Naik Tanpa Persiapan, Turun Tanpa Penghormatan

Naik Tanpa Persiapan. Turun Tanpa Penghormatan.

Selamat pagi semuanya. Selamat menikmati bulan ramadhan di hari keenambelas. Semoga amal ibadah kita semakin meningkat dan mencapai derajat takwa. Aamiin.

Kegiatan webinar self driving for teacher sudah berjalan dan menarik hati para guru untuk menikmatinya. Ada yang mengikutinya secara langsung dan ada yang mengikutinya secara tidak langsung.

Lebih dari 13.000 guru dan dosen serta tenaga kependidikan mengikuti kegiatan ini. Pengurus besar PGRI menggandeng rumah perubahan untuk menyiapkan konten acaranya.

Saya diajak ibu ketua umum pengurus besar PGRI untuk ikut membantu persiapannya. Prof Eko Indrajit mempersiapkan materi acara dan ibu Dr. Fransiska sebagai panitia pelaksananya bersama kawan kawan yang ditunjuk.

Suatu hari mbak Siska mengirimi kami informasi. Salah satu narsum yang dijadwalkan berhalanga hadir. Dengan spontan saya langsung menyanggupinya. Tanpa berpikir panjang bahwa itu perlu persiapan ekstra dan peralatan akses internet cepat agar suara dan gambar diterima dengan baik oleh peserta kegiatan.

Mulailah saya mempersiapkan diri. Namun laptop yang biasa saya pakai ternyata tak bisa menginstall aplikasi OBS dengan baik. Akhirnya saya pakai laptop hadiah dari kemdikbid sebagai peraih inobel 2017.

Namun, untung tak dapat diraih. Malang tak dapat ditolak. Laptop ini ada kendala di sound. Suara yang keluar kurang bagus. Mau tak mau saya harus mempersiapkan materi dengan laptop lainnya.

Alhamdulillah laptop keponakan bisa dipinjam. Proses instal berjalan lancar. Tapi setelah diujicoba dengan mas Gufi bagian teknis panitia, suara yang muncul di youtube kecil sekali. Beliau menyarankan saya untuk membeli headshet.

Alat ini siang hari saya beli di toko assesoris handphone. Tadinya mau beli ukuran besar. Biar mahal sekalian dan awet. Namun kosong barangnya. Hanya ada yang warna merah dengan harga murah.

Tanpa pikir panjang, saya beli saja. Pokoknya presentasi saya nanti harus sukses. Peserta senang karena mendapatkan ilmu yang bermanfaat. Pesan dari narsum sampai ke otak penonton.

Satu jam sebelum tampil, saya latihan dulu. Suara masih belum normal. Saya diminta mas Gufi untuk menaikkan volumenya dan bersuara lantang saat menyampaikan materinya.

Ternyata suara saya masih kecil juga. Sementara waktu tayang hampir tiba beberapa saat lagi. Saya mulai harap-harap cemas. Takut materi yang disampaikan tak terdengar suaranya.

Siaran live streaming langsung tayang di youtube. Banyak sekali chating yang masuk. Peserta dari seluruh Indonesia meramaikannya. Bahkan saya baca ada juga dari luar negeri.

Apa yang saya cemskan ternyata terjadi. Suara saya kecil dan kurang terdengar penonton. Ibu Mercy menelpon saya di saat cara live streaming. Suara saya kurang terdengar. Solusinya saya harus mendekatkan mic headshet ke mulut. Barulah suara agak lebih enak terdengar.

Semalam saya menonton kembali siaran ulangnya. Beberapa teman saya minta masukannya. Anak dan istri serta keponakan saya minta juga sarannya.

Rata-rata pesannya positif. Walaupun ada beberapa kekurangannya. Kendala teknis menjadi catatan saya bila nanti siaran live streaming lagi.

Naik tanpa persiapan turun tanpa penghormatan. Kalimat itu saya dapatkan dari almarhum KH. Basrah Lubis. Guru saya dalam materi retorika dakwah.

Semenjak berguru pada beliau, saya tidak pernah lagi naik panggung acara tanpa persiapan yang matang. Bila tanpa persiapan, akan fatal jadinya.

Begitulah cerita singkat saya dalam mempersiapkan materi yang disampaikan. Saya merasa bersyukur kepada Allah karena jumlah penonton sudah mendekati angka 5000 orang. Semoga semakin bertambah banyak. Aamiin.

Bila ada masukan yang kontrukstif mohon disampaikan kepada saya. Sebab Prof. Supardi kemarin telpon saya. Beliau minta ditemani untuk mengisi materi Penelitian Tindakan Kelas hari Selasa siang. Semoga saya mampu mempersiapkannya dengan lebih baik. Mohon saran dan masukannya.

Salam blogger persahabatan
Omjay
Guru Blogger Indonesia
Blog http://wijayalabs.com

6 responses to “Naik Tanpa Persiapan, Turun Tanpa Penghormatan

  1. Isminatun 66

    Bagus Om. Tpgak bs bedakan

  2. Isminatun 66

    Tulisan Omjay sll oke

  3. keren artikelnya

  4. Tetap semangat Om Jay. Memang benar untuk mengerjakan segala sesuatu itu membutuhkan persiapan yang matang. Saya apresiasi usaha Om Jay yang sudah berusaha mempersiapkan kegiatan Webinar tersebut agar dapat berjalan dengan lancar. Kita sadar bahwa hambatan itu pasti ada, tapi setidaknya kita sudah mengantisipasinya. Beruntung dalam melaksanakan sesuatu kita sudah mempersiapkannya dengan baik, walaupun hasilnya tidak sesuai harapan dari pada tidak ada persiapan sama sekali. Semoga kita semua senantiasa dalam lindungan Allah SWT. Aamiin.
    Salam persahabatan dari kota Tape Bondowoso, Jatim

  5. bagus mengispirasi

  6. Mantab, ada perasaan ubah disaat AQ membacanya, smngt om Jay, sgla sesuatu memang butuh persiapan, kita hrs terima walaupun hasil TDK sesuai hrapan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s