6 Langkah Sukses Menulis Buku.

LANGKAH LANGKAH MENULIS BUKU

Malam ini saya mengikuti kelas menulis online bersama Narasumber Bapak Akbar Zainuddin , beliau seorang penulis buku yang berjudul Man Jadda Wajada, berkat buku tersebut beliau sudah bisa keliling ke -33 Provinsi .

Kelas online malam ini juga di pandu oleh Bapak Wijaya Kusumah yang biasa disapa Omjay. Seorang guru blogger Indonesia yang membimbing kami dalam menulis.

Menurut bapak Akbar ada beberapa langkah penting yang harus diperhatikan oleh seorang yang ingin menulis dan menerbitkan buku yang berkualitas yaitu:

1.Langkah pertama adalah T.

Tentukan TEMA tulisan. Setiap buku harus punya tema besar, baik buku fiksi maupun non fiksi.

Tema akan menjadi rel yang mengikat kita dari awal tulisan hingga akhir. Tema ini satu saja. Misalnya kerja keras, romantisme, cara belajar, dan sebagainya.

2.Langkah kedua adalah O.

Buatlah OUTLINE atau DAFTAR ISI.

Adapun kegunaan outline adalah;
*. Agar tulisan kita terarah.
*. Bisa buat jadwal dan target.
*. Menghindari “ngeblank” pada saat menulis.
*. Agar bukunya selesai.

Karena jika tidak ada daftar isi, akan sulit bukunya bisa selesai. Sekaligus menjadi tujuan kita dalam menulis supaya tidak melebar kemana mana. Daftar isi memudah kita untuk mengisi tulisan kita lebih bermakna.

3.Langkah ketiga adalah J.

Buatlah jadwal penulisan.

Kalau daftar isi sudah dibuat, misalnya ada 30 judul artikel atau plot cerita, mulailah membuat jadwal secara riil. Katakan 1 tulisan jadwalnya seminggu selesai, buatlah jadwalnya dari 30 tulisan itu kapan mau selesai. Penulis harus disiplin agar tulisannya sesuai dengan alur yang akan dibuatnya.

Dengan kita membuat jadwal, maka akan memudahkan kita untuk mengontrol dan mengevaluasi dari hasil tulisan kita. Jadwal ini penting agar ada target yang akan dicapai. Kebanyakan penulis pemula tidak membuat jadwal. Akhirnya bukunya tidak pernah selesai.

4.Langkah keempat adalah T. Tuliskan.

Outline sudah ada, jadwal juga sudah ada. Berikutnya adalah tuliskan sesuai outline dan jadwalnya.

Di sini, disiplin diri dan komitmen yang akan menentukan apakah tulisan kita akan selesai atau tidak. Disipin sangat penting bagi seorang penulis agar bukunya terbit tepat waktu.

Tulis dan selesaikan semua judul artikel terlebih dahulu. Jangan terpaku untuk satu tulisan sampai sempurna. Perbanyak membaca dan ajak orang lain yang kita percaya memberikan masukan dari apa yang dituliskan.

5. Langkah kelima adalah R, REVISI.

Revisilah tulisan kalau semua draft tulisan sudah selesai. Jangan terpaku hanya satu judul sampai sempurna.

Kalau kurang-kurang sedikit, tidak apa-apa. Tahap pertama adalah menyelesaikan semua draft buku.

Tahap kedua, baru revisi. Apa saja yang direvisi?

a. Data dan informasi yang kurang.
b. Tata Bahasa
c. Gaya Tulisan. Disamakan dari awal hingga akhir.
d. Judul-judul artikel. Buatlah judul-judul yang menarik.

6. Langkah keenam adalah kirim ke penerbit.

Apa yang menjadi pertimbangan penerbit? Mereka pasti akan menghitung untung dan rugi dari tulisan yang dibuat.

Paling utama adalah bukunya laku atau tidak. Ini menyangkut kebutuhan masyarakat pembaca. Penerbit punya peta kekuatan pasar.

Apakah pembaca butuh buku kita?
Siapa yang butuh? Berapa banyak orang yang butuh?
Buku kita menjawab kebutuhan apa?

Semakin besar kebutuhan masyarakat akan buku kita, maka peluang diterbitkan semakin besar.

Karena itu, sebagai penulis kita mesti memahami buku kita siapa yang akan beli, dan siapa yang kira-kira akan baca.

Hal kedua adalah apa yang bisa membedakan buku kita dari buku sejenis.

Apa kelebihan buku kita dibandingkan dengan buku sejenis? Kita harus bisa meyakinkan penerbit.

Kita harus mampu menjawab pertanyaan ini. Karena hal itu yang akan menjadi pertanyaan dan juga pertimbangan penerbit.

Ketiga, pertanyaan penerbit berikutnya adalah, apa yang akan Anda lakukan untuk membantu pemasaran buku?

Harus punya jawabannya. Anda tidak bisa duduk manis agar buku anda laris.

Nah itu menurut pak Akbar, materi malam ini juga ditambahkan oleh Bpk Wijaya Kusumah. Menurut beliau, Menulis itu;

1. Yang paling dikuasai
2. Yang paling disenangi

Jadi, menulis itu bagian dari sesuatu yang membahagiakan. Jangan dibuat stress.

Sebenarnya tidak masalah mau menulis fiksi atau non fiksi. Hal yang penting kita senang menulisnya. Tulislah apa yang disukai dan kuasai.

Kalau buku Non Fiksi, ada buku-buku yang sifatnya referensi. Ini akan bagus kalau disertakan penelitiaannya dan sumber-sumber ilmiahnya secara lengkap.

Kalau buku yang bersifat umum, hasil penelitian dan hal-hal yang bersifat jurnal ilmiah perlu dibahasakan ulang dengan bahasa yang populer.

Kumpulan karya tulis bisa dibukukan dengan berbagai penyesuaian. Buat outline terlebih dahulu, lalu petakan mana karya tulis lama yang bisa masuk outline ini dan mana yang tidak bisa masuk. Kalau tidak bisa masuk, jangan dipaksakan.

Pelajaran yang sangat berharga saya dapatkan hari ini dan semoga bermanfaat buat pembaca.

Rumondang Sianturi
Peserta Belajar Menulis bersama omjay

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s