Monthly Archives: Agustus 2018

Pengembangan Aspek Fisik Motorik pada Anak Usia Dini

PENGEMBANGAN ASPEK FISIK MOTORIK PADA ANAK USIA DINI

Oleh : Fitri Handayani, S.KM, M.Pd

Dunia yang mendigital membawa pengaruh terhadap berbagai aspek kehidupan masyarakat. Seperti pisau bermata dua, keberadaan teknologi digital ini memiliki manfaat kebaikan dan juga efek buruk bagi penggunanya. Kemudahan dalam hidup dapat diperoleh dengan teknologi terkini, namun dampak buruknya juga tidak luput mengiringi. Pengaruh terhadap perkembangan anak usia dini pun tidak dapat dianggap ringan. Saat ini anak usia dini tidak lagi asing dengan berbagai gawai canggih, mulai dari telepon genggam, laptop, ipad, computer dan lainnya, yang tersambungkan dengan internet. Bukan hal aneh kita melihat anak usia dini terlihat asyik dengan gawainya. Istilah kuota, internet, wifi bahkan download bukan hal baru bagi mereka.

Layar yang berwarna, suara yang menarik, dan kemudahan penggunaan gawai menjadi daya magis tersendiri untuk anak usia dini. Mereka sudah teralihkan dari permainan-permainan di dunia nyata, dan lebih menikmati permainan daring di gawai dalam genggaman tangan mungil mereka. Padahal belum saatnya mereka terpapar karena banyak efek buruk dalam aspek kesehatan, maupun aspek perkembangan anak lainnya. Salah satunya yaitu dalam aspek perkembangan fisik dan motorik anak.

Anak usia dini yang sudah terpapar dengan gawai, biasanya lebih cenderung menyendiri, duduk tenang dengan tangan yang bergerak di atas layar gawainya. Mereka kuat berjam-jam tanpa pindah posisi, tanpa melepas pandangan mata bahkan bisa menahan rasa lapar saking asyiknya bermain. Mereka kurang suka bergerak, dan tidak terstimulus anggota tubuhnya kecuali jempolnya saja. Padahal di usia tersebut, semua bagian tubuh harus aktif bergerak agar bisa optimal tumbuh kembangnya.

Hal ini terjadi tidak hanya pada satu atau dua orang saja. Banyak anak usia dini yang menunjukkan gejala tersebut. Termasuk anak usia dini yang masuk ke lembaga pendidikan TK Muslimat 2, tempat kami mengabdikan diri. Kondisi ini menjadi tantangan bagi para pendidik di TK Muslimat 2, untuk bisa kembali mengajak anak bergerak, berjalan, berlari dan melompat namun dalam kondisi yang menyenangkan. Oleh karena itu muncul ide untuk kembali menggalakkan permainan tradisional anak yang pernah dimainkan oleh para guru di masa kecilnya.

Dari hasil diskusi maka muncul ide untuk menjadwalkan permainan tradisional anak setiap seminggu sekali di sekolah, yakni permainan tradisional yang banyak merangsang gerak anak. Diantara permainan tradisional tersebut yakni ; ular naga, lompat tali, engklek (tapak gunung), kakak mia, boy-boyan, petak umpet dan sebagainya.

Selain bergerak untuk merangsang seluruh anggota gerak tubuhnya, anak-anak juga diajarkan tentang aturan permainan. Berikut ini tahapan yang bisa dilakukan dalam pelaksanaan permainan :

  1. Guru mengajak anak untuk berkumpul di lokasi permainan , misalnya di halaman sekolah atau di aula sesuai kebutuhan permainan.
  2. Guru memperkenalkan nama permainan, beri sekilas informasi mengenai permainan yang akan dilaksanakan.
  3. Guru menyiapkan peralatan, bila permainan memerlukan alat dan penanda area permainan.
  4. Guru memberi informasi tentang aturan permainan, mengajarkan lagu yang dimainkan bila memang ada lagu yang dinyanyikan saat permainan.
  5. Guru memberikan contoh langsung pelaksanaan permainan.
  6. Memulai permainan dengan pembacaan basmalah
  7. Pelaksanaan permainan
  8. Mengakhiri permainan dengan pembacaan hamdalah.
  9. Melakukan evaluasi pada saat recalling di akhir pembelajaran pada hari tersebut. Misalkan dengan menanyakan perasaan anak-anak, bagian yang disukai dan tidak disukai, rencana permainan selanjutnya dan tugas agar anak juga memainkannya bersama ayah-bunda, dan adik-kakak atau teman di rumah.

Berawal dari kegiatan permainan di sekolah ini, kemudian anak mulai terkikis sedikit demi sedikit ketergantungan terhadap gawai. Namun tentunya keberhasilannya tidak lepas dari kerjasama dan keterlibatan orang tua. Bila di rumah tidak diberi kesempatan dan ruang untuk melakukannya, anak tetap akan pasif dan semakin ketergantungan dengan gawai dan sejenisnya.

Cara Gampang Menulis Buku Bagi Guru

Cara Gampang Menulis Buku Bagi Guru (Resume Kuliah Online)
Oleh: Ajun Pujang Anom

Dunia guru tidak terlepas dari membaca dan menulis. Oleh karena itu tidak ada sulitnya bagi guru untuk bisa membuat buku. Karena setiap hari telah bergelut dengan dunia itu. Sehingga tentu mudah untuk membuat buku. Namun bila anda sebagai seorang guru yang belum pernah membuat buku, maka ikutilah cara mudah menulis buku ala Om Jay berikut ini.

Cara paling mudah membuat buku adalah melakukan kegiatan tulis menulis setiap hari. Anda harus konsisten dan memiliki komitmen tinggi untuk melakukan kegiatan tulis menulis. Bila anda tak menulis hari ini, maka keesokan harinya anda harus menulis dua kali, untuk menebus kealpaan anda dalam menulis. Anda harus menghukum diri anda sendiri, bila hari ini tidak menulis. Andaikan anda menulis setiap hari, maka tulisan itu bila dikumpulkan akan menjadi banyak. Coba saja anda hitung, bila dalam sebulan anda berhasil membuat tulisan sebanyak 30 artikel, maka hanya dalam waktu 12 bulan anda sudah membuat 360 tulisan. Taruhlah setiap harinya tulisan itu terdiri dari 2 lembar, maka dalam setahun anda akan menulis sebanyak 720 lembar. Sebuah jumlah yang cukup besar untuk menjadi sebuah buku.

Membuat buku itu mudah. Kitalah yang membuatnya menjadi susah. Bila penerbit menolak draft buku yang anda tawarkan, janganlah berputus asa. Sebab bisa jadi itu sebuah langkah awal buku yang anda buat menjadi buku best seller. Menunda sebentar untuk menyusun strategi tak apalah, sebab itu akan meningkatkan oplah. Bila melihat buku-buku yang sudah dibuat orang, tentu ada cara jitu bikin buku. Cara yang paling mudah adalah mengumpulkan sedikit demi sedikit tulisan kita ke dalam blog untuk dirangkaikan menjadi buku. Kita pun akan menghimpun yang berserak dari para komentar yang akan menambah ide dari penulisan buku itu. Kalau melihat buku-buku yang ada, maka untuk membuat buku tidaklah mudah. Perlu kerja keras dan kerja cerdas agar apa yang kita tuliskan diminati oleh pembaca. Jangan sampai buku yang dibuat hanya laku dalam waktu singkat saja, setelah itu tak terjamah pembaca. Oleh karena itu cara yang paling jitu membuat buku adalah rajin-rajinlah pergi ke toko buku dan kenali calon pembeli buku anda. Lihatlah peluang yang ada, dan siapkan mental anda untuk memulainya dengan penuh kesungguhan. Sebab buku-buku bagus tidak dibuat dalam waktu singkat, tetapi ada proses panjang yang harus dilaluinya. Proses panjang itulah yang akan ditemui kalau anda serius membuat buku.

Untuk menjadi seorang penulis buku, tidak diperlukan modal banyak. Seorang penulis buku hanya membutuhkan ketekunan. Jika sifat itu sudah dimiliki, seorang penulis buku tinggal memilih jenis buku yang akan ditulisnya. Jenis buku ada bermacam-macam. Berdasarkan isinya, buku diklasifikasikan menjadi dua, yaitu buku fiksi dan buku nonfiksi. Berdasarkan peruntukannya, buku diklasifikasikan menjadi buku umum dan buku sekolah. Berdasarkan tujuannya, buku diklasifikasikan menjadi dua jenis, yaitu buku ajar dan buku pengayaan.

Jadi, cara jitu membuat buku adalah pelajari cara orang lain membuat buku. Kemudian susun perencanaannya. Lalu temui penerbit dan yakinkan mereka, kalau tulisanmu bernilai jual tinggi. Tetapi bila kamu berjiwa pengusaha, dan memiliki cukup modal untuk menerbitkannya sendiri, maka rajin-rajinlah bergaul dan berkumpul dengan sebanyak mungkin komunitas. Pentingnya teman dekat membuat anda memiliki sahabat dalam mendiskusikan apa yang anda tuliskan. Peran teman dekat jangan pernah anda sepelekan, karena dari teman dekat itulah, draft bukumu telah memiliki pembaca setia. Mintalah masukan dari teman-teman anda, dan disitulah sebenarnya anda dapat mengetahui kualitas tulisan anda. Jangan marah bila mendapatkan kritik atau masukan. Sebab itu yang membuat bukumu menjadi lebih bagus dan berkualitas.

Cara Gampang Menulis Buku (New Version)

Cara Gampang Menulis Buku (New Version)

Oleh: Wijaya Kusumah S.Pd, M.Pd

Resume

Membaca dan menulis merupakan paket kegiatan yang tidak bisa dipisahkan dari keseharian seorang guru.Jika demikian, tidak ada alasan bagi seorang guru untuk tidak bisa menulis buku. Menulis buku menjadi terasa sulit hanya karena belum mengetahui caranya.

Menurut Omjay cara termudah membuat buku dengan cara menabung tulisan setiap hari. Tentunya semua ini harus diawali dengan komitmen yang tinggi serta berusaha untuk selalu konsisten. Bayangkan, andai kita selalu berusaha untuk membuat satu tulisan setiap hari maka akan ada 30 tulisan setiap bulannya.

Kita akan tercengang dengan hasil tabungan tulisan kita karena ternyata dalam setahun kita bisa menabung 360 tulisan. Ditambah lagi, andai saja setiap hari kita bisa membuat 2 halaman tulisan, itu berarti dalam setahun kita telah membuat 720 halaman. Sungguh suatu jumlah yang sangat luar biasa.

Hal seperti diatas bukan omong kosong, karena sudah dilakukan dan dibuktikan oleh Omjay yang sudah tidak disangsikan lagi keberadaannya dalam dunia tulis menulis serta penerbitan buku. Karena keberhasilannya itulah Omjay lantas memberikan tips-tips yang sudah dibuktikan kebenarannya ini.

Hal yang sama juga terjadi pada penulis Johan Wahyudi  yang sangat konsisten dan memiliki komitmen yang tinggi dalam menulis. Dengan menabung tulisan akhirnya dapat menghasilkan buku yang bisa bermanfaat bagi orang banyak. Contoh lain dengan melihat apa yang dilakukan oleh mas Wisnu Nugroho (wartawan Kompas) yang bisa membuat buku-buku  dari tabungan tulisannya menjadi beberapa seri.

Omjay masih terus menyemangati dengan tampilan contoh sosok penulis yang lain. Mas Baban misalnya, yang mengatakan bahwa semua orang bisa menulis. Ada 5 langkah yang bisa dilakukan agar seseorang bisa menulis. Kelima langkah tersebut adalah T.U.L.I.S ( Temukan ide, Ukir idenya, Libatkan otak kiri dan otak kanan, Ilmu dan teknik penulisan dikuasai, dan Sesuaikan tulisan dengan pembaca).Dengan menerapkan kelima langkah tersebut, mas Baban sudah bisa menghasilkan 6 buku dalam waktu 2 tahun.

Melihat kembali perjuangan seorang Andrea Hirata sehingga menjadikan buku Laskar Pelangi menjadi buku mega best seller, juga kan menjadi penyemangat bagi kita untuk menulis buku. Tanamkan didalam diri bahwa menulis buku itu mudah, hanya kitalah yang menjadikannya sulit. Intinya, dibutuhkan kerja keras dan kerja cerdas serta jangan mudah berputus asa.

Jika didalam diri kita sebagai seorang guru sudah termotivasi dan tertanam keinginan yang kuat untuk menulis buku, segeralah kita memulainya.  Modal utama seorang penulis hanyalah ketekunan yang kuat. Setelah itu guru dapat memilih jenis buku yang akan ditulisnya.

Berdasarkan isinya , ada dua jenis buku yaitu buku fiksi dan non fiksi. Sedangkan berdasarkan peruntukannya, ada buku umum dan buku sekolah. Sementara itu berdasarkan tujuannya ada buku ajar dan buku pengayaan. Jadi, kita tinggal memilih jenis buku apa yang ingin kita tulis. Asalkan kita memahami langkah-langkah yang harus kita lakukan.

Ikut Mempelajari cara orang lain mambuat buku adalah cara jitu untuk membuat buku. Berikutnya, kita susun rencana pembuatan buku kita agar sesuai dengan apa yang kita harapkan.

Jangan lupa. Pentingnya peran seorang sahabat didalam menulis buku. Mintalah saran dan pendapatnya agar buku kita menjadi lebih bagus. Sifat terbuka dan menerima pendapat orang lain harus kita miliki jika ingin buku kita menjadi lebih baik.

Akhirnya, kuatkan komitmen untuk bisa menulis setiap hari. Lakukan dengan konsistensi yang tinggi. Jika tidak bisa menulis dalam satu hari, jadikan hal itu hutang yang harus dibayar. Sehingga pada hari berikutnya kita harus menulis dobel.

Memiliki keyakinan yang kuat bahwa tulisan kita akan bermanfaat bagi orang lain harus ada. Teruslah belajar dari para penulis lain dan publikasikan tulisan kita. Kumpulkan komentar dan tanggapan dari teman-teman. Karena komentar dan tanggapan dari teman-teman dapat menjadi “bunga-bunga” yang membuat tulisan kita menjadi semakin indah.

Wallahu a’lam bishawab.

#edisibelajarbacatulis#

Rumahku, Menggapai Mardhatillah, 27 Agustus 2018

Bagaimana Cara Menerbitkan Buku?

Tugas 3 Workshop Online Om Jay

Oleh Mak Hastuti Wibowo

Resume kuliah  : Bagaimana Cara Menerbitkan Buku

Kuliah secara online yang dipandu Om Jay berlangsung sangat interaktif. Om Jay memulainya dengan pertanyaan : Apakah bapak/Ibu sudah pernah menerbitkan buku?. Jawaban saling bersautan. Ada yang menjawab “ Belum Om “. Ada yang menjawab “ Antologi sudah pernah”. Ada yang jawab sudah Om tapi baru sedikit. Ternyata keragaman jawaban merupakan keragaman kondisi peserta online. Semuanya punya kesempatan yang baik untuk menulis.

Pertanyaan berikutnya : Berapa biaya yang harus dikeluarkan pada saat bapak/ibu menerbitkan bukunya?. Semua menjawab mengeluarkan biaya misalnya kalau antologi dua ratus ribu rupiah. Ada yang tergantung dengan jumlah eksemplar buku yang dicetaknya jika banyak maka biaya bisa jutaan tetapi tertutupi dengan penjualan. Misalnya menerbitkan Lembar Kerja Siswa maka penulis mencetak sejumlah siswa dan dijual melalui koperasi sekolah.

Om Jay mengatakan : Tahukah bapak/ibu saya menerbitkan buku tanpa biaya dan saya mendapat royalti dari penjualan buku. Bagaimana caranya menerbitkan buku tanpa biaya? Ini yang menjadi permasalahan kita para penulis pemula. Penulis pemula biasanya tidak sabar untuk mengalami proses. Jalan cepat atau instan yang ditempuh menerbitkan buku dengan biaya dan penjualan sendiri. Sebenarnya ini juga merupakan korban dari para usahawan di bidang penerbitan/percetakan yang memanfaatkan kondisi bapak/ibu. Tetapi untuk langkah awal hal ini juga tidak merugikan penulis pemula bila lancar memasarkan bukunya sendiri.

Bagaimana menerbitkan buku secara gratis ?. Kita harus memiliki tulisan yang banyak dan layak dibaca diterbitkan. Caranya menulislah setiap hari, dikumpulkan dalam satu bulan atau lebih. Lalu dibaca kembali layakkah tulisan ini, bila belum maka perbaiki. Seorang peserta menimpali: Itu yang jarang saya lakukan membaca kembali tulisan saya, terimakasih sarannya Om Jay.

Setelah tulisan kita menjadi satu naskah dengan judul tertentu barulah kita tawarkan pada penerbit. Ditolak merupakan kemungkinan terbesar, dan jangan putus asa. Bila ditolak perbaiki atau jadikan tulisan lebih menarik lagi dalam bentuk beda. Seperti yang pernah dialami penulis “Laskar Pelangi” dengan ditolaknya tulisannya timbul ide mengubah bentuk sampai menjadi novel best seller.

Jadi kesimpulan kuliah online bersama omjay adalah “ Bagaimana Cara Menerbitkan Buku “ dana melakukan kegiatan menulis setiap hari, lalu baca kembali tulisan, poskan pada blog, kemudian tawarkan kepada penerbit. Segera perbaiki kembali bila ditolak, dan tawarkan kembali ke penerbit sampai disetujui dengan tanpa biaya dan pemasaran diserahkan pada penerbit. Terimakasih Om Jay kuliah onlinenya…sukses buat kita semua

Menerbitkan Buku Tanpa Biaya

RESUME KULIAH ON LINE DENGAN OM JAY

Oleh Dyahni Mastutisari

 

Hari Kamis kemarin tepatnya tanggal 23 Agustus 2018, sang guru dari grup menulis gelombang 6  Bapak Wijaya Kusumah, S.Pd, M.Pd menyelenggarakan kuliah on line perdana. Kuliah on line dengan materi “Bagaimana Cara Menerbitkan Buku”, yang rencananya akan dimulai pada pukul 10.00 WIB. Harus mundur pelaksanaannya karena hingga pukul 13.24 peserta yang mendaftar baru 20 orang. Sehingga akhirnya kuliah dimulai pada pukul 15.12 WIB. Dengan diawali sebuah pertanyaan dari Om Jay, “Apakah Bapak Ibu sudah ada yang menerbitkan buku sendiri?”

Dijawab oleh beberapa peserta dengan jawaban “Iya”. Kemudian Om Jay memberikan pertanyaan kedua, “Apakah Bapak Ibu mengeluarkan uang saat menerbitkan buku?”, Pertanyaan ini pun dijawab oleh peserta yang sudah pernah menerbitkan buku dengan jawaban ”Iya, Om. Biaya  pracetak dan biaya cetak”. Om Jay pun kembali bertanya, “ Berapa biaya yang dikeluarkan guru untuk menerbitkan buku di Media Guru?”. Kali ini jawaban beragam ada yang menjawab, untuk buku antologi puisi 200 ribu per buku dan nantinya akan mendapat bonus tiga buku free. Kemudian ada pula yang menjawab, biaya pracetak Rp1.050.000,- dan biaya cetak dihitung berdasarkan jumlah halaman.

Setelah itu Om Jay memberikan pernyataan retorik yang membuat peserta jadi pada ngiler. Berikut pernyataannya, “Percaya tidak? Dari 13 buku yang saya terbitkan, tidak satu pun uang yang saya keluarkan, malah saya dapat uang dari penjualan buku langsung dan royalty buku.  Saya melihat saat ini banyak guru yang tidak sabar menerbitkan bukunya, sehingga menjadi korban pengusaha buku”. Jelas Om Jay kemudian. Yang langsung disambung dengan penyampaian materi tentang cara mudah menulis buku ala Om Jay. Berikut cara-caranya:

  1. Menulis setiap hari. Jika alpha menulis, hari berikutnya wajib menulis double.
  2. Berlatih menulis baik dengan langkah T.U.L.I.S (Temukan Ide, Ukir Idenya, Libatkan otak kiri dan kanan, Ilmu dan teknik penulisan dikuasai, Sesuaikan tulisan dengan pembaca). Langkah dari Mas Baban tersebut telah terbukti menghasilkan 6 buah buku setelah dua tahun menjadi blogger.
  3. Jangan putus asa jika draft buku ditolak oleh penerbit. Sebab bisa jadi itu adalah langkah awal menjadi buku best seller. Seperti yang pernah dialami Andrea Hirata dengan bukunya “Laskar Pelangi”. Demikian juga yang dialami Om Jay dengan buku PTK beliau.
  4. Rajin ke toko buku untuk melihat peluang buku apa yang disukai pembaca.
  5. Tekun, inilah cara yang paling utama dari sekian cara yang ada. Dengan tekun menulis langkah selanjutnya adalah tinggal menentukan jenis buku yang akan ditulis. Ada dua jenis buku berdasarkan isinya yaitu buku fiksi dan buku non fiksi. Berdasarkan tujuannya juga ada dua jenis buku yaitu buku ajar dan buku pengayaan.
  6. Mempelajari cara orang lain membuat buku dan susun rencana pembuatan buku agar sesuai yang diharapkan.
  7. Menemui penerbit dan menyakinkan penerbit bahwa buku yang sudah siap cetak ini bernilai jual tinggi.
  8. Rajin bergaul dan berkumpul dengan banyak komunitas jika cukup modal untuk menerbitkan buku sendiri.
  9. Mempunyai teman dekat yang ikut membantu member masukkan atas tulisan yang sudah kita buat. Jangan marah jika mendapat masukkan dan kritik dari teman. Justru itu yang akan membuat tulisan kita menjadi lebih bagus.
  10. Mendokumentasikan tulisan-tulisan kita di blog pribadi atau pun blog keroyokan.

 

Demikian resume dari kuliah on line yang saya dapatkan dan ditulis kembali secara urut seperti yang disampaikan Om Jay. Tapi kayaknya supaya lebih enak dibaca urutannya harus dibuat rapi lagi yaitu 1-2-10-5-9-4-6-7-3-8. Secara singkat bisa dirangkum menjadi 10 rangkaian kata yaitu: menulis setiap hari – dengan langkah TULIS – dokumentasikan tulisan – tekun menulis – mempunyai teman dekat – rajin ke toko buku – pelajari cara orang lain – menemui penerbit – jangan putus asa – rajin bergaul.

Purwokerto, 25 Agustus 2018

Menengok Isi Hati Omjay

Menengok “Isi Hati” Om Jay (Resensi)

Oleh: Ajun Pujang Anom

 

Judul                     : Menulislah Setiap Hari dan Buktikan Apa yang Terjadi

Pengarang          : Wijaya Kusumah, S.Pd., M.Pd.

Editor                    : Yuan Acitra, SE.

Penerbit              : PT. Indeks Permata Puri Media

Tahun Terbit      : 2012

Tebal Buku          : 302 halaman

ISBN                      : 979-062-339-9

 

Sebenarnya ketika membaca buku ini, disadari atau tidak, pembaca akan memasuki “area pribadi” dari sang pengarang. Meskipun secara kasat mata, penulis membeberkan tentang bagaimana pengalaman menjadi menulis. Namun di sisi lainnya, seakan sedang menyiarkan siapa beliau sebenarnya. Jadi bisa dikatakan buku ini adalah semacam purwarupa dari sebuah otobiografi beliaunya.

 

Ini bisa dilihat dari tulisan awal dari buku ini yang berjudul, “Menulislah Setiap Hari dan Buktikan Apa yang Terjadi”, yang sekaligus menjadi judul buku ini. Paragraf pertama menyodorkan tentang pengalaman beliaunya sejak memiliki blog. Dengan adanya blog tersebut, beliau membuat komitmen untuk menulis setiap harinya. Jika tidak menulis sehari, seakan ada yang kurang atau hilang. Paragraf berikutnya disambung dengan kegiatan membaca. Membaca dilakukannya terlebih dahulu, sebelum melakukan aktivitas tulis-menulis.

 

Dilanjutkan ke judul selanjutnya, tentang upaya memaksimalkan potensi yang ada. Sebagai penulis, harus peka terhadap keadaan sekelilingnya. Apapun yang nampak maupun yang bisa dirasakan menjadi bahan tulisan. Lihat poster, jadi tulisan. Dengar curhat, jadi tulisan. Inillah hal yang kedua yang beliau mau sampaikan. Setelah hal di atas, yaitu dengan membaca akan memunculkan gagasan. Kalau mau disitir, pesannya seperti ini, “Dengan banyak membaca akan banyak wawasan keilmuan yang kita dapatkan. Kita seakan berkeliling dunia dan menjadi pintar karena lahap membaca. Lahap membaca akan membuat Anda menjadi gemuk menulis.”

 

Membaca sudah, peka lingkungan sudah, lantas apalagi yang diperlukan bila ingin menjadi penulis? Om Jay mengisyaratkan pentingnya melakukan proses deep reading. Apa itu deep reading? Deep reading yaitu sebuah proses dimana penulis melakukan membaca secara mendalam. Tanpa melakukan itu, tulisan akan menjadi hambar. Oleh sebab itu diperlukan adanya kreativitas dari seorang penulis itu sendiri. Dengan adanya kreativitas, tulisan yang tersaji renyah untuk dinikmati.

 

Sesudah bisa melakukannya berangkatlah ke tahap berikutnya, yaitu membuat buku. Dalam membuat buku harus mempunyai perencanaan sekaligus membuat survei. Untuk apa membuat survei? Agar dapat melihat sejauhmana penerimaan pasar terhadap buku yang akan kita lempar. Maknanya ini juga tentang kejelasan akan market-share.

 

Mungkin pembaca yang tak sabaran, akan mengira artikel keenam yang berjudul “Ketika Penulis Bertemu dengan Pembaca Setianya”, adalah tulisan terakhir. Dan menganggap tulisan berikutnya hanya sekedar flashback dari tulisan sebelumnya. Berputar-putar pada wilayah yang sama. Benarkah demikian? Mari kita cek bersama. Artikel keenam ini, diapit oleh judul yang agak mirip. Sehingga mudah bagi orang yang apatis untuk menilai, “Ih, ini sih cuma permainan kata-kata. Intinya sama saja.” Biar sama-sama tahu, kita lihat judulnya. Yang di atas, berjudul “Cara Mudah Menulis Buku (New Version)” dan yang bawah, berjudul “Cara Baru Menulis Efektif (New Version)”. Apakah cukup ini saja? Tentu tidak, masih ada yang lain. Apakah ini sebuah trik dari Om Jay, untuk mengetes seberapa tekun orang untuk membaca bukunya? Sebab buku ini terdiri dari 302 halaman. Bagi yang tak terbiasa membaca, ini hal yang membuat bosan dan cepat menjadi lelap. Termasuk pula, mengapa ada tulisan new version? Apa maksudnya? Bagi pembaca yang kritis tentu akan bertanya-tanya, karena ini adalah cetakan yang pertama. Jika ini dianggap revisi, mana tulisan yang asli? Dan lagi-lagi, ini mungkin trik beliaunya, agar pembaca terus terpompa untuk membeli dan membaca buku-buku beliaunya. Apakah ini salah? Tidak. Salah satu kehebatan sebuah buku adalah, ketika dia berhasil membuat penasaran para penikmatnya. Dan ketagihan untuk mengikuti sekuelnya.

 

Resume Kuliah Online Menerbitkan Buku

RESUME TUGAS 3

Cara paling mudah membuat buku adalah melakukan kegiatan tulis menulis setiap hari dan mengumpulkan sedikit demi sedikit tulisan ke dalam blog untuk dirangkaikan menjadi buku, untuk membuat buku perlu kerja keras dan kerja cerdas agar apa yang kita tuliskan diminati oleh pembaca. Harus rajin ke toko buku untuk kenali calon pembeli buku. Lihat peluang yang ada dan siapkan mental untuk  memulai dengan kesungguhan dan motivasi yang tinggi serta ketekunan.

Buku bisa dibagi menjadi :

  1. Berdasarkan isinya buku diklasifikasi menjadi dua yaitu buku fiksi dan nonfiksi
  2. Berdasarkan peruntukannya dibagi menjadi buku umum dan buku sekolah
  3. Berdasarkan tujuannya dibagi menjadi buku ajar dan buku pengayaan
  • Buku ajar adalah buku yang digunakan dalam proses kegiatan belajar (Johan Wahyudi)

Tahapan tahapannya :

  1. Membaca dan menelaah Standar kompetensi dan kompetensi dasar
  2. Menyusun peta konsep
  3. Mengumpulkan materi yang relevan dengan SKKD untuk dijabarkan sesuai dengan peta konsep
  4. Membaca buku ajar yang telah ditetapkan lolos oleh BSNP
  5. Memahami instrumen penilaian buku ajar yang telah ditetapkan BSNP
  6. Mengembangkan materi sesuai dengan peta konsep
  7. Merefleksikan koherensi materi dalam satu bab/unit untuk ditemukan kekurangan
  8. Minta pertimbangan orang lain untuk memberikan kritik
  • Buku pengayaan adalah buku yang disusun untuk memperkaya dan memperkuat materi yang telah disajikan dalam buku ajar.

Langkah langkah penyusunannya :

  1. Memahami SKKD sesuai dengan jenjang pendidikan
  2. Mengidentifikasi komponen SKKD yang masih memerlukan pengayaan
  3. Menyusun mind set (semacam daftar isi)
  4. Mengumpulkan bahan
  5. Mengembangkan bahan sesuai dengan yang telah dibuat
  6. Meminta pihak ketiga untuk memberi masukan atau input

Cara jitu membuat buku adalah pelajari orang lain membuat buku, dan susun rencana pembautan buku. Temui penerbit dan nyakinkan mereka kalau tulisan kita bernilai jual tinggi.

Peran teman dekat juga dapat membantu kita dalam pembuatan buku.

 

 

 

 

 

Resume Kuliah Online Guru Menulis

Resume
(Mey Nia)
Kuliah On Line via WA :
Cara Mudah Membuat Buku ala Om Jay
Bersama Nara sumber : Wijaya Kusumah
Cara paling mudah membuat buku adalah
  1. Melakukan kegiatan tulis menulis setiap hari.
  2. Konsisten dan memiliki komitmen tinggi untuk melakukan kegiatan tulis menulis.
  3. Menghukum diri anda sendiri bila hari ini tidak menulis dengan menulis double.
  4. Menulislah sedikit demi sedikit,
  5. Memiliki cita cita menerbitkan buku
Saat kita akan menerbitkan buku, baca kembali hasil karya tulis kita, lalu yakinkan diri bahwa karya ini bermanfaat buat banyak orang. Dengan begitu anda dapat meyakinkan penerbit, dan membuat penerbit akhirnya setuju dengan buku yg anda susun dengan baik.
Cara jitu lain membuat buku adalah pelajari cara orang lain membuat buku, dan susun rencana pembuatan buku agar sesuai dengan apa yang diharapkan. Temui penerbit, dan yakinkan mereka kalau tulisan itu bernilai jual tinggi.
Rajin-rajinlah bergaul dan berkumpul dengan sebanyak mungkin komunitas.
Pentingnya teman dekat membuat anda memiliki sahabat dalam mendiskusikan apa yang anda tuliskan. Peran teman dekat jangan pernah anda sepelekan karena dari teman dekat itulah draft bukumu telah memiliki pembaca setia.
Mintalah masukan dari teman-teman anda, untuk mengetahui kualitas tulisan anda. Jangan marah bila mendapatkan kritik atau masukan. Sebab itu yang membuat bukumu menjadi lebih bagus dan berkualitas.
Cara mudah menulis buku lainnya , dapat  didokumentasikan di blog pribadi atau blog keroyokan.
Jangan pernah ragu dengan mutu atau kualitas tulisanmu karena kamu dapat belajar dari para penulis lainnya di blog .
Hanya itu yang dapat saya simpulkan. Kurang lebihnya saya mohon maaf. Trimakasih.

Resume Menerbitkan Buku Tanpa Biaya

RESUME

MENERBITKAN BUKU TANPA BIAYA ALA OMJAY

Oleh: Siti Nuryani

Setiap hari guru pasti bergelut dengan kegiatan membaca dan menulis. Dengan demikian membuat buku dan menerbitkannya mestinya bukan pekerjaan yang sulit. Kenyataannya masih banyak guru yang belum pernah membuat buku. Kalau pun ada, kebanyakan mereka selalu mengeluarkan biaya untuk menerbitkan buku. Menurut Omjay, banyak guru yang tidak sabar menerbitkan bukunya sehingga menjadi korban pengusaha buku.

Tidak demikian halnya dengan Omjay. Dari 13 buku yang sudah diterbitkan, tidak satu pun yang mengeluarkan biaya. Bahkan Omjay mendapat uang dari hasil penjualan langsung maupun dari royalty. Omjay bisa seperti itu karena belajar dari teman-teman beliau yang menerbitkan buku tanpa biaya sendiri.

Membuat buku dan menerbitkan sendiri sebenarnya mudah jika tahu cara-caranya. Omjay berbagi cara mudah menyusun buku (new version) ala Omjay. Cara ini sudah dilakukan Omjay dalam melahirkan buku-buku untuk diterbitkan.

Cara mudah membuat buku adalah memiliki komitmen yang tinggi dan harus menulis secara konsisten setiap hari. Jika hari ini tidak menulis, esok harinya harus menulis dobel, sebagai hukuman atas kealpaan kita. Jika setiap hari menulis, maka jika tulisan itu dikumpulkan akan menjadi banyak. Orang lain bisa mengambil manfaat dari tulisan kita tersebut.

Jika setiap hari kita membuat satu artikel, sebulan akan ada 30 artikel. Dalam setahun kita sudah memiliki 360 tulisan. Bila setiap tulisan tersebut terdiri dari 2 lembar, maka dalam setahun kita sudah menulis sebanyak 720 lembar. Jumlah yang cukup besar untuk menjadi buku. Jika mau, buku itu bisa dibuat menjadi beberapa seri, seperti yang dilakukan Mas Wisnu Nugroho (wartawan Kompas).

Setiap orang bisa menulis. Menurut Mas Baban, agar bisa menulis dengan baik ada 5 langkah yang perlu dilakukan, yaitu T.U.L.I.S

  1. Temukan ide
  2. Ukir idenya
  3. Libatkan otak kiri dan kanan
  4. Ilmu dan teknik penulisan dikuasai
  5. Sesuaikan tulisan dengan pembaca

Jika dilatih terus, proses TULIS akan berjalan dengan lancar, seperti Mas Baban dalam 2 tahun ngeblok sudah menerbitkan 6 buku.

Membuat buku itu mudah, kita yang membuat susah. Jika draf buku kita ditolak penerbit, jangan putus asa. Kita bersabar dulu untuk menyusun strategi agar oplah meningkat. Mungkin itu merupakan langkah awal bahwa buku kita akan menjadi bestseller. Hal ini seperti yang dialami Andrea Hirata dan Omjay sendiri. Awalnya, bukunya ditolak penerbit. Dengan kesabaran dan menyusun strategi baru, akhirnya menjadi best seller setelah ditawarkan kepada penerbit lain..

Cara paling mudah membuat buku adalah dengan mengumpulkan sedikit demi sedikit tulisan yang ada di blog untuk dirangkai menjadi buku. Juga dengan menghimpun para komentar dapat menambah ide penulisan buku.

Cara paling jitu membuat buku adalah dengan rajin ke toko buku dan kenali calon pembeli buku. Lihat peluang yang ada. Siapkan mental untuk memulai membuat buku dengan kesungguhan. Buku yang bagus, dibuat dengan melalui proses yang panjang.

Untuk menjadi penulis tidak perlu modal yang banyak. Yang dibutuhkan hanyalah ketekunan. Jika itu sudah dimiliki tinggal menentukan jenis buku yang akan ditulis.

Jenis buku ada beberapa macam.

  1. Berdasarkn isinya buku diklasifikasikan menjadi buku fiksi dan nonfiksi.
  2. Berdasarkan peruntukannya, buku diklasifikasikan menjadi buku umum dan buku sekolah
  3. Berdasarkan tujuannya, buku diklasifikasikan menjadi buku ajar dan buku pengayaan.
  4. Buku Ajar

Menurut Johan Wahyudi, buku ajar adalah buku yang digunakan dalam proses kegiatan belajar. Buku ajar disebut juga buku teks, buku materi, buku paket, atau buku panduan belajar

Tahapan membuat buku ajar:

  • Membaca dan menelaah SK dan KD yang merupakan standar isi buku yang mengacu pada kurikulum yang digunakan
  • Menyusun peta konsep atau sistematika pendistribusian materi, semacam daftar isi
  • Mengumpulkan materi yang relevan dengan SKKD
  • Membaca buku ajar yang telah lolos BSNP
  • Memahami instrumen penilaian buku ajar
  • Mengembangkan materi sesuai peta konsep
  • Merefleksikan koherensi materi dalam satu bab/unit
  • Minta pertimbangan pihak lain untuk memberi kritikan atau masukan
  • Buku siap dicetak
  1. Buku Pengayaan

Buku pengayaan yaitu buku yang disusun untuk memperkaya dan memperkuat materi yang telah disajikan dalam buku ajar.

Tahapan membuat buku pengayaan:

  • Memahami SK dan KD sesuai jenjang pendidikan
  • Mengidentifikasi SK dan KD yang masih memerlukan pengayaan
  • Menyusun mind set (semacam daftar isi)
  • Mengumpulkan bahan
  • Mengembangkan bahan sesuai yang dibuat
  • Meminta pihak ketiga untuk memberi masukan atau kritik
  • Buku siap dicetak

Kesimpulan

Cara jitu membuat buku:

  1. Pelajari cara orang lain membuat buku
  2. Susun rencana pembuatan buku agar sesuai harapan
  3. Temui penerbit dan yakinkan bahwa buku kita mempunyai nilai jual yang tinggi
  4. Jika memiliki jiwa pengusaha dan memiliki modal sendiri untuk menerbitkannya harus berkumpul dengan banyak komunitas

Resensi Buku Menulislah Setiap Hari

RESENSI BUKU

Oleh : Abdul Mu’in

apks-pengukuhan

Judul Buku        : “Menulislah Setiap Hari dan Buktikan Apa Yang Terjadi”

Penulis               : Wijaya Kusumah, S.Pd, M.Pd

Editor                : Yuan Acitra, SE

Penerbit             : P.T Indeks , Jakarta 2012

Tebal buku        : 302 halaman

 

Buku “Menulislah Setiap Hari dan Buktikan Apa yang Terjadi” terdiri dari 77 pokok bahasan. Hal ini menunjukkan bahwa buku ini merupakan bukti dari kegiatan penulis yang sudah mempraktikkan menulis setiap hari. Buku ini menceritakan pengalaman penulis sampai menjadi penulis dan blogger yang handal. Pekerjaannya sebagai guru TIK memberikan nilai tambah tersendiri.

Melalui bahasa yang mudah dipahami, penulis mengajak pembaca untuk gemar menulis bahkan menulis setiap hari. Menulis segala sesuatu yang dihadapi setiap hari, menulis apa yang dikuasai, menuliskan segala yang terlintas di benak kita pada saat itu juga. Semua tulisan kita, kemudian diendapkan beberapa saat dan kita baca lagi untuk dilakukan penyuntingan dan pengeditan serta pemberian ilustrasi.

Untuk menjadi penulis yang handal kita juga harus banyak membaca. Dengan membaca wawasan kita akan bertambah luas dan ide menulis kita tidak akan pernah kering. Itu merupakan motivasi penulis yang disampaikan kepada pembaca, agar gemar membaca. Agar menjadi penulis yang hebat harus diawali dari banyak membaca.

Penulis juga memotivasi pembaca menjadi seorang blogger, untuk memposting semua tulisan kita. Tulisan yang ada di blog akan mendapat umpan balik dari para pembaca. Masukkan ini dapat digunakan untuk mengetahui kualitas tulisan kita dan mengetahui jenis tulisan yang sedang digemari.

Dengan membaca buku ini, kita mengetahui bahwa untuk menjadi penulis yang handal kita dapat belajar dari penulis-penulis yang hebat. Belajar merupakan suatu keniscayaan yang harus kita lakukkan sepanjang hayat. Kita bisa belajar gaya mereka menulis, kebiasaan yang mereka lakukan sehingga menjadi penulis hebat. Setelah mahir menulis baru kita dapat memberikan ciri khas dari tulisan kita.

Sebagai penutup, buku “Menulislah Setiap Hari dan Buktikan Apa yang Terjadi” merupakan buku yang wajib dibaca untuk bisa menjadi penulis dan blogger yang hebat. Terima kasih Om Jay. Buku ini memacu diri untuk berprestasi lahirkan buku sendiri.