Pendidikan Digital (Tulisan Omjay 8 tahun lalu)

Seorang mahasiswa mengirimakn pesan ke WA Omjay, saya belum pernah ketemu.

Assalamu’alaikum
Selamat malam pak, saya Nurul, seorang mahasiswa. Saya hendak mengikuti lomba essay yang berhubungan dengan pendidikan digital pak. Saya menemukan tulisan Bapak di google dan mendapatkan kontak Bapak. Saya memohon izin mengutip tulisan Bapak mengenai pengertian pendidikan berbasis digital.

https://wijayalabs.com/2012/06/19/pendidikan-berbasis-digital/

Lalu dikirimkan saya link di atas, dan mahasiswa tersebut meminta izin untuk mengutip tulisan saya.

Baik pak terimakasih. Akan saya tulis seperti ini pak, ‘mengutip dari wijayalabs.com pendidikan berbasis digital adalah…. ‘😊
Apakah Bapak keberatan? Atau perlu saya cantumkan penulisnya?

Saya pun menyetujuinya, dan saya edit sedikit dengan kondisi saaat ini.

WhatsApp Image 2020-05-02 at 16.57.53

Pendidikan Berbasis Digital (Tulisan Omjay 8 Tahun Lalu)

Bicara tentang pendidikan, maka kita akan berbicara sangat luas sekali cakupannya. Namun bicara soal pendidikan berbasis digital, kayaknya menarik dan membuat pikiran saya melayang jauh untuk melihat kembali apa yang sudah saya lakukan. Ikut berrkontribusi dalam pendidikan berbasis digital demi kemajuan bangsa di era globalisasi. Teknologi informasi (TI) telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat dunia, tak terkecuali di Indonesia

Pendidikan berbasis digital saat ini sudah mulai banyak digunakan oleh para praktisi pendidikan seperti guru dan dosen. E-learning adalah salah satu contoh dari produk pendidikan berbasis digital. Dengan pemanfaatan e-learning dalam pembelajaran membuat belajar tak lagi di dalam ruangan kelas, tetapi di luar kelas. Para guru dan dosen bisa menggunakan moodle atau blog sebagai media pembelajaran. Bisa juga menggunakan jejaring sosial seperti facebook dan twitter untuk berinteraksi dengan peserta didiknya.

Undang undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) menegaskan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermatabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Sisdiknas bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat , berilmu cakap, kreatif , mandiri dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Sebelum kita melangkah lebih jauh, kita defenisikan dahulu apa itu pendidikan berbasis digital. Pendidikan berbasis digital adalah pendidikan yang menggunakan media elektronik sebagai alat bantu untuk meningkatkan mutu pembelajarannya. alat bantu ini adalah produk dari Teknologi Informasi dan Komunikasi atau disingkat TIK. Dari produk TIK ini lahir TIK untuk pendidikan yang dapat dikembangkan menjadi jaringan internet dan intranet.

Pendidikan berbasis digital itu pada dasarnya sederhana. Kita bisa menggunakan media elektronik yang sederhana. Tak harus mahal, tapi sesuai dengan apa yang dibutuhkan. Contohnya, ketika seorang guru membutuhkan data siswa, maka data itu dapat diperoleh dengan cara-cara digital.

Lembaga riset dan analis Gartner bahkan memproyeksikan pada 2020 sekitar 60 persen lembaga pendidikan akan mentransformasi seluruh sistemnya secara online. Dengan demikian akan terlihat jelas bahwa pendidikan berbasis digital sangat diperlukan saat ini. Dengan 165 ribu sekolah dari tingkat SD hingga SMA dan 4.500 perguruan tinggi, Indonesia berpotensi besar untuk maju menuju sekolah era digital.

Dengan sistem operasi opensource yang murah dan gratis, para guru dapat membuat jaringan intranet di sekolah dengan sebuah server yang dirakit sendiri sehingga berbiaya murah. Untuk hal ini, sekolah bisa berdiskusi dengan pakar internet pak Onno W Purbo melalui email *onno@indo.net.id*.

Digitalisasi pada sekolah memungkinkan setiap orang dapat berkomunikasi dan berinteraksi serta membangun jaringan dengan sekolah lain  atau individu lain  diseluruh dunia. Sedangkan jaringan kerja-sama bisa intra- sekolah ;meliputi siswa, orang tua siswa, guru-staf dan kepala sekolah. Ekstra sekolah hubungan jaringan kerjasama antar sekolah-instansi terkait dan dunia usaha. Oleh karena itu jaringan internet yang ada di sekolah diusahakan dengan kecepatan maksimal sehingga aksesnya cepat dan memudahkan kita saling berinteraksi dengan dunia luar.

Seiring dengan pesatnya perkembangan Information  Communication Technology (ICT), sudah saatnya sekolah memanfaatkan ICT sebagai sarana pelayanan dan penopang  kegiatan pendidikan  di wilayah kerja masing masing. Sekolah dapat menyusun system informasi pendidikan dengan mudah dan praktis melalui program computer berbasis internet .

Dengan demikian sekolah dapat menerapkan aplikasi internet dengan sasaran peningkatan layanan prima pendidikan, terutama dari sisi waktu dan efektivitas. Sekaligus dapat mendukung System Informasi Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) terutama dalam implementasi pembelajaran, manajemen kelas, mendukung monitoring, evaluasi, pelaporan, kebijakan strategis, perencanaan, penganggaran, dan kerja sama dengan pihak lain.

Ketika sekolah sudah men “digitalisasi” dirinya  diharapkan semakin terus mengikuti perkembangan ICT  sehingga dapat memberdayakan SDM dan Mutu siswa. Mengingat ICT memiliki dampak besar  terhadap perubahan ekonomi, perilaku, struktur organisasi dan strategi yang diterapkan sekolah.

Pendidikan berbasis digital sebaiknya mampu menguatkan jaringan intranet sekolah lebih dahulu, baru kemudian jaringan internet. Dengan begitu, biaya akses internet dapat ditekan, dan sekolah dapat menikmati akses internet cepat dengan biaya murah. Kerjasama dengan pihak sponsor, tentu akan membantu sekolah dari sisi pembiayaan.

Pendidikan berbasis digital harus diimbangi dengan tersedianya SDM tenaga pendidik yang profesional, dan ini telah menjadi program dari organisasi ikatan guru TIK PGRI (IGTIK-PGRI) dalam pelatihan-pelatihan berbasis ICT, dimana guru harus melek internet dan mampu menulis. Bahkan saya telah mengajak para guru untuk memiliki blog sendiri. One Teacher, One Blog. Satu Guru, Satu Blog. Semua blog guru terkoneksi ke jaringan elearning sekolah masing-masing.

Pendidikan Berbasis Digital semoga terus berkembang di sekolah sekolah kita. Suatu saat saya yakin, apa yang saya tuliskan ini akan menjadi paling dicari ketika negara membutuhkan pola pembelajaran efektif dari rumah rumah ketika anak-anak tak bisa lagi pergi ke sekolah.

Seoramg kawan guru blogger menuliskan komentar,

Betul pak jay, pendidikan berbasis digital menjadi kebutuhan dan jawaban di era pandemik dan mungkin after pandemic, tentunya harus ditunjang dgn infrastruktur dan SDM yang memadai supaya bisa menjangkau Indonesia yang luas dan ber-bhineka tunggal ika.

Salam Blogger Persahabatan

Omjay

http://wijayalabs.com

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s