Mari Bijak Dalam Bermedia Sosial

 

12400550_472985726221994_1195082020552630473_n

BIJAK DALAM BERMEDSOS

Saat ini istilah Medsos sudah tidak asing lagi di telinga kita. Medsos, biasa disebut sebagai Media Sosial. Penggunaan Media Sosial saat ini sedang mewabah. Dari kalangan anak-anak hingga dewasa sudah tidak asing dengan Media Sosial. Tidak jarang mereka memiliki tidak hanya satu atau dua akun, tetapi bisa jadi lebih. Dari Facebook, Twitter, Histagram, WhatsApp, BBM dan masih banyak lagi. Banyak orang yang beranggapan bahwa seseorang yang saat ini tidak mengenal Media Sosial dianggap kuno atau ketinggalan.

Indonesia merupakan salah satu negara yang penduduknya sangat aktif dalam mengunakan Media Sosial. Bahkan saat ini bisa dibilang Media Sosial merupakan salah satu gaya hidup masyarakat Indonesia. Sebagian dari masyarakat saat ini lebih disibukkan dengan Media Sosial dibanding bersosialisasi dengan lingkungan sekitar secara langsung. Seringkali dijumpai banyak masyarakat yang kurang bijak dalam menggunakan SosMed.

Ada banyak kasus-kasus muncul di Media Sosial. Kejadian akhir-akhir ini, timbulnya pro dan kontra di mana ditemukan fenomena-fenomena yang tidak selalu benar diekspos di Media Sosial. Yang selanjutnya akan memunculkan perdebatan yang akan terus berlanjut dan tidak akan selesai.

Semua ini akan berdampak timbulnya keresahan di masyarakat. Media Sosial saat ini jadi ajang pertempuran konflik politik, sosial dan agama oleh orang dari berbagai kalangan. Terkadang orang lupa pada tujuan utama menggunakan Media Sosial.

Seharusnya Media Sosial bisa digunakan sebagai alat komunikasi, sumber pengetahuan dan bahkan bisa berperan sebagai media penghibur. Seringkali saat ini malah beralih fungsi. Malah menjadi pemecah belah persatuan.

Banyak orang yang melakukan penyimpangan dalam menggunakan Media Sosial. Kekuatan Media Sosial sering kali dimanfaatkan oleh sekelompok orang untuk memuat konten-konten yang bisa memecah belah persatuan. Bisa dikatakan, Media Sosial saat ini merupakan salah satu bumerang penyebab terjadinya perpecahan baik dalam keluarga, masyarakat bahkan negara.

Hal yang sangat terlihat jelas dan kita temui akhir-akhir ini, Media Sosial digunakan sebagai ajang kampanye. Tujuannya untuk mempengaruhi atau menggerakkan orang-orang agar memilih pemimpin mereka. Informasi yang disebarkan bukanlah informasi yang baik, tapi sebagian besar adalah informasi yang berusaha menjatuhkan lawannya yang seringkali merujuk pada pelanggaran terhadap HAM dan SARA.

Contoh lain yang sangat familiar saat ini adalah terorisme. Seringkali masyarakat ikut menyebarkan info radikalisme yang dampaknya tanpa mereka sadari bisa memecah belah persatuan bangsa dan negara.

Media Sosial sering kali digunakan untuk mencari keuntungan sepihak dengan cara memproduksi konten hoak. Informasi hoak yang antara lain berisikan berita kebohongan, fitnah, isu, bahkan umpatan dan caci maki yang tidak jelas. Dengan ditemukannya informasi bohong atau hoak yang tersebar luas dan bebas di Media Sosial membuktikan bahwa masyarakat belum bijak menggunakan Media Sosial. Dengan membagi informasi yang kurang penting dan pada akhirnya menimbulkan perdebatan. Bahkan terkadang informasi tersebut dianggap benar dan dipercayai oleh sebagian masyarakat. Sehingga dampaknya luar biasa, menimbulkan keresahan di mana-mana.

Di kalangan remaja Media Sosial sebenarnya bisa memberikan dampak positif dalam memperluas jaringan pertemanan, mempermudah mendapatkan informasi, dan juga berbagi informasi.  Karena kurang bijaknya dalam menggunakan Media Sosial, saat ini bukan nilai positif yang banyak didapatkan tetapi malah pada nilai negatif yang ada. Antara lain, dengan Media Sosial para remaja kecanduan menggunakan tanpa tahu waktu. Bahkan mereka bisa berjam-jam menghabiskan waktu hanya untuk bermedsos.

Mereka kehilangan waktunya dalam komunikasi secara nyata. Mereka akan kehilangan rasa empati terhadap lingkungan yaitu masyarakat sekitar. Semua komunikasi dilakukan lewat dunia maya. Selain itu juga menimbulkan lemahnya sopan santun di kalangan remaja saat ini. Dengan Media Sosial seringkali remaja berkomunikasi menggunakan bahasa yang kasar, bahasa yang mereka anggap sebagai bahasa gaul tetapi tidak sepantasnya. Mereka sangat lihai dan canggih dalam menggunakan Media Sosial, tetapi masih sangat rendah dalam menemukan manfaat yang sebenarnya.

Beberapa contoh di atas, menunjukkan dampak dari Media Sosial dimana korbannya adalah pengguna Media Sosial yang kurang bijak dalam memanfaatkan dan menggunakannya.

Media Sosial seakan-akan saat ini sudah menjadi candu. Sebelum semuanya terlambat, sebelum hal buruk terjadi, bertanyalah pada diri kita sendiri “Sudah Bijakkah saya berMedsos?”.

Dampak negatif dalam menggunakan Media Sosial masih bisa kita hindari apabila kita bisa bijak dalam menggunakan Media Sosial. Berikut ini adalah beberapa saran agar kita bijak dalam berMedsos, antara lain bisa mulai dengan cara :

  1. Pilah dan telaah segala bentuk informasi yang masuk. Jangan mudah percaya dengan berita ataupun postingan yang kita terima. Bisa jadi itu adalah berita hoak atau bohong. Harus kita cari kebenarannya terlebih dahulu sebelum meneruskan atau menyebar informasi tersebut.
  2. Kendalikan diri dalam menggunakan Media Sosial. Sampaikan tulisan dan hargai perbedaan pendapat orang lain dengan cara yang santun. Tahan emosi atau amarah. Seringkali dijumpai seseorang dalam kondisi marah menuliskan umpatan kemarahannya di Media Sosial. Hati-hati, Media Sosial bersifat publik. Jadi apa yang kita tuliskan di sana akan dibaca dan diketahui oleh banyak orang. Pada akhirnya akan merugikan kita sendiri dan bisa berujung pada perselisihan.
  3. Berpikir sebelum bertindak! Hati-hati dalam menuliskan dan meneruskan informasi dalam Media Sosial. Sangat dimungkinkan bahwa apa yang kita tulis bisa menyinggung atau bahkan melukai perasaan orang lain. Jadi pahamilah, bahwa apa yang kita tulis di satu sisi menyenangkan bagi diri kita tetapi di sisi lain bisa jadi memberikan rasa tidak nyaman bagi orang lain.
  4. Lahirkan inovasi baru. Bertukar gagasan dengan orang lain sehingga akan memunculkan  ide-ide baru.
  5. Gunakan waktu sebaik mungkin. Jangan menghabiskan waktu hanya untuk hal yang tidak bermanfaat.

Seiring dengan perkembangan dan kemajuan teknologi, keberadaan Media Sosial ini sebenarnya sangat penting sekali. Para pengguna Media Sosial harus bijak, harus cerdas dalam memanfaatkan. Tidak sekedar hanya menggunakan saja.  

 

(Dwi Hartanti)

 

 

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s