Kegiatan Best Practice Happy Labirin

BEST PRACTICE PROGRAM

NAMA KEGIATAN : HAPPY LABIRIN

  1. PENDAHULUAN

Perkembangan kognitif anak usia dini adalah suatu proses berpikir berupa kemampuan untuk menghubungkan, menilai dan mempertimbangkan sesuatu, memecahkan masalah atau untuk mencipta karya. Aspek utama dalam Pengembangan Kognitif di dalam PAUD meliputi Kemampuan berbahasa (verbal comprehension), Kemampuan mengingat (memory), Kemampuan nalar atau berpikir logis (reasoning), Kemampuan tilikan ruang (spatial factor), Kemampuan bilangan (numerical ability), Kemampuan menggunakan kata-kata (word fluency), kemampuan mengamati dengan cepat dan cermat (perceptual speed). Hal ini dimungkinkan agar anak mampu megembangkan kemampuan berpikir lancar, yaitu menghasilkan banyak gagasan atau jawaban yang relevan dan arus pemikiran lancar.

Ruang lingkup perkembangan kognitif yang terdapat pada Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak (STPPA) meliputi: pemecahan masalah, yaitu mampu memecahkan masalah sederhana dalam kehidupan sehari-hari dengan cara yang fleksibel dan diterima sosial dan menerapkan pengetahuan atau pengalaman dalam konteks yang baru. Berpikir logis, yaitu mengenal berbagai perbedaan, klasifikasi, pola, berinisiatif, berencana, dan mengenal sebab akibat. Terakhir berpikir simbolik, dimaksudkan untuk engenal, menyebutkan, dan menggunakan lambang bilangan 1-10, mengenal abjad, serta mampu merepresentasikan berbagai benda dalam bentuk gambar.,

Anak membutuhkan stimulasi untuk melatih otaknya agar kebutuhan kognitif anak dapat dipenuhi, salah satu stimulasi yang cocok untuk anak adalah bermain. Maze merupakan sejenis permainan puzzle yaitu bermain teka-teki. Permainannya disini mencari jejak, anak-anak akan mencari jalan keluar untuk sebuah permainan sehingga membuat anak penasaran dan rasa ingin tahu yang besar dapat membantu anak untuk berfikir dan berkonsentrasi untuk menyelesaikan permainan ini, selain itu permainan maze dapat melatih konsetrasi, imajinasi dan kreativitasnya.

Dari penjabaran diatas, maka dirancanglah sebuah kegiatan yang merangkum seluruh kebutuhan yang harus dikembangankan untuk mengoptimalkan aspek perkembangan kognitif anak melalui kegiatan main “Happy Labirin”. Kegiatan tersebut merupakan games edukatif yang mengajak anak untuk menemukan harta karun yang menjadi final pencarian dan menyelesaikan teka-teki yang ada didalamnya. Dalam kegiatan treasure hunt anak-anak diminta untuk mencari jalan dengan cara menyelesaikan kegiatan yang berkenaan dengan logika matematika serta proses berpikir logis untuk menemukan hasil akhir yang harus didapatkan.

  1. TUJUAN KEGIATAN
  • Melaksanakan kegiatan bermain yang menyenangkan dan bermakna untuk mengembangkan aspek perkembangan kognitif anak
  • Memberikan variasi untuk kebiatan pembelajaran kognitif yang tidak hanya berorientasi pada logika matematika saja
  • Mempermudah guru dalam menyampaikan pembelajaran kepada peserta didik tentang nama-nama tempat
  • Memperkuat daya ingat peserta didik untuk membantu memecahkan teka-teki saat mencari jalan keluar labirin

  1. SASARAN KEGIATAN

Dalam kesempatan kali ini yang menjadi sasaran kegiatan adalah anak-anak kelompok B pada rentang usia 5-6 tahun. Dimana anak usia tersebut sudah mampu mengkorelasikan perintah yang cukup rumit untuk mencapai hasil akhir yang sudah ditentukan atau seharusnya didapatkan.

  1. DESAIN PELAKSANAAN

Kegiatan “Happy Labirin” dilakukan dalam KBM dengan rundown sebagai berikut :

  1. Anak secara bergantian akan memasuki labiri dengan mengambil coklat berpita. Warna pada pita tersebut akan menentukan pada pintu yang mana anak dapat memasuki labirin.
  2. Dalam sekat pertama anak-anak akan menyelesaikan sebuah permainan yaitu mencari dan menemukan balon pada box yang berisi warna-warni balon sesuai warna pita yang sudah didapatkannya pada awal permainan.
  3. Selanjutnya balon yang sudah didapatkan harus ditiup dan kemudian dipecahkan untuk mendapatkan clue berikutnya.
  4. Clue selanjutnya anak diminta untuk menyelesaikan konsep bilangan sederhana yaitu menghitung jumlah benda yang ada didalam clue tersebut.
  5. Setelah mengetahui angka yang didapatkan dari penghitungan jumlah benda tersebut anak diminta untuk mencari kartu sesuai angka yang kemudian akan menyelesaikan puzzle yang belum lengkap
  6. Dalam puzzle utuh yang sudah diselesaikan anak akan menemukan gambar untuk menuju pintu keluar labirin dan menemukan kotak harta karun sesuai nama anak masing-masing.

  1. PENUTUP

Kesimpulan

Tumbuh kembang pada fungsi kognitif anak dapat juga dipengaruhi perkembangannya melalui kegiatan permainan maze.

Saran

Diharapkan kepada guru untuk menyadari bahwa permainan maze (anak yang bermain dengan aktif, bukan melalui lembar kerja) juga dapat diterapkan pada sekolah untuk meningkatkan perkembangan fungsi kognitif anak usia dini.

Komentar ditutup.