Berhentilah Menulis untuk Membaca

Berhentilah Menulis untuk Membaca.

Semoga anda sehat dan bisa membaca tulisan saya ini dengan hati. Supaya hati bertemu dengan hati, maka kita harus hati-hati membacanya.

Seringkali orang yang sudah kecanduan menulis, malas membaca tulisan orang lain. Padahal justru semakin banyak membaca, semakin banyak pula bahan acuan yang bisa dituliskan.

Berhentilah menulis untuk membaca. Kita ulang membaca tulisan kita lalu bandingkan dengan tulisan orang lain. Bila hasilnya kurang memuaskan, maka berhentilah menulis.

Anda perlu jalan-jalan sejenak melakukan relaksasi. Kemudian belilah beberapa buku. Dari situ anda akan menemukan bahan-bahan tulisan yang lebih berkualitas.

Ibarat memasak makanan enak, anda perlu mengumpulkan bahan-bahan masakan untuk membuat masakan anda enak dan lezat.

Begitu juga dalam menulis. Seringkali kita melupakan proses membaca. Penulis yang baik adalah pembaca yang rakus. Dia akan melahap habis setiap bacaan yang dibacanya.

Berhentilah menulis untuk membaca karya tulis orang lain. Kemudian lihat tulisanmu itu. Perbaiki dengan gaya bahasamu sendiri dan tersenyumlah membaca tulisanmu sendiri.

Sebelum menghargai tulisan orang lain, maka hargailah tulisanmu sendiri. Dengan cara membaca kembali tulisanmu, maka akan kau temukan kesalahan-kesalahan dalam menulis.

Seperti halnya seorang koki masakan. Dia akan berhenti memasak untuk mencicipi masakannya. Bila kurang lezat dan enak, maka bumbu masakan akan menjadi senjatanya. Kurang garam tambah garam. Kurang manis tambah gula. Kurang pedas tambah cabenya. Begitulah kira-kira membayangkannya.

Ketika seorang penulis berhenti menulis, maka membaca kembali tulisannya akan membuatnya menjadi editor hebat. Seorang editor yang baik lahir dari perasaan hati dalam talentanya merangkai kata.

Memang tidak mudah menjadi seorang editor. Perlu kesabaran tingkat dewa untuk merangkai kata menjadi lebih bermakna. Kalimat efektif dan mudah dipahami menjadi fokusnya dalam menulis.

Berhentilah menulis untuk membaca. Engkau akan tersenyum puas ketika tahu bahwa tulisanmu tersampaikan pesannya. Pembaca setiamu akan berterima kasih dengan cara memberikan komentar.

Mereka menuliskan komentarnya di dalam hatinya. Mereka berterima kasih kepadamu. Tak terlihat dengan kasat mata. Hanya bisa dilihat dengan hatimu. Itulah tanda hati bertemu dengan hati.

Salam Blogger Persahabatan

Omjay
Blog http://wijayalabs.com

Beberapa tulisan saya dibuat secara alamiah. Namun kemudian menjadi ilmiah ketika tulisan saya itu menjadi buku. Ada tim editor yang membuat tulisan saya menjadi enak dibaca orang lain.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s