Covid 19 menyatukan kami kembali.

Covid 19 Menyatukan Kami Kembali.

omjay-keluarga

Tak terasa sudah dua bulan bekerja dari rumah. Kami sekeluarga tak kemana mana. Keluar rumah hanya untuk belanja. Selebihnya lebih banyak di rumah saja.

Biasanya habis sholat subuh berjamaah di masjid, saya langsung berangkat ke sekolah. Pulang ke rumah sebelum sholat maghrib atau setelah sholat maghrib. Kemacetan Jakarta dan Bekasi tak bisa dihindari.

Suasana rutin itu dipaksa berhenti oleh covid 19. Kami sekeluarga bekerja dan belajar dari rumah. Tak ada lagi kesibukan di pagi hari menuju berangkat ke sekolah. Habis makan sahur dan sholat subuh kami bisa tidur lagi.

Pemasukan keluarga berkurang sangat drastis. Tetapi kehangatan dan kebersamaan dalam keluarga meningkat tinggi. Kami selalu bersama dalam suka maupun duka. Ada saja kabar gembira kami dapatkan dari wa group keluarga.

Internet membuat kita tetap berkomunikasi dalam dunia maya. Rapat dan belajar digelar secara online. Dari rumah kita bisa bekerja dan berkarya. Kreativitas dan imajinasi kita diuji dalam dunia maya yang tak pernah tidur.

Ada hikmah dibalik musibah. Kami memang tidak bisa berangkat ke sekolah. Tapi kami masih tetap mengajar secara online. Saya menggunakan aplikasi zoom untuk berkomunikasi dengan siswa dan juga guru teman sejawat. Terkadang menggunakan aplikasi lainnya seperti webex dan google meet.

Bekerja dari rumah memang ada plus minusnya. Nilai plusnya kita tak perlu lagi terburu buru berangkat ke sekolah. Selain itu kami tak perlu lagi menghadapi kemacetan kota Jakarta setiap hari.

Nilai minusnya adalah pemasukan keluarga berkurang. Biasanya dalam sebulan saya ada kegiatan di luar kota dan bertemu dengan guru guru dari seluruh Indonesia. Uang transport juga ada dari sekolah dan tambahan pemasukan lainnya.

Semenjak bekerja dari rumah, pemasukan otomatis berkurang. Saya sempatkan waktu untuk menyelesaikan desertasi dan juga berkarya lewat tulisan. Alhamdulillah royalti buku masuk rekening di saat tepat. Undangan menjadi narsum lewat online tiada henti. Kalau kosong saya bikin acara sendiri di youtube chanel. Kegiatan belajar menulis gratis lewat wa group masih tetap berjalan seperti biasanya.

Pemasukan seringkali tak terduga datangnya. Inilah yang sering disebut reZeki anak sholeh. Jualan buku dan kurma lewat online ternyata laku. Banyak orang baik yang kirim paket data ke nomor saya tanpa diminta.

Orang baik rezekinya baik. Di saat merayakan ulang tahun istri di rumah, banyak paket berdatangan. Ada yang kirim makanan dan barang. Rezeki kami mengalir tiada henti. Alhamdulillah saya menangis dalam kebahagiaan.

Wabah covid 19 telah menyatukan kami sekeluarga. Sebelumnya kami jarang di rumah. Sekarang kami lebih banyak beraktivitas di rumah saja. Bekerja dari rumah dan mendatangkan jutaan rupiah. Kapan kapan saya ceritakan bagaimana caranya.

Salam blogger persahabatan
Omjay
Guru blogger Indonesia
Blog http://wijayalabs.com

2 responses to “Covid 19 menyatukan kami kembali.

  1. Super Omjay

  2. Alhamdulillah, Barakallah ya Omjay fotonya msh ndut

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s