinya akan mendapat bonus tiga buku free. Kemudian ada pula yang menjawab, biaya pracetak Rp1.050.000,- dan biaya cetak dihitung berdasarkan jumlah halaman.

Setelah itu Om Jay memberikan pernyataan retorik yang membuat peserta jadi pada ngiler. Berikut pernyataannya, “Percaya tidak? Dari 13 buku yang saya terbitkan, tidak satu pun uang yang saya keluarkan, malah saya dapat uang dari penjualan buku langsung dan royalty buku.  Saya melihat saat ini banyak guru yang tidak sabar menerbitkan bukunya, sehingga menjadi korban pengusaha buku”. Jelas Om Jay kemudian. Yang langsung disambung dengan penyampaian materi tentang cara mudah menulis buku ala Om Jay. Berikut cara-caranya:

  1. Menulis setiap hari. Jika alpha menulis, hari berikutnya wajib menulis double.
  2. Berlatih menulis baik dengan langkah T.U.L.I.S (Temukan Ide, Ukir Idenya, Libatkan otak kiri dan kanan, Ilmu dan teknik penulisan dikuasai, Sesuaikan tulisan dengan pembaca). Langkah dari Mas Baban tersebut telah terbukti menghasilkan 6 buah buku setelah dua tahun menjadi blogger.
  3. Jangan putus asa jika draft buku ditolak oleh penerbit. Sebab bisa jadi itu adalah langkah awal menjadi buku best seller. Seperti yang pernah dialami Andrea Hirata dengan bukunya “Laskar Pelangi”. Demikian juga yang dialami Om Jay dengan buku PTK beliau.
  4. Rajin ke toko buku untuk melihat peluang buku apa yang disukai pembaca.
  5. Tekun, inilah cara yang paling utama dari sekian cara yang ada. Dengan tekun menulis langkah selanjutnya adalah tinggal menentukan jenis buku yang akan ditulis. Ada dua jenis buku berdasarkan isinya yaitu buku fiksi dan buku non fiksi. Berdasarkan tujuannya juga ada dua jenis buku yaitu buku ajar dan buku pengayaan.
  6. Mempelajari cara orang lain membuat buku dan susun rencana pembuatan buku agar sesuai yang diharapkan.
  7. Menemui penerbit dan menyakinkan penerbit bahwa buku yang sudah siap cetak ini bernilai jual tinggi.
  8. Rajin bergaul dan berkumpul dengan banyak komunitas jika cukup modal untuk menerbitkan buku sendiri.
  9. Mempunyai teman dekat yang ikut membantu member masukkan atas tulisan yang sudah kita buat. Jangan marah jika mendapat masukkan dan kritik dari teman. Justru itu yang akan membuat tulisan kita menjadi lebih bagus.
  10. Mendokumentasikan tulisan-tulisan kita di blog pribadi atau pun blog keroyokan.

 

Demikian resume dari kuliah on line yang saya dapatkan dan ditulis kembali secara urut seperti yang disampaikan Om Jay. Tapi kayaknya supaya lebih enak dibaca urutannya harus dibuat rapi lagi yaitu 1-2-10-5-9-4-6-7-3-8. Secara singkat bisa dirangkum menjadi 10 rangkaian kata yaitu: menulis setiap hari – dengan langkah TULIS – dokumentasikan tulisan – tekun menulis – mempunyai teman dekat – rajin ke toko buku – pelajari cara orang lain – menemui penerbit – jangan putus asa – rajin bergaul.

Purwokerto, 25 Agustus 2018

One response to “Menerbitkan Buku Tanpa Biaya

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s