Daily Archives: April 17, 2020

Bagaimana Cara Mengirim Tulisan di Majalah Suara Guru PB PGRI?

Kiat Menulis di media Suara Guru, Medianya PB PGRI

WhatsApp Image 2020-04-14 at 09.50.02
Oleh
Noralia Purwa Yunita
Bersama Bapak Doktor Jejen⁩ Musfah, beliau adalah pemimpin redaksi majalah suara guru PB PGRI yang majalahnya terdistribusi ke seluruh Indonesia, kita akan diberikan informasi terkait website suara guru dan majalah suara guru yang merupakan media online dan offline PB PGRI.
Opini intinya gagasan penulis atas kebijakan atau fakta pendidikan yg terjadi. Ini berarti opini tidak akan kehilangan topik. Kebijakan dan fakta pendidikan selalu hadir. Namun tidak semua berhasil menangkap momentum untuk menanggapi kebikakan atau fakta pendidikan yang terjadi.
Majalah suara guru yang berusia puluhan tahun bahkan setua PGRI itu sendiri dapat dijadikan wadah bagi guru yang notabene seorang praktisi untuk mengungkapkan opini tentang segala kebijakan pendidikan yang ada. Sekarang ini, tulisan yang dikirimkan dapat dimuat baik secara online melalui website suara guru dan offline, yaitu melalui majalah suara guru.
Tulisan yang dikirimkan ke website suara guru, dalam hitungan jam akan langsung dimuat  oleh tim redaksi. Sementara majalah suara guru dari PGRI diterbitkan setiap dua bulan sekali sebanyak  5000 eksmplar yang akan dibagikan ke hampir 34 provinsi. Rubriknya beragam mulai dari opini, resensi, sastra, destinasi, dan lain-lain. Tidak ada syarat khusus untuk bisa mengirimkan tulisan ke majalah suara guru. Hanya perlu menyebutkan status dan foto penulis serta isi tulisan harus disesuaikan dengan rubrik di atas. Tulisan yang akan dimuat diutamakan bertema pendidikan, isu-isu hangat yang terjadi di dunia pendidikan dan pendidikan mutakhir. Hampir semua tulisan yang berkaitan dengan pendidikan cenderung diterima dengan beberapa editing dari redaktur tentunya. Hal ini dikarenakan kurangnya naskah yang masuk baik secara online maupun ke majalah suara guru itu sendiri.
Tidak ada aturan baku dalam tata tulis untuk setiap tulisan yang dikirim baik ke website suara guru maupun majalah suara guru. Bentuk dan ukuran huruf boleh sesuka hati penulis karena nantinya akan tetap melewati tahap editing sebelum dicetak. Yang terpenting adalah tulisan yang dikirimkan bebas plagiarisme, merupakan gagasan orisinil, tidak mengandung unsur SARA, dan tidak mengajak ke arah kebencian. Untuk kolom opini sendiri, maksimal 1000 kata untuk tiap opini yang dikirimkan. Sedangkan untuk rubrik lainnya seperti sastra, tidak diberikan ketentuan maksimal kata. Tidak ada biaya yang diketahui oleh penulis yang ingin tulisannya dimuat di media suara guru. Yang terpenting adalah tulisan telah memenuhi persyaratan yang disebutkan diatas. Tulisan yang layak muat baik di media online atau offline suara guru, akan dikabari oleh tim redaksi ataupun diberikan linknya oleh tim.
Tulisan yang telah dimuat secara online di website suara guru, dapat pula dimuat di media cetak majalah suara guru. Akan tetapi, tulisan yang sudah dikirimkan dan layak muat baik di media online dan offline suara guru, tidak diperbolehkan untuk dikirim ke media cetak atau online lainnya.
Sayangnya, karena minimnya pendanaan, royalti untuk penulis yang tulisannya berhasil dimuat di majalah suara guru, untuk sekarang ini dihentikan sementara waktu, menunggu hingga keuangan memadai ke depannya. Tetapi jika penulis menghendaki bukti fisik untuk kenaikan angka kredit, dari tim redaksi bersedia untuk mengirimkan majalah suara guru ke penulis dilengkapi dengan surat pengantar dari pimpinan redaksi. Opini yang dikirimkan akan masuk ke pengabdian sedangkan artikel imiah akan dimasukkan ke dalam jurnal ilmiah PGRI dan akan mendapatkan penilaian sesuai dengan level jurnalnya, Sinta 1,2,3, atau 4.
Janganlah takut tulisan kita akan buruk. Biasakan untuk membaca kolom-kolom opini di koran-koran nasional atau media online lainnya karena seorang penulis yang baik adalah pembaca yang baik pula. Tuangkan segala uneg-uneg anda tentang pendidikan ke dalam tulisan untuk kemudian dapat anda kirimkan ke media suara guru PB PGRI melalui email majalah.suaraguru@gmail.com.
Hidup Guru
Hidup PGRI
Solidaritas Yes

Baca lebih lanjut

Kiat Meraih Juara Inobel Tingkat Nasional

https://membangunpersonalbranding.blogspot.com/2020/04/kiat-meraih-inobel-penghargaan-karya.html

Kiat meraih INOBEL, penghargaan karya inovasi bagi guru

oleh
Noralia Purwa Yunita
WhatsApp Image 2020-04-13 at 06.34.55 (1)
Bersama pak Tri Agus Cahyono,M.Pd, seorang peraih inobel nasional tahun 2016 dan merupakan seorang guru berdedikasi dari Gunung Kidul Yogyakarta, kuliah online dimulai dengan tema ” Karya Inovasi & Kualitas Diri”. Sebagai awalan, beliau menjelaskan bahwa pada hakikatnya sebuah karya inovasi adalah puncak dari proses belajar seseorang. Sesuai taksonomi Bloom yg telah direvisi oleh Krathwool ada 6 tahapan berfikir kognitif
1. Mengingat (C1)
2. Memahami (C2)
3. Menerapkan (C3)
4. Menganalis (C4)
5. Mengevaluasi (C5)
6. Menciptakan (C6)
Dalam taksonomi tersebut Karya inovasi adalah sebuah tahapan puncak dari proses berfikir. Jadi ketika kita menginginkan sebuah karya inovasi yang baik, maka kita tidak boleh melewati tahapan-tahapan tersebut. Jangan sampai kita berinovasi tetapi:
1. Tidak tahu ilmunya
2. Tidak paham maksudnya
3. Tidak pernah menggunakan
4. Tidak bisa menganalisis bagian2nya
5. Tidak bisa menilai kelebihan dan kekurangannya
Jadi intinya jika anda ingin menciptakan karya inovasi maka anda harus belajar menguasai materi keilmuan dari karya tersebut.
Menurut beliau, ketika final perhelatan lomba Karya Inobel dilaksanakan, yang dinilai bukan hanya sekedar bagaimana esensi karya tersebut atau karya tulisnya tetapi yang paling penting dan lebih utama adalah bagaimana penciptanya/inovatornya yang akan ditelisik oleh dewan juri melalui presentasi dan tanya-jawab. Kualitas diri sangat diperhatikan  dalam sesi ini. Caranya adalah dengan kita belajar dan sekaligus menciptakan sebuah karya Inovasi. Belajar dapat kita lakukan pada saat mengajar karena cara belajar paling baik adalah dengan mengajar
Inovasi akan muncul pada saat kita melakukan pembelajaran. Ketika kita sudah menerapkan tahapan dari C1 hingga C5, pasti akan timbul sebuah ketidak puasan. Artinya, setelah kita belajar, mengingat, memahaminya, menerapkannya, menganalisisnya, kita pasti mengevaluasinya (kekurangan dan kelebihan). Disitulah rasa ketidakpuasan akan muncul. Dan daya cipta kita sebagai manusia ( kreativitas) akan muncul untuk mencari solusi dari ketidakpuasan tersebut. Inilah yang disebut suatu inovasi, hasil berpikir kreatif seseorang sebagai solusi dari ketidakpuasan akan suatu hal. Kunci sebuah inovasi itu sendiri terletak pada penemuan sesuatu yang baru atau penyempurnaan yang lama. Inovasi tersebut dapat tertuang pada sebuah karya inovasi Research and Development (R&D).
Selanjutnya bagaimana kita memilih bidang yg akan kita buat inovasinya? Kuncinya adalah “APIK” (dikutip dari Pak Arif Edi)
1. Asli (jangan menjiplak)
2. Perlu (benar2 dibutuhkan)
3. Inovativ
4. Konsisten
DIsamping itu, perlu diperhatikan juga bahwa kelebihan dari sebuah karya bukanlah dari sifat modern atau tradisionalnya tetapi lebih kepada kebermanfaatan, ide, dan kemudahan untuk digunakan dan direplika oleh orang lain. Meskipun karya berbasis teknologi informasi dan komunikasi kelihatan lebih keren tetapi jika sulit untuk ditiru atau dibuat oleh guru lain atau sulit diaplikasikan di daerah2 tertentu, maka nilainya akan kurang.
Sebagai contoh Penggunaan planetarium bekam sebagai inovasi dalam pembelajaran IPA untuk menerangkan materi pergerakan Bumi & Bulan. Inovasi seperti ini telah mencakup keempat unsur APIK tadi, yaitu Asli karena belum ada yang menggunakan dan membuat, Perlu karena penggunaan globe untuk menjelaskan materi pergerakan Bumi dan Bulan dirasakan kurang maksimal dan masih terlihat abstrak, Inovatif  karena merupakan sesuatu yang baru, serta Konsisten karena dapat direplikasi dan digunakan ulang oleh siapapun.
Inovasi pembuatan alat peraga ini sebenarnya bertujuan untuk mempermudah observasi anak ketika belajar. Ketika anak memperbandingkan globe yg diperagakan dengan lampu senter dan mengakomodasikan dengan kejadian sebenarnya antara Bumi, matahari, dan bulan sangat sulit dan masih abstrak. Disinilah ketidakpuasan terhadap globe muncul sehingga muncul inovasi media baru yang dapat memfasilitasi siswa lebih dari media globe. Diharapkan dengan inovasi media yang ada, siswa menjadi lebih termotivasi dalam belajar IPA yang berakibat naiknya prestasi anak.
Pendaftaran inobel bagi guru adalah melalui seleksi karya tulis yang dikirimkan, oleh karena itu buatlah karya tulis secara APIK. Judul yang diajukan haruslah  menarik, segar/baru, berbeda dari yg lain dan tentu saja harus lolos uji smiliarity maksimal 30% turnitine.
Kesimpulan :
Dalam berinovasi jangan memikirkan masalah yg bersumber dari luar seperti lingkungan sekolah, sarana dan prasarana, dll tetapi FOKUS pada KOMPETENSI DIRI itulah yang akan memudahkan kita menemukan hal-hal/ide penting yang membantu keberhasilan pembelajaran. Sehingga tidak hanya inobel yg kita dapat, OGN akan dapat, Gupres juga akan kita dapat. Jadi tingkatkan kualitas diri untuk karya yg berkualitas.

Baca lebih lanjut