Belajar Mengelola Sekolah Bersama Bu Betti Risnalenni

Bismillahirrahmaanirrahim..

Selamat malam dan selamat bergabung kepada seluruh peserta MENULIS BERSAMA OMJAY DI WA GROUP.

Apa kabar teman-teman sekalian? Semoga senantiasa dalam lindungan Allah Swt..

InsyaAllah sebentar lagi kita akan melaksanakan Seminar Online. Semoga kita mendapatkan ilmu yang bermanfaat dan berkah dari Seminar Online ini..
Pertama-tama izinkan saya memperkenalkan diri
*Nama : Intan Rahmadani
Instansi : Mahasiswi Sastra Inggris Uin Bandung

Saat ini saya diberi amanah oleh Super Seminar untuk menjadi moderator pada grup online hari ini☺🙏

Haloo, selamat malam bapak ibu sekalian. Semoga kita semua bisa belajar bersama hari ini.😊✨
Narasumber Super Seminar kali ini adalah BETTI RISNALENNI👏👏🎉🎉
Agar kegiatan di grup Online “Menulis bersama Omjay” ini berjalan dengan lancar, kami sudah mempersiapkan aturan main. Aturan Main grup Online ini ialah sebagai berikut.

  1. Hindari memotong obrolan atau mengganggu saat narasumber sedang perkenalan dan memberikan materi
  2. Pertanyaan & jawabannya tidak boleh mengandung unsur sara dan menghina fisik.
  3. Jika ingin bertanya harap menjawab pertanyaan rebutan dari moderator disertakan emote ini (☝)
  4. Setelah dipersilahkan untuk bertanya, harap sebutkan nama dan asal instansi/sekolah
  5. Tanya jawab dibagi beberapa sesi. Setiap sesi Terdiri dari 3 penanya. Setiap penanya maksimal memberi 3 pertanyaan.
  6. Hindari memotong narasumber yang sedang menjawab pertanyaan dengan memberikan pertanyaan baru karena akan menganggu fokus narasumber serta peserta lain yg sedang menyimak.
  7. Hindari mengajukan pertanyaan yang telah ditanyakan oleh penanya lain atau sudah terjawab oleh penjelasan narasumber , demi efektifitas Seminar ini.

Okaay alhamdulilah kalo udah pada pahaam, kita langsung mulai sesi seminar online aja yaah. Kepada bunda Betti Risnalenni dipersilahkaan🥰❤@Betti Betti Pgri bekasi.

WhatsApp Image 2020-01-26 at 08.33.57

Mohon maaf saya mempersiapkannya dengan ketik langsung. Saya tidak dipersiapkan dari awal karena hp saya penuh juga dan bingung mau ngapus yang mana. Saya baru selesai kegiatan juga.

Perkenalkan nama saya Dra Betti Risnalenni MM . Kepala sekolah TK insan Kamil. Kebetulan saya mempunyai lembaga KB – TK dan SD.

Saya juga bingung mau membagikan cerita karena mungkin ini juga biasa saja tapi mungkin ada juga yg ingin tahu. Saya disini akan menceritakan pengalaman saya dalam mendirikan sekolah.

Awalnya sih karena keinginan seorang guru yang ingin semua anak mendapat pendidikan yang sama. Dapat pendidikan yang bagus.

Inspirasi ini timbul waktu saya mengajar di Al Izhar Pondok Labu tahun 1992. Saya mengajar di tempat mas mentri kita sekarang sekolah SD. Kebetulan saya guru kelas 4 nya mas Nadiem.

Disekolah ini rata rata anak orang kaya tapi ada anak panti asuhan juga. panti milik bu Dani Bustanil Arifin.

Tapi keinginan saya untuk membuat sekolah itu tidak gampang. Ada saja rintangan dan hambatan yg ditemui.

Saya mulai mendirikan kursus dulu tahun 1996. yaitu kursus aritmatika. saya sampai mempunyai 24 cabang di kota bekasi.

Saya masih maju mundur waktu mau mendirikan sekolah karena memang saya tidak punya modal materi, hanya modal nekad. Nekadnya ditambah dengan nekad seorang teman yg juga salah satu cabang saya.

Saya pertama buat kursus , modal kerjasama ( frienchise ) 10 jt tahun 1996 untuk 1 lembaga. buat saya tahun 1996 terasa mahal.

Tahun 1998 saya buat buku sendiri dan saya buka cabang tidak bayar fc, hanya ikatan kerjasama dengan membeli buku saya saja. waktu itu saya jual bukunya Rp 10.000, per buku.

Bukunya memang tidak tebal. itu berupa buku Lembar Kerja. tp kan 1 pusat kursus bisa beli banyak buku. apalagi waktu itu saya bekerjasama dengan sekolah. jadi banyak buku yang terjual.

Saat itu saya awalnya buka kursus itu bayar ke lembaga besarnya . namanya YAI. saya bayar 10 jt untuk kerjasamanya. kalau saya latihan untuk tingkat 1, saya bayar lagi uang latihannya.tapi gpp , itu yang membuat saya berani dan selalu mau menambah ilmu.

waktu itu, saya awalnya yang ikut. saya yang bayar. saya kan waktu itu peserta yang mau membuka kursus. Waktu saya buka kursus itu, 6 bulan saya buka, muridnya hanya 3. waktu itu saya agak sedih, modal FC dah mahal, ruangan ber AC juga pakai modal.

Tapi disitulah saya belajar. Jadi sales lah. saya buat brosur. Dimana ada kegiatan, di situ saya membagi bagikan brosur. Saya ke sekolah sekolah presentasi tentang aritmatika.

Saya bawa anak yang sudah berhasil. yang sudah bisa menghitung pake bayangan. jadi sudah tidak pake sempoa. Kalau di sekolah ada acara terima raport pasti saya dah minta tempat ke kepala sekolah untuk presentasi. itu berlangsung sampai tahun 1998. Di tahun itu juga saya mulai membuat buku sendiri dan harganya lebih murah , dan saya pun banyak yg minta kerjasama. kerjasama dengan saya ga pakai friendchice . hanya beli buku saja.

Akhirnya saya punya 24 cabang. Untuk menyemangati anak anak , saya sering mengadakan lomba di mal mal. Mal senang karena jadi banyak pengunjung. Saya juga enak karena fasilitas mereka sediakan, malah hadiah pun mereka fasilitasi.

Nah dari 24 cabang saya itu , ada 1 cabang yang ingin bekerja sama dengan saya untuk membuat TK. Awalnya saya tidak mau karena saya juga ga punya modal. Trus katanya , saya hanya bantu membuat kan buku buat anak saja. akhirnya saya sanggupi.

Ternyata bukan sampai disitu. Karena dalam membuat TK itu harus ada yayasan. Dia belum punya tp saya sudah punya. Akhirnya saya pinjami yayasan saya termasuk uang untuk mengontrak rumah untuk TK itu.

Dan tidak hanya sampai di situ. TK kan juga perlu peralatan, bangku , kursi, mainan dll . Akhirnya kecemplung juga saya di situ. Kerjasama saya dengan teman saya itu itu.

Saya mulai bulan maret 2003 waktu itu. Saya mulai dengan TPQ. Waktu mulai berdiri dapatlah murid 28 anak. Setelah Juli kita mulai dengan TK dan alhamdulillah mempunyai murid 33 siswa.

Karena TK nya itu ngontrak, jadi si empunya rumah masih punya kekuasaan. Halaman nya lah dilubangi katanya mau dibuat kolam. tapi sampai berakhir kontrakan tak pernah berisi air dan ikan. hanya lobang saja.

Baru berjalan bulan ke 3 TK, tepatnya bulan September 2003, teman saya mundur. Katanya kok rugi. Maklum dia biasa juragan batik. Sekolah ga ada untungnya , katanya. Tapi saya kan yang punya yayasan ga mungkin dong nutup sekolah seenaknya. makanya saya teruskan. Oh ya untuk urusan kedinasan, diurus bersamaan dengan program KBM berjalan. Karena harus ada data murid dll. Kalau tidak ada nanti dianggap fiktif.

Untuk urusan itu kita perlu ijin RT, RW dan tanda tangan warga yang tidak keberatan sekolah didirikan diantara mereka. Tanda tangan warga waktu itu 50 tanda tangan..Kalau sekarang 100 tanda tangan.

Nah kan saya ngontrak sampai februari habis ya sedangkan tahun ajaran kan habisnya juni.

Saya mulai bingung harus kemana ? Tapi kalau urusan baik, Allah selalu kasi jalan. Ada yang menberitahu ada yang menjual rumah di dekat lokasi awal. Ada rumah over kredit. Saya waktu itu beli seharga 23 jt..uang segitu saya ga punya. Saya bayar pakai cek jadi kan uangnya bisa di tempo. saya kasi tanggal yang berjarak. Untungnya saya masih punya tagihan . Sebelumnya saya punya usaha servis pasang dan perawatan AC. langganan saya kebanyakan pabrik.

Akhirnya sekolah bisa dipindah ke lokasi baru yang sampai sekarang masih dipakai. Di sebelah rumah itu ada tanah kosong, milik developer. Jadi saya bisa memperlebar ke sebelahnya. Kalau tanya uangnya , saya juga bingung kenapa ada aja ya ? mungkin karena saya masih jualan buku. jadi ada pemasukan dikit dikit. Tapi Alhamdulillah orang tua saya juga membantu. Kalau minjam duit dikasi walau buntutnya suka dikembalikan. Tapi orang tua saya bangga saya punya sekolah.

Orang tua murid usul dan meminta agar saya juga buat SD. Saya mah langsung bilang, iya bu, nanti kita buat SD. Tanah kosong yang milik developer itu harusnya 1 bangunan developer tapi saya minta jangan dibangun rumah biar tanah saja karena nanti juga akan dibongkar dan saya ga punya uang buat bongkar dan bangun kembali.

Akhirnya developernya setuju dijual tanah saja dan saya bangun langsung 3 lantai. Ma syaa Allah, itu kebesaran Allah. Saya bangun sekolahnya mirip dengan Sekolah terkenal ” Al Azhar. Pakai batu Alam warna hijau, karena dulu saya juga pernah mengajar disana.

Untuk bangkunya saya juga pengen bangku seperti di sekolah itu. Meja dan Kursi itu harganya 600 rb. Aduhhh mahalnya. Akhirnya saya mencari supaya murah gimana caranya. Saya cari cari, ketemulah pabriknya. akhirnya saya hanya beli yang buat dudukannya saja seharga 125 rb. yang lainnya saya buat ke tukang las. dan harganya bisa dibawah itu. sampai tukang pabrik kursi itu geleng geleng karena nekad banget saya. Saya hanya pesen mentah. Yang gosok gosok dan cat nya saya lakukan bersama suami saya.

Kita buat 40 set kursi. karena muridnya 33 waktu itu masuk ke SD. Untuk surat menyurat juga dibuat sambil KBM berjalan. SD sudah harus 100 tanda tangan warga dan kita pun disidangkan di pemda dengan 7 unsur kedinasan. Ada dari Disdik, Amdal, Depnaker dan apalagi saya sudah lupa. Kemudian baru keluar ijin operasionalnya.

Saya juga didukung oleh developer, ya mungkin karena biar rumahnya juga laku. Sekolah saya masuk kalender perumahan tersebut.

Saya membuat sekolah itu bener bener tulus. Tidak terpikir untung rugi walau untung rugi cukup membuat sekolah ini berlangsung.

Nah untuk surat izin mendirikan sekolah ini bapak ibu ke UPP dulu. UPTD jaman dulu namanya. atau kantor dinas pendidikan yang ada di kecamatan. nanti disitu ada catatan yang harus kita urus. Jadi kita siapkan jadi berbentuk 1 proposal.

Disitu harus ada Akte Yayasan. Di dalam akte yayasan itu minimal ada 5 pengurus. Boleh orang lain atau juga boleh keluarga sendiri.

Oh ya kan sekolah saya kan mulainya dari kelas 1. jadi saya tidak terima kelas pindahan yang diatas atasnya. oh ya untuk pengajian. terus terang untuk mengaji guru tidak cukup dari SPP yang saya terima.

Karena saya adanya di Bantar Gebang, tidak bisa menjual walau sekolah nya keren. Trus karena memang sudah niat ingin membantu siapa aja yg sekolah. Di sekolah saya kalau yatim , gratis.

Kalau tidak mampu bisa gratis bisa bayar semampunya. Ga perlu pakai surat keterangan tidak mampu. Karena sebenarnya ga ada yg mau dibilang tidak mampu apalagi pakai legalitas tidak mampu. Yg lain bayarnya standar. Sampai sekarang aja uang SPP saya saja Rp 250.000,- include. sudah termasuk : kegiatan, ekskul dll. jadi mereka bayar segitu, ga pernah ada pungutan lain.

Dulu waktu sekolah masih kecil, uang gajian guru, pakai gaji suami saya. Kebetulan suami saya PNS, jadi gajiannya kan pasti tgl 1 pagi dah masuk, tgl 1 siangnya dibagikan le guru. Tapi alhamdulillah dari dulu guru Insan Kamil dah biasa gajian tgl 1. setap bulannya.

Tapi hikmah yang bisa saya ambil, saya bisa berkenalan dengan banyak orang dengan saya punya sekolah. Dan saya bisa berkompetisi dengan yang lain karena dengan kita berkecimpung di sekolah jadi kita tau kegiatan kegiatannya. Karena saya guru, saya ikut lomba Guru berprestasi tahun 2006 dan hanya jadi pemenang harapan 2 guru berprestasi. Katanya berkas fortopolio saya ga ada. Waktu itu tidak dikumpulkan. itu pengalaman yang menyedihkan buat saya.

Sekarang uang masuknya hanya Rp 2.300.000 sudah berikut seragam. Murah banget kan ? Di tempat saya tidak ada uang pendaftaran ulang. Oh ya bapak ibu, untuk meningkatkan jati diri saya juga ikut lomba kepala sekolah. Berdasarkan pengalaman, maka saya mempersiapkan dan mengawalnya. Akhirnya saya menjadi juara 1 Kepala Sekolah Berpretasi tahun 2009.

Awal bikin sekolah niat saya ikhlas krn ALLAH tapi kan niatnya kan bukan cari uang awal tujuannya buat sekolah. ya tapi saya cari barokahnya saja. Dan alhamdulillah sekolah tetap berjalan lancar, anak anak saya juga bisa sekolah dengan baik.

Temen saya bilang, Betul Bun, mendirikan lembaga pendidikan itu ladang ibadah niatkan lillaahi taala.

Alhamdulillah sekarang saya sudah mulai mengestafetkan kepengurusan sekolah ke kedua putri saya. Sekarang sedang mengawal putra saya mengelola kafe.

Ya sekolah saya swasta. KB – TK dan SD insan Kamil. Boleh lihat di Facebook . Saya senang dengan budaya Indonesia. Jadi di sekolah saya Sangat membudayakan budaya lokal. Permainan tradisional dan tarian tradisional. kalau ada yang minta kita hadir, in syaa Allah murid saya siap.

Krn, maaf nih… 1000 maaf, lembaga yg modern itu kalo di kelola secara terbuka oleh orang² luar & kita merelakan itu walau itu milik kita atau kita pendirinya…
ya pak..saya juga guru gurunya orang luar semua. gurunya juga dari medan sampai papua. Anak saya karena mereka operator sekolah juga. kalau ngegaji ga ada yg mau di gaji kecil. kasihan. Kalau dibilang gaji, lebih kecil gaji anak saya dibanding guru guru.

Subhanalloh… Barakallohhh, Mabruk alfu mabruk Bu
apa lagi ya pak bu yang ibu bapak ingin ketahui.

Saya tertarik tentang kemampuan ibu membuat buku-buku.

Kemampuan ini ibu dapat darimana?

Bagaimana cara ibu bisa punya kemampuan membuat buku yang laris begitu?

saya kan buat bukunya buku bahan ajar pak. seperti LK gitu. Saya buatnya buku aritmatika, yang hitung hitung gitu. Dari SD saya memang suka hitung hitung. Jadi kayaknya enak aja ngotak ngatik angkanya.

kalau membuat bukunya nya sih saya melihat saja. kan di aritmatika itu dari yang langsung, pakai kawan kecil, besar dan keluarga. jadi ada tingkatannya.

Bukunya laku, karena saya ngadain pelatihan buat gurunya. dan guru tsb boleh mengajarkan ke muridnya dengan berbayar. namanya juga kursus atau les.

Oh ada bu. sekarang kita sering kok buat pelatihan buku bahan ajar. malah diajarin langsung oleh pihak penerbitnya. penerbit andi yang telah memfasilitasi kita. udah jalan ke solo, yogya dan solok. colek om jay.

Kalau buku TK , saya lihatnya apa yg dibutuhkan buat TK itu yang kita buat. mulai dari menarik garis, menggambar, mengenal angka, huruf , sampai membaca dan berhitung. tapi kita sesuaikan dengan kebutuhan dan kesiapannya. saya senang buat karena biar kita bisa nyocokin dengan lingkungan kita.

Saya awalnya cari guru dari pasang iklan di koran. kebetulan dulu, banyakan dari guru guru tersebut masih lajang. jadi guru tersebut bisa tinggal di rumah saya yang di sebelah sekolah.

Kesimpulan. waduuhh apa ya kesimpulannya ? jadi kalau untuk kebaikan ga usah ragu ragu, Allah akan mudahkan segalanya. Jangan takut mencoba apa yang menjadi cita cita kita🌸🌸

Baik Bapak dan ibu yg saya sayangi dan banggakan, dikarenakan waktu sudah tepat pukul 21 lebih maka kita akhiri materi hari ini. Terimakasih ibu @Betti Betti Pgri bekasi atas materi hari ini😊✨

Kita akan bertemu kembali besok malam dengan pembicara yang akan di umumkan besok hari😊

2 responses to “Belajar Mengelola Sekolah Bersama Bu Betti Risnalenni

  1. [25/1 21:24] wijayalabs: Bisa buat bahan utk jadi buku
    [25/1 21:25] wijayalabs: Judulnya “Kubangun Sekolahku dengan Jualan Buku”.
    [25/1 21:48] Betti Betti Pgri bekasi: ya om
    [25/1 21:49] Betti Betti Pgri bekasi: om. pancing pancing aku dong. itu dengan gitu cepet banget jadi tulisannya
    [25/1 21:50] wijayalabs: Mau tany nasib 24 cabang yg dulu
    [25/1 21:52] Betti Betti Pgri bekasi: mereka dah masing masing. karena orang kita kan anget anget tai ayam. kalau lagi boming ikut, sekarang dah ga musim ya dah ga pada les lagi.
    [25/1 21:52] Betti Betti Pgri bekasi: banyak yang sudah tutup..sekolah aja cuma 3 yang masih jalan.
    [25/1 21:55] wijayalabs: Lalu bgm cara bu betti membangun branding insan kami sehingga bisa bertahan sampai saat ini?
    [25/1 21:58] wijayalabs: Sekolah mungkin sudah banyak, dari yang pakai metode montessori sampai metode home schooling, tetapi mengelola sekolah juga tidak mudah, butuh nyali luar biasa. Dan Bu Betti salah satunya yang punya nyali besar.
    [25/1 21:59] wijayalabs: Apa yg membuat bu betti punya lagi besar untuk mendirikan sekolah?
    [25/1 22:00] Betti Betti Pgri bekasi: Saya selalu berkomunikasi sama sama guru, karyawan dan orang tua. Saya harus tau dimana kelemahan saya atau sekolah lalu didiskusikan dengan guru dan keluarga. Kalau untuk cari supaya bagus image sekolah, sayanya harus bagus dulu. Karena sekolah Insan Kamil itu lengketnya sama bu betti nya.
    [25/1 22:07] Betti Betti Pgri bekasi: karena pengen banget anak yg ga mampu itu bisa disekolah bagus sama dengan yang mampu..itu hanya guru yang bisa melakukannya. saya punya prinsip kalau anak miskin di sekolah jelek itu biasa, anak orang kaya di sekolah bagus itu biasa tp kalau anak yang tidak mampu bisa di sekolah bagus itu luar biasa dan hanya guru yang bisa merealisasikannya.
    [25/1 22:12] Betti Betti Pgri bekasi: dulu anak saya ga bisa masuk sekolah bagus karena orang tuanya guru dan diyakini tidak bisa bayar uang sekolah disitu. dan padahal kalau secara otak, anak saya bisa. dari situ saya sedih banget dan kuatkan hati untuk merealisasikan itu.
    [26/1 03:04] wijayalabs: Selain masalah keuangan. Masalah apa yg ditemui selama mengelola sekolah?
    [26/1 04:33] Betti Betti Pgri bekasi: masalah dengan lingkungan. misalnya ada tetangga yang ga mau jalannya terpakai parkir motor orang tua murid. ada tetangga yang mau dengar berisik. ada tetangga yang mau rame orang lalu lalang walaupun hanya segelintir orang. 1 atau 2 orang tapi mengajak atau menghasut orang sehingga membenci saya.